Dua Remaja yang sama sekali tidak saling mengenal, yang harus di nikahkan secara paksa oleh kedua orang tua nya.
Kedua orang tua mereka menikahkan mereka berdua akibat perjanjian yang telah di sepakati orang tua mereka dulu.
Apakah mereka akan menerimanya? dan bagaimanakah takdir kisah mereka selanjutnya?
Ikuti terus takdir kisah mereka di dalam cerita ini.
Happy Reading❤️🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cillato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awas Lo Ya!
Lea yang melihat Leon menundukan wajah nya pun langsung melangkahkan kaki nya pelan pelan tanpa menimbulkan suara.
Wanita itu mengendap ngendap pergi menjauhi Leon yang masih menundukan kepala nya dengan mata terpejam.
Setelah di rasa posisi nya sudah sedikit menjauh, Lea langsung tertawa melihat ke arah Leon yabg masih berada pada posisi yang sama.
Lea pun langsung melangkahkan kaki nya menuju ke lantai bawah, dia berencana akan membersihkan diri nya di kamar mandi di lantai bawah saja. Wanita itu masih kesal dan malas jika harus berhadapan dengan Leon saat ini.
Leon yang tak mendengar suara apapun dari Lea, sontak mendongakkan kepala nya dan membuka mata nya yang sedari tadi terpejam.
Betapa terkejut nya, dia tak melihat adanya Lea yang tadi berdiri di hadapan nya.
"Arrgg sialan, emang dasar cewek resek". Gerutu Leon mengepalkan tangan nya dan meninju ke udara.
Lelaki itu kesal, dia sudah serius meminta maaf pada Lea karena ia merasa sangat bersalah padanya.
Leon menyesal telah meminta maaf kepada Lea, dia merutuki dirinya sendiri dengan bodoh nya percaya dengan wanita itu.
Leon pun melangkahkan kaki nya menuju ke lantai bawah, dan bisa di lihat nya dari arah tangga jika Lea baru saja ikut bergabung dengan Mama dan Papa nya untuk makan malam.
Seketika perasaan kesal kembali muncul saat melihat wanita itu, dia berjalan menuruni tangga dengan menatap tajam ke arah Lea.
Lea yang mendengarkan langkah kaki mendekat pun sontak menolehkan wajah ke arah suara itu, dan bisa di lihat jika tatapan tajam Leon menuju ke arah nya.
Lea sendiri yang melihat tatapan itu merasa santai saja, dia bodo amat bahkan wanita itu diam diam mengulum senyumnya tipis agar tidak terlihat oleh siapapun.
"Leon sini sayang makan dulu". ujar Mama Intan terhadap putra semata wayang nya
Leon pun melangkahkan kakinya, dan duduk di kursi yang biasa ia tempati. Persisnya berada di samping kursi yang Lea duduki.
Mereka berempat makan malam dengan nikmat, tidak ada suara yang terdengar. Hanya dentingan sendok dan piring yang mengisi keheningan di meja makan tersebut.
Selesai makan malam, Lea berpamitan dan pergi ke arah kamar nya, dan tidak lama kemudian Leon pun menyusul wanita itu untuk pergi ke kamar nya.
Braakk..
Suara Pintu tertutup dengan keras, membuat orang yang berada didalam kamar itu terlonjak kaget mendengar nya.
Leon melangkahkan kaki nya mendekati Lea yang sedang terduduk di meja belajar, wanita itu melihat ke arah Leon yang melototkan mata nya dengan menatap tajam ke arah nya.
Tiba tiba Lea merasa bergidik ngeri melihat ekspresi yang di tunjukan oleh Leon.
Leon pun yang melihat ekspresi ketakutan yang di tunjukkan oleh Lea, dia tersenyum sinis dan terus berjalan secara perlahan mendekat ke arah Lea berada.
Semakin lama semakin mendekat, hingga wajah keduanya terasa sangat dekat. mungkin hanya berjarak beberapa centi saja, hingga sangat jelas terasa sapuan nafas Leon di kulit wajah Lea.
Lea yang melihat wajah mereka berdekatan pun langsung memejamkan mata nya, dia takut jika Leon akan bertindak macam macam terhadap nya.
"Lo jangan macam macam sama gue, habis lo di tangan gue". Ancam Leon
Leon pun langsung menjauhkan diri nya dan melangkahkan kaki nya menuju ke arah sofa, untuk sementara waktu dia akan memberikan tempat tidur nya untuk wanita yang paling di benci nya.
Leon pun memejamkan mata nya dengan posisi membelakangi wanita itu.
Lea langsung membuka mata nya saat dirasa mendengar langkah kaki Leon menjauh dari tubuh nya.
Lea bernafas dengan sangat lega, berulang kali ia berusaha mengatur deru nafas nya. Wanita itu nampak cemas ketika melihat ekspresi menakutkan yang Leon tunjukkan, dan Lea pun berfikir tentang ancaman yang di berikan oleh Leon.
Tapi dia tidak akan lemah, dia akan semakin semangat bertingkah aneh dan terlihat sangat memuakkan di hadapan Leon.
Agar lelaki itu cepat cepat menceraikan nya, Lea sudah bertekad untuk melakukan hal itu.
Akhir nya Lea memutuskan untuk pergi tidur saja, wanita itu beranjak dari duduk nya dan merebahkan dirinya di atas ranjang empuk milik Leon.
Pagi pun tiba, Sang fajar telah memancarkan cahaya nya. Membuat kedua manusia yang berada di dalam kamar saling terbangun, namun tidak ada percakapan yang terjadi di dalam nya.
Seperti biasa Lea akan masuk terlebih dahulu ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya, setelah selesai dan berpakain di dalam kamar mandi. Wanita itu pun keluar dengan menggunakan baju seragam nya, dan terlihat jauh lebih segar dari sebelum nya.
Leon masih berdiam diri di atas sofa, seperti biasa nya dia akan mengumpulkan niat terlebih dulu untuk membersihkan tubuh nya. Jika sudah terkumpul dengan sendiri nya, dia akan berjalan ke arah kamar mandi.
Lea yang sudah selesai dan rapi itu pun langsung berjalan melewati Leon yang masih terduduk di sofa dengan mata terpejam.
Lea nampak sekilas melirik ke arah Leon, sejujur nya sebagai seorang wanita dia sendiri tertegun dengan ketampanan yang di miliki oleh lelaki itu.
Namun karena sikap dan perilaku Leon yang menyebalkan, segera di tepis rasa kagum pada nya. Lea sudah berada di ambang pintu, dia melirik sedikit ke arah kamar sambil tersenyum jahil sebab dia menaruh banyak kecoa mainan di kamar mandi.
Leon bangkit dan langsung menuju ke arah kamar mandi.
Lea menghitung mundur "Satu.. Dua.. Tiga".
"Aaaaaaaaaaa". Teriak Leon dari dalam kamar mandi
Lea yang mendengar suara teriakan Leon langsung tertawa dengan keras, wanita itu sampai memegangi perut nya.
Lea meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ke lantai bawah untuk sarapan bersama. Lea tersenyum ceria seperti biasanya, membuat siapapun yang melihat nya akan ikut menjadi senang terkecuali Leon.
"Lea, sini sayang kita sarapan dulu. Loh mana Leon?". sapa Mama Indah sambil bertanya
"Hemm kak Leon masih bersiap siap di dalam kamar Ma". Jawab Lea dengan tersenyum
"Ya udah sini".
"Baik Ma". Jawab Lea yang langsung duduk di kursi nya, dan melihat ke arah Mama Indah
"Gimana nak sekolah kamu lancar?". Tanya Papa Herman kepada Lea
"Lancar Pa, semua temen temen Lea baik".
"Bagus, apa Leon mengganggu kamu di sekolah nak".
"Tidak Pa, Kak Leon tidak pernah menggangguku. Dia sangat baik dan perhatian terhadapku". Jawab Lea dengan seulas senyum yang terbit di wajah nya, Lea bersandiwara saja seolah olah Leon sangat baik terhadap nya. Padahal sikap Lelaki itu sangat menyebalkan.
"Leaa, Awas Lo ya!". Teriak Leon
Semua yang berada di meja makan langsung menatap ke arah Leon yang sedang berdiri memakai handuk saja saat keluar dari kamar, lelaki itu menatap tajam dan berjalan mendekat ke arah Lea berada.