NovelToon NovelToon
MAHAR 10 MILIAR

MAHAR 10 MILIAR

Status: tamat
Genre:Romansa / Pernikahan Kilat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:404.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nirwana Asri

Apa jadinya jika tiba-tiba seseorang mau membayar seluruh hutang yang kamu punya?

Cello Genandra Felix rela membayar lunas hutang gadis bernama Faraya Adisti sebanyak 10 Miliar. Cello berniat menjadikan uang itu sebagai mahar untuk menikahi gadis yang baru saja dia temui itu. Namun, Cello hanya menikahi Fara selama 100 hari sesuai surat perjanjian yang laki-laki itu buat.

"Menikah hanya sampai 100 hari? Anda waras? Setelah itu aku akan jadi janda?" Fara membuang kertas itu.

Apa sebenarnya tujuan Cello menikahi Fara? Akankah hubungan pernikahan mereka berlanjut atau hanya sampai 100 hari saja?


Hai ini novel baru aku tinggalkan jejak setelah membaca bantu subscribe dan vote ya

love u 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Jangan berharap lebih padaku," bisik Cello di telinga Fara. Tidak terjadi apapun setelah itu. Cello meninggalkan Fara begitu saja ke kamar mandi.

Fara meneteskan air mata ketika Cello tak menyentuhnya sama sekali. Padahal ini malam pertama mereka setelah resmi menjadi pasangan suami istri.

Sedangkan Cello dia membasuh mukanya dengan air untuk meredakan panas tubuhnya. Berdekatan seperti itu dengan Fara membuat tubuhnya memanas. Dia laki-laki normal. Tidak mungkin tidak tergoda dengan tubuh gadis secantik Fara. Terlebih dia adalah istri sahnya. "Aku bisa gila jika dia ada di dekatku," gumam Cello sambil bercermin.

Namun, Cello menahan diri agar dia tidak membuat kesalahan. Dia tidak mau rencananya gagal menceraikan Fara.

Setelah itu Cello keluar. Dia melirik istrinya yang tengah tertidur di bawah selimut. Cello naik perlahan ke tempat tidurnya. "Maaf," ucap Cello dengan lirih.

Fara dapat mendengar ucapan Cello karena dia belum tidur hanya pura-pura tidur. Fara menutup mulutnya agar Cello tidak mendengar dia menangis.

Malam ini keduanya tertidur di atas ranjang yang sama. Cello menutup matanya dengan lengan. Fara pun lambat laun memejamkan mata setelah lelah menangis.

Keesokan harinya Fara terbangun lebih dulu. Posisi mereka saling berhadapan. Fara tersenyum ketika melihat wajah suaminya pagi ini. Ingin sekali dia mencium Cello tapi dia takut suaminya akan marah. Akhirnya Fara memilih bangun dari pada dia tak tahan.

Fara keluar dari kamar dan menuju ke dapur. "Pagi, Bi," sapa Fara pada asisten rumah tangga di rumah Cello yang sedang memasak.

"Pagi, Non."

"Mau nyiapin sarapan ya? Saya bantuin ya," kata Fara dengan ramah.

"Tidak usah, Non. Nanti dimarahi Den Cello," tolaknya merasa tidak enak.

"Orangnya masih tidur. Saya mau belajar jadi istri yang baik, Bi. Bolehkan? Sekalian ajari saya memasak," bujuk Fara. Akhirnya dia pun diperbolehkan membantu asisten rumah tangga itu.

Fara menggulung rambutnya ke atas. Dia memasak dengan telaten. Mama Cindy turun ke dapur dan melihat menantunya itu sudah berada di sana lebih dulu.

"Ya ampun mantu mama sudah bangun jam segini. Rajin sekali," pujinya.

"Eh, mama. Sudah biasa, Ma. Kalau di rumah beres-beres sama masak sendiri," jawab Fara.

Ya, Fara selalu menjadi babu di rumahnya sendiri. Ibu dan adik tirinya memperlakukan Fara dengan tidak adil. Padahal dia adalah tuan rumah tapi mereka selalu menyuruh ini itu.

"Pantas saja Cello memilih kamu, rajin gini pinter masak lagi." Fara merasa senang mendengar pujian dari ibu mertuanya.

Cello baru bangun ketika wajahnya terkena pantulan sinar matahari yang masuk ke dalam sela-sela jendelanya. Dia meraba tempat tidur dan mencari keberadaan Fara. Cello membuka mata tapi dia tidak menemukan istrinya. "Ke mana dia? Apa dia kabur?" gumam Cello.

Laki-laki itu segera keluar dari kamar dan turun dengan tergesa-gesa. "Mama lihat Fara nggak?" tanya Cello.

"Kenapa, Bang? Takut ilang ya?" ledek Mama Cindy.

"Suami macam apa jam segini baru bangun. Tuh lihat Mbak Fara udah bangun dari tadi nyiapin makanan," ledek Daisy.

Cello melirik ke arah istrinya yang sedang berjalan sambil membawa mangkuk berisi lauk. Fara terlihat cantik dengan rambut yang dicepol ke atas meskipun dia belum mandi. Fara menoleh sekilas ketika berjalan melewati suaminya. Senyuman Fara membuat Cello terpaku di tempatnya.

"Cie yang terpesona sama istri sendiri," ledek Daisy yang tak henti-hentinya menggoda Cello.

"Berisik." Cello naik ke atas setelah mengatakan itu pada adiknya.

"Ma, Fara mandi dulu ya," pamit Fara pada mama mertuanya.

"Iya, dandan yang cantik," pesan mama Cindy.

"Emm Fara nggak bawa pakaian ganti sebenarnya," kata Fara sambil tersenyum kikuk.

"Kak, aku pinjami. Tunggu di sini sebentar ya," sahut Daisy.

Tak lama kemudian Daisy memberikan satu stel pakaiannya pada Fara. "Nih, Kak. Kebetulan pas beli belum kepakai jadi buat Kak Fara aja."

"Serius?" tanya Fara ragu. Daisy mengangguk.

Fara pun naik dengan perasaan gembira. Dia meras beruntung memiliki keluarga seperti mereka. Adik ipar dan mama mertuanya sangat perhatian. Dia berharap mereka selalu bersikap sama sampai kapan pun. Bukan hanya baik di awal seperti ibu dan adik tirinya yang berpura-pura baik padanya semasa ayahnya hidup. Namun, ketika ayahnya sakit dan meninggal, mereka menyiksa Fara habis-habisan.

Ketika Fara naik Cello telanjang dada karena baru akan berganti pakaian. Fara terpaku di tempatnya. Dia menelan ludahnya kasar melihat bagian dada suaminya yang seperti roti sobek itu.

"Kamu ngapain berdiri di situ?" sentak Cello yang terkejut ketika melihat sang istri berdiri di ambang pintu.

"Aku mau mandi," jawab Fara dengan gugup. Wajahnya memerah karena malu melihat tubuh suaminya yang pelukable.

Cello keluar lebih dulu. Dia membiarkan Fara mandi. "Lho istrimu mana?" tanya Devon ketika melihat Cello turun seorang diri.

"Mandi," jawab Cello datar.

Devon menepuk pundak putranya. "Gimana semalam? Apa sudah cetak gol?" goda sang ayah.

Cello memutar bola matanya jengah. "CK, aku tidak suka membahas itu."

Tak lama kemudian Fara turun dari tangga. Dia memakai celana jeans yang dipadukan dengan sweater warna pelangi milik Daisy.

"Wah, pas. Kakak emang aslinya cakep banget dah," puji Daisy.

"Apa tidak apa-apa kamu panggil aku kakak? Usia kamu berapa? Aku belum genap 20," tanya Fara.

"Nggak apa-apa, kamu kan istrinya Abang. Meskipun umurmu lebih muda tapi aku harus bersikap sopan. Aku 22 tahun," jawab Daisy.

"Beda dikit," kata Fara. Kedua gadis itu sama-sama tersenyum.

"Ayo kita sarapan bersama. Rasanya keluarga ini bertambah lengkap dengan hadirnya Fara," ajak Mama Cindy.

Cello melihat meja makan penuh dengan lauk-pauk. "Makanan sisa kemaren masih banyak ya Ma. Kok meja ini penuh?" tanya Cello.

"Semua ini masakan Fara lho. Cobain deh."

Cello mengerutkan keningnya. "Dia bisa masak?" tunjuk Cello.

Cello kok ngomongnya nggak sopan begitu. "Coba dulu baru komentar," tegur sang ayah.

Cello pun duduk di kursi. Fara melayani suaminya dengan mengambilkan nasi dan piring. "Segini cukup?" tanya Fara.

"Hmm," jawab Cello.

Kemudian dia mencoba masakan Fara. "Shiit, enak banget," umpatnya dalam hati. Padahal dia berniat mengejek Fara.

"Gimana, Bang? Enak kan?" ledek Mama Cindy.

...♥️♥️♥️...

1
siti rohimnah
Kecewa
siti rohimnah
Buruk
Liany Sayda
lanjut
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😁
Olifia Abdul Rachman
ni udah ending tp kok ga ada tulisan endingny
Hilya Nafilah
kisah cinta yang sweet banget walau awalnya adalah menikah karena terpaksa
Hani Hanipah
lanjut
Nanik Puspita
lanjutkan kakakk
Nirwana Asri: udah tamat kak nanik
total 1 replies
Endank Susilowaty
mudah2an laras kapok g bikin ulah lagi
Nirwana Asri: udah aku tamatin kak bulan baru lanjut novel baru mampir ya di MUKZIJAT CINTA
total 1 replies
Endank Susilowaty
selamat datang keponakan online ke dunia moga jd ank solehah kebanggaan orang tua
nadya insan
lanjut kak
Nanik Puspita
lanjutkan kakakkkkk
Warini Blitar
yeeee... cello punya 2 jagoan... fara cantik sendiri.
dan pp devon tolong itu ada penghasut yg mau meeongrong rumah tangga daisy.........
bikin dia menyesal
Nirwana Asri: siap kak
total 1 replies
nadya insan
lanjut kak
Warini Blitar
do'akan aja rena ngejar cowok truss gk dianggep atau punya auami mandul..... biar terwujud omongannya ke daisy.... biar tau rasanya atau dia mandul dan ditinggal lakinya..
Sri Muryati
damai ah thor...
Endank Susilowaty
kiraain masalah dah kelar thoor ternyata masih to
Endank Susilowaty: selamat berjuang kak 😁😁
total 2 replies
Nanik Puspita
lanjutkan kakakkk
nadya insan
ok kak
nadya insan
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!