NovelToon NovelToon
The God Ashura

The God Ashura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: jazzy bold

Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.

Namun tidak ada yang tahu…

Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.

Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..

Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.

Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…

Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melatih Teknik Bayangan Kematian

Beberapa saat kemudian, pemandangan yang ada di depannya menghilang sepenuhnya dan kesadarannya kembali ke tubuhnya.

Namun, meskipun dia sudah sadar sepenuhnya, teror dari tebasan kematian itu benar-benar masih membuatnya ketakutan setengah mati.

 "Apa itu kematian? Kematian itu jika aku ingin manusia mati maka manusia mati, jika aku ingin langit mati maka langit akan mati, jika aku ingin alam semesta mati maka alam semesta akan mati." Zhang Tiangxia kembali mengingat kata-kata pria yang mengayunkan pedang tersebut.

 Kemudian dia mengeluarkan Pedang Kematian dari cincin penyimpanan miliknya, mengingat kembali adegan pria itu yang mengayunkan pedang sederhana tapi bisa membuat semua tempat yang di lewatinya tidak memiliki energi kehidupan lagi.

Syutt!

Dia mengayunkan pedang ke bawah, berharap ini akan sekuat yang dia lihat.

Namun, alih-alih sekuat sebelumnya, bahkan ranting pohon yang berjarak satu meter di depannya pun tidak bergerak. Seolah-olah tebasan pedang barusan bahkan tidak lebih kuat dari hembusan angin.

 "Bagaimana bisa perbedaannya terlalu mencolok seperti ini? Bagaimana aku bisa menjadi pendekar pedang jika ranting yang kecil pun alih-alih tertebas bahkan tidak bergoyang."

Zhang Tiangxia menggaruk kepalanya dengan ekspresi kebingungan.

Ini juga wajar, sebab sebelumnya dia hanya melihat pria di atas gunung itu mengayunkan pedang yang sangat sederhana, bahkan Zhang Tiangxia tidak tahu bagaimana pria itu merubah tebasan pedang yang sederhana menjadi sangat kuat.

 Zhang Tiangxia menenangkan diri sejenak. Dia tau terlalu khawatir dan terlalu ingin mencapai sesuatu itu bukanlah hal yang baik.

Setelah itu, dia kembali mengamati secara detail bagaimana cara pria itu mengayunkan pedangnya.

Awalnya tidak ada yang bisa dia pahami, namun setelah puluhan kali memutar ulang bayangan di kepalanya, dia akhirnya bisa melihat fluktuasi qi kematian yang di salurkan kedalam pedang tersebut.

 "Ah.." Zhang Tiangxia menampar pahanya karena dia baru menyadari hal ini setelah puluhan kali pengamatan.

 "Bagaimana aku tidak kepikiran menyalurkan Qi di dalam tubuh?" Zhang Tiangxia hampir memaki otaknya yang begitu bodoh.

Setelah pemahamannya bertambah, dia kembali mengangkat pedang lalu menyalurkan Qi kematian dari dalam tubuhnya. Setelah itu dia melakukan tebasan pertama.

Wush!

Angin terbelah. Tapi serangan itu bahkan tidak mencapai satu meter, jelas ini jauh dari cukup.

Namun, meskipun belum berhasil, ini jauh lebih baik dari tebasan pertama. Dia kembali mengulang mengayunkan pedang.

Kali ini, angin yang bisa dia belah hampir mencapai satu meter.

"Belum cukup!"

Dia kembali mengayunkan pedang lagi secara terus menerus.

Tebasan kedua.

Tebasan Ketiga.

Tebasan ke empat.

Tebasan kesepuluh.

. . .

Setiap tebasan yang dia lakukan akan semakin bertambah pesat area yang di jangkau, bahkan saat ini sudah hampir mencapai dua meter. Namun meskipun bisa mencapai jarak sejauh hampir dua meter, tebasan pedang ini tidak ada kesan menakutkan atau membuat area yang di lewatinya menjadi jalur kematian.

Namun, sekecil apapun hasilnya, jika terus melatih tanpa kenal lelah pasti akan ada hasil.

Di tebasan kedua puluh, sesuatu mulai terasa berbeda. Qi kematian mulai mengalir lebih natural ke ujung bilah tanpa harus dipaksa. Di tebasan ketiga puluh, suara tebasan itu berubah dari suara angin biasa menjadi suara yang lebih tajam dan lebih dalam, seperti ada sesuatu yang terpotong.

Setelah berusaha keras hingga mengulang ratusan kali, di tebasan ke seratus empat puluh, sebuah pohon besar di depannya terbelah dari atas ke bawah dengan potongan yang sangat bersih, lalu kemudian potongan kayu itu mulai berubah warna, kemudian mulai lapuk. Namun ini hanya lapuk, tidak berubah menjadi debu seperti yang dia lihat dari pria di atas gunung.

Zhang Tiangxia menurunkan pedangnya, memejamkan matanya untuk memahami tahapan pencapaian dari pedang kematian yang dia latih.

Jarak dua meter adalah tahap pemula yang di sebut tahap pemahaman kecil.

"Pemahaman kecil." Gumam Zhang Tiangxia.

Saat ini matanya begitu bersemangat karena belum sehari dia melatih teknik pedang kematian namun sudah di tingkat pemahaman kecil.

"Untuk saat ini, meskipun pedangku baru mencapai pemahaman kecil, dari kekuatan tebasan sebelumnya ini bisa membunuh master alam pembuka Meridian di tingkat pertama atau tingkat kedua."

Zhang Tiangxia mengamati bagaimana intensitas dari kekuatan pedangnya saat di ayunkan.

Ini bahkan dua kali lebih kuat daripada serangan terkuat dari master alam pemurnian tubuh di keluarga Zhang.

Tentu saja, sekuat apa itu dia juga tidak begitu yakin. Namun yang pasti, ini jauh lebih kuat dari master pembuka Meridian di tingkat kedua.

"Setidaknya tebasan barusan bisa imbang jika bertarung dengan master pembuka meridian tahap ke tiga."

Zhang Tiangxia menganalisa dengan cermat.

 Lalu dia kembali mencari sebuah pohon yang ukurannya puluhan meter. Dia berdiri dari jarak dua meter, kemudian kembali mengayunkan pedang.

Wusshh..

Bayangan pedang seukuran dua jari melesat lalu mengenai target pohon besar yang berjarak dua meter di depannya.

Crashh!

Pohon itu seketika langsung terbelah dua lalu berubah menjadi kayu kering dengan kecepatan yang bisa di lihat oleh mata telanjang.

Setelah pohon pertama, Zhang Tiangxia mencari pohon lain.

Jika dia tidak menemukan pohon yang cocok, dia akan menebas ke arah batu.

Tiga jam kemudian dia berhenti karena merasa tangannya begitu kebas setelah menebaskan pedang yang tak terhitung jumlahnya.

 Dia beristirahat sejenak, menyarungkan Pedang Kematian lalu membuka kotak kedua untuk di baca.

"Teknik bayangan kematian." Zhang Tiangxia bergumam, "Kira-kira ini teknik seperti apa?"

Meskipun Zhang Tiangxia bisa menebak ini adalah teknik gerakan, dia tidak begitu yakin seratus persen.

Zhang Tiangxia membuka halaman pertama, lalu membaca catatan yang di tinggalkan oleh Long Xia, dia juga menjelaskan secara detail tentang pemahamannya tentang teknik ini.

Dari catatan kecil itu, Zhang Tiangxia mengerti bahwa Teknik Bayangan Kematian adalah teknik gerakan yang berisi lima tahap.

Tahap pertama di sebut Langkah Bayangan.

Prinsipnya satu, kecepatan.

Latih tubuh untuk terbiasa bergerak cepat, lalu tingkatkan kecepatan tubuh saat bergerak hingga maksimal sampai terlihat seperti bayangan.

Jadi saat lawan melihat bayangan masih berada di belakang, pemilik tubuh aslinya sudah ada di depan mata.

Tahap kedua adalah penyatuan bayangan.

Penyatuan bayangan ini di sebut sebagai teknik yang paling mematikan, sebab selain kecepatannya yang sangat cepat, tahap kedua ini juga bisa menyatu dengan bayangan apapun.

Baik itu bayangan bangunan, pohon, hewan atau bahkan bayangan manusia yang berjalan tanpa terdeteksi sedikitpun.

Kemudian dia melihat tingkat ke tiga dan ke empat.

Teknik bayangan kematian yang di latih ke tingkat ke tiga bisa menyatu dengan ruang.

Hal ini bahkan jauh lebih menakutkan. Jika penyatuan bayangan terlihat kuat, tapi jika bertemu lawan yang kultivasinya sangat tinggi, dia bisa mengetahui jika orang tersebut menggunakan indra ilahi untuk memeriksa area sekitar.

Namun penyatuan ruang ini bahkan jika seorang master digdaya memeriksa dengan indra spiritual pun tidak akan menemukan apapun.

Semakin melihat hal ini, Zhang Tiangxia semakin merasa bahwa pemahamannya tentang dunia ini sangat kecil.

Sebab teknik seperti ini jelas bukan di buat oleh master biasa.

Setelah diam sejenak, dia melihat Langkat ke empat.

Langkah ke empat menerobos ruang.

Seperti namanya, jika melatih teknik bayangan kematian hingga tingkat ke empat, seseorang bisa menerobos ruang tanpa terhalang apapun. Jadi saat di kejar musuh bisa melarikan diri dengan cepat atau di gunakan untuk menyerang lawan dengan muncul di belakang lawan secara tiba-tiba pasti akan jadi momok mengerikan bagi musuh.

 Semakin membaca, jantung Zhang Tiangxia semakin bergetar tak terkendali.

"Apa yang terjadi jika seorang pembunuh profesional memiliki teknik seperti ini? Pasti dia akan menjadi pembunuh kelas atas." Zhang Tiangxia tidak bisa menghela nafas.

Lalu matanya tertuju pada halaman terakhir, ini adalah tingkat kelima.

1
syarif ibrahim
jauhnya dari siang sampai sore baru sampai.... 🤔🤔🤔
aldo
up lah author
Ibad Moulay
Gasss terus, jangan kasih kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
aldo
lanjut author semangat terus🙏🙏🙏🙏
selenophile
min jiwa beladiri gk ke pake ya...
Ibad Moulay
Pemburu
Ibad Moulay
Kelompok
Ibad Moulay
Uraaa🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
ammank firman
heran kenapa harus jual air roh kalo hanya untuk membeli pil kan koin emas banyak di cincin
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Teknik Bayangan Kematian
Ibad Moulay
Rubah Roh Ungu
Ibad Moulay
Token
Ibad Moulay
Cairan Spiritual
Ibad Moulay
Walikota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!