Kisah seorang ilmuan gila yang melawan pemerintah dunia yang dzalim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Michael Jack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Six Eyes vs Pemerintah Dunia
"Oehdara kelam di atap langit,
Boekoelah tjelah-moew jang tersembonji.
Oehdjan, djoetjoerlah dengan geloer,
Halilintar, sambar-kan tanah jang diam!" ucap Jack membaca mantra.
Tiba-tiba langit di daerah pesisir pantai berubah menjadi hitam pekat. Angin kencang berhembus diikuti kilatan petir yang menyambar-nyambar. Hujan deras pun turun disertai badai besar yang membuat pasukan musuh kesulitan mendekati tembok perbatasan.
"Tuan Jack memang yang terbaik," gumam Pio dengan kagum.
"Semuanya, jangan takut!!! Serang saja mereka!!!" teriak komandan musuh memberi perintah.
Terompet perang pun ditiup menandakan peperangan telah dimulai. Pasukan musuh bergerak maju berbondong-bondong untuk menyerang.
Daerah pesisir pun diledakkan dengan bom-bom yang sebelumnya telah ditanam sebagai sistem pertahanan. Suara tembakan dari kedua belah pihak pun saling bersahutan. Deru mesin, letusan senapan, dentuman meriam, suara ledakan, serta teriakan para prajurit terdengar sangat jelas memenuhi medan perang.
Jack kemudian menghadang salah satu ksatria suci yang bernama Elion.
"Mohon maaf tuan, tetapi Anda harus meninggalkan tempat ini," ucap Jack yang berdiri menghadang Elion sambil menodongkan pistolnya.
"Apakah kau Jack?" tanya Elion.
"Ya benar, itu saya," jawab Jack sambil menurunkan pistolnya.
"Kalau begitu, hari ini kau harus mati!!!" teriak Elion sambil menghunuskan pedangnya.
Mereka berdua pun saling beradu pedang. Melihat lokasi pertarungan mereka terlalu dekat dengan tembok perbatasan, Jack segera terbang menjauh dari sana agar Elion ikut menjauh dari wilayah pertahanan.
"Baiklah, kita bertarung di sini saja," ucap Jack sambil menghunuskan pedangnya.
"Tcih," balas Elion dengan kesal.
"TERIMA INI, TEBASAN BULAN SABIT!!!" teriak Elion sambil mengeluarkan jurusnya.
"Kekuatan Phoenix Ungu, JURUS KEDUA, TEBASAN API ABADI!!!" balas Jack sambil mengeluarkan jurusnya.
Kedua jurus itu pun saling berbenturan dan meledak dengan keras, menciptakan asap tebal yang menutupi pandangan.
Jack kemudian terbang ke langit dan menghujani Elion dengan bola-bola api. Elion menangkis serangan tersebut dengan menciptakan sebuah domain pelindung.
"Percuma Jack, seranganmu tidak akan mampu menembus domainku," ucap Elion dengan nada sombong.
"Begitu ya? Kekuatan Phoenix Ungu, JURUS PERTAMA, DOMAIN API!!!" balas Jack sambil mengaktifkan jurusnya.
Domain milik Jack membuat daerah di sekitarnya menjadi sangat panas. Bahkan benda-benda di sekelilingnya mulai hangus dan meleleh seperti terbakar. Elion pun mulai merasakan panas yang luar biasa dari domain tersebut. Ia mencoba melarikan diri dari area itu, namun serangan beruntun dari Jack memaksanya tetap berada di dalam domainnya sendiri.
Tidak lama kemudian, domain milik Elion pun pecah. Elion terkena serangan bertubi-tubi dari Jack hingga akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri.
Di sisi lain, Rey sedang berhadapan dengan Zevander.
"Hai Rey, sudah berabad-abad sejak terakhir kita bertemu," sapa Zevander kepada Rey.
"Ya tentu saja. Tapi sepertinya kau masih awet muda," balas Rey santai.
Sedikit informasi.
Para ksatria suci dan para penguasa dunia merupakan ahli dalam mengendalikan sihir. Mereka juga mampu menjaga tubuh mereka tetap berada pada usia muda meskipun umur mereka sebenarnya telah mencapai ratusan tahun.
Zevander tiba-tiba menghilang dari pandangan Rey. Rey sedikit terkejut, namun ia tetap bersiaga. Ia mengamati sekelilingnya untuk mencari keberadaan Zevander, tetapi tidak menemukan apa pun.
Tiba-tiba, dari arah belakang muncul bayangan yang menyerang Rey dengan sangat cepat lalu menghilang kembali. Rey pun menoleh, tetapi tetap tidak menemukan siapapun. Serangan itu muncul terus-menerus hingga membuat Rey merasa sangat kesal.
"Baiklah kalau itu yang kau inginkan... DOMAIN KEGELAPAN!!!" ucap Rey mengeluarkan jurusnya.
Seketika sekelilingnya berubah menjadi dipenuhi asap hitam pekat. Serangan itu kembali muncul, namun kali ini serangan tersebut menembus tubuh Rey seolah-olah tubuhnya telah menyatu dengan asap hitam.
Zevander terus menyerang tanpa henti, tetapi semua serangannya hanya menembus tubuh Rey tanpa memberikan efek apa pun.
Rey kemudian memperluas domainnya hingga akhirnya berhasil mendeteksi dan menangkap Zevander.
"Bagaimana? Bukankah aku terlihat lebih kuat darimu?" tanya Rey dengan nada sombong kepada Zevander yang kini terikat oleh asap hitam.
"Jack!!!" teriak Rey memanggil Jack.
Jack yang mendengar teriakan itu segera terbang menuju sumber suara. Setelah sampai, Rey memberi isyarat kepadanya untuk membakar seluruh domain miliknya.
Jack pun mengerti maksud Rey, lalu menyemburkan api ke arah Rey. Seketika seluruh domain kegelapan milik Rey tersulut api dan terbakar hebat.
Saat api tersebut padam, hanya Rey yang masih berdiri hidup di sana, sedangkan Zevander telah hangus terbakar.
Sementara itu, di sisi Vickery, Rio, dan Dragon, mereka bertiga tampak kewalahan menghadapi Orion. Hal ini terjadi karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh di antara mereka.
Vickery dan kawan-kawannya hanya mengandalkan kekuatan fisik serta teknologi, sedangkan Orion menguasai fisik, teknologi, sekaligus sihir.
"Segini saja kah kekuatan dari organisasi 2 Head ini?" tanya Orion dengan nada menghina.
"Diam kau!!!" teriak Rio marah.
Rio dan Dragon pun menghujani Orion dengan tembakan peluru dari udara, sementara Vickery maju bertarung secara fisik melawan Orion.
Meskipun Orion dikepung, ia tetap sangat mendominasi pertarungan. Ia melompat tinggi lalu menghantam Rio dan Dragon dengan palunya hingga keduanya jatuh ke tanah.
Melihat itu, Vickery menjadi sangat marah. Ia berubah menjadi manusia hybrida tahap akhir dan menyerang Orion. Serangannya sempat membuat Orion kewalahan beberapa saat, namun Orion kembali berhasil menguasai pertarungan.
Orion memukul Vickery dengan keras hingga tubuhnya terpental jauh dan akhirnya tak sadarkan diri.
"Dia sangat kuat... bagaimana kita bisa mengalahkannya?" tanya Dragon.
"Ah sial... sayapku terluka. Andaikan saja aku lebih kuat, aku pasti bisa mengalahkannya dan tidak membebani Tuan Jack," ucap Rio dengan ekspresi kesal dan penuh penyesalan.
Orion kemudian berjalan mendekati mereka dengan ekspresi penuh penghinaan.
"Ternyata organisasi 2 Head sangatlah lemah. Bahkan satu pemimpin dan dua panglimanya saja tidak mampu mengalahkanku," ucap Orion dengan nada merendahkan.
Saat Orion hendak mengeksekusi Rio dan Dragon, tiba-tiba dari langit muncul tombak emas yang melesat cepat ke arahnya dan menggores pipinya.
Tak lama kemudian, Jihan muncul dari langit. Ia datang setelah membaca surat dari Jack yang mengatakan bahwa organisasinya akan berperang melawan pemerintah dunia. Karena merasa khawatir, Jihan segera menyusul Jack dan datang untuk membantu.
"Hei kau, lawan aku!!!" teriak Jihan kepada Orion.
"Aduh-aduh, jangan kasar begitu dong nona. Aku jadi takut," balas Orion dengan nada mengejek.
Jihan yang semakin marah segera memanggil kembali tombaknya, lalu melesat menyerang Orion dengan kecepatan tinggi.
Meskipun Orion unggul dalam kekuatan fisik dan daya hancur, kecepatannya ternyata jauh lebih lambat. Jihan memanfaatkan kelemahan tersebut dengan terus menyerang dan segera menjauh setiap kali selesai menyerang.
"Perempuan brengsek, akan kubunuh kau!!!" teriak Orion dengan sangat kesal.
"KEKUATAN PETIR!!!" teriak Orion sambil mengeluarkan jurusnya.
Seketika tanah di sekitarnya dipenuhi energi listrik yang dapat menyetrum siapa pun yang mendekat. Dragon dan Rio segera terbang menjauh, sementara Jihan tetap mengamati dari langit.
Orion tidak dapat terbang, sehingga ia tidak bisa melihat Jihan yang bersembunyi di balik awan gelap. Kesempatan ini dimanfaatkan Jihan untuk melancarkan serangan mendadak.
Ia pun menghujani Orion dengan hujan tombak dari langit. Orion berhasil menghindari sebagian besar tombak tersebut, namun beberapa tombak berhasil menancap di tubuhnya serta menancap ke tanah hingga membuatnya tidak bisa bergerak.
Kemudian Jihan mengeluarkan jurus favoritnya.
"TOMBAK PENGHANCUR!!!"
Sebuah tombak raksasa melesat lurus menuju Orion dan langsung menghancurkan tubuhnya.
Setelah itu, Jihan segera pergi menemui Jack yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
...Kata-kata hari ini:...
...Teman sejati bukanlah orang yang hanya mengajakmu untuk bahagia dan bersenang-senang saja. Dan bukan juga orang yang selalu ada ketika dirimu sedang sedih. Tetapi teman sejati adalah orang yang selalu mengajakmu untuk berusaha, berkembang, merintis sesuatu, dan meraih kesuksesan bersama. Itulah definisi dari seorang teman sejati....