Bukan salahmu karena kamu lahir dari seorang wanita yang belum menikah.
Tapi takdir begitu kejam. Hanya karena tidak punya Ayah, hampir semua orang mencemoohnya.
Saat mengetahui dia lahir dari pemerkosaan, Syahida bertekad untuk mencari keadilan buat ibunya yang selama ini telah berjuang sendiri merawat dan membesarkan dirinya..
Bisakah Syahida membuktikan kalau ibunya wanita baik-baik yang tidak mendapatkan keadilan
Dan bagaimana pula perjalanan cintanya?..
Yuuuk ikuti kisahnya di novel ini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Syahida dan Fa'az tampil di tengah umum tidak malu-malu lagi. Di manapun Syahida dengan mudahnya menggelayut di badan Fa'az. Ikatan keduanya semakjn erat.
Sebulan menginap di rumah orang tuanya, akhirnya Kinar kembali ke kediamannya. Entah kenapa rumah itu terasa hangat bagi Kinar. Padahal tidak ada yang berubah di rumah itu.
"Ibu, sebentar lagi kita akan ke desa, ibu mau ikut sama kami?" Tanya Fa'az.
Kinar mengangguk dan tersenyum.
Syahida dan Fa'az langsung memeluk Kinar.
"Terimakasih bu, aku merasa punya ibu jika ibu mau ikut kami," seru Fa'az.
"Terimakasih juga sayang, kamu mencintai ibuku," ringis Syahida.
Persiapan pindah ke desa mulai mereka persiapkan. Fa'az sudah berhenti bekerja dan mulai menjual asetnya yang ada di kota itu untuk modal usaha ke desa.
***
Sebulan ini Kevin mabuk berat, dia tidak keluar dari apartemennya, dia betah mengurung diri dengan barisan botol minuman. Zein hanya menuruti keinginanan Kevin, agar laki-laki itu tidak mengamuk.
Kevin sangat sakit hati, ternyata Fa'az mampu memenjarakan Gurazi.
****
Sore hari Fa'az pulang dengan wajah cemas. Dia langsung masuk kedalam rumah dan mencari Syahida.
"Syahida … tolong aku," ringis Fa'az.
"Ada apa sayang?" Syahida panik melihat expresi wajah Fa'az.
"Sebelum kita pergi, bisakah kamu membantu aku menolong panti asuhan yang selama ini menaungi aku," ringis Fa'az.
"Apa itu?"
"Yang mewakili lomba pentas menyanyi perwakilan panti, penyanyinya mengundurkan diri karena tawaran pihak lain, Sya, aku mohon kamu ya yang mewakili panti kami," pinta Fa'az.
"Tapi suaraku …"
"Gak perlu menang Sya, tapi setidaknya panti kami tidak mundur hanya karena tidak punya perwakilan,"
"Kamu bahagia jika aku mau mewakili panti kamu?"
"Sangat!!!"
"Baiklah, kapan acaranya?"
"Besok malam," seru Fa'az.
Mendengar Syahida setuju, Fa'az kembali lagi ke panti asuhan. Memberi kabar kalau istrinya setuju mewakili panti tersebut. Sang pemilik panti segera menulis nama Syahida sebagai perwakilan dari mereka.
******
Zein sedang memeriksa beberpa berkas.
"Nyonya, bisa saya izin?"
"Izin kemana?" Tanya Gita.
Zein memperlihatkan nama Syahida yang ada dalam peserta lomba.
"Dia wanita itu?" Tanya Gita.
"Hanya wanita ini yang membuat Kevin semangat,"
"Pergilah temui Kevin, aku pastikan aku juga akan hadir di tempat itu, jangan khawatir, aku akan membantu Kevin mendapatkan cintanya," seru Gita.
Zein langsung pergi dari kantor dan tancap gas menuju apartemen Kevin. Karena hanya Syahida yang membuat Kevin semangat.
Setelah berhasil membuka pintu apartemen Kevin, Zein langsung masuk. "Bos, apakah bos ingin melihat Syahida menyanyi lagi?" Tanya Kevin sambil mengatur nafasnya.
"Apa maksud kamu?" Tanya Kevin ngelantur.
"Kalau bos ingin melihat Syahida menyanyi, malam ini di acara amal yang di adakan oleh kantor, ayolah bos, segarkan diri anda, apa anda yakin Syahida tergoda jika penampilan anda kacau seperti ini," seru Zein.
Dengan langlah kaki sempoyongan Kevin merebut kertas yang dipegang Zein. Senyum merekah di wajah Kevin melihat nama Syahida.
"Ayo bantu aku ke salon, aku ingin Syahida melihat betapa mempesonanya diriku," seru Kevin.
Dengan semangat Zein membantu Kevin berjalan menuju mobilnya dan segera tancap gas menuju salon dan tempat pijat.
Keadaan Kevin mulai membaik, pengaruh alkohol mulai berkurang berkat pelayanan salon tersebut. Mereka memberi Kevin ramuan agar Kevin cepat segar kembali.
Zein tidak mau kalah, dia juga ikut pijat bersama Kevin. Rasanya semua urat sarafnya tabrakan memikirkan Kevin. Saatnya dia merelax semua urat sarafnya.