Kalau nggak suka dengan cerita ini langsung skip saja!!
Keyna Az-Zahra gadis cantik berhijab yang hidup dengan keluarga angkatnya dari umur 7th.Keluarga angkatnya begitu menyayangi dirinya sampai beranjak remaja kakak angkat Zahra menyatakan cintanya pada sang adik angkat.Namun,Zahra bingung dengan perasaannya sendiri.
Sampai dimana keluarga angkatnya menjodohkan dia dengan anak dari teman lamanya yang ternyata sudah pernah bertemu sebelumnya.
Bagaimana nasib percintaan Keyna Az-Zahra selanjutnya,apa dia akan menerima perjodohan yang di lakukan keluarga angkatnya atau menerima cinta kakak angkatnya dengan resiko dia di benci keluarga angkatnya sendiri . Sedangkan tanpa sepengetahuan Zahra ada seorang pria di dekatnya juga mencintainya.
Simak selengkapnya disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
" Ayah, abang kemana?" tanya Zahra saat melihat sosok sang Abang pergi meninggalkan rumah mereka dengan membawa koper kecil.
"Abang mu hanya akan ke Makassar . Besok juga pulang."jawab sang ayah
"Tapi kenapa nggak pamitan sama adek sih yah..?" tanya Zahra sedikit kesal dengan abangnya itu.
"Dia buru-buru sayang, sudahlah sekarang kamu sarapan sebentar lagi kita pergi ke tempat acara buat lihat sampai mana persiapannya. Terus kamu juga harus cobain baju kamu. Dari kemarin kamu selalu sibuk jadi H-1 baru bisa fitting."
Ocehan Yana pun membuat Zahra diam. Dia memang dari kemarin sibuk menyelesaikan tugasnya dan begitupun Darel yang masih melakukan meeting sampai malam ditambah jam lembur juga.
Yana dan Zahra menuju ke sebuah gedung yang merupakan tempat dimana mereka akan mengadakan resepsi pernikahan Zahra dan Darel. Undangan pernikahan mereka memang lah bersifat private.
Teman-teman kuliah Zahra pun tak ada yang tahu jika besok hari pernikahan Zahra dan Darel.
"Bagaimana sayang,apa ada yang kurang cocok?" tanya Maria pada Zahra saat melakukan fitting baju pengantin.
"Ah iya , maaf ma.. Alhamdulillah sudah cocok kok. Nggak perlu di rombak lagi." ucap Zahra.
"Wahhh ..ternyata ukuran yang di berikan Darel nggak ada yang meleset." ucao sang designer
"Hemm..baiklah, pengamatan kamu telat sekali son.." ucap Maria membuat Darel salah tingkah di buatnya.
" Cuma nebak aja ma, mungkin insting saja." ucap Darel santai.
Yana dan juga Maria hanya manggut-manggut mendengar alasan Darel.
Setelah selesai melakukan fitting dan juga pengecekan tempat acara lalu makan siang bersama dan selebihnya Yana dan Zahra pulang lebih dulu karena Zahra pun segera beristirahat dan mempersiapkan diri untuk besok pagi acara pernikahannya.
"Hati-hati ya jeng, Zahra..kabari mama kalau kalian sampai di rumah." ucap Maria melepas kepergian Zahra dan Yana.
"lya mah, mama juga hati-hati. Sampai besok." ucap Zahra menyalami calon ibu mertuanya dan menoleh sekilas ke arah calon suaminya.
...****************...
Persiapan acara untuk besok pagi sudah 99% rampung tinggal eksekusinya.
Saat ini Zahra sibuk menghubungi Aditya yang sama sekali tidak memberikan kabar padanya.
Rasa cemas,sedih,bersalah pun menghinggapi hati Zahra.
Sampai matanya lelah untuk menghubungi nomer telpon sang kakak sampai-sampai dia tertidur.
Di pagi harinya acara pernikahan Zahra dan juga Darel akan segera di laksanakan. Namun,tak ada tanda-tanda jika Aditya akan hadir di acara pernikahan adiknya.
"Yah, kamu tahu kabar Adit nggak yah, ibu kok khawatir sama dia ya yah.." ucap Yana pada suaminya.
" Tadi pagi-pagi sekali dia chatt ayah katanya dia langsung trip beberapa tempat sama rekan bisnisnya. Nggak enak katanya kalau mau nolak." jawab Khairi.
"Kenapa harus ikut sih, kan Abang tahu adek hari ini nikah yah, kok Abang sengaja banget nggak mau lihat adek nikah." ucap Zahra dengan kesal.
"Sayang, maafin Abang kamu. Dia lagi berusaha membangun diri dia untuk bisnis kita yang akan dia kelola nantinya." ucap Khairi memberikan pengertian pada sang putri.
"lbu juga sangat menyayangkan kenapa mesti pergi pas waktunya adek nikah sih yah.." sahut Yana
"Sudahlah, nanti saja kalau mau bahas soal Aditya, kita harus segera ke tempat acara." ucap Khairi pada anak dan istrinya.
Mereka pun akhirnya langsung ke tempat dimana acara pernikahan Zahra dan Darel berlangsung.
Tepat jam sembilan pagi wantu setempat acara ijab qobul pun di laksanakan.
" Ananda Darelano lgiswara Wildarta bin Danu Cahyo Wildarta saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Keyna Az-Zahra binti Muhammad lkhsan Mohtar yang walinya di serahkan pada saya dengan mas kawin emas seberat 100gr tunai..
"Saya terima nikah dan kawinnya Keyna Az-Zahra binti Muhammad lkhsan Mohtar dengan maskawin tersebut tunai."
Bagaimana para saksi SAH?
SAH
SAH
Jawaban kata 'SAH' sungguh membuat hati Darel merasa lega.
Serasa terbebas terlepas dari beban berat yang beberapa waktu lalu membuatnya merasa cemas dan khawatir.
Setelah membacakan doa kemudian sosok Zahra baru di hadirkan di tempat akad.
Wajah cantik membius mata seorang Darelano lgiswara Wildarta. Dia begitu memuja paras cantik alami milik Zahra .
"Masyaallah.." gumam bibir Darel saat melihat paras sang istri.
"Assalamualaikum kak.." ucap Zahra saat sampai di depan Darel dengan posisi menunduk.
"Wa_Wa'alaikumsalam ZAUJATI ." jawab Darel dengan menekan kata Zaujati yang artinya istriku dalam versi basa Arab yang artinya istri kesayangan.
Mendengar ucapan Darel akhirnya pun Zahra mendongakkan kepalanya menatap wajah Darel yang sudah sah menjadi suaminya.
Sungguh wajah tampan vibes laki-laki keturunan arab yang amat Zahra impikan. Tanpa sadar mereka sama-sama melempar senyum.
"Kalau mau kangen-kangenan nanti saja sekarang tanda tangan dulu dokumennya."
Seruan penghulu pun membuat kedua pengantin baru itu tertunduk malu. Lebih tepatnya Zahra yang begitu malu karena pastinya ekspresi wajah nya tadi bisa di lihat akan kekagumannya pada sosok Darel.
Kedua pengantin itupun lengsung menanda tangani surat-surat yang di sodorkan sang penghulu.
Setelah itu, Zahra memasangkan cincin pernikahan di jari manis suaminya dengan di lanjutkan dengan mencium tangan sang suami dengan takzim.
Ada getaran aneh yang menjalar di hati keduanya. Baru saja merasakan hal baru dalam hidup mereka. Lalu setelah Zahra mencium tangan suaminya. Zahra memasangkan cincin di jari Darel lalu sebelum Darel mencium kening Zahra ,Darel membacakan doa memegang ubun-ubun sang istri sembari Zahra mengaminkan doa suaminya. Lalu dengan lembut Darel menjepit dagu sang istri untuk mendekat padanya dan langsung dengan perlahan tapi pasti Darel mencium kening Zahra dengan begitu lembut.
Keduanya sama-sama memejamkan mata sejenak serasa menikmati moment yang untuk pertama kalinya mereka melakukannya.
Setelahnya Penghulu memberikan dua buku nikah untuk istri dan suami.Lalu dengan senyuman lebar mereka pun memamerkan cincin di jari mereka dan buku nikah di tangan satunya dan memperlihatkan moment bahagia melalui jepretan kamera.
Setelah acara ijab qobul mereka akan mengadakan resepsi.
"Kalian istirahat dulu,dikamar yaa..." ucap mama Maria pada kedua pengantin baru.
" lya mah, kita makan dulu dek. Baru istirahat.' ucap Darel pada Zahra.
Zahra mengangguk setuju dengan usulan sang suami.
Saat mereka sedang menikmati makan mereka, Cindy menghampiri pengantin baru itu.
"Haiii..Zahra, selamat buat pernikahan mu dengan Darel yaa..semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah."ucap Cindy.
"Aminn.. terimakasih kak." ucap Zahra mencoba untuk bersikap baik kepada Cindy.
"Thanks Cin, semoga kamu juga selalu bahagia." ucap Darel pada sahabatnya itu.
"lyalah, jangan lupa Zahra..jangan pernah berpikir untuk memiliki Darel sepenuhnya karena dia juga milik aku..bye..!" ucap Cindy.
"Astaga tuh anak, memang dia terlalu manja kalau sama aku." ucao Darel.
Zahra tak menanggapi ucapan suaminya. Dia hanya menyunggingkan senyum tipisnya saja.
Bersambung
Untung si Zahra bkn cewex lemah..
Ini yg bener yg mna?
crtanya bagus.....keren.....mantap.....Is The Best......💖💞😍😘