NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Keberhasilan menguasai Konsorsium Logistik Nusantara membuat nama Aura Valeria Vane semakin meroket di kalangan pebisnis papan atas. Di dunia bawah tanah maupun papan atas, orang-orang mulai menjulukinya sebagai Ratu Logistik Selatan. Tidak ada lagi yang berani menganggapnya sekadar "istri pajangan" dari seorang Adrian Vane.

Namun, ketenangan setelah tumbangnya Lukas ternyata tidak bertahan lama. Pagi itu, saat Aura sedang mengecek data pengiriman barang di ruang kerjanya, sebuah pesan terenkripsi masuk ke ponsel pribadinya.

Pesan itu tidak berisi ancaman pembunuhan atau bom, melainkan sebuah peta proyek raksasa bertajuk "Jalur Sutra Baru Pasifik"—sebuah kerja sama perdagangan lintas negara bernilai ratusan triliun rupiah yang melibatkan lima konglomerat terbesar di Asia Tenggara.

Aura menyipitkan mata. Jemarinya menari cepat di atas layar untuk meretas asal-usul dokumen tersebut.

"Menarik," gumam Aura.

Pintu ruang kerja terbuka, dan Adrian melangkah masuk dengan dua cangkir teh chamomile hangat. Ia meletakkan satu cangkir di meja Aura, lalu melirik layar monitor istrinya.

"Kamu sudah dapat berkas Jalur Sutra Pasifik?" tanya Adrian sambil menyandar santai di tepi meja kerja Aura.

Aura mendongak, matanya berbinar penuh semangat tempur yang khas. Bicaranya langsung mengalir lancar. "Tentu saja! Siapa pun yang menguasai konsorsium logistik ini pasti dapat drafnya pertama kali. Tapi yang bikin aku penasaran... kenapa nama pimpinan proyek ini dirahasiakan?"

Adrian tersenyum tipis, ada kilat misterius di matanya. "Karena malam ini, sang pimpinan proyek menggelar pesta topeng eksklusif di Dermaga 9. Hanya sepuluh pebisnis paling berpengaruh yang diundang. Dan kita... dapat dua kartu undangan."

Adrian mengeluarkan dua lembar kartu hitam dengan lambang naga emas dari saku jasnya.

"Pesta topeng?" Aura mengangkat sebelah alisnya. "Format klise para pengusaha kaya yang mau main rahasia-rahasiaan. Tapi baiklah, aku penasaran seberapa hebat pimpinan proyek baru ini."

Malam harinya, Dermaga 9 berubah menjadi panggung kemewahan yang tertutup. Sebuah balai pertemuan mengapung yang megah berdiri di atas laut, dihiasi lampu-lampu kristal dan alunan musik klasik. Para tamu yang hadir mengenakan gaun dan setelan mewah, lengkap dengan topeng ukir berwarna emas dan perak yang menutupi separuh wajah mereka.

Aura tampil memukau malam ini. Ia mengenakan gaun malam berpotongan lurus berwarna hitam pekat dengan aksen perak di bagian bahu, dipadu dengan topeng perak bermotif elang. Di sisinya, Adrian tampak gagah dengan tuxedo hitam dan topeng emas yang memancarkan aura dominasi mutlak.

Begitu mereka melangkah masuk, keheningan menyelimuti ruangan sejenak. Meski wajah mereka tertutup topeng, wibawa dan aura penguasa yang memancar dari pasangan Vane Group itu terlalu mudah untuk dikenali.

"Perhatikan sekitar," bisik Aura pelan sambil menerima segelas minuman dari pelayan. Matanya yang tajam bergerak di balik topeng. "Di sudut kiri, ada kepala kelompok mafia wilayah utara. Di sudut kanan, menteri perdagangan luar negeri. Orang yang mengundang kita ini bukan orang sembarangan."

"Dia berhasil mengumpulkan musuh dan kawan dalam satu ruangan tanpa ada yang saling tembak," tambah Adrian dengan suara rendah. "Itu artinya... dia punya kartu truf yang sangat besar."

Tiba-tiba, lampu di dalam ruangan sedikit meredup. Suara dentang gelas terdengar dari balkon lantai dua balai mengapung tersebut.

Seorang wanita bergaun merah menyala dengan topeng naga emas melangkah maju ke tepi balkon. Penampilannya sangat anggun, namun aura di sekitarnya terasa sangat dingin dan penuh perhitungan.

"Selamat datang, Tuan dan Nyonya yang terhormat," suara wanita itu terdengar sangat jernih dan berwibawa melalui pengeras suara. "Terima kasih telah memenuhi undangan Konsorsium Pasifik."

Aura menyipitkan matanya. Ada yang terasa sangat familiar dari cara wanita itu berdiri dan intonasi suaranya.

Wanita bertopeng naga itu melepaskan topengnya secara perlahan di depan seluruh tamu undangan. Begitu wajahnya terlihat sepenuhnya, ruang pesta seketika riuh oleh bisik-bisik kaget!

Aura menahan napas sejenak. Pria di sampingnya, Adrian, seketika mengeraskan rahangnya.

Wanita itu adalah Serena Vane—kakak kandung Adrian yang dikabarkan telah menghilang dalam kecelakaan helikopter di perairan Pasifik lima tahun lalu!

"Serena...?" gumam Adrian dingin, suaranya sarat akan rasa tidak percaya dan kewaspadaan tinggi.

Serena tersenyum dari atas balkon, pandangannya mengunci lurus ke arah Adrian dan Aura.

"Senang melihatmu masih memegang kendali Vane Group dengan baik, Adikku," kata Serena dengan nada tenang namun mematikan. "Dan untukmu, Nyonya Aura Valeria Vane... analisis dan langkahmu di Pelabuhan Barat sangat mengagumkan. Tapi sayangnya, proyek Jalur Sutra Pasifik ini... dirancang untuk mengambil alih seluruh kekuasaan kalian."

Suasana di dalam balai mengapung itu seketika berubah tegang! Beberapa tamu undangan mulai bergerak mundur, sementara para pengawal pribadi yang menyamar sebagai pelayan mulai memperketat posisi mereka.

Aura tidak panik sama sekali. Sebaliknya, ia melangkah satu kali ke depan, menegakkan dadanya dengan percaya diri yang membara. Senyum menantang terukir indah di bibirnya.

Bicaranya langsung menyambar dengan tenang dan tajam!

"Mengambil alih kekuasaan kami?" ujar Aura, suaranya terdengar jelas di seluruh ruangan. "Mbak Kakak Ipik yang baru bangun dari tidur panjang lima tahun... sekadar informasi! Dunia bisnis sudah berubah drastis sejak kamu menghilang! Kalau kamu pikir cuma dengan proyek Pasifik ini kamu bisa menggoyahkan posisi Vane Group... sepertinya kamu harus membaca ulang peta keuangan Asia Tenggara yang baru!"

Serena terkekeh pelan dari atas balkon, matanya berkilat penuh minat. "Jawaban yang sangat berani, Aura. Tapi ini bukan sekadar ancaman bisnis. Ini adalah awal dari perebutan kembali takhta Vane yang sebenarnya."

Serena menjentikkan jarinya, dan dalam sekejap, seluruh lampu di balai mengapung itu padam total! Suasana gelap gulita diiringi oleh jeritan kaget para tamu undangan!

Di tengah kegelapan, refleks cepat Adrian langsung mendekap Aura, menarik istrinya rapat-rapat dalam perlindungan tubuh tegapnya. Sementara Aura dengan sigap mencabut pisau lipat taktis yang tersembunyi di balik paha gaunnya.

Ketika lampu darurat berwarna merah akhirnya menyala beberapa detik kemudian, Serena sudah menghilang dari atas balkon. Namun di atas meja utama, tergeletak sebuah dokumen baru dengan cap lambang Vane yang lama—sebuah tantangan resmi perang kekuasaan dalam keluarga Vane!

Adrian dan Aura berdiri berdampingan di tengah ruangan yang kacau. Mereka saling melempar pandangan.

"Tampaknya pertempuran kita belum selesai, Istriku," bisik Adrian dengan suara rendah yang dalam dan berbahaya.

Aura mengulas senyum tipis, menggenggam erat jemari Adrian. "Baguslah. Aku justru penasaran seberapa hebat kemampuan kakak kandungmu itu!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!