NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Presdir Arogan

Dijodohkan Dengan Presdir Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Karina Dyah Pramesti, it-girl global sekaligus putri kandung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, harus menelan pahitnya kehancuran karier di Korea Selatan akibat skandal politik yang menjebaknya.
-
Dipulangkan paksa ke tanah air, Karina tidak punya pilihan selain tunduk pada misi terakhir ayahnya: Pernikahan Politik.
Demi menyatukan kekuatan militer dan supremasi ekonomi, Karina dijodohkan dengan Darma Mangkuluhur, pewaris klan Cendana yang dingin dan ambisius. Di tengah kemewahan yang menyesakkan dan intrik kekuasaan antara dua keluarga raksasa, Karina harus memutuskan—menjadi bidak catur yang pasrah, atau bangkit menjadi penguasa baru untuk membalas dendam pada mereka yang telah menghancurkan impiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 25

***

Sorak-sorai wartawan dan kilatan lampu kamera perlahan memudar saat pintu mobil Mercedes-Maybach hitam milik Darma itu tertutup rapat dengan dentuman yang solid dan kedap suara. Kemegahan padang rumput Hutomo Sky Golf kini tertinggal di balik kaca film gelap. Di dalam kabin yang aromanya didominasi wangi kulit mewah dan parfum sandalwood milik Darma, suasana mendadak berubah dari drama romantis publik menjadi medan perang dingin privat.

Karina, yang tadi tersenyum begitu manis bak bidadari di depan media, seketika melunturkan ekspresinya. Ia menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi, menyilangkan kaki jenjangnya dengan kasar, dan membuang muka ke arah jendela.

Darma melonggarkan kancing jasnya, duduk dengan tenang seolah badai besar baru saja lewat tanpa menyentuh seujung rambutnya. Ia melirik Karina dari sudut matanya. Sang istri tampak sedang menggerutu tanpa suara, jemarinya mengetuk-ngetuk tas Dior-nya dengan irama yang menuntut penjelasan.

"Minum?" tawar Darma singkat sambil menuangkan air mineral ke gelas kristal kecil.

"Simpan saja airnya untuk membasuh wajah Mas," ketus Karina tanpa menoleh.

"Sepertinya Mas butuh cuci muka supaya sadar kalau 'polusi' yang Mas maksud tadi sebenarnya sangat menikmati nempel-nempel di lengan Mas."

Darma menarik napas panjang, sebuah senyum tipis yang hampir tidak terlihat muncul di wajah kakunya. "Saya sudah memecatnya, Karina. Secara publik. Apa itu belum cukup untuk mendinginkan kepalamu?"

"Oh, tentu saja belum!" Karina berbalik, menatap Darma dengan mata yang berkilat tajam. "Memecatnya itu urusan bisnis, urusan profesional. Tapi membiarkan dia memegang lengan Mas sampai hampir mencium bahu Mas sebelum saya datang? Itu namanya pembiaran, Mas Darma Mangkuluhur! Apa Mas begitu menikmati perhatian selebgram itu sampai lupa kalau Mas punya istri yang—"

Karina menggantung kalimatnya, wajahnya memerah.

"Istri yang apa? Cemburu?" tanya Darma rendah, suaranya terdengar menggoda sebuah anomali bagi pria sedingin kutub utara itu.

Karina mendengus keras, melempar pandangan mengejek. "Saya? Cemburu? Tolong ya, Mas. Kata 'cemburu' itu tidak ada dalam kamus besar bahasa seorang Karina Dyah Pramesti. Saya hanya... merasa estetika investasi saya terganggu. Melihat Mas berdampingan dengan perempuan kegatelan seperti itu membuat harga diri saya sebagai menantu keluarga Hutomo turun beberapa poin."

"Estetika investasi?" Darma meletakkan gelasnya, kini ia memutar posisi duduknya sepenuhnya menghadap Karina. "Bicara saja kalau kamu tidak suka melihat ada wanita lain yang menyentuh milikmu."

"Milik saya?" Karina tertawa mengejek, meski jantungnya mulai berpacu lebih kencang karena jarak mereka yang semakin sempit.

"Jangan terlalu percaya diri, Mas 'Kulkas'. Kita ini menikah karena strategi politik Papa dan bisnis klan Cendana. Kalau saya tadi melabrak si Angel itu, itu hanya bagian dari akting untuk mengamankan posisi saya di mata publik. Jangan berpikir saya melakukannya karena... karena perasaan."

Darma terdiam sejenak, menatap lekat ke dalam bola mata Karina yang bersinar karena amarah. Ia bisa melihat ada sesuatu yang lebih dari sekadar strategi di sana.

"Lalu kenapa tanganmu gemetar?" tanya Darma sambil meraih jemari Karina yang sedang meremas tasnya.

Karina refleks menarik tangannya.

****

Bersambung...

Hai man teman, ini karya baru author, apakah kalian suka dengan cerita yang author buat...

kalian bisa komen, kritik dan kasih saran ya...

Author senang kalau baca komen komen dari kalian... Hehehe...

Di tunggu komentarnya.....

Seee youuu ....

1
Tika maya Sari
lanjut dong kak
Heresnanaa_: stay tune ya ka🙏😍
total 1 replies
Tika maya Sari
up lagi kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!