Tak pernah terbersit di benak Yuda Anggara bahwa sang istri Intan Nawangsari, wanita yang sudah lama mengarungi bahtera rumah tangga bersamanya, memintanya menikah lagi.
Jika para pria akan bahagia, tapi tidak dengan Yuda, justru dia menolak dengan tegas permintaan sang istri.
"Jangan gila, Intan! Sampai kapanpun aku tidak akan menikah lagi! Aku sangat mencintaimu, Intan! Apa kau tidak mencintaiku lagi?!" Yuda menatap lekat Intan, mencari jawaban atas keresahan hatinya.
Intan hanya diam, menatap balik Yuda dengan mata berkaca-kaca.
Namun lambat laun, setelah di bujuk rayu, akhirnya Yuda terpaksa mengiyakan permintaan Intan. Menikahi Sinta Kumala, anak pak Kades dari sebelah desa, wanita muda yang dipilih langsung oleh istrinya.
Tanpa Yuda ketahui, Intan menyimpan sebuah rahasia besar yang membuat dirinya rela berbagi suami bersama wanita lain.
Penasaran? Ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dirty Mind
Yuda dan Intan seperti orang yang sedang tertangkap basah padahal nyatanya mereka adalah pasangan suami istri namun mengapa suasana begitu canggung saat ini. Apalagi melihat Sinta berlari kecil menghampiri mereka.
Kedua mata Sinta berkilat menyala. "Mas, kau berbohong padaku! Katanya kau mau bertemu kolega bisnismu di sini, tapi mengapa kau malah bertemu Intan!" murkanya.
Yuda melebarkan mata, melihat sikap Sinta yang berani meninggi suara dihadapannya. "Memangnya kenapa kalau aku bertemu Intan?! Berani sekali kau melawanku Sinta! Bagaimana aku bisa jatuh cinta padamu, kalau sikap kau seperti ini?!" serunya membuat Sinta mengubah ekspresi wajahnya langsung.
"Maaf Mas, aku tak bermaksud, tapi kan kita sedang berbulan madu, Mas. Mengapa kau malah berduaan dengan Intan dan memilih meninggalkan ku sendirian di kapal pesiar tadi?"
"Suka-suka aku, Sinta. Intan juga istriku!" Yuda mendengus.
"Mas, Sinta, sudah kalian jangan bertengkar, maafkan aku Sinta, Mbak juga tak tahu mengapa Mas Yuda ada di sini." Intan melerai perdebatan di antara suami dan madunya itu.
Sinta berdecih sejenak. "Cih, ini semua gara-gara Mbak! Aku tak percaya, pasti Mbak yang menyuruh Yuda datang kemari!" Tunjuknya tepat di wajah Intan.
"Sinta, sopanlah pada Intan!" Yuda menyentak kasar tangan Sinta seketika. "Kau membuatku pusing, sudahlah! Aku mau pergi!" Tanpa sadar Yuda menarik tangan Intan dan melenggang pergi. Meninggalkan Sinta mencak-mencak sendiri, memanggil-manggil namanya.
*
*
Sinta mondar-mandir di dalam kamar, menunggu kedatangan Yuda yang tak tahu entah kemana. Dia kalang kabut sendiri dan berharap rencananya malam ini akan berhasil.
Sembari menunggu, Sinta memilih gaun-gaun tipis yang akan dia pakai untuk menggoda Yuda malam ini.
Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Sinta menjatuhkan pilihannya pada pakaian malam berwarna merah maroon. Secepat kilat ia memakai gaun malam tersebut kemudian menyemprot parfum di sekujur tubuhnya.
Ceklek!
Bunyi pintu terbuka membuat Sinta nampak salah tingkah. Dia pun langsung memutar tubuhnya.
"Mas."
Mata Yuda terbelalak, melihat pakaian Sinta tembus pandang, memperlihatkan tubuhnya yang sintal. Bukannya tergoda, dia malah menatap jijik Sinta, menganggap istri mudanya tak lebih seperti seorang pel@cur. Walaupun Yuda pernah melihat Intan memakai pakaian seperti Sinta tapi aura keduanya teramat berbeda. Entahlah.. Mungkin karena Sinta berjalan berlengak-lengok mendekatinya sekarang.
"Maaf Mas, tadi aku membentakmu," ucap Sinta sambil menyentuh dada Yuda.
Yuda hanya diam, tak menanggapi perkataan Sinta.
"Mas, apa kau lupa tujuan kita ke sini apa?" Sinta mulai membuka kancing kemeja Yuda. "Bagaimana kalau kita, awh!"
Sinta mengaduh kesakitan kala Yuda mendorongnya hingga terjatuh ke atas lantai.
"Mas, kenapa kau kasar padaku?" tanya Sinta.
Bukannya menyahut, Yuda malah menyeret paksa Sinta menuju tempat tidur kemudian merobek paksa gaun malamnya. Dan mengabaikan suara teriakan Sinta sekarang.
"Mas! Hentikan! Apa salahku Mas?! Bukan begini maksudku!" Kedua mata Sinta mulai berkaca-kaca.
"Lalu kau mau apa ha!? Mau aku memperlakukanmu dengan lembut? Sama seperti Intan, begitu maksudmu?"
Sinta mengangguk cepat sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Cih! Jangan berharap Sinta! Sampai kapanpun perlakuanku padamu tidak akan sama seperti Intan. Kau dan dia bagaikan langit bumi! Sikapmu membuatku muak!"
Sinta semakin menangis kuat, mendengar cercaan suaminya. Apalagi melihat pancaran mata Yuda sangat menyeramkan sekarang.
"Kau ingin mempunyai anak dari ku kan? Tenanglah, aku akan mengabulkan permintaanmu sekarang!"
Yuda langsung mengungkung tubuh Sinta kemudian melakukan penyatuannya tanpa pemanasan sama sekali.
Di kamar itu, Yuda melampiaskan semua kemarahannya tanpa memikirkan suara tangisan Sinta yang terdengar pilu.
Mas Yuda, aku sangat mencintaimu, mengapa kau tak bisa membuka hatimu untuk ku, apa aku harus menyingkirkan Intan agar kau bisa mencintaiku.
hanyut bacanya walau kisah singkat.
ceritanya bagus, tp buat yg ga kuat jangan coba2
walaupun talak sdh diikralkan tetapi cinta keduanya tdk akan hilang hingga dibawa mati