Bagaimana jika seorang pemuda yang setiap harinya hanya menjadi anak seorang supir didalam keluarga kaya dan dia harus menerima untuk dinikahkan dengan Nona Muda mereka yang tidak bisa bicara.
"Nak, Ibu dan Bapak ingin berbicara serius dengan kamu" ucap Pak Budi pada putranya.
"Bicara apa Pak? Bicara saja" tanya Adji yang sudah duduk dihadapan kedua orang tuanya.
"Begini nak, tadi siang Bapak dan Ibu diundang kerumah Tuan Nadi dan kami disana membahas masalah perjodohan untuk kamu. Bapak tidak bisa memutuskan nya sendiri, karena Bapak tidak mungkin memutuskan. Bapak ingin membicarakan ini dengan kamu dan jika kamu menerimanya, Bapak dan Ibu akan membalasnya lebih dalam lagi dengan keluarga beliau" jelas Pak Budi dengan panjang lebar.
Penasaran apa jawaban Adji pada kedua orang tuanya???
Yuk baca dan ramaikan setiap babnya dengan like, komen, vote dan hadiahnya ya....
Jangan lupa subscribe juga pollow akun Othor ya...
Terimakasih dan selamat membaca 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atikah syarif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Trauma
Masih Flashback ya...
"Aku mau pulang, aku mau pulang" teriak Clarissa kecil sambil terus meronta-ronta ingin dilepaskan oleh pria tersebut.
"Apa kau ingin benada ini menembus kulit mu yang mulus ini hah!!" ucap pria yang mengacungkan sebuah pisau dihadapan Clarissa kecil.
"Aku tidak takut! Aku ingin pulang. Aku akan beritahu Mama dan Papa supaya kalian semua ditangkap oleh polisi dan dikurung. Aku akan melakukan nya" ucap Clarissa kecil yang malah menantang dengan menahan ketakutan nya sambil membekap mulutnya sendiri.
"Apa kau bilang anak kecil? Keluar dan melaporkan kami? Hahaha, untuk keluar dari sini saja kau tidak bisa. Bagaimana caranya kau mengadukan pada Mama dan Papa mu itu" ucap pria yang malah tertawa terbahak-bahak saat mendengar Clarisa kecil mengancam mereka semua.
"Dengar anak kecil. Jika sudah masuk kemari, kau tidak akan bisa keluar lagi dari sini. Jadi, nikmatilah dan bekerjalah untuk kami disini" ucap pria yang sedang memegang pisau tersebut pada Clarissa kecil.
"Jika kau tidak mau, maka kau akan kami siksa dan tidak akan kami beri makan sama sekali. Biarkan kau membusuk disini dan tidak tidak akan bertemu dengan kedua orang tua mu lagi selamanya" ucapnya yang menggoreskan ujung pisaunya pada sudut bibir Clarissa hingga berdarah.
"Aaaa, sakit.... " teriak Clarissa kecil sambil memegangi pipinya yang dia menangis semakin kencang saat melihat darah ditangan nya sangat banyak.
"Makanya, kau jangan melawan. Jika kau masih melawan dan banyak bicara, bukan hanya bibirmu saja yang akan aku lukai. Tapi, seluruh tubuhmu itu, maka kau harus diam dan menurut pada semua yang kami ucapkan. You know silent? Maka, diamlah" tanya pria yang sudah sangat kesal pada Clarissa yang banyak berbicara dan membantah.
Clarissa kecil hanya mengangguk dan dia sangat ketakutan akan dilukai lagi oleh pria yang ada didepan nya.
Clarissa kecil benar-benar tidak mau mengeluarkan suaranya lagi sedikitpun juga. Dia benar-benar ketakutan hingga trauma untuk membuka mulutnya dan bersuara hingga saat ini.
Flashback Off...
Seperti rencana Clarissa dan Adji saat malam sebelum mereka bertemu. Mereka berdua sekarang sudah duduk disebuah restaurant mewah didalam ruangan private.
"Apa kau menerimanya dengan mudah perjodohan ini?" tanya Clarissa menggunakan bahasa isyaratnya.
"Jika memang iya, saya yakin. Karena kau itu hanya mengincar harta kedua orang tuaku saja, asal kau tahu. Saya muak dengan semua ini dan mereka semua yang tidak mengerti saya sama sekali. Jadi tandatangani ini semua dan kita akan segera menikah. Setelah itu kau bisa mendapatkan apa yang kau dan keluargamu inginkan" lanjut Clarissa lagi saat melihat Adji hanya diam saja menatap kearahnya.
"Saya memang orang miskin Nona, tapi saya dan keluarga saya sama sekali tidak tergiur akan harta kedua orang tua anda juga anda selagi saya masih bisa bekerja dan berusaha" ucap Adji dengan mengepalkan kedua tangan nya dan dia menahan emosinya yang mana ucapan Clarissa menyakiti hatinya.
"Baguslah jika kalian ini tahu diri" ucap Clarissa yang melipat kedua tangan nya setelah menggunakan bahasa isyaratnya.
"Jika pertemuan ini hanya untuk merendahkan dan menghina saya, saya akan pergi saja Nona. Saya masih memiliki harga diri yang tinggi. Maaf jika perkataan saya ini membuat anda marah dan juga kesal" ucap Adji yang akan bangkit dari duduknya, tapi segera ditahan oleh Clarissa dengan kata-katanya yang membuat Adji tidak bisa berkutik.
"Saya tahu jika kau itu memiliki seseorang yang mengisi hati mu. Jika kau masih ingin berhubungan baik dengan nya tidak rusak, maka kau harus menandatangani perjanjian ini" Clarissa memberikan berkas yang dia bawa dan ada diatas meja kearah Adji.
"Baca dengan seksama dan kau bisa menambahkan poin yang ingin kau tambahkan. Jika tidak, tidak masalah" lanjut Clarissa yang masih menggunakan bahasa isyaratnya.
"Apa yang anda inginkan dengan semua ini dan kenapa anda sampai rela membuat surat perjanjian seperti ini? Bukankah anda memiliki hubungan dengan seseorang?" tanya Adji yang tidak mengerti dengan keinginan Clarissa.
"Pertanyaan yang bagus. Pertama, saya tidak ingin jika kedua orang tua saya semakin banyak keinginan jika saya menolak ini semua. Kedua, saya hanya ingin jika pernikahan ini tidak berlangsung lama dan ini adalah pernihakan kontrak. Ketiga, saya ingin. Jika semua yang saya inginkan adalah mutlak, baik itu kebaikan saya sendiri atau sebaliknya. Jika ingin tahu semua yang lebih jelasnya lagi, baca saja isi perjanjian didalam berkas itu" tunjuk Clarissa pada berkas yang berada ditangan Adji.
Adji yang penasaran langsung membuka berkas tersebut. Dia melihat dan membacanya dengan seksama dan juga teliti. Didalamnya berisi semua perjanjian dan menguntungkan satu sama lain. Dan keduanya tidak akan ikut campur dalam masalah pribadi keduanya.
Adji merasa jika ini memang keputusan yang tepat. Karena pernikahan ini juga sementara, karena Clarissa hanya memberikan batas waktu pernikahan mereka satu tahun saja. Jadi dia bisa menyelesaikan pernikahan kontrak ini, dan bisa segera menikahi kekasihnya.
"Baik Nona, saya setuju dengan semua ini. Karena saya juga tidak ingin menyakiti perasaan kedua orang tua saya. Dan saya tegaskan sekali lagi, jika saya menerima ini semua bukan karena menginginkan harta apa lagi kekuasaan dari keluarga anda. Saya hanya ingin membuat kedua orang tua saya dan juga kedua orang tua anda bahagia. Itu saja" jawab Adji yang menyetujui itu semua tanpa memikirkan kedepan nya seperti apa.
"Oke, saya setuju. Pernikahan juga tidak perlu ditanyakan dan tidak perlu meriah. Hanya keluarga inti dan tidak ada yang lain lagi, supaya saat perpisahan nanti tidak ada yang tahu. Jika saya dan kamu pernah memiliki hubungan pernikahan. Bersikaplah dengan baik jika didepan kedua orang tua masing-masing dan jangan membuat mereka curiga. Jika waktunya sudah pas, barulah membuat scenario untuk bisa berpisah. Apa kau setuju?" tanya Clarissa dengan panjang lebar dan dia merasakan pegal pada tangan nya yang selalu bergerak memberitahu bahasa isyaratnya.
"Saya setuju Nona. Dengan begitu tidak ada yang bisa melanggar semua yang tertera didalam sini. Saya juga tidak keberatan jika saya harus berpura-pura dalam pernihakan kontrak ini" ucap Adji yang setuju dan keduanya saling berjabat tangan satu sama lain.
Mereka berdua saling setuju dan tidak tahu, jika yang mereka lakukan adalah kesalahan dan terkesan mampermainkan sebuah pernikahan.
Mereka berdua juga tidak tahu, jika mereka berdua akan saling menyakiti perasaan kedua orang tuanya masing-masing. Apa lagi jika mereka tahu yang keduanya lakukan sekarang hingga satu tahun pernikahan mereka. Entah apa yang akan terjadi pada keluarganya jika mereka mengetahuinya.
dan semoga sehat selalu buat penulis nya❤️
gk tahu krn sikapmu membuat ortumu khawatir n km jg jd menderita di luar sana
ortu mu pasti akan mengerti keputusan mu