Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. kedatangan keluarga
"Kenapa memasuki rumah keluarga ku?" suara yang sangat asing bertanya pada mereka semua.
Sontak semua orang yang ada di dalam sini menoleh dan mereka mendapati ada rombongan orang mendatangi rumah keluarga Sayuti, sama sekali mereka tidak pernah mengenal orang tersebut karena kelihatan mereka dari kota sehingga tidak pernah bertemu dengan mereka semua.
Ini mendadak saja mereka datang dan langsung bertanya demikian sehingga Pak Lurah dan Pak RT agak bingung mau menjawab, bisa dibilang mereka memang memasuki rumah orang tanpa izin tapi mau bagaimana lagi karena memang sedang ada urusan seperti ini sehingga mau tidak mau memasuki juga rumah keluarga itu.
Tatapan orang yang mengaku sebagai keluarga Sayuti juga sangat tajam sekali sehingga Pak Lurah dan Pak RT agak bingung untuk menjawab, seperti orang yang sedang memasuki rumah untuk merampok saja rasanya sekarang ini sehingga ada rasa bingung dan juga ketakutan di dalam diri mereka untuk menjawab pertanyaan yang keluar begitu saja.
Mana Pardi juga masih belum ketemu sehingga mereka agak bingung mau menjelaskan bagaimana, takut nanti mereka malah tidak percaya bahwa sebenarnya mereka memasuki rumah ini bukan karena mencari keberadaan yang sosok Pardi, sungguh takut sekali bila mendadak mereka akan kena tuduh bahwa sedang merampok di rumah keluarga Sayuti ini.
"Kenapa masuk rumah Sayuti?" Angelina kembali bertanya dengan tatapan begitu tajam.
"Ah Maaf sebelumnya, saya adalah kepala desa di desa ini." Pak Lurah mendekati Angelina untuk mengenalkan diri.
"Lalu?"
"Saya tidak tahu anda siapa tapi sebelumnya saya ingin memberitahu bahwa keluarga Sayuti sudah meninggal dunia." Pak Lurah berkata pelan.
"Karena dia sudah meninggal dunia dan tidak ada yang menghuni rumah ini lalu kalian sesuka hati masuk ke dalam rumah mereka?!" Angelina kembali menuding.
"Ya nggak gitu juga, Mbak! harusnya kamu itu berterima kasih karena warga sini yang mengurus kematian keluarga Sayuti." Pak RT mulai naik darah karena Angelina terus berbicara ketus.
"Yang meminta kalian untuk mengurus mayat mereka siapa?" Darius juga ikut membuka suara.
"Loh ini orang pada Kenapa sih kok tidak ada yang tahu berterima kasih?!" Pak RT bingung sendiri dengan kelakuan orang dari kota itu.
"Dengan kalian memasuki rumah ini tanpa izin saja sudah menjadi hal yang kurang ajar, hanya karena kalian menguburkan mayat keluarga Sayuti maka bisa sesuka hati memasuki rumah ini." Darius berkata dengan sangat lantang.
Arya masih diam saja memperhatikan para gerak-gerik manusia tidak tahu diri ini karena dia merasakan energi yang tidak biasa, walau mereka dari kota namun energi negatif itu terasa sangat mencolok di tubuh mereka berdua sehingga Arya penasaran dan ingin memperhatikan lebih seksama lagi.
Angelina mengetahui bahwa Arya sejak tadi memperhatikan dia dan juga Darius sehingga pandangan wanita ini langsung mengarah kepada Arya, melihat dari wajah area yang begitu kalem dan terlihat seperti dia masih anak muda remaja membuat Angelina semakin menyala.
"Kau! Kenapa sejak tadi terus memperhatikan aku seperti itu?" Angelina langsung mendatangi Arya yang tegak bersandar pada tembok.
"Ya karena Kau seperti anjing yang harus diperhatikan oleh manusia!" jawab Arya dengan nada begitu sengit.
"A..apa?" Angelina sampai gagap tidak percaya mendengar ucapan dari pemuda itu.
"Kau baru saja menggonggong sejak tadi dan tidak pernah mau mendengar kami berbicara, julur kan saja lidah mu itu agar semakin mirip dengan anjing." Arya mengejek sambil mengeluarkan lidah dia.
"Jangan melewati batas atau aku akan melaporkan kalian semua!" ancam Angelina kepada semua orang yang ada di dalam rumah.
"Mbak, tolong tenang dulu dong karena kami juga tidak mungkin mau mengambil harta milik keluarga ini." Pak Lurah juga agak bingung melihat Angelina yang terus marah.
"Tau ni, kami datang ke sini juga bukan karena ingin mengambil harta! Kau pikir kami ini semua sangat miskin sehingga akan mengambil harta dari rumah kosong?" Arya mulai terbawa emosi.
"Loh bukankah orang kampung sini memang sangat miskin?" Darius berkata sambil setengah tertawa.
"Ya, kau tidak salah mengatakan kami memang orang miskin! namun kami tidak memelihara pesugihan." Arya berkata dengan lantang di hadapan wajah dari Darius.
Darius yang mendengar hal itu tentu saja menjadi sedikit kaget karena dia tidak menyangka bahwa Arya akan berkata demikian, selama ini tidak ada yang mengetahui bahwa mereka telah memuja sesuatu untuk mendapatkan kekayaan serta hidup makmur seperti ini.
Namun mendadak saja sekarang seorang pemuda bisa berani berkata demikian bahwa mereka telah memiliki sesuatu yang telah dipuja sehingga bisa kaya, sedangkan para warga yang tinggal di desa ini memiliki kekayaan murni tanpa harus memuja seorang iblis.
Darius dan Angelina sama sekali tidak mengetahui siapa yang ada di hadapan mereka saat ini, andai saja mereka tahu bahwa yang sedang berbicara dengan mereka adalah Pangeran ular maka mental mereka pasti akan terdiam karena tidak menyangka bahwa pria itu juga bisa memberikan kekayaan untuk para manusia.
Mereka telah tertipu dengan wajah kalem seolah tidak memiliki kejahatan itu, selama ini mereka memang banyak menilai orang hanya dari luar saja dan tidak mengetahui bahwa pria kalem seperti Arya juga bisa mengeluarkan ucapan pedas bila sudah terlalu emosi.
"Pesugihan?" Pak Lurah dan Pak RT saling pandang satu sama lain.
"Ya Allah ini gimana kok malah debat dan Mas Pardi masih belum ketemu juga." Suminah membatin di dalam hati.
"Jadi kau mengatakan kami memiliki pesugihan?!" Angelina mencengkeram erat tas yang ada di tangan dia.
"Tidak, kami hanya mengatakan para warga di sini tidak ada yang memiliki pesugihan." jawab Arya sambil tersenyum.
Jangan pernah bermain kata dengan pangeran ular ini karena dia juga pintar sekali mengelak dan tidak akan pernah mau mengakui bahwa dia telah memberikan tuduhan pedas, sebab tadi Arya memang tidak secara langsung mengatakan bahwa Angelina dan Darius memiliki pesugihan.
"Kami masuk ke dalam rumah ini karena mencari seseorang dan kami akan melanjutkan pencarian itu sampai dapat." tegas Arya tak ingin kena bantah.
"Aku sebagai keluarga Sayuti tidak akan pernah mengizinkan rumah ini dijamah oleh kalian, berikan sekarang juga kunci rumah itu!" Darius merampas kunci dari tangan Pak Lurah.
"Keluar kalian sekarang juga dari rumah ini!" usir Angelina.
Suminah ingin menangis karena sekarang dia masih belum menemukan keberadaan suami dia, mana mereka juga belum menggeledah secara menyeluruh tentang rumah keluarga Sayuti ini sehingga masih ada sedikit rasa mengganjal di dalam hati Suminah, tapi apa mau dikata Karena sekarang pemilik rumah tidak memberikan mereka izin.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
dari kota aja lagaknya kaya dewa saja, orang yang dewa iblis aja gak sesombong kamu.
dan
hanya Purnama yang bisa ngadepin Angelina
Arya sama Nolan juga boleh lah kasih pelajaran ke mereka...
di balik kalem nya ada congor nya jg yg kalau ngomong setajam sileeeet
eeee ..... ternyata mlh Pesugihan nya yg di ambil 🤣🤣🤣
lagian biarin ja sih rusak , orang nya dh PD koit 🤣
aku kira kedatangan tamu orang jahat itu ,, eee ... gak thu nya tamu nya adalah Arya 🤭🤭
mereka mafia kah ❓ atau mereka melakukan pesugihan ❓
orang PD sibuk mencari dan ngomongin si Pardi ,,, tahu-tahu wonge wes mati 🤣🤣
para tetangga jg ogah mo bantu mencarinya 🤣