NovelToon NovelToon
Nairi Ku Tersayang

Nairi Ku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:63.1k
Nilai: 5
Nama Author: Indah mala

Hai Teman-teman" Perkenalkan ini Novel baru Mala. Sebenarnya ini Novel pindahan dari akun lama Mala, Semoga suka.

"Halo namaku NAIRI, dan aku adalah gadis kampung biasa.
"hem...." Tidak terlalu cantik dan hidup sederhana.

Aku memiliki sahabat yang bernama Lina. Dia gadis yang baik, pengertian dan yang pastinya selalu ada disaat aku butuh dukungan.

Yuk langsung intip kisahku. 🤭🤭🤭🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Anak Kamu Aska

🍒 Happy Reading 🍒

Disana, Tania menjalankan recana jahatnya. Tania akan menjebak Nairi, dengan menyuruh seorang pria untuk berpura-pura tidur dengan Nairi. Lalu mengambil poto mereka, dan mengirimkan poto tersebut pada Aska.

Aska sangat marah, medapat kiriman poto dari seseorang yang tidak dikenal. Dan juga mengatakan kalau pria tersebut dan Nairi, mempunyai hubungan. Bahkan anak yang dikandung Nairi adalah anaknya.

Aska langsung meminta Stev, untuk melanjutkan rapatnya. Dan Aska langsung mengambil penerbangan tercepat, untuk segera menemukan istrinya. Dan langsung pergi ke alamad yang dikirimkan oleh pria tersebut. Untuk meminta penjelasan pada Nairi.

.........

Suara brisik, membangunkan kesadaran Nairi, Lalu Nairi pun mengerjapkan matanya, saat pandangannya menangkap sosok suaminya, ia terkejut sekaligus senang karena suaminya kembali.

"Kak Aska,'' Ucap Nairi, lalu ia akan beranjak menghampiri Aska, namun saat ia baru sadar bahwa dia tidak memakai pakaian sehelai benang pun, Nairi pun terkejut.

''Apa yang terjadi ini?'' Tanya Nairi. Aska mukanya sudah memerah penuh emosi ia pun menghampiri Nairi dan langsung menamparnya.

Plaak!!!

Nairi yang terkejut pun berteriak.

''Kau menamparku!'' kenapa? menamparku?'' Tanya Nairi, yang sudah berlinang air mata.

"Kau bilang kenapa ha!'' Bentak Aska.

Aku pergi hanya 3 hari, dan kau sudah berselingkuh dibelakangku. Apa aku kurang bagimu! Nai!'' Teriak Aska yang menggema di seluruh ruangan tersebut.

''Kak, aku benar-benar tidak tau apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba aku ada disini. Dan kenapa kamu tiba-tiba marah dan menamparku!'' Teriak Nairi yang sudah terisak dalam tangisnya.

apa kau pikir aku akan percaya lagi padamu ha betapa bodohnya aku yang sudah kau tipu dengan tipuan muslihatmu kau berpura- pura lugu demi menjebaku untuk mengakui anak hasil hubungan gelapmu bentak aska.

" kak apa maksudmu aku sama sekali tidak mengerti ini anak kita buah cinta kita aku tidak pernah menghiyanatimu ucap nairi .

Aska yang sudah gelap mata, apa lagi saat dia mendengar penjelasan pria tadi. Aska pun langsung pergi begitu saja, meninggalkan Nairi yang masih menangis.

..............

Hari demi hari berganti.

Hubungan Aska dan Nairi semakin renggang, apa lagi Tania sering mempengaruhi Aska. Sikap Aska menjadi sangat dingin, bahkah mengacuhkan Nairi. Dia hanya pulang beberapa kali, tanpa bertegur sapa dengan Nairi.

Malam ini, adalah malam yang sangat menyedihkan dalam hidup Nairi. Karena sudah tidak tahan lagi atas sikap Aska, yang sudah 1 bulan ini mendiamkannya. Nairi sudah berusaha membujuknya, sudah beribu kali pula kata maaf terucap dari bibirnya. Tapi Aska tetap tidak bergeming dan tetap pada sikapnya.

Malam ini, Nairi putuskan untuk berbicara pada Aska, untuk meluruskan masalah mereka. Nairi tidak mau masalah ini semakin berlarut-larut. Ini sudah jam 1 malam. Tapi Aska belum pulang kembali. Nairi sengaja menunggunya. Dan yang ditunggu pun akhirnya kembali.

Namun saat Aska melihat Nairi, ia pun buru-buru pergi, keruang kerjanya. Yah semenjak kejadian itu, Aska selalu tidur diruang kerja. Baginya ia merasa jijik jika berdekatan dengan Nairi.

Nairi pun langsung menyusul keruang kerjanya Aska.

''Kak Aska, aku ingin berbicara padamu tentang masalah kita.'' Ucap Nairi.

"Apa lagi yang mau kau bicarakan, apa kau akan pergi dengan selingkuhanmu itu.'' Ucap sinis Aska.

''Cukup kak!'' Aku sudah diam selama ini, dengan berbagai macam tuduhan yang kau tuduhkan padaku. Tapi kau sungguh keterlaluan, sudah kubilang beribu-ribu kali, aku tidak mengenal pria itu sama sekali!'' Ucap Nairi tanpa Sadar air matanya sudah membasahi pipinya.

''Tidak kenal bagaimana?, kalau tidak kenal bagaimana bisa tidur bersama. Bahkan kau mengandung anaknya!'' Sarkas Aska.

''Kak!, ini bukan anak pria itu, aku sungguh tidak mengenalnya. dan ini anak kita kak, anak kita.'' Nairi sungguh sudah tidak mampu lagi menjelaskannya pada Aska yang selalu keras kepala.

''Cukup Nai!'' Aku sudah tidak ingin berbicara denganmu. Aku sedang sibuk pergilah!'' Usir Aska.

''Kak, aku sudah lelah dengan sikapmu, kamu boleh menghinaku. Tapi jangan pernah menghina anak kita!, kak kau sungguh sudah berubah, kak kau bukan lagi Aska yang ku kenal dulu. Yang percaya denganku.'' Ucap Nairi.

''Hah!'' Aska yang dulu?, yang sudah kau bodohi Nai, apa kau tidak lelah berpura-pura lugu dihadapanku ha!, aku sudah tau kebusukanmu Nai.'' Teriak Aska.

''Cukup Kak!'' Teriak Nairi yang sudah tidak bisa membendung airmatanya lagi.

"Baiklah Kak!, kalau kau tetap dengan pendirianmu itu. Maafkan aku sudah membuatmu kecewa, dan belum menjadi istri yang baik untukmu. Tapi ingatlah Kak!, anak ini adalah anakku. Bukan anak pria itu, bila kau tidak mau mengakuinya pun, aku tidak masalah. Sudah cukup bagiku bersabar, dan bertahan dirumah ini. Trimakasih untuk semua yang sudah kau berikan untukku.

"Sekali lagi aku minta maaf!, lalu Nairi berlari pergi dari ruangan Aska. Aska yang mengamuk melempar semua barang-barang yang ada dimeja.

"Baiklah, pergilah Nai!, pergi yang jauh, aku tidak mau melihatmu lagi.'' Teriak Aska.

Nairi yang mendengar teriakan Aska, dia menangis hancur. Sambil mengemasi barang-barangnya. Malam ini, Nairi keluar meninggalkan rumah itu. Rumah yang penuh dengan kenangan manis, dan kenangan yang menyakitkan.

Yah malam ini, Nairi pergi meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan. Dari yang paling manis, sampai kenangan yang sangat menyakitkan.

Nairi pergi hanya membawa baju-bajunya, album poto dan uang tabungannya sendiri. Selain itu, dia tinggalkan seperti ATM dan kartu-kartu lainnya, yang Aska pernah berikan kepada Nairi.

Entah firasat apa, Lina pun merasakan perasaan yang tidak enak tentang Nairi, ia pun menelpon Nairi.

Saat Nairi sudah lelah berjalan, dia memutuskan beristirahat disebuah masjid. Karena ini sudah jam 2 malam. Sambil duduk Nairi masih menangis, bahkan matanya kini tambah sembab bengkak.

Ponsel Nairi pun berdering.

''Lina.'' Ada apa dia malam-malam menelponku?'' Guman Nairi.

''Halo asalamualaikum Nai,'' Ucap Lina.

"Waalaikum salam Lin, ada apa malam-malam kamu menelpon?, tumben belum tidur,'' Tanya Nairi, sambil berusaha menyembunyikan isakannya.

''Iya Nai, kamu baik-baik saja kan, kenapa suaramu seperti habis menangis. Apa aska menyakitimu.'' Tanya Lina.

"Tdak Lin, Ini aku masih tidur disebelah Kak Aska.'' Jawab Nairi, Namun tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit. Nairi pun mengaduh, ''Auu,'' Rintih Nairi.

''Ada apa Nai, kamu kenapa? apa kamu sakit? dimana aska.'' Tanya Lina yang perasaannya kini tambah khawatir.

''Lin perutku sakit sekali, bisakah kamu kesini sebentar Lin, aku rasanya nggak sanggup.'' Ucap Nairi berusaha menahan dirinya agar tetap sadarkan diri.

''Lo apa Aska tidak mau membantumu Nai, kenapa tidak Aska yang menolongmu. Lina panik, dia membangunkan pak sopir untuk minta tolong mengantarkan ketempat Nairi.

''Tidak Lin, maaf kan aku karna sudah berbohong padamu, aku tidak dirumah, Sekarang aku sedang dimasjid dekat pasar. Cepatlah kesini Lin!, tolong aku Ucap Nairi yang menahan perutnya semakin terasa sakit.

Tanpa menunggu lama, akhirnya Lina datang di antarkan pak supir naik motor. Lina melihat Nairi yang sudah lemas, sambil tiduran memegangi perutnya. Lina pun membawa Nairi kerumah sakit dengan di bantu pak supir.

Sampai rumah sakit, Lina langsung meminta tolong suster yang berjaga malam. Nairi pun langsung mendapatkan penanganan intensif. Ternyata karena terlalu banyak pikiran, dan kelelahan yang menjadi akibat perut Nairi sakit.

1
Adinda
💕💕💕💕🖤🖤🖤🖤💚💚💚
Adinda
👍👍👍👍👍👍👍
Adinda
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Adinda
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Adinda
👌👌👌👌👌👌
Adinda
👍👍👍👍👍👍
Adinda
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Adinda
⭐⭐⭐⭐⭐
Dhina ♑
nasib tragis Nairi
Dhina ♑
berbagai berkas dan laptopnya
Dhina ♑
ulang lagi
Lina aza
sahabat nairi Samaan namanya denganku😇
𝑀𝒶𝓁𝒶: iya kah, wah bagus dong kak, soalnya sahabat nairi baik hati kaka pun sama. terimakasih sudah mampir di karya jelek Mala
total 1 replies
Nunuk Mulyati
lhooooo
Dhina ♑
thor pesan kopi sama pisang goreng nya
ngiler nih

Ya Allah baik banget mama nya Aska, apa begitu nanti sampai jadi menantu benar-benar?
Dhina ♑
kasihan Nairi, tahu ga???
Miss Dara
like thor
Dhina ♑
Nairi, semoga keputusan kali ini tidak salah
walaupun sebuah kesepakatan
semoga indah pada waktu nya
Aska
semoga kau serius
semoga bisa membuka hati Nairi
Dhina ♑
😥😥😥 Nairi, begitu tragis nasib kamu, punya suami, tapi tidak memberikan nafkah

kali ini Nai, semoga kamu tidaklah bernasib buruk lagi
Aska pasti baik
Flora
Like ku terbang untuk author tersayang
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan

Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
Asni J Kasim
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!