NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:106.4k
Nilai: 5
Nama Author: F@ridah

{Balas Dendam Anak Kedua}

- Karya Asli Author F@ridah
(Ratu Phoenix🍁)

Cerita ini mengisahkan nasib malang yang menimpa seorang wanita muda umur 23 tahun, yang dimana ia telah dikhianati oleh tunangannya sendiri dan ibu tiri nya.

Tunangannya tersebut berselingkuh dengan saudara tirinya di hari menjelang pernikahan mereka yang akan diadakan 3 hari lagi, namun sebelum acara resepsi itu tunangannya malah tidur dengan saudara tiri wanita itu.

Belum selesai penderitaan dan rasa sakit yang ia rasakan, wanita muda itu kembali ditindas oleh ibu tirinya sendiri hingga ia dibuang kesebuah perkampungan yang kumuh. Wanita itu dibiarkan kelaparan dan diracuni oleh ibu tiri hingga merenggut nyawanya, namun setelah ia dinyatakan meninggal tiba-tiba jiwa nya kembali ke masa lalu yang kala itu umur nya baru 20 tahun.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mari kita baca bersama dan jangan lupa kasih Like, Vote serta Subscribe🤗🤗

Thank You😍

Coming Soon!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F@ridah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Mikka tersenyum smirk dengan ciri khas seorang psikopat, dia menatap Alea dingin seakan-akan ingin menerkam wanita itu.

"Sudah lama aku menunggu waktu seperti ini.." ucap Mikka seraya mengeluarkan sebuah belati lipat dari dalam saku baju nya, Mamah tercengang saat melihat anak gadis nya menjadi orang yang berbahaya.

"Mi-mikka kenapa kau membawa benda seperti itu?" tanya mamah gugup takut Mikka berbuat nekad

"Maafkan aku mah, aku tidak ingin terjadi hal buruk lagi.." sahut Mikka pelan tanpa penjelasan yang detail membuat mamah masih bingung dan merasa tidak percaya.

Mikka membayangkan bagaimana sulit nya dirinya bertahan hidup ketika mamah sudah tidak ada, ketika orang yang peduli terhadap dirinya telah meninggal. Rasa sakit itu yang membuat Mikka kembali terlahir kuat dan tidak gampang di bodohi lagi, pengalaman itu telah menjadi mimpi buruk bagi Mikka dan itu tidak akan pernah Mikka biarkan terjadi lagi.

Tiga orang anak buah Pak Jonatan tadi masih merasa kesakitan karna di hajar oleh Mikka,

"Apa gadis itu seorang atlet?" pikir Jonatan karna gerakan bela diri Mikka begitu kuat dan gesit.

Lampu yang masih dalam keadaan mati namun cahaya nya masih remang-remang tidak terlalu gelap, namun karna kilatan cahaya belati yang Mikka pegang memberikan sedikit efek cahaya dan menunjukan jika belati itu asli juga sangat tajam.

Kemudian Mikka langsung menghantam Robert dan mematahkan tangan nya hingga Robert hanya bisa berteriak tanpa bisa berkata-kata lagi.

"Akhhhhh bangs*t!!!" teriak Robert saat melihat tangannya menjadi gemulai karna telah patah, Mikka tersenyum sinis lalu berbalik arah dan menatap Alea dengan dingin.

Mikka maju beberapa langkah sambil tersenyum miring, Alea yang merasa terancam mundur beberapa langkah.

"Sial jika aku menelpon polisi maka aku akan tertangkap, tapi jika aku tidak meminta bantuan bisa-bisa aku mati!!" geram Alea dalam hati.

"Selamat datang di neraka nona Alea!" ancam Mikka seraya berlari menuju wanita itu dan menghunuskan belati nya tepat mengenai bahu kanan Alea.

'Srettt!!!'

"Akhhh" pekik Alea seraya memegang tangannya yang sudah terluka

"Ini untuk rasa sakit yang kau berikan kepada ibuku!" ucap Mikka

'Sretttt!'

Satu hunusan belati lagi mengenai wajah Alea membuat dia semakin menjerit karna kesakitan,

"Akhhhhh ampun Mikka!!" teriak Alea sambil menutup wajah nya yang terluka, Alea terjatuh dan terduduk di sudut dinding.

"Ini hanya permulaan Alea apa kau sudah ingin menyerah?" tanya Mikka datar

"Bukankah ini rencana mu dan ini yang kau inginkan?" tanya Mikka lagi dengan wajah datar nya yang dingin.

Tubuh Alea bergetar hebat karna ketakutan, tiba-tiba...

'Trankkkkk!'

Sebuah vas dilempar ke arah Mikka hingga mengenai punggung gadis itu,

"Bajingan kau Jonatan!!" teriak Malisha karna melihat Jonatan yang melempar vas itu kepada Mikka, Malisha langsung mendorong hingga Jonatan terjatuh.

"Pegang wanita tua ini!" perintah Jonatan kepada anak buah nya yang masih meringkuk kesakitan namun dengan cepat menghampiri Malisha dan memegang kedua tangan wanita itu.

Mikka yang menyadari jika ibu nya dalam bahaya langsung berlari menerjang Jonatan seraya menaruh belati itu ke leher nya,

"Sedikit saja kalian menyentuh ibu ku maka putus urat nadi bos mu ini!" ucap Mikka dingin hingga membuat ketiga anak buah Jonatan terdiam dan melepaskan Malisha perlahan.

'Brukk! Brukk!'

Malisha langsung menendang kemalu*an salah seorang anak buah Jonatan tadi,

"Akhhhhh" teriak nya kesakitan sambil memegang milik nya dan terduduk dengan wajah lemas.

Mikka tersenyum sinis melihat aksi ibu nya yang tidak terduga itu, kemudian berbalik menghadap Alea dan Robert yang juga meringkuk kesakitan.

Mikka tertawa lepas menatap musuh-musuh nya yang terlihat ketakutan, namun pandangan Mikka beralih ke arah ibunya.

Mata Malisha sedikit berkaca karna masih tidak mengerti apa yang terjadi pada anak nya, sedangkan Mikka menatap tepat ke dalam manik mata mamah nya itu membuat nya sedikit luluh.

Kemudian Mikka menangis, membuat mereka merasa heran.

"Apa dia sudah gila?" tanya salah satu anak buah Jonatan

"Tadi dia tertawa dan kini dia menangis?" gumam mereka pelan namun Mikka langsung menatap ke arah ketiga anak buah Jonatan itu.

"Kalian jika ingin hidup pergi dan diam saja! Jangan katakan apapun tentang hari ini!!" ketus Mikka kepada ketiga anak buah Jonatan itu.

"Ba-bagaimana dengan ku?" tanya Jonatan yang tampak ketakutan karna belati yang Mikka arahkan kepada dirinya sudah menyayat sedikit di leher pria itu.

"Stttttt aku masih belum selesai bermain" ucap Mikka tepat di daun telinga Jonatan membuat dia merinding.

"A-ampun Mikka aku tidak akan mengganggu kalian lagi..." ucap Jonatan seraya melemparkan map yang berisi kerangka fashion ibu.

"Hmmm padahal aku hanya ingin bermain kenapa kau sangat ketakutan?" tanya Mikka polos

"Mi-mikka sudah lah ayo kita pulang! Biarkan pihak yang berwajib menangani mereka.." ajak mamah karna melihat sikap Mikka yang sangat berbeda

"Baik mahhh tapi mamah telpon dulu polisi nya ke sini" ucap Mikka menurut tapi sebelum dia melepaskan mereka semua dia masih ingin menghajar Alea dan Robert.

"Ouh iya di sini tidak ada jaringan, Mikka sengaja memutus nya jadi mamah telpon nya di luar saja.." ucap Mikka lagi dan mamah langsung keluar lalu menelpon polisi.

Sedangkan Mikka sebelum ketiga nya di masukan ke dalam penjara, dia masih ingin membalas dendam sedikit. Iyaa hanya sedikit kok!

Setelah mamah keluar, Mikka tersenyum sinis.

"Hahh andai saja mamah ku tidak ada di sini mungkin kalian akan melihat seberapa berbahaya nya aku!" ucap Mikka datar lalu melepaskan Jonatan ke arah Alea dan Robert.

Sambil memainkan belatinya, Mikka tersenyum tipis menatap Alea dan menggambar bentuk tubuh Alea dengan pisau nya hingga membuat Alea bergidik ngeri dengan tatapan yang diberikan Mikka.

"Ternyata kau sangat cantik..." ucap Mikka

"Tapi sayang hati mu busuk!" sambung nya.

Tepat pukul setengah sepuluh malam polisi langsung mengamankan ketiga orang itu, salah satu polisi tercengang karna melihat ketiga pelaku meringkuk di sudut dinding. Mereka terlihat ketakutan,

"Apa yang terjadi?" tanya salah satu polisi tampan kepada Malisha

"Ada sedikit pertengkaran, makanya mereka begitu..." sahut Malisha asal

"Hmm baiklah bu, kami meminta informasi yang jelas di kantor polisi nanti agar kasus ini bisa kita angkat ke pengadilan." ucap nya namun mata polisi tampan itu terhenti ketika menatap Mikka yang sedari tadi duduk di kursi dengan wajah datar nya.

"Eh-hh" Malisha yang menyadari jika polisi itu tengah memperhatikan putrinya dengan cepat menjelaskan.

"Dia putriku pak.." ucap Malisha

"Ouhh.." sahut polisi itu singkat, untunglah Mikka sudah menyimpan pisau lipat nya di dalam baju sehingga polisi tidak terlalu curiga padanya.

"Jangan panggil saya pak, saya masih muda..." ucap polisi tampan itu lagi

"Hmm benarkah?" tanya Malisha seraya menatap polisi tampan yang memang terlihat masih muda

"Saya insfektur Alven..." ucap polisi tampan itu lagi

"Wahhh kau sangat muda tapi sudah mendapat pangkat insfektur" sahut Malisha tidak percaya membuat Alven sedikit tersipu agak malu-malu

"Berapa umur mu?" tanya Malisha sedikit antusias

"26 tahun.." sahut Alven singkat

"Hmmm anak ku baru 20 tahun, tapi kalian terlihat cocok dan serasi jika di satukan" sahut Malisha seraya tertawa kecil melihat menantu idamannya, Mikka yang menyadari itu sedikit ada rasa tidak suka dengan ucapan ibunya.

"Mahh ini sudah hampir tengah malam, suami mu akan marah jika kau pulang terlambat!" ketus Mikka dengan wajah datar nya seraya beranjak pergi meninggalkan mereka semua

"Tunggu sebentar!" perintah Alven kepada Mikka saat gadis itu berjalan melalui dirinya

"Kau juga akan di introgasi nanti" ucap Alven singkat ketika Mikka berada tepat di hadapannya, dengan wajah datar Mikka hanya mengangkat alis nya sedikit lalu mengangguk singkat.

"Eh-ehh" ucap Alven tanpa sadar karna respon yang Mikka berikan

"Jawaban macam apa itu..." guman nya pelan

'Wawawawahhhh'

Mikka menguap karna sudah sangat mengantuk, Malisha yang merasa tidak enak dengan tindakan putrinya itu hanya mengangguk sopan kepada para polisi dan insfektur Alven yang sedang bertugas.

"Kami akan pulang dulu, besok kami akan ke kantor kalian" ucap Malisha seraya membungkuk kan sedikit badan nya lalu di balas ramah oleh Alven dengan senyuman.

"Terima kasih atas bantuannya..." ucap Malisha lagi dan Alven hanya mengangguk ringan

"Istirahat lah dengan tenang nyonya..." ucap Alven

"Hehh! Kau pikir ibu ku ingin mati, istirahat dengan tenang cihh!!" gumam Mikka pelan namun masih terdengar oleh mamah dan Alven hingga membuat mamah agak salah tingkah dengan kelakuan putrinya itu.

"Hehehe maaf kami permisi dulu..." ucap Malisha lagi ramah untuk yang kesekian kali nya.

Ketika Malisha dan Mikka pergi dari sana, sorot mata Alven terus memantau gadis yang tengah di tuntun oleh ibunya itu.

Apa yang sedang di pikirkan oleh polisi muda itu? Hanya dia yang tahu!

...Next......

1
Bur Kiyah
lanjut lagi....
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Aquina
kemana2 kepergok org,mbok ya menyepi yg jauh gt
Queenby🌻
Duh Mikha teledor bgt hanya terpaku sama org sekitar aja bukannya cari tau lebih dalam
Queenby🌻
Pokoknya jgn lengah, masih ada anak alea sama rekannya yg jahat
Queenby🌻
Kok papanya mencurigakan bgt ya
Vhio
lanjut and semangat thor
Phoenix Emas🍁: Siap kka maaf yaa lambat up nya🙏😍😍😍
total 1 replies
Phoenix Emas🍁
Terima masih sdah mampir all😍😍📣
Jue
Baru tahu rasa tu Farah jahatnya mengalahkan setan , Padan muka Welson
Phoenix Emas🍁: Wkwkw😭😂
total 1 replies
Gritce Mariska Sanaka
up juga yg ditunggu2
Phoenix Emas🍁: Hehe mkasih kka udh stay😙😙😍😍😍
total 1 replies
Vhio
semangat thor
Phoenix Emas🍁: Siap kka😍😍😍📣
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
ku mmpir djlu
Phoenix Emas🍁: Terima kasih kka😍😍📣
total 1 replies
Vhio
lanjut and semangat thor
Phoenix Emas🍁: Siap mkasih kka😍😍😍
total 1 replies
Vinoya Chan
semangat update nyaa kak 💪😊
Phoenix Emas🍁: Siap kka😍😍😍
total 1 replies
Sweety
Lanjut thor
Phoenix Emas🍁: Iyh siap kka😍😍😍
total 1 replies
tuan angkasa
lanjut thor
Jue
Lantak nak jadi apa dengan Farah dan Cherry tetapi hanya jangan ganggu Mika ku dan rakan-rakannya
rara
Bagus thor bikin penasaran semangat yahhh
Phoenix Emas🍁: Mkasih kka😍😍📣
total 1 replies
Vhio
lanjut thor
Phoenix Emas🍁: Siap kka😍😍📣
total 1 replies
rara
aku mampir kak semangat
Phoenix Emas🍁: Iyh mkasih udh mampir kka😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!