NovelToon NovelToon
Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.

Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.

Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.

Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.

Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13.

Esther masih tetap tidak terbangun, saat Jack merengkuh tubuh polos Esther kedalam gendongannya.

Aroma tubuh Esther, yang sangat nyaman dihirup hidungnya, membuatnya ingin mengecup bibir Esther.

Sejak ia kecelakaan yang cukup parah, dan dirawat selama satu tahun, membuat indera penciuman, dan bagian pinggulnya bermasalah.

Ia tumbuh menjadi pria yang dingin pada wanita, karena sangat tidak tahan menghirup aroma, yang membuat indera penciumannya menjadi sakit.

Ia pun tidak pernah merasakan jatuh cinta pada seorang wanita, atau mencoba untuk dekat dengan seorang wanita, karena indera penciumannya yang sensitif.

Hingga usianya tiga puluh enam tahun, ia belum pernah menyentuh wanita.

Sekarang indera penciumannya akhirnya tidak mengalami sakit, saat mencium aroma tubuh gadis yang tanpa sengaja tidur dengannya.

Dan benihnya yang di diagnosis lemah, ternyata dapat membuahi rahim gadis itu.

Jack tersenyum menatap wajah terlelap Esther, yang membuat kehidupannya berubah menjadi sangat berarti.

Matanya perlahan melihat perut polos Esther yang terlihat membulat, tapi terlihat sangat indah dalam pandangan matanya.

Di dalam perut itu, tumbuh benihnya dengan subur, dan sangat sehat.

Kembali Jack menelan air ludahnya menatap tubuh polos Esther, yang membuatnya pun tidak tahan.

Perlahan ia mengecup bibir Esther dengan lembut.

Pada malam itu, karena pengaruh obat, sangat nyaman rasanya saat mencium Esther.

Dan sekarang ia tidak dipengaruhi oleh obat, ia dapat merasakan sama seperti malam itu, sangat menyenangkan mencium bibir Esther.

"Ngg... " terdengar suara kecil Esther, membuat Jack melepaskan ciumannya.

Jack, tahan dirimu! jangan terlalu agresif! nanti dia melarikan diri! bisik hati Jack, memarahi dirinya yang kentara sekali, tidak tahan ingin menyentuh Esther lagi.

Atau mungkin, karena ia baru pertama kali menyentuh wanita.

Ia meraih handuk dari atas meja, lalu membalut tubuh polos Esther dengan handuk.

Kemudian ia pun membawa Esther keluar dari dalam kamar mandi.

Rose dan Luna yang masih menunggu, tidak percaya melihat Esther ternyata tertidur di dalam bathtub.

"Mari kami yang urus, Tuan!" Luna menawarkan diri untuk memakaikan pakaian Esther.

Ke dua pengasuh itu berdiri dua meter dari Jack, karena mereka harus membuat jarak tertentu jika berdekatan dengan Jack.

Setiap pengasuh dalam rumah tangga Sebastian, mengetahui penyakit Jack, yang tidak dapat terlalu berdekatan dengan mereka.

Mereka juga tidak diperbolehkan memakai parfum yang terlalu menyengat.

Itu akan membuat Jack menjadi emosi, karena indera penciumannya akan terasa sangat sakit.

"Biar aku saja yang urus! kemarikan pakaiannya!" jawab Jack meletakkan tubuh Esther ke atas tempat tidurnya.

"Ini, Tuan!" Rose meletakkan pakaian Esther ke tepi tempat tidur.

"Kalian boleh keluar!"

"Baik, Tuan!"

Jack mengambil pengering rambutnya, lalu ia duduk lebih ke dalam di atas tempat tidur.

Dengan pelan ia meraih kepala Esther, kemudian membawanya ke atas pangkuannya.

Suara pengering rambut, dan hembusan angin dari pengering rambut membuat Esther pun akhirnya terbangun.

Jack mematikan pengering rambut, begitu ia melihat Esther membuka matanya.

"Sudah bangun?"

"Hah?! di.. dimana aku? bukankah aku tadi di kamar mandi?!"

Esther membuka matanya dengan lebar, dan sontak bangun dari berbaringnya, menyadari kepalanya berada diatas pangkuan Jack.

Dan menyadari dirinya hanya berbalut handuk saja.

Tangannya dengan cepat memegang ujung handuk dengan erat.

"Tu..Tuan! aku.. !"

"Jangan turun!" Jack menahan Esther yang hendak turun dari atas tempat tidur.

Esther mencoba menepis tangan Jack, karena ia tidak memakai apa pun dibalik handuk yang membalut tubuhnya.

"Kenapa?" tanya Jack, merasa tidak rela tangannya hendak di tepis Esther.

"Aku ingin memakai pakaian, Tuan! dan rambutku masih basah!"

"Tadi aku belum selesai mengeringkan rambutmu, ke marilah! biarkan aku yang melakukannya!"

Jack menarik tangan Esther, agar mendekat padanya.

Tangan Esther semakin erat memegang handuknya, "Tidak, Tuan! aku memakai pakaianku terlebih dahulu!"

Jack ingin tertawa melihat raut wajah Esther, yang terlihat panik dengan keadaan dirinya, yang tidak memakai pakaian sama sekali.

Ia merasa Esther tidak perlu malu padanya, karena ia sudah melihat tiap inci tubuh polos Esther.

"Jangan malu, aku kan sudah melihatmu tanpa pakaian" bisik Jack mendekatkan wajahnya pada wajah Esther.

"A.. apa? Tuan, anda sungguh mesum!"

Wajah Esther memerah mendengar bisikan Jack, dan tangannya sontak menampar wajah Jack.

Plak!

Jack terkejut mendapat tamparan tangan kecil Esther, dan membuatnya seketika terdiam.

Ia Ceo yang sangat disegani, dan lebih dua ratus karyawan dalam perusahaan Sebastian menaruh rasa sopan padanya.

Pipinya belum pernah merasakan tamparan siapa pun, bahkan Ibunya tidak pernah menamparnya.

Ia tidak menyangka, gadis mungil yang ada di depannya saat ini, berani memberikan rasa panas pada pipinya.

Melihat Jack yang seketika terdiam akibat tamparan tangannya, Esther jadi merasa bersalah, dan diam-diam ia pun merasa cemas.

Ia takut Jack akan membentaknya, dan mengembalikannya kepada Bibinya.

Memikirkan itu, Esther menyambar pakaian yang berada di tepi tempat tidur.

Tubuh mungilnya dengan cepat turun dari tempat tidur, tapi ke dua kakinya yang telah menyentuh lantai, tiba-tiba melayang tidak menyentuh lantai lagi.

Jack dengan cepat meraih tubuhnya yang ingin melarikan diri, dan masuk ke dalam rengkuhan ke dua tangan Jack.

"Lepaskan! Tuan, aku.. aku tidak bermaksud memukulmu! a.. aku hanya merasa anda tidak sopan telah melihat tubuhku!!"

Esther mencoba melepaskan diri dari dekapan Jack.

Jack duduk di tepi tempat tidur, dan tubuhnya duduk di atas pangkuan Jack.

Jack mengungkung tubuhnya dalam dekapan ke dua tangan Jack.

"Mau lari kemana? apa kamu tidak sadar, ada bayi empat di perutmu?!"

Mendengar apa yang dikatakan Jack, Esther berhenti untuk melepaskan diri dari kungkungan Jack.

"A.. aku takut Tuan akan marah padaku, karena sudah menampar anda, dan mengembalikan aku kembali kepada Bibiku!" jawab Esther dengan nada gugup.

"Aku hanya terkejut saja, tanganmu yang kecil ini, ternyata memiliki tenaga yang begitu kuat, pukulannya terasa begitu sakit!"

Jack meraih tangan Esther yang tadi menampar pipinya, dan memeriksa telapak tangan itu dengan seksama.

Esther yang masih merasa canggung, perlahan bibirnya menyunggingkan senyuman, mendengar apa yang dikatakan Jack.

Ia merasa tidak begitu kuat melayangkan tangannya menampar pipi Jack, "Maaf" ucapnya pelan.

Tangannya yang dipegang Jack, perlahan ia angkat mengelus pipi Jack yang tadi ia tampar.

Tindakan Esther itu, membuat Jack menjadi terpana.

Ia terpaku menatap Esther, dan sangat menyukai elusan tangan Esther pada pipinya.

"Apakah masih sakit?" tanya Esther lembut.

Mata Jack berkedip menatap manik mata Esther, yang baru ia sadari mata Esther sangat indah.

"Iya, masih sakit" jawab Jack pelan tanpa sadar, ia menginginkan Esther tidak hanya mengelus pipinya saja.

Esther kembali mengelus pipi Jack.

"Mungkin perlu di tiup, agar rasa sakitnya hilang" kata Jack, yang kembali tanpa sadar lidahnya mengatakan dengan spontan.

Bersambung.........

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
💝F&N💝
esther, kau harus mempertahankan jack. jack itu sudah bucin sama kamu. kamu jangan merasa rendah. jack sangan mencintai kamu. kau harus tau itu
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
vania larasati
lanjut
partini
aaihhhh ini mah si Jack nya aja nya yg goblok udah tau Kunti bogel
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Endang Sulistiyowati
bukannya Jack ga bisa berdekatan sama perempuan, karna hidungnya yg sensitif?
partini
ini Jack yg lolos bodoh lemot bin bodoh aihhh kenapa CEO ogeb semua
partini: dua" mah itu kalau belum di ucapkan belum sah kata cinta
total 4 replies
partini
hemm pasti bikin masalah,, insting suami biasanya rada" kalau udah kena baru reaksi
Mineaa
hadeech.....melda....melda.....
cari penyakit aja kamu.....😡
partini
masa Tidak saling mencintai belum nyadar aja kalian berdua ,,wihhhh tahan sekali ga di sentuh Ampe lahiran
Reni Anjarwani
lanjut thor
Anita Rahayu
karma itu namanya buat anaknya kena autisme biar di buang sama keluarga william😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Anita Rahayu
Ayo dong cepet buat si verot di siksa di hotel prodeo karna udah mau bhnuh ester😠😠😠😠😠🙏🙏🙏🙏
partini
kasih bodyguard bayangan dong Mr Jack biar istri mu mana, Secara banyak ygbga suka
Sri Aastuty Julyantii Sadega
si jack cembokur esther di deketin cowo yang lebih muda🤭
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭
Anita Rahayu
kapan ni family benalu dapag jackpot karma is realnya thor biar nyahok mereka itu😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!