NovelToon NovelToon
SECRETS

SECRETS

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rawai

Mutiara, gadis yang menjadi korban keegoisan kedua orang tua berjuang untuk terus melanjutkan hidup dengan baik dengan bantuan sang eyang.

Namun saat orang terakhir yang menjadi alasan untuk hidup telah pergi untuk selamanya membuat Mutiara semakin terpuruk.

Namun hidup tidak lah seburuk itu.
Karena takdir memberikannya seseorang yang akan kembali menjadi alasan dirinya bisa kembali tersenyum pada kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Mutiara yang baru tiba dirumah Eyang Murti yang terlihat lenggang langsung masuk ke dalam kamarnya. Memilih membaringkan tubuhnya, menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong.

Teringat lagi apa yang terjadi setelah dia keluar dari ruang kerja Ayahnya. Emosi yang tidak bisa terbendung saat Savira menghentikan langkahnya dan mengatakan sesuatu yang membangkitan sosok Mutiara yang lain.

Sosok yang menurutnya menyeramkan, sosok yang seakan selalu mencari tahu ketakutan dari mata orang lain dengan cara menatapnya lalu menekan orang itu dengan ketakutannya sendiri.

Sebenarnya bukan saja orang lain yang merasa ketakutan, dirinya sendiri merasa ketakutan yang mungkin sama. Saat itu terjadi jantungnya serasa berdetak lebih cepat dibanding saat normal.

Rasanya seperti ingin mati, namun entah bagaimana caranya Mutiara tetap terlihat seperti orang normal yang sedang berusaha menyudutkan lawannya.

Dia tetap bertahan hingga tiba di suatu tempat yang dirasanya aman untuk melepaskan tekanan yang dirasakannya. Seperti semalam, dirinya akhirnya terbaring lemas diatas lantai yang dingin saat berada dalam kamar dan menguncinya.

Begitupun saat tersadar, dirinya harus berusaha lebih keras agar bisa bergerak dan harus terus mensugesti dirinya bahwa dia baik-baik saja.

Dia juga harus pergi dari rumah itu pagi-pagi sekali demi menghindari pertemuannya dengan Savira yang dapat memicu sosok itu muncul.

Meski harus menggunakan sopir pengganti agar bisa sampai dirumah Eyang Murti dengan selamat agar tidak menaruh curiga.

Tok.. Tok

Terdengar ketukan dipintu kamar Mutiara diiringi suara seorang wanita yang selalu ada untuknya. Meski tubuhnya lelah dia tetap berusaha bangkit dan bercermin terlebih dahulu. Dirinya tidak boleh terlihat sedang tidak baik-baik saja.

Mutiara membuka pintu kamarnya seraya tersenyum. Di depan kamarnya sudah ada Eyang Murti yang tahu kalau cucunya sudah pulang dengan melihat mobil putih milik Mutiara.

"Boleh Eyang masuk?" Melihat cucunya hanya tersenyum diam tak mempersilahkannya masuk, Eyang Murti berinisiatif sendiri untuk bertanya dan tentu saja dia tahu kalau Mutiara pasti akan mengizinkannya masuk.

"Tentu"

Mutiara membuka lebar pintu kamar serta menggeser tubuhnya agar Eyang Murti bisa lewat.

Sebelum masuk Eyang murti membelai lengan Mutiara sayang, lalu masuk dan duduk dipinggir ranjang.

Mutiara mengikuti langkah Eyang lalu duduk dikursi meja rias mengambil posisi yang saling berhadapan.

"Bagaimana di rumah Ayahmu?" Eyang Murti menatap sendu cucunya. Sudah sekian lama tidak berkunjung, dia berharap hubungan Ayah dan anak itu menjadi lebih baik.

"Mereka baik " Mutiara menjawab dengan mengukir senyum diwajahnya.

Eyang Murti menelisik lebih jauh wajah Mutiara, sekedar mencari jejak keraguan namun tidak mendapatkannya.

"Lalu kenapa pulangnya terlalu pagi, Eyang yakin kamu belum sarapan disana"

Mutiara hanya bisa menunduk tidak bisa memberikan alasan.

"Ya sudah kalau tidak mau jawab jangan di jawab" Eyang Murti beranjak dari duduknya, mengelus kepala Mutiara. Dia tidak ingin membuat gadis itu tertekan karena rasa ingin tahunya.

Dia ingin membuat Mutiara merasa aman dan nyaman saat bersamanya. Toh seperti yang sudah-sudah Mutiara akan menceritakan sendiri saat gadis itu ingin.

"Kamu belum mandikan?" pertanyaan itu hanya dibalas dengan anggukan kepala dari Mutiara.

"Sekarang kamu mandi, Eyang akan menyiapkan sarapan untukmu"

"Iya"

Terkadang Murti memang masih memperlakukan Mutiara layaknya cucu kecilnya yang masih membutuhkan banyak perhatian.

"Jangan terlalu dipikirkan apa yang terjadi di rumah Ayahmu, semua akan baik-baik saja"

 "Baik Eyang"

.

Mutiara segera melangkahkan kakinya menuju makan, disana sudah ada Eyang dan Salana yang terlihat sedang mempersiapkan sarapan.

"Ayo sarapan" Ajak Murti pada Mutiara yang sudah berada diujung tangga.

Salana yang mendengar itu langsung mengalihkan perhatiannya pada Mutiara.

"Aku kira kamu akan pulang siang" Salana merasa heran dengan Salana yang pagi sudah berada di rumah Eyang Murti.

"Tidak jadi" Sahut Mutiara sambil menarik kursi dan duduk sedari kemudian membalas tatapan Salana yang sedari tadi tidak lepas darinya.

Salana yang ditatap balik hanya bisa tersenyum lalu segera mengambil ancang-ancang untuk duduk disamping Mutiara.

Setelah berhasil duduk disamping Mutiara, Salana langsung mencerca dengan pertanyaan yang ada dikepalanya.

"Bagaimana hasilnya?"

"Apa yang ayahmu katakan?"

"Ada mengenai pembagian warisan?

" Aku harap mengenai yang terakhir" ucap Salana dengan menaik turunkan alisnya menggoda Mutiara.

Mutiara hanya diam dan mulai sarapan. Eyang Murti hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Salana.

"Jawab Muuuut" Salana terus mendesak Mutiara untuk menjawab pertanyaannya.

"Sarapan dulu" ucap Mutiara yang hanya dibalas delikkan Salana. Sesaat suasana terasa hening karena Salana tidak lagi mengoceh namun itu tidak berlangsung lama saat Salana mulai membuka mulutnya kembali.

"Jangan bilang kamu mau dijodohkan" bisik Salana namun masih bisa di dengar oleh Eyang Murti. Mutiara menghentikan suapannya sesaat lalu kembali melanjutkannya.

Salana yang sudah berada disamping Mutiara bertahun-tahun menyadari tingkah Mutiara itu meski hanya sepintas. Salana langsung menutup mulutnya dengan dua tangannya terlihat terkejut. "Benar-benar dijodohkan?"

"Siapa pria itu?"

Salana masih terus memburu Mutiara dengan pertanyaan langsung terbungkam mendapat teguran dari Eyang Murti.

"Salana mulai makan sarapanmu" Salana hanya membalas teguran Eyang dengan anggukan kepala.

"Jelaskan setelah sarapan" Titah Eyang Murti kembali.

Keadaan kembali hening, ketiganya makan dengan khusyu meski sesekali Salana melirik Mutiara menggunakan ujung Matanya.

.

"Anak Paman Sony Hendrawan, namanya Arjuna Hendrawan" Mutiara langsung menyebutkan nama pria yang diperkenalkan Dwi semalam saat mereka telah menyelesaikan sarapan dan berada di ruang keluarga yang lebih lapang.

Mendengar nama yang disebutkan Mutiara membuat Salana dan Eyang Murti terkejut.

Siapa yang tidak mengenal Arjuna Hendrawan, salah satu anggota keluarga hendrawan yang merupakan keluarga terpandang.

"Salana, mingkem" tegur Eyang Murti saat melihat Salana yang membuka mulutnya sebagai ekspresi keterkejutannya.

Salana langsung menutup mulutnya cepat namun dengan tanpa hitungan detik langsung menjerit pelan "Astaga... Astagaa... Serius Muuut"

"Kamu menerima perjodohan itu?" Tanpa memperdulikan Salana, Eyang murti bertanya lebih lanjut.

"Maaf Eyang, Mutiara menolak" Jawab Mutiara jujur."

"Iihh.. Kenapa ditolak" Salana berdecak kurang setuju dengan keputusan Mutiara.

"Apa alasan yang kamu berikan pada Ayahmu?" dari suaranya Eyang Murti terdengar khawatir.

"Arjuna mantan kekasih Savira dan keduanya masih saling menyimpan rasa"

Eyang Murti dan Salana kompak menghembuskan napasnya pelan, memperhatikan raut wajah Mutiara. Tak perlu dia tanyakan bagaimana caranya Mutiara mengetahui perasaan keduanya.

Entah itu anugrah atau kutukan, tapi satu hal yang Murti khawatirkan jika keistimewaan itu membuat Mutiara tidak bisa mendapatkan pasangan yang benar-benar tulus di kemudian hari.

Bukankah perasaan seseorang bisa berubah dengan cepat. Bahkan cara berpikir manusia itu sendiri akan selalu berubah.

"Eyang Jangan khawatir! bukankah rezeki, jodoh, maut, semua sudah ada yang mengatur"

(Ω Д Ω)

1
.
belum selesai lagi
Rio: 😆😆😆😆..,.....
total 1 replies
🍾⃝ͩᴅᷞεͧᴅᷠεͣ ᴅrε
semoga sukses y /Rose/
Rawai hiatus ✅: Terimakasih kak sudah mampir
total 1 replies
🔵🌼⃝⭕Tunik
Hai Mutiara....Ara nya Ayahnya,Salam kenal ya💐🌼
Rawai hiatus ✅: Salam kenal kak tun
🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 1 replies
jemput aja yah
Rawai hiatus ✅: datang sendiri lah.. manja klo pake jemput2an/Facepalm/
total 1 replies
bunda y dh gada kah
Rawai hiatus ✅: nggak adaa... harusnya tadi aku bilang like saja ya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
brrti Muti blm siap menika kmu
Rawai hiatus ✅: ?????? /Speechless//Speechless/
total 1 replies
Sila☺
,🤔🤔🤔🤔 dipantau
ahma
luar biasa
.
semangat
.
Belum selesai sudah di up
Rawai hiatus ✅: 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 2 replies
Kayla El_Fariza
penasaran bgt...apa ky yg di film Mangkujiwo ya
Rawai hiatus ✅: kak bisa bagi link? 🙏.. film mangkujiwo yg sy dpt jauh beda dgn ceritaku... ttg pengusaha batik yg kena santet.. trus film mngkujiwo lain yg judulnya makmum...
total 4 replies
Rose_Ni
bakal ada pelakor ini
Rawai hiatus ✅: 😅😅😅 semoga nggak ada lagi...

susah punya istri 2 harus kerja berat tiap hari... 🤣🤣🤣
total 1 replies
Rose_Ni
Semangat ! ! !
Rawai hiatus ✅: Semangatt kakkk. 🥺

masih harus harus banyak belajar
makasih kakk atas dukungannya.

kakak juga semangatt..
total 1 replies
Rose_Ni
maksudnya?
Rawai hiatus ✅: Semangaaaat.... Semangatt... semangaatt....
total 6 replies
Rose_Ni
aku pun bila diposisi Ara juga begitu,mungkin lebih parah
Rawai hiatus ✅: Okkeyy 🤗

sekali lagi makasih kak udah singgah di karyaku yg masih banyak kurang..

Selalu Sehat dan Semoga sukses disetiap usaha..
total 3 replies
Rawai Na
.....
Azkam
Untuk karya yang baru dibuat, sudah lumayan meski banyak kesalahan penulisan. semangat
𝕄𝕚𝕒📴
hadir, semangattt💪💪💪
𝕄𝕚𝕒📴: dih anak ini, goo semangat.b
total 2 replies
🍾⃝ʙͩaᷞiͧ ǫᷠiͣɴƓǫɪɴƓ 💞🇵🇸
aku like kamu like kita semua like...

babai hadir disini untuk memberi semangat kaka author yang kecteh.. /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Rawai hiatus ✅: Terimakasih kak 😂😂😂🤗
total 3 replies
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
waduh ayah y Ara maksa banget, ada apa sebenarnya nih Ara suruh dtng kerumah ayah y🤔
Rawai hiatus ✅: nggak taw 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!