NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Selir Gendut

Transmigrasi Ke Tubuh Selir Gendut

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Seralina Lexander adalah seorang wanita yang bekerja sebagai pengantar bunga dan dia anak yatim. Di siang hari Sera sangat terburu" pergi ke alamat tujuan, sebab dia hampir terlambat gegara membaca buku di perpustakaan, saat di perjalanan Tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang membuat mobil tersebut menabrak Sera. darah mengalir dan bunga-bunga berserakan.

Li Qiang Xu adalah seorang wanita cantik, sebelumnya ia pernah di tidurin oleh Kaisar saat Kaisar mabuk, dan Qing di kabarkan hamil membuat permaisuri membencinya sebab dia seorang permaisuri tapi belum mempunyai keturunan. sedangkan Qiang hanya satu malam bersama Kaisar, sudah di kabarkan hamil.

semenjak Qiang sudah berstatus Selir, Kaisar menyanyangi Qiang dari pada permaisuri begitupun Selir lain. Ibu Suri pun terus menerus menemui Qiang membuat permaisuri semakin murka. Permaisuri pun membayar pelayan dapur untuk mencampurkan obat fiktif kepada makanan Qiang, hingga beberapa hari Qiang di kabarkan mengalami keguguran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Wujud Asli Xing Jin

"Aku tidak seperti dia, aku hanya siluman kucing biasa saja," ucap Ming.

"Apa kau bisa berubah wujud menjadi manusia?" tanya Qiang Xu.

"Hem... iya," jawab Ming singkat.

"Coba kau tunjukkan dirimu, bagaimana rupamu jika kau menjadi manusia," pinta Qiang Xu.

"Baiklah..." ucap Ming pelan.

Sekejap kabut gelap tipis menyelimuti tubuhnya, lalu perlahan lenyap. Berdiri di hadapan Qiang Xu kini seorang pria tampan dengan rambut hitam legam yang disanggul rapi di atas kepala, dihiasi tusuk rambut perak berukir rumit. Ia mengenakan jubah panjang berwarna hitam pekat dengan sulaman perak halus di bagian kerah dan ujung lengan, bahunya dilapisi pelat perak yang kokoh, serta ikat pinggang lebar bermotif bunga yang sama di pinggang, digantungkan hiasan manik dan jumbai perak yang bergerak pelan setiap kali ia bergerak.

"Wah... ternyata kau tampan dan berwibawa sekali, jauh lebih gagah dibandingkan wujud kucingmu," puji Qiang Xu tulus sambil menatapnya kagum.

"Tenang! Ada yang datang ke sini!" Sorot mata Ming berubah tajam. Seketika kabut gelap kembali menyelimuti tubuhnya, dan dalam sekejap ia berubah wujud menjadi kucing hitam kecil yang lincah, melompat ringan dan bersembunyi di dekat kaki Qiang Xu.

"Qiang Xu!" Terdengar panggilan lantang dari luar—itu adalah Kaisar Yao Chong.

Qiang Xu segera menunduk hormat. "Ada apa, Yang Mulia Kaisar?"

"Apa kau membawa seekor rubah ke dalam kediamanmu?" bentak Yao Chong dengan wajah serius dan tegas.

"Tidak, lalu kenapa, Yang Mulia?" jawab Qiang Xu tenang tanpa goyah.

"Lebih baik aku berbicara jujur Qiang Xu, Serahkan rubah itu kepadaku! Dia telah melukai Selir Hu Ying dan meracuninya!" tuntut Kaisar Yao Chong.

“Mana mungkin Xing Jin melakukannya... sedangkan sejak kami kembali dari hutan, dia tak pernah lepas dari pandanganku,” batin Qiang Xu penuh keraguan.

"Qiang Xu, lebih baik serahkan rubah itu pada Kaisar sekarang juga," ucap Permaisuri Xun Sin menyusul dengan nada sinis, tersenyum penuh kemenangan yang tak terlihat oleh Kaisar. "Jika kau menolak, aku akan perintahkan pengawal menggeledah setiap sudut kediamanmu sampai ketemu."

"Tenang saja... biarkan mereka menggeledah sepuasnya. Dengan sihir kekuatanku yang baru pulih, mata mereka takkan bisa melihatku sedikit pun, " bisik suara halus Xing Jin tepat di telinga Qiang Xu, seolah ia berdiri tepat di sampingnya meski tak terlihat bayangannya.

Qiang Xu menoleh cepat ke arah sudut tempat Xing Jin tadi beristirahat—tempat itu kosong melompong, hanya Ming yang duduk diam sambil melirik sekilas ke arahnya seolah memberi isyarat tenang.

"Pengawal! Geledah setiap ruangan, balikkan segala tempat! Jangan tinggalkan satu sudut pun!" perintah Kaisar Yao Chong dengan lantang.

Puluhan pengawal segera menyebar ke seluruh ruangan, memeriksa di balik tirai, di bawah tempat tidur, di dalam lemari, hingga celah sempit di balik pilar. Menit demi menit berlalu, mereka kembali berjalan tergesa dengan kepala tertunduk dalam.

"Maaf, Yang Mulia... kami telah memeriksa seluruh kediaman dengan teliti, tidak menemukan seekor rubah pun di sini," lapor ketua pengawal dengan nada takut.

"Apa lagi yang Yang Mulia inginkan sekarang? Lihatlah sekeliling—Yang Mulia sudah membuat kekacauan besar dan merusak banyak barang di kediamanku," ucap Qiang Xu ketus, menatap lurus ke arah Kaisar.

"Jelas-jelas Li Wan melaporkan melihat Qiang Xu memeluk rubah berbulu keemasan saat pulang... ke mana perginya makhluk itu sekarang? " batin Permaisuri Xun Sin mulai gelisah, senyum kemenangannya perlahan memudar.

"Yang Mulia, mungkin saja Selir Hu Ying sedang demam dan keliru melihat sesuatu," ucap Permaisuri Xun Sin buru-buru berusaha menutupi kekacauan.

"Jika benar Selir Hu Ying diracun oleh rubah itu, apa hubungannya hal tersebut denganku? Mengapa Yang Mulia langsung menuduhku tanpa bukti nyata?" tanya Qiang Xu menatap tajam ke arah Permaisuri sebelum beralih ke Kaisar.

"Itu karena Permaisuri Xun Sin yang melaporkan kepadaku, melihat rubah itu berlari masuk ke arah kediamanmu," jawab Yao Chong sedikit ragu melihat keadaan di tempat itu.

"Yang Mulia Kaisar, sebaiknya kita segera berangkat kembali ke istana sekarang juga," potong Permaisuri Xun Sin dengan cepat sambil menarik lengan Kaisar pelan. "Mari kita periksa langsung kondisi Selir Hu Ying, semoga tabib istana sudah berhasil menetralisir racun di dalam tubuhnya."

Kaisar Yao Chong mengangguk pelan meski masih tampak bingung, lalu berbalik dan berjalan meninggalkan kediaman diikuti rombongan pengawal. Sebelum gerbang tertutup rapat, Permaisuri Xun Sin menoleh sekali lagi, menatap Qiang Xu dengan sorot mata penuh kebencian dan ancaman yang tersembunyi.

Setelah bayangan rombongan Kaisar dan Permaisuri lenyap di ujung jalan, Qiang Xu mendengus kesal sambil menepuk pelan debu di lengan bajunya.

"Benar-benar keterlaluan... menuduh sembarangan dan mengacak-acak kediamanku tanpa bukti seujung jari sekalipun, lalu pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab apa kesalahan mereka, cih!" gerutunya pelan. Ia berbalik, berjalan menuju pintu besar, lalu berniat menutupnya rapat.

Setelah pintu tertutup rapat, Qiang Xu berbalik badan—dan seketika ia tertegun lebar, matanya membelalak tak percaya.

Di hadapannya berdiri seorang pria yang luar biasa tampan. Rambut hitam legamnya terurai sebagian tertiup angin, disanggul tinggi dan dihiasi mahkota emas berukir rumit dengan batu merah permata di tengahnya. Ia mengenakan jubah mewah berwarna gelap dengan sulaman emas dan merah yang berkilau indah, bahunya dilapisi bulu tebal yang tampak hangat namun gagah. Tatapan matanya tajam namun lembut, persis seperti rubah yang ia rawat sejak kemarin.

"Siapa kau?" tanya Qiang Xu waspada, tangannya tak sadar meremas ujung lengan bajunya.

Sebelum pria itu sempat menjawab, Ming yang masih berbentuk kucing hitam melompat naik ke atas meja.

"Jangan takut, dia rubah jantan yang kau obati tadi," ucap Ming.

"Bukankah kau bilang belum bisa berubah wujud manusia sebelum lukamu sembuh total?" tanya Qiang Xu ragu.

"Lukaku sembuh jauh lebih cepat dari dugaan, dan kekuatanku pun ikut pulih sepenuhnya," jawab Xing Jin tenang.

Qiang Xu perlahan berjalan mengelilinginya, menatap tak percaya—tak menyangka rubah kecil yang baru saja ia rawat sebentar, hanya beberapa menit yang lalu, kini berdiri tegak sebagai pria sangat tampan, dengan sorot mata tajam namun tetap menyimpan kelembutan yang sama.

"Apa kau belum percaya denganku?" tanyanya lembut.

"A-aku percaya! Tentu saja aku percaya!" jawab Qiang Xu tiba-tiba gugup, wajahnya sedikit memerah.

"Kau begitu tertegun... apakah kau sangat kagum padanya?" tiba-tiba terdengar suara lain. Ming kini pun telah tampil dalam wujud manusianya, menyandarkan punggung di tiang pintu sambil menyeringai menggoda.

"Tentu saja... Ah! Maksudku, mana mungkin begitu!" sergah Qiang Xu buru-buru, berusaha menutupi kekacauan ekspresinya.

"Sebagai tanda terima kasihku... Aku akan membereskan kekacauan di kediamanmu," ucap Xing Jin.

Ia pun mengibaskan tangannya perlahan, menyebarkan cahaya keemasan tipis ke segenap ruangan. Seketika barang-barang yang terbalik berdiri tegak kembali, debu lenyap, dan lantai yang berantakan kini tampak bersih berkilau seolah tak pernah tersentuh siapa pun. Qiang Xu menganga lebar melihat perubahan yang terjadi sekejap mata.

"Sungguh hebat," gumamnya pelan.

Ia segera menatap Xing Jin lekat-lekat. "Oh iya... apakah kau yang meracuni Selir Hu Ying?"

"Aku sedari tadi ada di sini, mana mungkin bisa melukai orang lain saat aku sendiri sedang berusaha memulihkan tenaga," jawab Xing Jin tenang. "Namun saat Permaisuri datang tadi... aku merasakan sesuatu yang aneh. Dia tak sedang mengandung bayi manusia biasa—ada sesuatu yang berbisa bersembunyi di dalam dirinya. Bukankah kau pun merasakannya, Ming?" tanyanya menoleh ke arah pria berbaju hitam itu.

Ming mendengus pelan sambil melipat tangan di dada. "Hm... aku sudah merasakannya sejak lama. Setiap kali dia datang ke sini, udara di sekelilingnya terasa dingin dan menjijikkan, persis seperti dikelilingi seribu ular berbisa."

"A-apa?! Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?!" seru Qiang Xu kaget.

"Aku belum sempat bicara," jawab Ming santai. "Saat itu aku sedang menahan diri untuk tidak berbicaranya kepadamu, karena banyak mata-mata Permaisuri yang mengintai di mana-mana. Walaupun pelayan Permaisuri Xun Sin seperti orang biasa tapi salah satu mereka ada siluman ular,"

"Lalu kenapa sekarang kau bisa berbicara dengan bebas?" tanya Qiang Xu bingung.

"Karena dia," Ming menunjuk ke arah Xing Jin. "Dia sudah memasang pelindung di sekeliling kediamanmu. Selama sihir itu aktif, tak ada satu pun mata-mata yang bisa melihat atau mendengar apa pun yang kita bicarakan di sini."

Qiang Xu menatap Xing Jin dengan mata terbelalak tak percaya. "K-kau... bisa melakukan hal sebesar itu?"

Xing Jin hanya tersenyum tipis mendengar itu, lalu melangkah santai dan duduk di kursi dengan tenang, seolah hal luar biasa tadi adalah hal yang biasa saja baginya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
kaylla salsabella
kok lama gedek aku sama kaisar bodoh
Herlina Susanty
lanjut thor smgt
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
yeeeeeeee. ... manusia ular Sekutu permaisuri
kaylla salsabella
yeee berhasil
kaylla salsabella
kenapa tidak di simpan di ruang dimensi tuh kalung🤔🤔
author_rabbit18✍︎: mungkin dia blm tahu caranya😂
total 1 replies
kaylla salsabella
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
kaylla salsabella
lagi thor
kaylla salsabella
Ming raja kucing
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
Osie
seruuuu..moga msh ada lanjutannya🙏🙏💪💪
Osie
curiga aku kalau yg dikandung permaisuri bukan anak kaisar🤭🤭🤭
Osie
sera transmigrasi ke jaman lampau..moga paket komplit ya..punya ruang dimensi..jago bela diri..smart n lebih licik dr yg paling licik..secara dr dunia modern kan
Rya Wijayanti
gak di lanjut lgi kah?
Santai Dyah
halo thor saling suport yuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!