Ig: @nabilakim28
"Bukan mau gua jadi brandalan kayak begini!" -Hera-
Hera adalah seorang siswi SMA yang dikenal sebagai badgirl, langganan pindah sekolah dan hobi berantem sama cowok.
Bukan karena brokenhome, bukan karena dihianati, bukan karena dendam .... Terus kenapa dia jadi bad girl? Apa alasannya?
"Gue gak bisa janji untuk bahagiain lo selamanya, ataupun bersama lo untuk selamanya. Tapi gue janji cinta gue cuma milik elo" -Sean-
Sean cowok dingin yang paling ganteng, irit ekspresi dan bicara, ngomong lebih dari lima kata aja adalah satu kejadian yang langka!
Terus ngimana jadinya kalo bad gril kayak Hera ketemu sama ice kayak Sean?
Note: ini bukan cerita dimana cewek berusaha untuk mencairkan si pria es ..., tapi si pria es yang berusaha untuk membuat si bad girl tobat!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keduabelas
Hanya kamu yang membuatku menyukai diriku apa adanya
~ Hera cutee >< ~
Happy reading~~~
Disinilah Hera, menatap sendu kearah temannya yang sedang terbaring lemah dikasur dengan tangan yang terpasang infus. Tidak ada kata yang keluar dari bibir manis itu, hanya suara tetesan air infus dan suara detik jam dinding.
"Hm?" Kedua kelopak mata Gina membuka dengan lemah, bagai tidak ada tenaga untuk membuka. Hera langsung heboh dong, secara temannya udah siuman.
"A\-aku a\-\-\-" belum sempat Gina menyelesaikan pertanyaannya, Hera langsung menjawabnya bagai peramal yang bisa membaca pikiran orang.
"Lo ada di rumah sakit, tadi lo pingsan, trus si Chandra blonde bawa lo kemari, sebenarnya dia yang jaga lo kesini... but pas gua datang dia langsung pergi" jelas Hera, jujur dia udah tau kemana arah pertanyaan yang diajukan Gina.. dia sering menonton adegan disinetron yang sering dinonton Bi Inah hehe...
"Hah? Kak Chandra!? Aw!" Gina langsung bangun, dan sialnya dia lupa kalo tangannya masih pakek infus.. alhasil tangan dia kesakitan akibat jarum infus.
"Dasar buceen nya Chandra lo maimunah!" Hera menjitak pelan jidatnya Gina. "Aku pasien Her!" Balas Gina tak terima.
"Udah istirahat aja dulu, gue mau balik ambil keperluan lo nanti balik lagi." Hera merasa harus menjaga Gina karena dia tidak punya keluarga, lebih tepatnya tidak ada yang tahu siapa keluarga Gina yang sebenarnya. Dia tinggal sendiri disini, dia pun hanya ngekost didekat sekolah. Jujur dulu Hera sempat heran dengan asal usul Gina, soalnya bagaimana mungkin Gina yang uanguntuk hiduppun tidak menentu, bisa bersekolah di SMA Harapan yang notabenenya adalah sekolah orang kaya... sppnya saja berjuta\-juta untuk sebulan. Namun Hera tidak terlalu mempermasalahkannya lagi, dia yakin ada alasan dibalik itu semua yang tidak ingin dibahas oleh Gina.
"Tapi Her, nanti kamu kerepotan"
"Jangan bersikap lemah gitu, gua teman lo! Gua cuma mau lakuin tugas gua sebagai teman lo jadi jangan protes!"
Deg
Rasanya jantung Gina berhenti selama satu dekit. Jujur ini baru pertama kali ada seseorang yang peduli padanya selain ibunya. Seseorang yang berdiri disampingnya dan membelanya. Gina sangat beryuskur mengenal Hera.
😶😶😶
Tak terasa sudah 3 hari berlalu semenjak acara ulang tahun perusahaan yang menengangkan itu. Pelakunya sudah lama tertangkap, dan motifnya dari kejahatannya ternyata karena kontrak kerjasama antara SKY grub dan perusahaan sipelaku, diputuskan secara sepihak perusahaan keluarga Sean. Ya, maklum saja sih, habisnya ternyata perusahaan sipelaku penembakan ini melanggar kontrak dan menggelapkan uang hasil kerjasama dua perusahaan. Dan oleh kerena itu, pihak SKY grub memutuskan kontraknya, dan alhasil hal itu membuat Perusahaan itu bangkrut dalam kurun waktu 1 minggu.
Ok kita skip aja tentang pembahasan diatas. Kembali lagi ke gadis cantik berbintang sagitarius yang sedang dikejar oleh beberapa laki\-laki dewasa dengan memakai jas hitam. Jika kalian menebak itu adalah Hera maka benar sekali! Dia sedang di kejar oleh pengawal yang ditugaskan untuk menjaga keselamatannya. Namun bukan Hera namanya jika dia tahan diawasi mulu. Ya gimana enggak? Masa nih ya, hera mau kekantin diikutin, ke kelas diikutin untung gak diikutin sampai ketoilet.
Semua hal ini terjadi setelah kejadian tembak\-menembak kemarin. Kakek Hera merasa khawatir akan keamanan cucunya, jadinya dia disuruh untuk membawa pengawal kemana\-mana.
Sekarang Hera sedang berlari, dan bersembunyi disebuah ruangan ganti. Hera baru sadar itu adalah ruangan ganti pria setelah dia berada didalamnya. Hera meruntuki dirinya sendiri yang ceroboh dan tidak teliti dalam hal memilih ruangan untuk bersembunyi. Untung saja jam olahraga telah berakhir jadi tidak ada seorangpun yang menggunakan ruangan itu. Namun baru saja Hera bernapas lega, tiba\-tiba terdengar suara kenop pintu yang terbuka dari luar. Dengan panik Hera langsung bersembunyi didalam salah satu loker, lokernya cukup besar untuk menampung tubuh Hera. Hera menutup mulutnya, dia melihat seseorang berjalan masuk kedalam rungan itu, cowok itu masih menggunakan pakaian olahraga, padahal jam olahraga telah berakhir beberapa menit yang lalu.
Hera hampir saja berteriak ketika melihat pria yang masuk tadi adalah sikulkas berjalan a.k.a Sean William Vernandi. Sean terlihat santai membuka bajunya didepan loker yang sepertinya milik cowok bersurai coklat gelap itu. Sekarang salahkan mata Hera yang melihat badan toplesnya Sean. Hera refleks menutup matanya dengan kedua tangannya namun Hera masih dapat melihat Sean melalui celah antara jari\-jarinya, *trus gunanya nutup mata apaan jamilah!?\-author*.
Deg!
Seakan sebentar jantung Hera berhenti berdetak. Alasannya? Dia tanpa sengaja melihat bekas luka dipunggung Sean, bekas luka yang sangat besar mungkin ukurannya sekitar 20 cm, dan lumayan dalam. Hera dapat membayangkan gimana sakitnya luka itu dulu.
'Hera!!'
Hera melihat kekiri dan kanannya mencari arah suara yang memanggilnya. Namun dia tidak menemukan siapapun. Karena suara itu berasal dari pikirannya.
'Hera jangan!'teriak seorang anak laki\-laki
Psstt! Suara benturan kepala tali pinggang dengan tubuh seseorang
Hera menutup telinganya, dia tidak ingin mendengarnya. Rasanya sesak dan menyakitkan. Hera ingin menangis namun entah kenapa air matanya keluar. Hera menutup telinganya, berharap suara\-suara itu menghilang... namun itu percuma!
'KAK! UWHAAA... k\-ak d\-a\-darah'
"JANGAN!!!!" Teriak Hera, sontak Sean yang sedang menganti bajunya langsung melihat kearah loker tempat Hera bersembunyi. Sean membuka paksa pintu loker itu, dia mendapati Hera yang sedang bersembunyi dengan badan yang bergetar ketakutan, dan jangan lupakan keringat dingin yang mulai membasahi kening mulus gadis itu.
"K\-kak... hiks da\-darah..." Hera terus mengulang\-ulang kata yang sama. Dia jelas sangat ketakutan sekarang. Sean mendekati Hera yang sedang memeluk lututnya sendiri. Sean menangkup pipi Hera, mata Hera terlihat masih tidak fokus, pupil matanya bergetar hebat dengan air mata yang membuat iris mata coklat itu terlihat lebih bersinar.
"Hei, Hera look at me, Hera!" Panggil Sean lembut, perlahan Hera mulai mengalikan pandangan kearah Sean. Namun tangannya masih bergetar, matanya terlihat agak kabur namun penghilatannya tidak menghilang seperti biasa, dan Hera tentunya terlalu panik untuk menyadarinya.
Psst!
'AKHHH!'
'Kakak! Hiks, jangan pukul kakak lagi!'
Suara itu terdengar lagi, Hera kembali menutup telinganya sambil menggelengkan kepalanya. "Hera!Breath!" Ujar Sean kembali, hera menatap Sean dengan matanya yang berkaca\-kaca lalu dia merasa perasaan familiar dengan cowok yang berada didepannya sekarang. "Ka\-kakak?" Panggil Hera. Sean hanya terseyum lembut menanggapinya, dan membawa Hera kepelukannya. "Iya ini aku, sekarang Hera tenang ya" ujar Sean sambil mengelus kepala Hera yang bersandar didadanya pelan, mencoba menghadirkan rasa aman dan nyaman kepada gadis sagitarius itu.
"Kakak, kemana aja? He\-hera pikir kakak udah, u\-dah pergi, hiks." Ujar Hera dengan terbata\-bata sebelum jatuh tertidur dipelukan Sean. Sean tersenyum lembut melihat wajah Hera sebelum berkata,
"aku selalu disini kok."
Sean mengambil hoodienya dari dalam loker, lalu memakainya asal, setelah itu dia menggendong Hera yang sudah terlelap begitu saja. Mereka keluar dari ruang ganti itu, banyak pasang mata memperhatikan mereka... mungkin terlihat aneh, karena seorang Sean William Vernandi sedang mengendong cewek! Dan cewek itu tidak lain adalah Hera sang badgirl terkemuka disekolah ini.
Sean tidak memperdulikan pandangan orang lain, karena baginya Hera adalah prioritas utama saat ini.
😶😶😶
Sean memarkirkan mobil sportnya didepan rumah Hera, dia keluar dari mobilnya lalu bergegas kearah pintu penumpang, dia melihat Hera masih terlelap dalam mimpinya. Terlihat damai, dan siapa sangka gadis ini adalah si pembuat onar?
Sean masuk kerumah Hera sambil menggendong Hera, sontak Rendy yang melihat pemandangan itu langsung terjungkal dari tempat duduknya. Dia tidak pernah menyangka bahwa adiknya sedang digendong seorang pria, dan itu si pororo! Demi kerang ajaib! Ini kejadian yang sangat langka permisa!
"Hera kenapa?" Tanya Rendy.
"Dia... tertidur?"
"Hah?"
"Tadi dia berteriak sendiri trus pingsan" jelas Sean dengan nada datar seperti biasanya. Rendy hanya mengangguk, dia lalu menelepon Juna dan Sean langsung membawa Hera untuk beristirahat dikamarnya.
Sean membaringkan tubuh Hera diranjang milik gadis bermata coklat itu. Sean menatap Hera dengan tatapan yang sulit diartikan. Hera mengerutkan keningnya, sepertinya dia bermimpi buruk lagi. "Aku disini" ujar Sean lembut sambil mengelus rambut Hera.
Brak!
"HERA MANA!?" Teriak seorang pria dengan pakaian mencolok ala\-ala gangnam style. Dan sean yang terkejut langsung menoleh kearah pintu, yang dibuka paksa oleh pria aneh itu.
"Oopss, maaf sepertinya aku datang disaat tidak tepat, jomblo permisi dulu..." ujarnya sambil menutup pintu kembali. Sepertinya pria itu salah paham.
"Masuk aja Juna!" Ujar Rendy dari arah tangga. Kali ini giliran Rendy yang nyelonong masuk kekamar Hera, dan kejadian selanjutnya ya sama kayak Juna. Sungguh persahabatan yang mendalam ini namanya, mereka sehati banget. Sean menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua orang yang absurdnya melebihi abang batas. Sean membuka pintu kamar dan mendapati dua anak manusia sedang bergossip ria di atas tangga.
"Masuk kak?" Sean mempersilahkan mereka masuk, dan dibalas oleh tatapan aneh keduanya yang bikin Sean ilfeel.
Lalu Juna masuk dan mulai memeriksa Hera. Dia lalu mengambil peralatan infus dan mulai memasangnya dilengan Hera. Setelah selesai dia berdiri dan berkata kepada Sean.
"Gue ada dibawah ya kalau nggak ya dikamar Rendy, jadi kalau Hera udah siuman panggil gue ok\-\-\-
Adek ipar?"
\-TBC\-
tapi aku ingin mereka berdua putus aja dulu.