NovelToon NovelToon
Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Menikahi Tuan Muda Psikopat Musuh Keluargaku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Pernikahan Kilat / Menikah dengan Musuhku / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:31.7k
Nilai: 5
Nama Author: Za L Lucifer

Alena Smith terpaksa menikah dengan Sean Xavier Dirgantara yang hampir membunuh Kakaknya Alexander Smith, karena kesalahan.

Alena tentu saja tidak berani memberitahukan Pernikahan ini pada Kakaknya, Alex dan Ayahnya, Antony Callisto.

Mereka berdua jelas tidak menyukai Pernikahan itu, karena mereka juga tidak bisa langsung bercerai, jadi keduanya memutuskan untuk menyembunyikan Pernikahan mereka. Alena sangat benci pada Sean, Tuan Muda gila yang tidak memiliki hati, seorang psikopat menurutnya.

Sampai, suatu hari mulai muncul misteri Pria misterius bernama Xavier yang dulu pernah dekat dengan Alena, siapakah dia sebenarnya?

Hal-hal itu juga membuat hubungan Sean dan Alena menjadi rumit.

Rahasia Masalalu Sean mulai terungkap, membuat Alena syok.

Apakah cinta akan tumbuh antara keduanya?

Atau mereka akan bercerai karena Keluarga mereka yang bermusuhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13: Provokasi

Ekpersi Alena ketika melihat Sean sedang bersama dengan seorang gadis, jelas merasa sangat buruk dan tidak nyaman.

Ini bukan perasaan cemburu atau apa ini hanya sebuah perasaan kesal.

Ya, dirinya kesal tentang bagaimana sebelumnya pemuda itu sempat untuk memperingatkan dirinya agar tidak dekat dengan pria manapun.

Namun lihatlah sendiri Sekarang malah pemuda itu yang bersama dengan gadis lainnya.

Terlebih hubungan antara mereka berdua adalah tunangan.

Ini jelas lebih serius daripada yang dirinya kira.

Pemuda itu bisa bebas bermain-main dengan gadis manapun bahkan dengan tunangannya namun Kenapa dirinya harus dibatasi?

Semakin Alena memikirkannya dirinya menjadi semakin kesal.

Sean itu memang sangat tidak masuk akal.

"Segera jalan saja, Pak," kata Alena kepada sopirnya.

Dan segera mobil itu pergi dari sana, Alena memutuskan untuk tidak lagi memikirkan kata-kata dari pria itu karena tidak ada gunanya juga.

####

Di sisi lainnya, Sean yang saat ini bersama Neila itu mencoba untuk tetap tersenyum.

Ketika dirinya memasuki kafe itu entah kenapa dirinya merasa familiar, seolah dirinya pernah datang ke sini hari ini.

Ya, saat ini pikiran Sean masih tenggelam soal hal-hal aneh yang belakangan terjadi padanya.

Lupakan soal bagaimana jadwal kuliahnya berubah tiba-tiba.

Hari ini ketika dirinya tersadar, dirinya ada di dalam sebuah taksi untuk menuju ke arah apartemen miliknya.

Kurang lebih 1 jam berlalu sejak dirinya tidak mengingat apapun.

Juga pakaian yang dirinya pakai tidak seperti pakaian yang biasa dirinya pakai.

Dirinya kurang lebih bisa memikirkan soal apa yang sebenarnya terjadi, hal-hal ini benar-benar sangat mengganggunya.

Lalu, sebuah gelang yang dirinya kira hilang tiba-tiba ada lagi di pergelangan tangannya secara misterius.

"Sean? Ada apa denganmu?" tanya Neila yang saat ini berada di depan Sean, merasa heran kenapa tiba-tiba pemuda itu terlihat melamun dari tadi.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya memikirkan kenapa kamu tiba-tiba pulang ke sini?"

"Apa? Kenapa kamu malah terlihat tidak suka? Apakah Ayahmu belum bilang padamu? Jika sebentar lagi pesta peresmian pertunangan kita akan segera dilangsungkan,"

Sean yang mendengar itu segera merasa cukup kaget,

"Apa tidakkah ini terlalu buru-buru?"

Neila yang mendengar itu hanya segera menunjukkan respon cemberut dan berkata,

"Kenapa apakah kamu tidak suka jika kita bertunangan dengan cepat? Atau apakah kamu masih ingin bermain-main dengan gadis-gadis di luar sana dan tidak ingin bertunangan denganku?"

"Bukan seperti itu hanya saja aku merasa ini cukup buru-buru, kamu bahkan belum 20 tahun, aku hanya merasa tiba-tiba bertunangan dengan anak di bawah umur,"

"Astaga, tidakkah itu hanya sebuah alasan? Aku sebentar lagi juga sudah 20 tahun, nanti di pesta ulang tahunku kita akan bertunangan, tidakkah itu sebentar lagi?"

Sean yang mendengar itu segera menatap ke arah ponselnya mengecek soal tanggal, memang benar jika sekitar 2 minggu lagi adalah ulang tahun dari gadis yang ada di depannya ini.

"Namun apakah tidak apa-apa untuk kuliahmu di luar negeri jadi tertunda seperti ini?"

"Tertunda apa? Sebenarnya aku datang ke sini tidak hanya itu, aku baru saja mengikuti kegiatan tukar pelajar, jadi aku sementara ini akan kuliah di kampus sebelah, sebenarnya aku sangat ingin bisa satu kampus denganmu, sayang sekali kamu ini tidak menerima program tukar pelajar,"

"Jadi kamu akan di sini,"

Nelia yang melihat ekspresi datar dari pemuda yang ada di depannya itu jelas merasa sedikit marah,

"Tidakkah kamu seharusnya menunjukkan ekspresi bahagia atau sesuatu? Kamu tidak senang calon tunanganmu ini akan berada di kota yang sama denganmu?"

"Astaga bukan seperti itu,"

"Kamu itu selalu paling bisa membuat alasan di depanku, jadi soal pesta pertunangan kita kamu tidak masalah kan?"

"Apakah keluarga kita sudah membicarakan soal ini?"

"Astaga dari yang aku lihat kamu sepertinya tidak menyukai pertunangan kita akan segera dilangsungkan," kata Neila dengan nada kecewa.

Sean sendiri, tidak tahu harus memiliki ekspresi apa untuk membalas gadis yang ada di depan itu.

Hubungan antara mereka berdua cukup rumit karena mereka juga kebetulan sudah kenal cukup lama, itu juga karena kedua ayah mereka berdua cukup dekat, begitulah perjodohan ini dimulai.

"Kamu terlalu banyak berpikir, aku hanya memikirkan bahwa saat ini kita masih mahasiswa tidak terlalu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi?"

"Astaga, Sean ini tidak seperti kita berdua segera menikah, ini hanya sebuah pertunangan, agar keluarga kita masing-masing merasa cukup tentang dengan hubungan kita,"

Sean yang mendengar itu segera tenggelam dalam pikirannya, karena apa yang dikatakan oleh gadis yang ada di depannya ini tidaklah salah.

"Baiklah aku pikir kamu benar,"

"Bagus kalau begitu, Mari setelah ini kita pergi ke toko perhiasan untuk mencari cincin pertunangan kita,"

"Baiklah aku akan mencoba mengecek jadwalku,"

"Benar juga sejak kamu kembali ke kampus kamu menjadi cukup sibuk bukan? Setelah semua kamu baru saja cuti selama satu semester,"

"Tidak masalah sama sekali, aku bisa mengatasi ini pula, untuk meneruskan pekerjaanku di perusahaan juga untuk mengurus kuliahku,"

"Tapi sebenarnya kamu cukup hebat padahal kita seumuran namun kamu sudah lompat kelas sejak lama,"

Dua orang itu terlihat berbicara sangat akrab satu sama lainnya, namun Sean memang lebih banyak diam dan hanya mendengarkan ucapan gadis yang ada di depannya.

####

Hari segera berlalu, kali ini Alena merasa cukup lega dengan kelas pagi itu, karena setidaknya di kelas ini dirinya tidak akan bertemu dengan Sean yang menyebalkan itu.

Namun ketika Alena memasuki kelas itu dirinya cukup terkejut melihat sosok yang familiar.

Itu adalah adik tingkatnya Vano, dia seharusnya baru semester 4 namun kenapa dia sudah mengambil mata kuliah semester 6?

Memang di mataku dia ini tidak memiliki syarat khusus terjadi terkadang beberapa mahasiswa semester bawah akan mengambilnya jika memiliki sisa kelas yang belum diambil.

Sangat wajar juga jika kelas ini penuh, bahkan sebelum pendaftaran kelas berakhir banyak orang yang sudah mendaftar sehingga kelas ini penuh lebih cepat.

Vano segera melambaikan tangannya kepada Alena, Alena pun segera menghampiri pemuda itu dan duduk di sana, ngomong-ngomong beberapa teman-temannya juga tidak mendapatkan kebahagiaan kelas ini karena sudah penuh, mereka memasuki kelas sebelah, mungkin kelas yang sama dengan Sean.

"Aku terkejut melihat kamu ada di sini" kata Alena setelah dirinya duduk di samping pemuda itu.

"Aku cukup beruntung bisa masuk ke kelas ini lebih cepat mengingat bahwa kelas ini memiliki banyak peminat sehingga sering penuh, apalagi dosen mata kuliah ini cukup baik, banyak orang dia menghindari kelas sebelah pula,"

"Oh jadi kamu juga sudah dengar gosipnya soal dosen kelas sebelah yang killer itu? Teman-temanku juga cukup sial untuk hanya mendapatkan kelas di sebelah,"

"Memang harus lebih cepat untuk bisa mendaftar kelas ini,"

Dua orang itu terlihat sangat akrab saat berbicara satu sama lain bahkan ketika kelas itu sudah dimulai.

Alena sendiri merasa nyaman bisa berbicara dengan juniornya itu, setidaknya dirinya bisa berharap jika mata kuliah ini bisa dirinya ambil dengan tenang tanpa melihat atau berdebat dengan wajah yang menyebalkan.

Apalagi nanti siang masih ada kelas yang sama dengan orang itu.

"Kak Alena bagaimana jika kita nanti siang makan siang bersama?"

"Tentu saja boleh, kebetulan teman-temanku juga tidak ke kampus pagi ini jadi kukira aku akan makan siang sendirian nanti di kantin, akan lebih nyaman memang jika makan bersama-sama, namun apakah kamu tidak makan bersama teman-temanmu yang lain?"

"Teman-temanku juga tidak ke kampus pagi ini,"

Setelah kesepakatan itu akhirnya mereka berdua memutuskan untuk segera pergi ke kantin bersama setelah kelas berakhir.

Ketika Alena dan Vano tiba di kantin kampus, mereka kebetulan bertemu dengan rombongan Sean yang lewat.

Tatapan Sean dan Alena bertemu satu sama lain menunjukkan kebencian.

Terutama Sean, merasa bahwa gadis itu sedang memprovokasi dirinya dengan cara pergi berdua dengan pria lain semacam itu, benar-benar tidak memperdulikan apa yang dirinya katakan sebelumnya.

1
Tika Naya
alter ego kan
Deww_17
penasaran banget endingnya:(
Antie Parwanti
baca yg ini lngsng syedihhh torrr..😢😢😢
Apriliyani Astuti
sedih sekali baca episode yang ini tuh Thor kasihan sekali nasib kehidupan nya Sean dan Xavier.
Putri Utari
good
Dwi Winarni
seru bngt ceritanya tidak terlalu panjang dan berakhir dengan happy ending
Dwi Winarni
turut bahagia dngn kebahagiaan mu sean
Dwi Winarni
sabar Sean pasti dpt restu udah diatur sama authornya kok
Dwi Winarni
hatiku sakit Sean mendengar keputusan mu
Dwi Winarni
aku lebih kasihan dngn nasib sean
Dwi Winarni
ayo. Sean ulangi LG GK adil jangan mau diperdaya sama mereka
Za_L_Writer (IG): Sip, 😉 Makasih atas dukungannya 😆😆😆
seneng deh kalau ada yg suka cerita ini 😆
total 5 replies
Dwi Winarni
gmna ya sadar nya besuk KL mereka orang yang sama
Dwi Winarni
aku sudah g sabar lihat mereka saling jatuh cinta
Dwi Winarni
apakah yg melukai Alex adalah avair atau sean
Dwi Winarni
kasian banget hidup Sean ternyata
Dwi Winarni
kok lama bngt adegan mesranya
Dwi Winarni
penasaran gimana y besuk KL sudah saling jatuh cinta
Dwi Winarni
berjodoh itu namanya
Dwi Winarni
awas bentar LG JD cinta loh
Dwi Winarni
bagus bikin penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!