NovelToon NovelToon
Pernikahan Beda Usia

Pernikahan Beda Usia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Endang

Hanya cerita pasaran yang mengisahkan suatu pernikahan beda usia dikarenakan adanya sebuah perjodohan. Diperankan oleh Alvian Gilang Dirgantara seorang CEO muda dari sebuah perusahaan besar PT. Agung Dirgantara, usianya 24 tahun dengan gadis remaja yang baru berusia 17 tahun. Merupakan anak dari sopir pribadi keluarga Dirgantara yang meninggal dunia karena berusaha menyelamatkan ayah dari Gilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#PERNIKAHANBEDAUSIA_12 (Revisi)

***

Gilang segera turun dari mobil, menghampiri dua gadis remaja yang tengah adu argument. Ia sudah bisa menebak jika Elvina pasti akan tetap memaksa istrinya untuk ikut pulang ke rumah orang tuanya. Ia tahu betul bagaimana sikap adiknya yang tidak jauh beda darinya. Sama-sama keras kepala.

*Ehemmmm

Gilang berdehem, kedua tangannya bersidekap di dada. Sedangkan matanya menatap dua gadis remaja tersebut secara bergantian.

Mutiara menunduk, tubuhnya melemas seketika. Bukankah tadi pagi dia bilang jika pak Heru yang akan menjemput dirinya? Tapi kenapa sekarang suaminya ada disini?

"Apa maksud kakak melarang sahabatku untuk berkunjung ke rumah mami, rumah ibu mertuanya sendiri??" selidik Elvina, ia menatap garang pada kakaknya.

"Mutiara boleh berkunjung ke rumah mami, tapi dengan syarat jika ada gue bersamanya!!" ucap Gilang dengan santai.

"Kenapa bisa begitu?? Mutiara juga berhak mendapatkan kebebasannya, dia berhak melakukan apapun selama tidak melupakan kewajibannya sebagai istri" tukas Elvina.

Gilang terkekeh, ia tak menyangka jika adiknya akan mati-matian membela istri kecilnya. Sungguh persahabatan yang luar biasa.

"Adik kecilku yang manis, elo masih bocah jadi tidak tahu menahu soal pernikahan. Jadi tutup mulut elo dan jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga kami" Gilang mengacak pelan rambut adiknya yang dikuncir kuda .

Elvina melotot, merasa geram dengan perlakuan kakaknya yang suka seenak jidatnya.

Gilang terkekeh lagi, ia menarik lengan istrinya yang sejak tadi diam mematung. Wajah Mutiara sudah memucat, ia mengetahui apa kesalahannya saat ini.

Gara-gara berdebat dengan Elvina, dia sudah membuat suaminya menunggu lama di dalam mobil.

"Dasar pria sinting!! Diktator pula!!!" teriak Elvina kesal.

Untung keadaan sekolah sudah sepi, hanya ada beberapa orang murid yang tengah menunggi angkutan umum.

Mutiara menoleh ke belakang, berharap ada sebuah pertolongan dari sahabatnya.

"Masuk!!" seru Gilang.

Mutiara menurut, ia masuk ke dalam mobil. Tatapan sinis Gilang membuat hatinya bergedik ngeri.

🔹

🍁

🔹

Mobil Gilang berhenti di sebuah restoran mewah yang terlihat sepi oleh pengunjung. Hanya ada segelintir orang yang berpakaian formal. Gilang meminta istrinya untuk turun dari mobil dan mengajaknya masuk ke dalam restorant.

Mutiara mencekal lengan suaminya, ia enggan untuk masuk karena merasa risih menjadi pusat perhatian dari para staf dan pengunjung restorant.

"Jangan harap kejadian kemaren bisa terulang lagi" ucap Gilang penuh penekanan.

Mutiara melepaskan cekalannya, ia menunduk dengan pasrah. Gilang meraih tangan Mutiara kemudian menggandengnya. Dan keduanya masuk ke dalam restorant.

Gilang sengaja memesan ruangan VIP, ia menyadari jika Mutiara merasa kurang nyaman menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar.

"Masuk dan duduklah!!" intruksi Gilang ketika mereka tiba di sebuah ruangan VIP.

Mutiara melongo, ia baru tahu jika sebuah restorant juga memiliki ruangan privasi semacam ini.

"Aku tahu kamu tidak nyaman jika menjadi pusat perhatian, untuk itu aku sengaja memesan ruangan VIP. Jadi kita bisa makan berdua disini dengan tenang dan nyaman" jelas Gilang.

Berdua saja?? Mutiara melemas, ia sadar sebuah hukuman telah menanti di depan mata. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang tidak terlalu luas tapi terkesan sangat elit.

"Mas, apa ini tidak terlalu berlebihan??" lirih Mutiara.

"Tidak!! aku memang menyukai tempat yang privat seperti ini, kau pasti tahu mengapa bukan??" ucap Gilang dengan santai. Ia mendaratkan pantatnya di atas sofa yang empuk.

"Duduklah disini! Kamu tidak capek apa berdiri terus" tambahnya sambil menepuk sofa kosong disampingnya.

Mutiara menelan ludahnya, ia mendekati suaminya dengan perasaan ragu. Was-was jika pria itu akan melancarkan aksi yang tak terduga olehnya.

"Cepatlah kemari, aku berjanji tidak akan berbuat macam-macam!! lagi pula sebentar lagi pasti ada pelayan yang datang mengantarkan makanan untuk kita" Gilang mulai geram dengan tingkah istrinya.

Mutiara mengangguk cepat, hatinya terasa plong setelah mendengar pernyataan suaminya. Ia pun duduk disamping suaminya.

Tak berapa lama muncul lah beberapa pelayan yang membawakan aneka menu makanan. Mutiara melirik Gilang, makanan sebanyak itu hanya untuk mereka berdua??

"Kenapa??" Gilang memicingkan alisnya.

"Tidak ada mas, cuma heran aja kenapa mas Gilang bisa memesan makanan sebanyak ini?? Kitakan hanya berdua emang bisa habis??" ujar Mutiara.

"Ya kalau tidak habis ya tinggalin aja, yang penting kan sudah di bayar"

Lagi-lagi Mutiara mendengus sebal mendengar penuturan suaminya.

"Dasar pria sombong!!" gerutu Mutiara dalam hati.

"Tidak usah menggerutu di dalam hati!!" Gilang menyentil kening istrinya.

Mutiara melotot tak percaya, kok bisa sih suaminya tahu jika ia sedang menggerutu. Mutuara menggeleng heran, ia mengusap keningnya yang terasa perih akibat sentilan Gilang.

"Karena kamu sudah membuatku lama menunggu tadi, tadi hukumanmu adalah menyuapi aku makan!!" perintah Gilang setelah para pelayan pergi berlalu.

"A...a....pa...??" Mutiara kaget tak percaya.

" Cepat cuci tanganmu dan suapin aku!!" ucap Gilang sekali lagi.

Mutiara mendengus untuk ke sekian kalinya, ia sudah lega karena pernyataan Gilang yang mengatakan bahwa dia tidak akan berbuat macam-macam tapi nyatanya sekarang malah minta disuapin kanyak bocah.

Mutiara mulai menyendokan makanan dan menyuapi suaminya, tapi di tampis oleh Gilang.

"Suapin aku pakai tangan aja!!" cicit Gilang.

"Tapi mas"

"Tidak ada penolakan!!" Lagi-lagi Gilang menyela.

Mutiara melirik kesal pada suaminya, mau tak mau ia pun mengikuti perintah Gilang.

"Mutiara, kamu harus sabar dalam menghadapi cowok diktator macam dia" Mutiara membathin.

Ia hanya bisa menghela nafas panjang dan pasrah.

Gilang benar-benar menikmati permainan yang sudah ia buat. Hatinya merasa puas ketika melihat wajah cemberut dari istrinya, apalagi saat ia dengan sengaja menjilat jari-jari Mutiara hanya untuk menghabiskan makanan tanpa sisa secuil pun. Mutiara terlihat begitu menggemaskan.

"Akh...ternyata terasa nikmat jika makan kamu yang nyuapin, apalagi pakai tangan" ucap Gilang dengan nada setengah menggoda, ia menyandarkan punggungnya ke sofa.

"Besok-besok kamu harus suapin aku lagi pada saat makan!!" lanjutnya.

"Apa mas??" Mutiara membulatkan matanya

"Iya, mulai besok tugasmu bertambah!! Kamu harus menyuapi aku pada saat makan" Gilang memperjelas perintahnya.

"Emangnya mas Gilang bayi, harus disuapin segala" protes Mutiara tanpa sadar.

Mutiara mulai kesal dengan tingkah laku Gilang yang dari hari ke hari semakin seenaknya saja.

Gilang menggerlingkan mata, hingga membuat Mutiara membekap mulutnya.

"Tuhkan mulut nggak bisa dikontrol lagi" bathin Mutiara, ia hanya bisa meringis dan menggaruk tengkuknya.

"Maaf mas, keceplosan. Mungkin efek perut lapar" cuit Mutiara.

Gilang tak berkementar apa-apa, ia terus menatap manik mata istrinya sambil bersidekap dada.

"Kalau begitu makanlah!!" intruksinya pada sang istri.

Mutiara mengangguk patuh. Ia segera menyendok nasi menaruhnya ke dalam piring lalu mengambil lauk pauk secukupnya. Mutiara mulai makan tanpa menggunakan sendok melainkan tangannya.

Sedangkan Gilang, ia tersenyum melihat gelagat istrinya. Karena di dera rasa gugup yang berlebihan, bahkan istri kecilnya tidak sadar jika makan menggunakan piring bekas miliknya.

"Bagaimana? nikmat?" tanya Gilang.

Mutiara mengangguk, mulutnya masih sibuk menguyah makanan.

"Jelas pasti nikmat, kamu kan makan menggunakan piring bekas suamimu makan" tutur Gilang.

Mutiara kaget, ia sampai menyemburkan makanan yang ada di mulutnya.

"Ya Allah... kegilaan apa lagi yang sudah aku perbuat??" ratuk Mutiara dalam hati.

Gilang tertawa senang, ini merupakan tontonan yang sangat menarik baginya.

1
mbak i
ya Allah sudah berapa purnama ini😄😄
Yeti Karniati
belum ada lanjutannya kah ?
Bunga Setyaningrum/endang: sudah dilanjut kk
total 1 replies
Yeti Karniati
lanjut
Eka Novariani
ceritanya seru, imbang antara percintaan dan konflik yg harus diselesaikan... membuat aku larut dlm ceritanya 😀
Sri Idayu
ceritanya bagus, aku suka 😊
Ernha Ciuss
masak sama adik nya jahat kasian..
Ernha Ciuss
kasihan hidup claisa di usia yg terlalu muda harus ngejalani hidup yg susah.
ceryimut
iya allah ikut ke bawa perasaan sampai ikutan nangis... 😭😭😭😭
Nurma sari Sari
loh kok bisa saudara kembar Clarisa dan mutiara sedangkan Clarisa sdh kuliah beberapa tahun yg lalu GK mungkinkan kalau sampai mutiara tinggal kelas sampai beberapa tahun tinggal kelas, coba dibikin jadi saudara kandung aja gk usah saudara kembar jadi gk nyambung karena GK sesuai sama mutiara yg masih SMA jauh kejadian hubungan Gilang dan Clarisa dengan mutiara yg masih SMA dibolak balik kearah manapun gk akan nyambung kalau Clarisa saudara kembar mutiara, kalau tetap menjadi saudara kabar berarti mutiara adalah anak yg bodoh karena sekolahnya yg naik kelas sampai beulang2 kali, sedangkan dlm cerita ini mutiara itu anak yg pintar. kan jadi GK nyambung kalau dijadikan saudara kembar. mf Thor terlalu janggal dan gk masuk di akal 🤔🙄🤦
Nurma sari Sari
mutiara lebatnya minta ampun, gk perlu sok akrab sama orang yg dulu pernah membuli kamu, untuk apa juga kamu berbisik sama Helena mengatakan kalau suami kamu galak jadi terlihat gimana gitu jadi norak, seharusnya kamu jaga jarak dengan Helena karena kamu pernah dibuli, nah itu baru sikap yg wajar, kenapa malah membisikii Helena mengatakan kalau suaminya galak, untuk apa ?????? baru kemudian sadar dan takut karena sdh mengatai Gilang, berulang kali kejadian seperti itu, jadi kesannya lebay, jadi terlihat kebaikan mutiara seperti dibuat2. gk usah terlalu berlebihan bersikap dibuat seperti natural dan sewajar2nya aja.
Nurma sari Sari
sepertinya intan itu saudara mutiara bukan kembaran mutiara, sedangkan Clarisa pacaran dengan Gilang selama 3 th kemudian bubar karena Clarisa selingkuh dengan saudara Gilang disaat Clarisa masuk kuliah, sedangkan Mutiara saat ini masih SMA., wajah dan postur tubuh yg serupa tapi bukan kembar. tapi herannya kenapa Gilang awalnya mengira mutiara adalah Clarisa, sedangkan Clarisa kan sdh kuliah dan mutiara masih sekolah. kok jadi eror si Gilang mati2an membenci mutiara tanpa alasan 🤦🙄
Nurma sari Sari
mutiara kan masih sekolah, kok selama menikah blm ada ceritanya masuk lagi ke sekolah, apa gurunya gk marah, sekalipun sekolah itu milik orang tua Gilang, tetap aja peraturan sekolah semua sama pada muridnya.
Nurma sari Sari
mf ya Thor sedikit komen, kata Lo gue itu kaya gimana gitu, soalnya Gilang itu seorang CEO jadi kurang wibawa kalau ngomong pakai kata Lo gue dengan siapapun, karena Gilang orang yg berpendidikan jadi gk pantas kalau pakai kata Lo gue, mf Thor hanya sekedar saran biar kita yg baca bisa lebih menikmati ceritanya dan enak untuk meresapinya, karena ceritanya bagus, sayang kalau sedikit gk enak karena pakai bahasa gaul Lo gue.
Ibn Muchsin
aku ada kritikan : maaf aku agak kurang suka dgn karakter Gilang yg posesif, bucin akut, dan pemarah... membuat tokoh ini terkesan tdk dewasa dan lemah khususnya tanpa Mutiara.

solusinya : mgkn aku bs kasih saran kalau buat karakter tokoh yg bucin silahkan, pemarah jg boleh... tp dgn syarat ada porsinya... jgn bucin akut atau over anger sampe' out of control kyk gt... Disini aku mlh lbh suka dgn karakter dr Kelvin... krn walaupun dia lbh muda dr Gilang tp akalnya lbh bijak dan sempurna... tdk implusif seperti Gilang yg bahkan dia adlh kakaknya yg seharusnya memberikan contoh yg baik bagi adik"nya
Arum
kliatan nya bagus baca scuelnya nanti deh qw baca
Linda Nitbanii
up dong
Ibn Muchsin
hello my home
Ibn Muchsin
kota Paris negara Perancis Thor😂😂😂
Jein Ntore
keren ceritanya
Mamat Anay
hemmm Gilang awas lo bucin ama mutiara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!