NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Pagi itu berjalan normal seperti biasa, sampai suara pintu kaca lobi pecah membuat seluruh karyawan di lantai dasar berteriak panik.

Sekelompok pria berbadan besar, mengenakan jaket kulit dengan lambang macan tersulam di punggung, menerobos masuk sambil membalikkan meja resepsionis dan melempar apa pun yang ada di dekat mereka.

"Mana yang namanya Alex?!" salah satu dari mereka berteriak, suaranya menggema di lobi yang kini berantakan.

Karyawan berhamburan mencari tempat berlindung, beberapa bersembunyi di balik meja kerja, yang lain berlari menuju tangga darurat. Bima yang kebetulan sedang di lantai dasar buru-buru menekan tombol darurat, memanggil petugas keamanan yang jumlahnya jauh dari cukup untuk menghadapi belasan pria berbadan besar itu.

Alex mendengar keributan itu dari lantai delapan, turun melalui tangga dengan langkah cepat namun tidak terburu-buru, seolah dia sudah tahu apa yang menunggunya di bawah.

Begitu dia sampai di lobi, salah satu pria langsung menghampirinya, mata menyala penuh amarah. "Kau yang namanya Alex?"

"Tergantung siapa yang tanya," Alex menjawab tenang, matanya menyapu seluruh ruangan, menghitung jumlah lawan yang mengelilinginya.

"Kami dari Macan Bawah," pria itu berkata dengan bangga, seolah nama itu seharusnya membuat siapa pun gemetar. "Ada yang bayar kami mahal buat kasih pelajaran ke kau."

Alex tersenyum tipis, tidak sedikit pun mundur meski belasan orang mulai mengepungnya dari segala arah.

'Sudah kuduga, cepat atau lambat mereka akan main kotor.' Dia menutup matanya sejenak, berbicara pelan di dalam hati. 'Aku ingin kekuatan fisik sempurna dan seluruh pengetahuan ilmu bela diri yang pernah ada di dunia ini, dikuasai sepenuhnya.'

[Permintaan diterima.]

[Memproses...]

[Permintaan berhasil dikabulkan.]

[Permintaan Tersedia: 0]

Sesuatu mengalir deras ke seluruh tubuh Alex, bukan rasa sakit, melainkan kesadaran baru yang tiba-tiba muncul di setiap otot dan sendinya, seolah tubuhnya sudah dilatih puluhan tahun dalam hitungan detik.

Pria pertama menyerang dengan pukulan lurus ke wajah Alex. Alex menangkap tinjunya dengan satu tangan, memutar pergelangan lawannya hingga pria itu terjungkal ke lantai marmer dengan erangan kesakitan.

"Sialan!" pria kedua ikut menyerbu, membawa sepotong pipa besi.

Alex menghindar dengan gerakan yang begitu ringan, seolah sudah memprediksi setiap ayunan sebelum benar-benar terjadi, lalu membalas dengan satu pukulan tepat di ulu hati yang membuat lawannya langsung ambruk kehabisan napas.

Satu per satu anggota Macan Bawah maju menyerang, dan satu per satu pula mereka jatuh dengan cara yang sama—cepat, presisi, tanpa satu pun serangan balik yang berhasil menyentuh tubuh Alex.

Karyawan yang tadi bersembunyi mulai mengintip dari balik meja, mata mereka membelalak menyaksikan sosok pemilik perusahaan yang biasanya tenang di ruang rapat, kini bergerak seperti petarung profesional yang menghabisi belasan orang tanpa sedikit pun terlihat lelah.

Ketua kelompok itu, satu-satunya yang belum ikut menyerang, mulai mundur ke arah pintu, wajahnya pucat menyaksikan anak buahnya bergelimpangan di lantai.

"Mundur! Semua mundur!" dia berteriak, suaranya bergetar.

Sisa anggota yang masih bisa berdiri langsung berlarian keluar dari gedung, meninggalkan beberapa rekan mereka yang masih mengerang kesakitan di lantai lobi.

Alex berdiri di tengah kekacauan itu, napasnya bahkan tidak terengah sedikit pun, menatap kepergian mereka dengan tenang.

Bima mendekat perlahan, wajahnya masih pucat. "Pak... Bapak baik-baik saja?"

"Baik," Alex menjawab singkat, menyisir rambutnya yang sedikit berantakan. "Bereskan lobi ini. Dan siapkan laporan ke polisi soal kejadian tadi."

Dia berjalan menuju lift, meninggalkan lobi yang berantakan di belakangnya, sementara di sudut penglihatannya, panel kecil masih menampilkan status terbarunya.

[Permintaan Tersedia: 0]

'Habis lagi. Tapi setidaknya kali ini kekuatannya gak akan hilang.'

Petugas keamanan gedung akhirnya tiba beberapa menit setelah semuanya selesai, terengah-engah begitu melihat kondisi lobi yang berantakan dan beberapa pria bertubuh besar yang masih tergeletak mengerang di lantai. Salah satu dari mereka buru-buru meminta maaf karena terlambat datang, tapi Alex hanya melambaikan tangan singkat, tidak mempermasalahkannya.

Reina turun dari lantai atas begitu keadaan dinyatakan aman, wajahnya masih pucat menyaksikan sisa-sisa kekacauan yang baru terjadi. "Pak, kita perlu tambah keamanan gedung. Ini gak bisa dibiarkan terjadi lagi."

"Sudah kupikirkan," Alex menjawab tenang, meski dia tahu kekuatan barunya sendiri sebenarnya sudah cukup untuk menghadapi ancaman semacam ini.

Petugas kepolisian yang datang tak lama kemudian mencatat keterangan dari beberapa karyawan yang menyaksikan kejadian itu, sementara para penyerang yang masih sadar diangkut satu per satu ke dalam mobil patroli, sebagian meracau kesakitan, sebagian lagi terlalu shock untuk berkata apa-apa.

Alex berdiri di dekat jendela lobi, mengawasi proses itu dari kejauhan, tangannya terlipat di dada.

'Mereka pikir ini akan jadi peringatan buatku. Padahal ini cuma jadi peringatan buat mereka sendiri, kalau lawan yang mereka hadapi sekarang sudah jauh berbeda.'

1
Israel
alah bct kwontol. tinggal minta semua kebohongan daniel terungksp di public apasusah nya sih. author alay bau kencur pmo otak isekai. halu 100%
Israel
tlol bet kenapa ga minta regenerasi tanpa batas?
Israel
Tlol
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Israel: Bullshit
total 5 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
Israel: bct lu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!