NovelToon NovelToon
Hamil Anak Protagonis

Hamil Anak Protagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / One Night Stand / Lari Saat Hamil / Chicklit / Tamat
Popularitas:437.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dian ALestari

Masuk ke dalam novel dan tidur dengan protagonis pria. Dan dia tidak tahu kalau dia hamil. Tapi sayangnya Elina bukanlah pahlawan wanita. Dia hanyalah penjahat dalam novel! Penjahat pasti akan berakhir tragis, dan Elina dalam novel juga berakhir tragis. Perusahaannya bangkrut dan dia menjadi miskin.

Elina di dunia nyata adalah putri bangsawan tertua di keluarganya. Jelas dia takut miskin! maka jalan satu-satunya adalah menjauh dari plot novel. Sayangnya dia terikat oleh sistem sialan yang mengharuskannya bertindak sesuai plot!

Suatu hari
pahlawan pria : "Elina, hati-hati jangan berjalan terlalu jauh. Ada anaku di dalam perutmu."

Elina : "???"

Pahlawan pria : "Sayang, apa kamu ingin sebuah pulau untuk merayakan kelahiran anak kita?"

Elina : "???"

SEJAK KAPAN PLOTNYA RUNTUH?

#Lomba pengembangan diri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian ALestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 – Bertemu Protagonis Pria Setelah Tidur Bersama 1

Elina sudah terbiasa bergaul di lingkaran sosial para kaumbangsawan semenjak dia kecil. Jadi di depan orang lain dia pasti akan berperilaku sangat baik. Pun kali ini dia langsung menyapa teman-teman ibunya dengan sangat ramah.

“Hallo, Tante. Ini pertama kalinya saya ikut membantu ibu merangkai bunga. Mohon bantuannya,” kata Elina sambil tersenyum manis.

“Leila, ini putrimu? Kenapa begitu cantik,” puji Vani. Nyonya dari Keluarga Wijaya.

“Selamat datang Elina. Semoga kami tidak mengganggu kegiatanmu,” kata Stevi. Nyonya dari Keluarga Sentana.

“Ini pertama kalinya aku melihat anakmu, Lei. Kenapa kamu menyembunyikan putri yang begitu cantik  selama ini?” kali ini nyonya dari Keluarga Arwinto-Mawar-berbicara.

“Duduklah dan jangan malu. Anggap kita bukan tetua dan jangan canggung,” kata Kumala. Nyonya dari Keluarga Wisnu

“Terima kasih, Tante Vani, Tante Stevi, Tante Mawar dan Tante Kumala atas pujiannya,” ucap Elina. Dia bisa tahu nama-nama orang asing

ini karena sebelum masuk tadi ibunya sudah memberitahukan nama dan ciri-ciri orangnya. Elina bisa mengenali nama orang begitu mudah hanya dengan melihat penampilan yang ibunya deskripsikan.

Elina ikut merangkai bunga dalam diam. Setelah merangkai bunga, hal berikutnya jelas minum teh dan bergosip. Sebenarnya Elina tidak terlalu suka ikut mendengarkan gosip di antara para tetua ini. Tapi dia tidak bisa meninggalkan ibunya dan memberikan kesan yang buruk pada orang lain.

“Elina, kenapa kamu tidak ikut hadir dalam pesta ulang tahun anakku besok hari Selasa? Aku akan memberikanmu undangannya nanti. Bagaimana?” tanya Vani.

“Baik, Tante Vani.”

Ini adalah suatu kebetulan. Ngomong-omong, Elina juga ingin bersosialisasi dan membaur dengan lingkaran elit ibu kota. Dia ingin berteman

dan memiliki jaringan dengan generasi ketiga orang-orang elit ini. Siapa tahu itu akan membantunya nanti jika dia benar-benar bangkrut.

Pesta teh berlangsung dengan damai dan membahagiakan. Dari pesta teh Elina jadi mendapat banyak informasi soal gosip yang tengah beredar di lingkaran sosial ibu kota. Tapi itu tidak ada hubungannya dengan Elina.

Ketika tes sore sudah selesai, Elina memohon undur diri terlebih dahulu. Dia ingin menyiapkan gaun apa yang akan ia pakai di pesta ulang tahun besok. Seharusnya tidak boleh terlalu sederhana, ini adalah pesta anak satu-satunya dari Keluarga Wijaya. Mereka berempat adalah istri dari 10 orang paling kaya di lingkarang sosial Negara I. dan Keluarga Maharani juga salah satu dari 10 keluarga paling kaya itu. Yang nomor satu jelas itu milik dari Keluarga Giandra.

Elina yang tidak terlalu suka berbelanja secara langsung ke mall, untuk kali ini dia lebih memilih untuk memanggil para merk terkenal itu ke rumah dan dia akan memilih di rumah. Kemarin dia sudah meminta kepala pelayan untuk memberikannya satu asisten tapi kepala pelayan itu menolak dan bilang kalau kepala pelayan masih bisa diandalkan untuk mengurus keperluan

nonanya.

Keesokan harinya sebuah undangan tiba. Dan Elina juga sudah menyiapkan gaun malam. Gaun Off Shoulder yang berwarna emas itu sangat cocok di tubuh Elina. Dia juga memanggil make up artis untuk mendandani dirinya. Dia harus bersiap dari pagi karena demi tampil maksimal maka dia harus melakukan perawatan tubuh terlebih dahulu. Perawatan dari ujung rambut sampe ujung kaki, pagi ini para pekerja keluar masuk Villa Maharani.

Undangan pestanya adalah malam hari pukul tujuh malam. Dalam sekejap itu sudah waktunya bagi Elina untuk berangkat. Dia harus berangkat

lebih awal karena jarak rumahnya yang jauh dan bisa memakan waktu perjalanan sekitar satu jam tiga puluh menitan. Itupun jika tidak macet di jalan.

Elina masuk ke dalam mobil dengan kado yang sudah kepala pelayan siapkan. Kebetulan anak semata wayang Ibu Vani Wijaya itu adalah

laki-laki. Dia sendiri belum mengecek hadiah apa yang ada di dalam kotak kecil itu. Mungkin dasi? Atau jam tangan? Elina tidak tahu karena dia juga belum bertanya pada Paman Sam.

Setelah memakan waktu satu setengah jam, akhirnya Elina sampai di Villa Wijaya. Vilanya tidak jauh berbeda dengan Villa Maharani. Di sana sudah ada banyak orang yang berada di luar ruangan. Tema ulang tahunnya memang tema luar ruangan. Halaman Keluarga Wijaya didandani sebegitu mewahnya penuh dengan lampu berkelap-kelip.

saat Elina turun dari mobil, dia sempat berdiri mematung sebentar.

Oh! Dia lupa. Yang berulang tahun hari ini adalah salah satu teman Arka yaitu Verno. Kenapa dia bisa lupa hal sepenting ini! Bagaimana jika

dia bertemu Arka di sini? Tapi seingat Elina, Arka tidak terlalu suka bergaul dengan orang lain selain teman-temannya di ruangan privat. Karena acara kali ini digelar di rumah Wijaya dan akan dihadiri banyak orang, mungkin saja Arka tidak akan datang.

“Haah …” Elina menghela napas lega. dia akhirnya menata pikirannya dan mulai mencari pemeran utama hari ini yaitu Verno untuk menyerahkan hadiah.

“Itu dia!” seru Elina saat melihat Verno dikerumuni oleh beberapa anak muda yang sudah bisa Elina tebak kalo mereka itu adalah anak-anak

generasi ketiga di ibu kota. Dia harus cepat-cepat ke sana dan memberikan hadiahnya lalu kembali dan pulang. Itu karena dia tiba-tiba memiliki firasat yang buruk. Entah apa yang akan terjadi nanti tapi firasatnya mengatakan kalau sesuatu pasti akan terjadi pada dirinya.

“A1 sampai sekarang masih belum ada misi?”

“Mohon bersabar, Nona. Seperti yang sudah saya katakan. Misi akan tersedia jika sudah waktunya bertindak sesuai alur cerita.”

“Jadi hari ini benar-benar tidak ada hubunganya dengan alur cerita, kan?”

“Benar, Nona.”

“Lalu kenapa aku tiba-tiba memiliki firasat buruk? Tiba-tiba debaran jantungku menjadi cepat. Kenapa aku gugup?” Elina memegangi dadanya

yang berdebar-debar tanpa alasan. Dia gugup bukan main tanpa tahu apa yang dia takuti.

“Mungkinkah Anda memiliki penyakit jantung?”

“Apa?! Katakan lagi! Aku sehat, oke! Sangat sehat. Apa kamu mengutuku untuk memiliki penyakit jantung?”

“Tidak, Nona. Itu karena pernyataan Anda tidak saya pahami.”

“Huh! Sabar, sabar, sabar.” Elina menarik napas panjang dan mencoba menenangkan detak jantungnya. Saat sudah mulai tenang ada seseorang yang memanggilnya.

“Elina? Kamu sudah datang nak?” Itu adalah  Tante Vani, ibu dari Verno.

Elina langsung mengubah wajahnya dan tersenyum manis, lalu berkata, “Hallo, Tante Vani. Selamat malam. Wah! Tante terlihat sangat cantik

malam ini.” Elina memberikan pujian kesopanan pada Vani. Di lingkaran sosial memang sudah biasa untuk sesekali saling melempar pujian.

“Ah, apa yang kamu bicarakan. Tante sudah tua. Kamu juga sangat cantik hari ini. Apa kamu sudah bertemu dengan Verno?”

Elina menggeleng pelan, “Belum, Tante.”

“Oh! Kalau begitu kamu cari sendiri, ya. Tante harus melihat tamu yang lain terlebih dahulu.”

“Silakan, selamat tinggal.” Elina masih mempertahankan senyumnya. Tapi saat dia berbalik, senyum itu seketika hilang.

Sial! Kenapa orang itu ada di sini!

1
cinta_liu
kaakkk di lanjut... critamu bagus bgt kakkk
Nurasia Asia
knpa aku digantung owh no sudah 2 tahun nih tidak ada jawaban mu Thor💔💔💔
twilight aetheria
kak kenapa tamatnya digantung
Dede Mila
baca
Rahma safitri
update anj Thor, udh ganti taun bisa bisanya blm jg update
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Meili
ya ampun Elina🤣🤣🤣
Nurul Kalqsyah
whattttttt ahhhhhhhhhhhhh tudakkjjjjj tamat nya menggantung thir4r4rrrrrrrrrrrrrrr Hiks....... hak jelas hyiiiiiii updeta
Rahma safitri
Luar biasa
Rahma safitri
Lumayan
Puputt
kasian tapi aku suka🤣🤣🤣 maaf ya arka aku ngakak
cinta_lu
kak Dian blm ada rencana buat nglanjutin lg kah novel ini? padahal bagus bgt kak... 😭
Zara Zura
lanjut dong thor
heng ky
ini lanjutannya gimana, apakah ada season 2 thor...
jenkaijen
lanjut
Queenby🌻
Bara gue kemanaaa, jgn jadi sad boy yaa, sama gue aja sini Bar 💜💜💜
Queenby🌻
Udah Elina sama Bara aja, kalau Arka setuju sama syarat Bulan, kesel bgt
Queenby🌻
Duh sistem nya nyebelin kalau kasih misi mana Elina ceroboh bgt
Queenby🌻
Elina yg baru terlalu panik dan gegabah sampe ga bisa berpikir rasional dan meninggalkan bukti di lokasi itu
cinta_lu
ceritanya bagus, recoment bgt untuk di baca n bikin greget... ❤️😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!