NovelToon NovelToon
Sang Dewa Tertinggi

Sang Dewa Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Effa

Semua orang menginginkan kekuatan dan kekayaan, mereka ingin menjadi imortal agar bisa tetap hidup selamanya.

Kekuatan dan kekuasaan adalah impian yang mereka inginkan. Namun, berbeda halnya dengan tokoh kita yang sudah memiliki segalanya.

Dia diciptakan dengan begitu sempurna, dia adalah lambang dari kekuatan, dia adalah tambang kekayaan bagi siapapun orang yang menyembahnya.

Dialah Sang Dewa Tertinggi, sesuai dengan namanya dia adalah Dewa nya para Dewa. Semua orang harus tunduk didepannya, jika mereka ingin mendapatkan apa yang mereka mau maka solusinya adalah dengan memuja Sang Dewa Tertinggi.

Namun tidak seperti yang mereka bayangkan, nyatanya Sang Dewa Tertinggi sendiri tidak ingin semua apa yang dia punya, dia hanya ingin menjadi seorang manusia biasa. Dan keinginannya itu pun akhirnya bisa ia dapatkan dengan cara... Berpindah Dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Effa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah mengambil keputusan

Setelah membersihkan dirinya, Max berjalan kearah kamar Sandra, namun ketika sampai Max melihat bahwa pintu kamar ibunya sudah terbuka.

"Ibu," Max melongok kedalam dan ternyata kamar ibunya kosong, tidak ada orang. Max pun berbalik dan memutuskan untuk ke dapur siapa tau ibunya sudah disana, dan benar saja Max melihat Sandra sedang mengobrol dengan Theo.

"Hei bocah! Pagi sekali kau datang," Max menarik satu kursi didepan Sandra.

"Ck! Suka suka aku lah!" Balas Theo tidak terima.

"Sudah sudah, kalian ini selalu saja bertengkar. Omong-omong, ini masakan buatanmu Max?" Tanya Sandra.

"Iya," dengan bangga Max mengambil satu menu dan menyerahkannya pada Sandra "Cobalah dijamin rasanya enak."

Sandra tersenyum dan menerima makanan itu dan mencobanya "Ya, sungguh enak," pujinya tulus.

"Kau juga Theo, makan lah," titah Max.

Tanpa ragu Theo mengambil satu menu dan melahapnya "Tanpa kau suruh pun, aku akan memakannya."

Max mengambil sendok kemudian memukul kepala Theo dengan sedikit keras kemudian berkata "Aku ini masih gurumu! Jadi kau hormatilah aku."

"Memangnya selama ini aku tidak menghormati mu?" Tanya Theo dengan muka polos minta di pukul.

"Kau..! Haiss sudahlah memang salah aku dulu menerima mu, huhmp!" Max memasukan makanan tanpa menghiraukan Theo lagi.

"Hehehe..." Dengan tidak tahu malunya Theo mengambil satu menu lagi dan melahapnya dengan nikmat.

"Ayo! Makanlah yang banyak," Sandra menambahkan satu menu pada Theo.

"Waaah... Tentu ibu!"

Max mendelik tidak suka ketika Theo memanggil Sandra dengan sebutan ibu. Namun, dia malas untuk berdebat dengannya di pagi hari apalagi kini ada Sandra disana.

"Aku selesai," Max berdiri dan berjalan ke belakang "Jika kau sudah temui aku di halaman belakang."

"Baik," jawab Theo dengan mulut yang masih penuh makanan.

"Makan dengan pelan Theo, tidak akan ada yang merebutnya darimu," Sandra gemas sendiri pada anak satu ini, meski dia sering bertengkar dengan Max, namun Sandra tahu bahwa jauh didalam hatinya Theo menghormati dan mengagumi sosok Max, gurunya.

"Aku selesai bu, kalau gitu aku akan kebelakang dulu takutnya dia marah-marah lagi," bisi Theo diakhir kalimat dan Sandra hanya mengangguk sambil terkekeh.

"Sana pergilah."

Theo berjalan kebelakang dan menemui Max yang sedang duduk disebuah saung. Theo mendekat dan duduk didepannya.

"Ada apa kau memanggilku?" Tanya Theo memulai percakapan.

"Berapa umurmu?"

"Hah? Jadi kau memanggilku kesini hanya untuk menanyakan umurku?" Theo bertanya dengan wajah cengo.

"Jawab saja! Apa susahnya sih untuk menjawab."

"13."

"Apa kau tinggal disekitar sini? Jujur saja selama aku disini aku belum pernah menemui orang lain selain kau."

"Aku tinggal di sebrang sungai makanya kau tidak pernah bertemu denganku."

"Lalu apa kau masih memiliki orang tua lengkap?" Max menuangkan teh dan menghirupnya sebelum diminum.

"Tentu saja, lagipula untuk apa kau menanyakan hal-hal seperti itu?" Theo menggaruk rambutnya, dia melihat Max dan tidak tahu apa yang dipikirkan pemuda tersebut "Jangan bilang kau akan melamar ku?" Tebak Theo asal-asalan.

Tuk!

"Jangan sembarang bicara siapa juga yang mau melamar mu!" Max kembali menjitak kepala Theo.

"Oke oke cukup! Tidak bisakah tanganmu diam?" Theo menghindar kebelakang saat Max kembali mengangkat tangannya.

"Hm? Yah..." Max mengangkat bahu acuh dan kembali meminum tehnya.

"Aku akan keluar dari tempat ini dan menuju sebuah tempat yang jauh dimana kekuatan lah yang akan menentukan nasibmu. Aku mendapat tugas dari seseorang untuk membantu sebuah kota dari musibah, namun sebelum aku berangkat, aku ingin bertanya padamu. Kau, sebagai muridku, apakah ingin pergi denganku atau memilih tetap disini," Max berkata dengan serius dan menunggu jawaban dari Theo.

"..................."

Hening sebentar sebelum Max mendengar suara tawa dari depannya.

"Pffttt! Hahaha! Kau? Mendapat tugas untuk menghentikan musibah? Hah... Yang benar saja! Hahahaa!" Theo tertawa dengan keras dia bahkan memegang perutnya yang sakit akibat terlalu lama tertawa.

Max menatap Theo dengan santai dan mengangkat bahu acuh tidak peduli pada ucapan Theo yang meledeknya, biarkan saja nanti juga dia akan tahu kebenarannya.

"Jadi kau mau ikut apa tidak?" Max kembali bertanya dengan santai.

"Haha tentu! Tentu aku akan mengikuti mu, aku ingin tahu kau akan jadi pahlawan seperti apa. Pfftt hahaha!" Theo kembali tertawa, entah apa yang membuat bocah itu tertawa padahal Max hanya mengatakan kalimat biasa saja tidak ada unsur lucunya sama sekali, tapi itu bisa membuat Theo tertawa begitu lama.

"Berhentilah tertawa Theo! Aku serius! Jika kau ingin mengikuti ku, kau harus siap dengan segala resikonya. Aku tidak bisa menjamin kau akan bagaimana setelah ini, karena hidup dan mati mu.... Kau sendiri yang memegangnya."

"....Apa kau serius dengan ucapan mu?"

"Apa kau melihat aku sedang membuat lelucon?"

Theo memperhatikan Max dan memang kali ini diwajahnya yang lumayan tampan itu sedang tidak ada tanda-tanda bahwa dia sedang bercanda. Theo merenungkan sebentar ucapan Max tadi, dia berpikir bagusnya ikut atau tidak? Jika dia tidak ikut dia hanya bisa menjadi seorang pekerja kebun biasa meski hidupnya normal namun itu akan cukup aman baginya. Namun, disisi lain, jika dia ikut mungkin saja akan ada bahaya yang mengancam nyawanya, tapi juga ada kemungkinan jika dia akan mendapatkan keberuntungan disana. Theo memijat kepalanya sebentar sebelum memutuskan akan memilih yang mana.

"Hah... Baiklah, aku sudah memutuskan bahwa aku akan selalu mengikuti mu!" Theo memberi salam ala pendekar pada gurunya.

"Bagus!" Max menepuk pundak muridnya dengan puas "Kau tenang saja, jika kau cukup beruntung kau akan mendapatkan kekuatan yang besar namun jika kau kurang beruntung paling tidak kau hanya akan mati saja," Max berkata dengan santai.

?!

Theo tertegun mendengar perkataan Max dan melihat wajah gurunya itu yang sedang tersenyum puas "Apa aku salah membuat keputusan?"

1
Ushio-chan
ahh max somplak 😂
SEORANG PENGAGUM DARI JAUH😆
semangat kak
Dzikir Ari
Lanjut
Dzikir Ari
Numpang mampir semoga Alurnya bagus
Watashi: Silahkan, semoga saja suka yaa🤗
total 1 replies
グルシャ
Up lgi thor
Nori^
sungguh enak dibaca
Erarefo Alfin Artharizki
rapih banget tulisannya. ajari aku yaa
Watashi: waah aku juga masih tahap belajar kak, yuk belajar bareng!
total 1 replies
Erarefo Alfin Artharizki
lanjutkan
Bagus weh, tulisannya rapi dan enak di baca dan di mengerti.

semangat Thor. aku tunggu update lanjutan
Danda Saputra: bnerr bngt
total 2 replies
RyuCandra7
Reverse Isekai yah? Menarik!
RyuCandra7
bisa-bisanya kabur dari kerjaan
PORREN46R
Bagus ceritanya semangat terus ya author. uda mampir ya
PORREN46R: Sama sama
total 2 replies
グルシャ
Lanjut Thor ✨✨
Alcatraz
mantap lanjutkan Thorrr upnya
Ardima El_cayy
mantaap thooor lanjuut
グルシャ
Hahaha 😂😂😂
Buang Sengketa
dewa nya maha kuasa tapi gak tau portal dunia lain..butuh banyak perbaikan serius ini cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!