NovelToon NovelToon
Rahasia Suami Cacat Meizura

Rahasia Suami Cacat Meizura

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:809.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: emmarisma

Meizura terpaksa memenuhi permintaan ayahnya untuk menjadi gadis penebus hutang. Awalnya dia berpikir akan dijadikan wanita simpanan oleh Armano Davies. Akan tetapi siapa sangka, dirinya justru dinikahkan dengan putranya yakni William Davies, pria yang dikabarkan meninggal beberapa bulan lalu.

"K_kau masih hidup?" tanya Maizura tak percaya. Dia mengerjap beberapa kali untuk menyakinkan penglihatannya.

William Davies menatap Meizura tajam. Dia tak suka wanita yang cerewet. "Diam! Jangan banyak bertanya. Kau hanya gadis penebus hutang," kata William penuh penekanan.

Setelah menikah dengan William, hidup Meizura mulai berubah. Banyak hal yang terjadi hingga suatu saat Meizura mengetahui fakta lain yang di sembunyikan oleh suaminya. Bagaimana kelanjutannya? Simak kisah mereka di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Perlakuan Hangat

Elliot kembali ke ruangan Meizura dengan membawa obat di tangannya. Dia melirik makanan Meizura yang masih utuh, sedangkan istri dari atasannya itu malah tertidur di sofa. Elliot menggirimkan foto Meizura pada William.

Tak butuh waktu lama, William langsung merespon dengan menghubungi Elliot.

"Ya, Tuan."

("Biarkan saja dia tidur dulu.")

"Tapi nona belum makan sama sekali, Tuan. Apa itu tidak masalah?" tanya Elliot.

("Hubungi ibuku. Biar dia yang bujuk istriku untuk pulang.")

"Baik, Tuan."

Meizura menggeliat, dia hampir saja terjatuh dari sofa jika Elliot tidak sigap menangkap tubuhnya. Meizura membuka matanya. Elliot segera membantu Meizura duduk.

"Maafkan atas kelancangan saya, Nyo_nyonya."

Meizura mengangguk. Dia masih belum sepenuhnya tersadar dari keterkejutannya. Meizura memijat pelipisnya yang kembali berdenyut nyeri.

"Di mana obatnya, Elliot? Bisakah kau berikan obat itu padaku sekarang?"

"Tapi anda belum makan sama sekali," kata Elliot khawatir. Meizura menatap malas ke arah Elliot.

"Aku akan makan nanti, Elliot. Sekarang yang aku butuhkan adalah obatku." Elliot akhirnya mengambil segelas air dan menyerahkan obat yang tadi dibawanya pada Meizura.

"Ini, Nyonya."

"Berapa kali ku bilang, Jangan memanggilku Nyonya," tegur Meizura. Dia menerima obat dari Elliot dan tanpa ragu meminumnya. Meizura kembali bersandar di sofa dengan mata terpejam.

"Elliot, apa jadwalku setelah ini?" tanya Meizura. Dia tidak bisa mengabaikan pekerjaannya meskipun sedang sakit kepala.

"Tidak ada, Nona. Saya sudah membatalkan semuanya. Tuan William meminta saya untuk membawa anda pulang."

"Kau melaporkan ini padanya?" tanya Meizura terkejut. Dia tak menyangka jika Elliot akan melaporkannya pada William.

"Maafkan saya, Nona. Saya sudah lama bekerja dengan tuan William. Saya tidak mau tuan marah pada saya, karena saya tidak mengatakan apa yang terjadi pada anda," tutur Elliot memberi penjelasan.

"Ini bukan masalah besar, Elliot. Lain kali tidak perlu mengatakan kejadian seperti ini padanya. Aku tidak mau menambah beban pikirannya. Aku hanya lupa tidak sarapan jadi aku pusing."

"Baiklah, jika begitu saya akan melaporkan lagi pada tuan William mengenai hal ini."

Meizura mengangguk. Dia tersenyum karena tak menyangka William sangat perhatian padanya. Setelah merasa sakit kepalanya reda, Meizura berniat memeriksa beberapa laporan dari beberapa divisi. Toh hari ini dia tidak memiliki jadwal meeting dengan klien karena Elliot sudah membatalkannya.

Saat Meizura sedang serius, Armano datang bersama asistennya.

"Ada apa, Dad?"

"Seminggu lagi, daddy akan mengumunkan pada seluruh orang jika kau sekarang adalah CEO di Davies company."

"Ta_tapi, Dad. Apa ini tidak terlalu cepat?"

"Justru semakin cepat semakin baik. Daddy dengan tadi kau sakit? Jika begitu sebaiknya kau pulang. Biar daddy yang lanjutkan pekerjaanmu."

"Ehm, sebenarnya aku sudah tidak apa-apa, Dad," ucap Meizura, dia sesungguhnya merasa sangat canggung dan rendah diri, dia tak pernah diperlakukan baik oleh keluarganya, tapi di keluarga Davies, dia justru diperlakukan sangat baik dan lebih manusiawi. Ada perasaan sedih yang menyusup di hatinya kala mengingat masa-masa buruknya tinggal bersama ayah kandungnya.

Selama ini Meizura tak pernah menuntut apa-apa pada keluarga ayahnya. Dua hanya menginginkan sebuah pengakuan dan kasih sayang saja. Namun, bukan keduanya dia dapat, tapi justru dia sering mendapatkan perlakuan semena-mena dari istri pertama ayahnya.

"Apa yang kau pikirkan, Mei? Kenapa kau malah menangis?" tanya Armano. Meizura tersentak dan seketika mengusap pipinya yang basah.

"Tidak apa-apa, Dad. Aku baik-baik saja."

"Jika ada yang menyakitimu, katakan saja pada Daddy. Daddy akan menghukum mereka semua."

Meizura mengangguk dengan tatapan terharu. Mungkin bersama keluarga Davies dia akan menemukan kebahagiaannya.

***

Setelah mendapat informasi mengenai pelantikan dirinya sebagai CEO dari ayah mertuanya. Meizura pulang dengan wajah yang semakin pucat. Sejujurnya ini terlalu berat dan mendadak baginya. Namun, untuk menolak permintaan ayah mertuanya, Meizura tidak mampu.

William yang kebetulan ada di depan, menatap Meizura dengan tajam.

"Bukankah tadi aku sudah menyuruhmu pulang?"

"Ya, tapi ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu."

"Dan kau tahu, wajahmu sekarang sudah mirip seperti mayat?" William yang sebenarnya mencemaskan Meizura, justru malah mengatakan kata-kata yang sangat menyakitkan.

"Maafkan aku, Liam."

William menarik tangan Meizura. Dia terkejut mendapati tangan Meizura terasa panas.

"Ayo masuk, Kau harus segera beristirahat."

Meizura mengangguk. Dia awalnya ingin melepaskan pegangan tangan William. Akan tetapi, William justru menarik tangan Meizura hingga tubuh Meizura limbung dan jatuh terduduk di atas tubuh William yang duduk di kursi roda.

"AACK! Li_liam, maafkan aku." Meizura berusaha berdiri. Namun, William justru menahannya."

"Duduklah, di sini. Aku tak mau kau pingsan. Aku tidak bisa mengangkatmu."

"Ta_tapi aku berat William. Aku takut kakimu akan sakit."

"Aku bahkan tidak bisa merasakan memiliki kaki," Jawab William dengan suara datar. Dia menekan tombol kursi rodanya hingga kursi rodanya mulai bergerak ke depan. Wajah Meizura yang semula pucat kini memerah. Sungguh dirinya sangat malu, apalagi sebelah tangan William melingkar di perutnya seolah menjaga dirinya agar tidak terjatuh dari pangkuannya.

...****************...

1
Rina Arie
good book
dinata
bagus
Fitri
/Kiss/
Endang Sulistia
bagus
Endang Sulistia
🤭🤣🤣
Irene
bagus ceritanya
Nai Naida
niceeeee
Tyaz Wahyu
perfect thor ☕
Tyaz Wahyu
titis bngt si liam lngsung hamidun deh
Tyaz Wahyu
pst dari abraham pebinor wuakkkkkkkk kasihan cintanya bertepuk sebelah tangan
Tyaz Wahyu
pasti si lusianah itu bkn putri kandung si joseph.. malahan mei yg anak kandungnya.. Joseph bodoh sbnrnya kamu yg diperalat oleh stella n lusianah..kayaknya sih..hnya menebak sajo wuakkkkkkkk
Santimehasari Nst
Luar biasa
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
tahniah Meizura dan William buat kelahiran baby boy nya... bahagia selalu....
Yunerty Blessa
betul sekali....tapi bagi mereka yang mampu saja...
Yunerty Blessa
perlengkapan bayi sudah tersedia....
Yunerty Blessa
ibu mertua yang begitu perhatian sekali.... beruntung Meizura mendapatkan mertua yang baik hati....
Yunerty Blessa
untung Meizura ikut mesyuarat dan menyedari kebusukan Yavis....
Yunerty Blessa
beruntung William datang cepat...
Yunerty Blessa
bisa² nya tertidur....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!