NovelToon NovelToon
Kembaranku Penggantiku

Kembaranku Penggantiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Bullying dan Balas Dendam / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ilza_

Nadira selalu hidup dalam bayang-bayang saudara kembarnya, Nayla. Wajah mereka identik, tetapi nasib mereka sangat berbeda. Nayla adalah anak kebanggaan keluarga—cantik, pintar, dan selalu diprioritaskan. Sementara Nadira dianggap cadangan, seseorang yang hanya dipanggil saat keluarga membutuhkan “pengganti.”
Semua berubah ketika Nayla mengalami kecelakaan misterius sehari sebelum pertunangannya dengan Arsen Wijaya, pewaris keluarga kaya yang dingin dan sulit ditebak. Demi menjaga nama baik keluarga dan kontrak bisnis miliaran rupiah, Nadira dipaksa menyamar menjadi Nayla sampai kondisi saudara kembarnya pulih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 — Anak yang Seharusnya Mati

“ADRIAN!”

Mamannya menjerit histeris.

Hujan turun semakin deras.

Membasahi tubuh Adrian yang kini tergeletak diam di tanah.

Darah bercampur air hujan mengalir pelan di halaman rumah tua itu.

Sedangkan Nadira…

Masih membeku.

Karena kalimat terakhir pria itu terus menggema di kepalanya.

“Adikmu mungkin masih hidup.”

Mungkin.

Masih hidup.

Jantungnya berdetak sangat keras sampai telinganya berdenging.

“Apa maksud dia…”

Suara Nayla gemetar.

Papanya langsung pucat.

Sedangkan ayah Arsen tetap berdiri tenang sambil menurunkan pistolnya perlahan.

Seolah baru saja membunuh seseorang adalah hal biasa.

“Dia cuma cari cara buat bikin kalian makin kacau,” katanya dingin.

Namun Nadira langsung menoleh tajam.

“Kamu bohong.”

Tatapan pria itu berpindah ke Nadira.

Dan lagi-lagi…

Nadira merasa seperti sedang ditatap predator.

“Aku nggak punya alasan bohong.”

“Tapi kamu baru bunuh orang.”

Sunyi.

Tak ada yang berani bicara.

Karena semua orang tahu—

Nadira benar.

Arsen melangkah maju cepat.

“AYAH!”

Namun pria itu justru menatap putranya datar.

“Aku nyelametin kamu.”

“Dengan nembak orang di depan mata kami?!”

“Dia ancaman.”

“Dia manusia!”

Deg.

Suasana langsung berubah makin panas.

Sedangkan Nadira masih menatap tubuh Adrian tanpa berkedip.

Pikirannya kacau.

Emosinya campur aduk.

Ia membenci pria itu.

Pria itu menghancurkan hidup keluarganya.

Menyebabkan adiknya meninggal.

Membuat semuanya hancur.

Namun sekarang…

Pria itu mati.

Dan bagian paling menyakitkan—

Nadira bahkan tidak sempat mendapat jawaban.

“Dia bilang adikku masih hidup…”

Suara Nadira kecil.

Nyaris seperti bicara pada dirinya sendiri.

Papanya langsung memejamkan mata.

“Nadira, jangan percaya—”

“PAPA LIHAT SENDIRI DIA MATI?”

Bentakan Nadira membuat semua diam.

Air matanya jatuh lagi.

“Kita semua pikir dia mati karena mobil kebakar!”

Dadanya naik turun hebat.

“Tapi ternyata banyak yang disembunyiin!”

Papanya tidak bisa menjawab.

Dan itu cukup membuat Nadira makin panik.

“Apa mungkin…”

Tubuhnya mulai gemetar.

“…dia benar?”

Pak Rudi yang sejak tadi diam akhirnya tertawa kecil pahit.

Suara itu langsung menarik perhatian semua orang.

“Lucu…”

Pria tua itu batuk pelan.

“Bahkan sekarang kalian masih nggak tahu semuanya.”

Ayah Arsen langsung menatap tajam.

“Diam sebelum aku tembak kamu juga.”

Namun Pak Rudi justru tersenyum.

“Silakan.”

Tatapannya kosong.

“Aku juga udah capek hidup.”

Suasana mendadak sunyi lagi.

Lalu perlahan pria tua itu menoleh ke Nadira.

“Adikmu memang nggak ditemukan.”

Deg.

Jantung Nadira langsung berhenti sesaat.

“Apa…?”

“Waktu mobil kebakar…”

Pak Rudi menarik napas berat.

“…nggak ada jasad anak kecil di sana.”

Mamannya langsung menangis lebih keras.

Papanya terlihat makin hancur.

Sedangkan Nayla mulai gemetar.

“Terus… selama ini…”

“Kami cari dia.”

Suara papanya pecah.

“Bertahun-tahun.”

“KENAPA NGGAK BILANG KE KAMI?!”

“Karena kami takut.”

Nadira tertawa kecil.

Namun suaranya terdengar menyakitkan.

“Takut.”

Air matanya jatuh tanpa henti.

“Jawaban kalian selalu itu.”

Arsen memperhatikan Nadira diam-diam.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya…

Ia benar-benar takut kehilangan seseorang.

Karena gadis di depannya terlihat seperti hampir hancur total.

“Nadira.”

Ia mencoba mendekat.

Namun Nadira justru mundur pelan.

Deg.

Tatapan Arsen langsung berubah.

“Kamu juga bohong.”

Suara Nadira lemah.

Namun cukup membuat dada Arsen terasa ditusuk.

“Aku nggak mau nyakitin kamu.”

“Tapi tetap aja bohong.”

Hening.

Dan Arsen sadar—

Kali ini ia memang salah.

“Ayah.”

Tatapan Arsen akhirnya kembali dingin ke arah pria paruh baya di depannya.

“Kalau Ayah tahu soal anak itu…”

Suasana langsung tegang.

“…berarti Ayah juga tahu dia mungkin masih hidup.”

Ayahnya tidak langsung menjawab.

Dan itu cukup membuat semuanya makin curiga.

“Jawab.”

Tatapan pria itu berubah tajam.

“Kamu lagi interogasi ayah sendiri?”

“Kalau Ayah nyembunyiin sesuatu, iya.”

Deg.

Beberapa pria bersenjata langsung maju sedikit.

Namun Arsen sama sekali tidak mundur.

Dan Nadira baru sadar—

Pria ini benar-benar sedang melawan keluarganya sendiri demi mereka.

“Aku cuma tahu satu hal.”

Ayah Arsen akhirnya bicara.

“Setelah kecelakaan itu…”

Tatapannya dingin.

“…ada seseorang ambil anak itu sebelum polisi datang.”

Sunyi.

Nadira langsung menahan napas.

“Siapa?”

“Kalau aku tahu, dari dulu udah ketemu.”

Namun Pak Rudi tiba-tiba tertawa lagi.

“Kamu bohong lagi.”

Ayah Arsen langsung menoleh tajam.

Sedangkan Pak Rudi tersenyum tipis penuh darah.

“Kamu tahu siapa yang bawa anak itu.”

Deg.

Suasana langsung membeku.

“Diam.”

“Apa takut rahasia lama kebuka?”

Tatapan pria tua itu berubah ke arah Nadira.

“Adikmu dibawa sama orang Wijaya.”

BRAKK!

Ayah Arsen langsung menendang tubuh Pak Rudi brutal.

“AKU BILANG DIAM!”

Mamannya menjerit kaget.

Nayla langsung mundur ketakutan.

Sedangkan Nadira…

Merasa seluruh tubuhnya dingin.

Karena reaksi pria itu terlalu jelas.

Terlalu emosional.

Dan itu berarti—

Ada benarnya.

“Ayah…”

Suara Arsen melemah.

Tatapannya berubah tidak percaya.

“Apa itu benar?”

Pria paruh baya itu diam.

Dan diamnya lagi-lagi menjadi jawaban paling mengerikan.

“Ya Tuhan…”

Nadira langsung memegangi kepalanya.

Semuanya terasa terlalu berat.

Terlalu banyak.

“Ayahmu nyembunyiin adikku?”

Tatapannya perlahan jatuh ke Arsen.

Dan untuk pertama kalinya…

Arsen tidak tahu harus berkata apa.

Karena ia sendiri baru sadar—

Keluarganya mungkin lebih kotor dari yang ia bayangkan.

“Aku nggak tahu detailnya.”

Ayah Arsen akhirnya bicara dingin.

“Tapi anak itu memang dibawa.”

“Ke mana?!”

Bentakan Nadira pecah.

Pria itu menatapnya lama.

Lalu berkata pelan,

“Aku nggak pernah lihat lagi.”

“BOHONG!”

“Nadira.”

“Aku capek dibohongin!”

Tangis Nadira pecah lagi.

Dan kali ini…

Ia benar-benar kehilangan kendali.

“Semua orang mutusin hidupku seenaknya!”

“Kalian sembunyiin ayah kandungku!”

“Kalian sembunyiin adikku!”

“Kalian bikin aku hidup kayak boneka!”

Arsen langsung memegang pundaknya.

“Nadira, tenang—”

“JANGAN SURUH AKU TENANG!”

Tubuhnya gemetar hebat.

“Aku kehilangan semuanya malam ini!”

Kalimat itu membuat semua diam.

Karena memang benar.

Dalam satu malam…

Nadira kehilangan keluarganya.

Kepercayaannya.

Dan identitas dirinya sendiri.

Tiba-tiba—

Suara sirine polisi terdengar dari kejauhan.

Semua langsung tersentak.

Damar yang masih menahan luka langsung berdiri.

“Polisi datang.”

Ayah Arsen langsung menoleh ke anak buahnya.

“Beresin semuanya.”

Deg.

Nadira langsung sadar maksud kalimat itu.

“Maksud kamu apa?”

Namun pria itu sudah mulai berjalan menuju mobilnya.

“Mayat Adrian hilangin.”

Mamannya langsung pucat.

“APA?!”

“Dan bersihin rumah ini.”

Tatapan pria itu dingin sekali.

“Tidak boleh ada bukti.”

Nadira langsung merinding.

Karena di mata pria itu…

Semua ini cuma masalah bisnis.

Bukan tragedi manusia.

“AKU MUAK SAMA SEMUA INI!”

Bentakan Arsen menggema keras.

Semua langsung diam.

Karena pria itu benar-benar marah sekarang.

Bukan marah biasa.

Melainkan marah yang selama ini ditahan bertahun-tahun.

“Ayah pikir uang bisa nutup semuanya?!”

Tatapan ayahnya langsung mengeras.

“Kamu masih terlalu muda buat ngerti.”

“Kalau ngerti berarti jadi monster kayak Ayah?”

Deg.

Nadira langsung menatap Arsen.

Dan untuk pertama kalinya…

Ia melihat luka lama di mata pria itu.

Luka yang selama ini disembunyikan rapat.

“Aku tumbuh lihat Ayah hancurin hidup orang.”

Suara Arsen rendah.

“Dan aku benci kenyataan kalau darah yang sama ngalir di tubuhku.”

Sunyi.

Tidak ada yang berani bicara.

Karena suasana mendadak terasa sangat pribadi sekarang.

Sangat menyakitkan.

Ayah Arsen tersenyum tipis.

Namun senyum itu dingin.

“Kamu lemah gara-gara perempuan.”

Tatapan pria itu jatuh ke Nadira.

Dan Nadira langsung merasa tidak nyaman lagi.

“Kalau bukan karena dia…”

“Aku tetap bakal lawan Ayah.”

Untuk pertama kalinya…

Ekspresi ayah Arsen berubah sedikit.

Terkejut.

Namun hanya sepersekian detik.

Lalu kembali dingin.

“Kamu pilih mereka?”

“Kalau harus.”

Deg.

Jantung Nadira langsung berdegup kacau.

Karena kalimat itu…

Terlalu serius.

Terlalu nyata.

Dan pria seperti Arsen bukan tipe yang bicara sembarangan.

Sirine polisi makin dekat.

Hujan juga belum berhenti.

Namun suasana terasa jauh lebih dingin sekarang.

Karena perang sebenarnya baru dimulai.

“Nadira.”

Suara Nayla pelan.

Saudara kembarnya mendekat perlahan lalu menggenggam tangannya.

“Kita cari dia.”

Air mata Nadira langsung jatuh lagi.

“Kalau dia masih hidup…”

Nayla mengangguk sambil ikut menangis.

“Kita cari sampai ketemu.”

Untuk pertama kalinya malam itu…

Nadira merasa tidak sendirian sepenuhnya.

Namun sebelum siapa pun sempat bergerak—

Salah satu anak buah Damar tiba-tiba berlari panik.

“Tuan Arsen!”

Semua langsung menoleh.

Pria itu terlihat pucat.

“Kita nemu sesuatu di ruang bawah tanah rumah ini.”

Deg.

Jantung Nadira langsung berdetak pelan.

“Apa?”

Pria itu menelan ludah.

Lalu berkata dengan suara gemetar,

“Ada kamar rahasia.”

Sunyi.

Dan entah kenapa…

Firasat Nadira langsung memburuk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!