NovelToon NovelToon
Legenda Naga Pemakan Langit

Legenda Naga Pemakan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Jutaan tahun lalu, Ras Dewa Naga Primordial dimusnahkan oleh Aliansi Sembilan Penguasa Surga karena kekuatan mereka yang terlalu menentang takdir. Sejarah mereka dihapus, meninggalkan abu dan kutukan.

Di Benua Azure yang terpencil, Chu Chen hidup dalam kehinaan sebagai pemuda dengan "Akar Roh Cacat". Namun, nasibnya berputar tragis ketika desanya dibantai tanpa ampun oleh Sekte Serigala Darah demi sebuah gulungan usang peninggalan leluhurnya.

Dalam genangan darah dan keputusasaan, kutukan di dalam tubuh Chu Chen hancur. Ia membangkitkan garis keturunan Dewa Naga Primordial terakhir dan mewarisi teknik terlarang. Teknik ini memungkinkannya melahap segala energi di semesta—racun mematikan, pusaka suci, hingga Api Ilahi—untuk memperkuat dirinya.

Membawa dendam lautan darah, Chu Chen merangkak dari jurang kematian, bersumpah untuk membelah sembilan cakrawala dan menarik para Penguasa Surga dari takhta agung mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keserakahan Sang Naga

Gua raksasa itu seakan membeku ketika Niat Membunuh murni dari Kaisar Naga meledak dari tubuh Chu Chen.

Xue Ying, sang Tuan Muda bakat istimewa dari Sekte Tulang Putih, merasakan napasnya tercekat. Hawa dingin merambat naik dari telapak kakinya hingga ke ubun-ubun. Nalurinya yang telah diasah dalam berbagai pertarungan sekte menjeritkan satu peringatan mutlak: Lari! Pemuda ini bukan manusia!

Namun, keangkuhannya sebagai ahli Lapis Kedelapan menolak naluri tersebut.

"Kau hanya tikus desa! Jangan berpikir kau bisa menggertakku!" raung Xue Ying. Wajah tampannya berubah beringas. Ia memompa seluruh sisa Qi di Dantiannya ke dalam Kipas Tulang Beracun di tangannya. Tengkorak hijau ilusi kembali melolong di udara, siap mencabik-cabik jiwa.

"Tebasan Tulang Hantu—Mati!"

Bilah angin beracun melesat, jauh lebih besar dan lebih pekat dari yang ia gunakan untuk melukai Raja Kalajengking sebelumnya.

Chu Chen tidak menghentikan lajunya. Ia berlari lurus menembus badai energi tersebut. Matanya yang menyala keemasan menangkap setiap riak angin beracun itu dengan ketepatan mutlak. Di saat bilah angin itu berjarak sejengkal dari wajahnya, Chu Chen merendahkan kuda-kudanya dengan luar biasa tajam, lututnya menyapu lantai batu hingga memercikkan api, dan meluncur di bawah serangan mematikan tersebut.

SRAAAAT!

Bilah angin hantu itu memotong ujung rambut Chu Chen dan menghantam dinding gua di belakangnya, menciptakan celah sedalam belasan kaki.

Sebelum Xue Ying sempat mengayunkan kipasnya lagi, Chu Chen telah bangkit tepat di depannya. Jarak mereka kurang dari satu lengan.

"Terlalu lambat," bisik Chu Chen.

Tangan kiri Chu Chen melesat bagaikan cakar elang, bukan mengincar Xue Ying, melainkan Kipas Tulang Beracun itu sendiri. Ia mencengkeram bilah kipas yang terbuat dari tulang manusia itu dengan telapak tangan telanjang.

"Bodoh! Pusakaku dilapisi racun pemakan tulang! Tanganmu akan melel—"

Ejekan Xue Ying terhenti seketika.

Alih-alih meleleh, tangan Chu Chen yang dilapisi pendaran perunggu khas Lapis Keenam meremas bilah kipas itu dengan kekuatan ganas. Darah naga di dalam pembuluh darahnya mendidih, memunahkan racun itu dalam sekejap.

KRAAAK!

Pusaka tingkat menengah kebanggaan Sekte Tulang Putih itu patah menjadi dua bagian.

"Pusakaku!" mata Xue Ying hampir melompat keluar. Wajahnya pucat pasi.

Ia tidak diberi kesempatan untuk mundur. Setelah menghancurkan kipas itu, tangan kanan Chu Chen menembus pertahanan Xue Ying yang terbuka lebar dan mencengkeram lehernya, mengangkat pemuda sombong itu dari lantai gua.

"Lepas... lepaskan aku!" Xue Ying meronta histeris. Ia memukul dan menendang lengan Chu Chen dengan tenaga Lapis Kedelapan, namun benturannya terasa seperti menghantam pilar besi cor. Tenaga murni fisik Chu Chen, yang disokong garis keturunan naga, tidak bisa digoyahkan oleh kultivator Qi yang sudah kehabisan tenaga.

"Tuan Muda Sekte Tulang Putih," ucap Chu Chen datar, menatap tepat ke mata musuhnya yang kini dipenuhi teror mutlak. "Terima kasih atas hidangannya."

Pusaran Ketiadaan.

Daya hisap yang puluhan kali lebih buas dari sebelumnya meledak. Chu Chen tidak menahan diri. Ia langsung menyedot fondasi Qi, esensi darah, dan saripati kehidupan Xue Ying secara bersamaan. Xue Ying menjerit dengan suara yang tidak menyerupai manusia. Tubuhnya mengelepar hebat di udara, kulitnya mulai mengendur, matanya melesak ke dalam tengkoraknya.

Dalam hitungan lima tarikan napas, seorang pendekar muda Lapis Kedelapan yang ditakuti, yang seharusnya bisa masuk ke Sekte Awan Suci dengan mudah, berubah menjadi mayat keriput yang tidak berharga.

Chu Chen membuang mayat itu, merampas Cincin Penyimpanan di jari Xue Ying. Gelombang energi raksasa menghantam Dantiannya. Suhu tubuhnya melonjak sangat tajam, kulitnya memerah bagaikan besi yang baru diangkat dari tungku pembakaran.

Satu lagi. Chu Chen belum puas. Ia menoleh ke arah Raja Kalajengking Jarum Besi yang tergeletak sekarat, tak mampu bergerak akibat tebasan Xue Ying sebelumnya. Binatang buas itu mendesis lemah saat Chu Chen mendekat, matanya memancarkan ketakutan—sebuah riak perasaan yang langka bagi binatang buas. Binatang itu merasakan aura pemangsa puncak dari pemuda di depannya.

Chu Chen menempelkan kedua tangannya ke atas cangkang kalajengking tersebut.

Sedot!

Sisa saripati kehidupan yang sangat buas dan Inti Kalajengking yang tersembunyi di dalam tubuh makhluk itu mulai mencair, ditarik paksa keluar dari pori-pori cangkangnya menuju telapak tangan Chu Chen.

Namun, di sinilah keserakahan sang naga membawa malapetaka.

Begitu esensi binatang buas Tingkat 1 Puncak itu memasuki meridian Chu Chen dan bercampur dengan esensi Yin dan racun milik Xue Ying, sebuah benturan hebat terjadi di dalam tubuhnya.

DUAARRR!

Sebuah suara dentuman tumpul terdengar dari dalam perut Chu Chen. Pemuda itu memuntahkan seteguk darah hitam pekat. Matanya membelalak lebar.

"Aaargh!" Chu Chen jatuh berlutut, mencengkeram dadanya. Rasa sakit yang ribuan kali lebih parah dari siksaan di desa menghantam urat nadinya.

Esensi manusia dan binatang buas yang terlalu besar dan saling bertentangan tidak bisa langsung diproses oleh Seni Kaisar Naga yang baru berada di Tahap Dasar. Meridian emasnya membengkak hingga hampir pecah. Dantiannya yang kosong kini bergemuruh seperti gunung berapi yang siap meletus.

"Bodoh! Kau menelan terlalu banyak sekaligus tanpa menetralisirnya!" teguran Long Di menggema samar dalam ingatannya. "Fisik nagamu baru Lapis Keenam! Ia tidak bisa menahan energi Lapis Kedelapan dan Puncak Tingkat 1 secara bersamaan!"

Kulit Chu Chen mulai retak, memancarkan cahaya merah keemasan yang liar. Panas yang menyengat meledak dari tubuhnya, melelehkan batu-batu di sekitarnya.

Meng Fan, yang bersembunyi di balik tonggak batu, terlempar mundur oleh gelombang panas tersebut. "Chu Chen! Apa yang terjadi padamu?!"

Chu Chen tidak bisa menjawab. Kesadarannya hampir tertelan oleh rasa sakit yang membutakan. Jika ia membiarkan energi ini terus memberontak, tubuhnya akan meledak menjadi kabut darah. Ia harus memaksakan terobosan untuk memperluas daya tampung meridiannya, atau membuang sisa energi ini keluar!

"Tunduk... padaku!" raung Chu Chen dengan suara parau.

Ia menggigit lidahnya hingga berdarah untuk menjaga kewarasannya, lalu memaksa Pusaran Ketiadaan berputar dua kali lebih cepat untuk menggiling kedua energi yang berbenturan itu.

BUM! BUM! BUM!

Tiga retakan keras berturut-turut terdengar dari tulang punggungnya. Lapisan ketujuh dari hambatan fana hancur berkeping-keping.

Alam Penempaan Raga Lapis Ketujuh!

Namun energinya masih terlalu banyak. Energi sisa itu terus memaksa masuk, merobek ototnya dan menyembuhkannya kembali berkat darah naga secara berulang-ulang, menciptakan siksaan yang tak terbayangkan.

KRAK!

Penghalang kedelapan mulai retak.

Alam Penempaan Raga Lapis Kedelapan!

Terobosan ganda dalam satu malam! Namun, sisa energi liar itu tidak bisa ditekan lagi. Jika Chu Chen tidak melepaskannya sekarang, organ dalamnya akan matang.

Chu Chen mendongak ke arah atap gua, matanya sepenuhnya berubah menjadi mata naga purba. Ia membuka rahangnya lebar-lebar dan melepaskan seluruh energi berlebih itu dalam sebuah auman yang memecah langit.

ROAAAAAARRRRR!!!

Auman itu tidak terdengar seperti suara manusia, melainkan raungan naga sungguhan yang bercampur dengan ledakan guntur Qi. Gelombang suara yang terlihat dengan mata telanjang menyapu seluruh gua.

Pilar-pilar batu hancur menjadi debu. Dinding gua retak hebat. Formasi energi milik Xue Ying meledak seketika. Bahkan atap tebing raksasa berbentuk capit itu mulai runtuh, menjatuhkan bongkahan batu seberat puluhan ton.

"Gua ini akan runtuh! Chu Chen, kita harus lari!" teriak Meng Fan, panik setengah mati menghindari bebatuan yang berjatuhan.

Chu Chen terengah-engah. Seluruh tubuhnya dipenuhi keringat dan darah kotor yang keluar dari pori-porinya. Pakaiannya telah hangus, memperlihatkan otot-otot yang kini dihiasi oleh tato samar berbentuk sisik naga di punggungnya.

Ia telah menembus Lapis Kedelapan, melompati dua tingkat sekaligus. Kekuatan di tubuhnya sekarang sangat menakutkan, namun ototnya terasa ngilu dan tenaga fisiknya benar-benar habis karena menahan rasa sakit.

"Sial," umpat Chu Chen. Auman barusan adalah sebuah kesalahan fatal. Suara dan ledakan Qi sebesar itu di malam hari pasti akan menarik perhatian setiap calon murid kuat dan binatang buas yang bersembunyi di jangkauan puluhan mil.

Ia tidak punya waktu untuk beristirahat.

"Ayo pergi!" Chu Chen meraih Cincin Penyimpanan Xue Ying dan menyambar kerah baju Meng Fan, lalu melesat keluar dari gua tepat sebelum atap gua itu runtuh sepenuhnya, mengubur sisa-sisa mayat dan kehancuran di bawah berton-ton batu.

Di kejauhan, dari berbagai sudut Lembah Jarum Beracun, puluhan pasang mata—baik milik binatang buas maupun kultivator mematikan—kini menatap ke arah kepulan debu di tebing tersebut. Pemangsa baru telah mengumumkan kehadirannya, dan perburuan malam ini akan menjadi jauh lebih berdarah.

1
Gege
garis garis diantara kata menunjukkan kinerja AI mengenerate kalimat.
Letsii
mantapp😍💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!