NovelToon NovelToon
Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:450.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dede Dewi

Berawal dari telpon salah sambung, yang membawa kedua insan ini bertemu dan mengikuti alur takdir yang maha kuasa,mereka pun menjalani sebuah perjalanan yang menjadikan mereka sering bertemu atas skenarioNya.

Mutiara Hati,sosok gadis cantik yang masih menjalani study di sebuah universitas negeri, mendapatkan telpon dari nomer salah sambung yang sedang membutuhkan bantuan.

Dan laki-laki bernama Ahmad Zainudin yang berparas tampan,berprofesi dokter, telah salah memasukkan angka pada nomer telfon, membuatnya salah sambung saat dia membutuhkan bantuan. Dia dokter yang ramah,dan berjiwa sosial tinggi.

Bagaimana kisah mereka, baca tulisan saya ini ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dede Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Toko Buku

Seusai sholat ashar, sesuai yang direncanakan, Mutiara bersama sepupu nya, Kenzo segera melaju dari kampus menuju toko buku langganan Mutiara. Sesampainya disana, Kenzo dan Mutiara mencari buku yang dibutuhkan Kenzo.

"Mbak, cariin ya." kata Kenzo.

"Lhoh, emang kamu mau ke mana?" tanya Mutiara.

"Pusing mbak. Laper juga. Mau nyari makan dulu nih." kata Kenzo sambil mengelus perutnya.

"Hm,,, dasar kamu Ken, Bilang aja mbak yang suruh nyariin bukunya." kata Mutiara dengan wajah ditekuk.

"Nah tu tau. Hehe." kata Kenzo.

"Ya udah sana." kata Mutiara setengah mengusir.

"Okey mbak. Makacih mbak... mbak Tiara emang yang terbaik." kata Kenzo merayu.

"Heleh." timpal Mutiara.

Sepeninggal Kenzo, Mutiara kembali fokus dengan tugas adik sepupunya itu, dia juga sambil mencari-cari buku yang dia butuhkan. Saking asyiknya membaca-baca buku sambil mencari-cari buku. tak sengaja Mutiara menabrak seseorang.

brugh

"Eh maaf." kata Mutiara sambil berjongkok hendak mengambil buku yang terlepas dari tangannya. Bersamaan dengan orang itu juga spontan berjongkok dan hendak mengambil buku yang jatuh. Hingga tak sengaja tangan mereka bersentuhan dalam satu buku.

Merekapun saling menatap, sepersekian detik, manik mereka bertemu.

"Tiara?" kata laki-laki itu.

"Dokter Dzen?" spontan mulut mungil Mutiara menyebut nama orang yang tak asing baginya.

Seketika, mereka tersadar, Tangan merekapun mereka tarik, Mutiara tetap memegang bukunya, dan Dzen melepaskannya.

"Maaf." kata Dzen.

"Gapapa dok." kata Mutiara sungkan dengan menunduk.

"Kamu disini juga, Tiara?" tanya Dzen.

"Iya dok." jawab Mutiara.

"Sama siapa?"

"Sama adik sepupu sih dok, tapi dua baru keluar, jadi saya sendiri." kata Mutiara sudah mulai berani menatap Dzen sedikit.

"Owh, gitu? Tiara nyari apa? Mungkin bisa saya bantu?" tanya Dzen ramah.

"Oh, tidak apa-apa dok. Ini bukunya yang dibutuhkan adik sepupu saya sudah ketemu, ini cuma tinggal nyari buku yang kiranya saya butuhkan saja kok dok." kata Mutiara.

"Owh, begitu? Ehm, Tiara sering ke sini juga?" tanya Dzen.

"Kalo sering sih engga dok, tapi kalo ada tugas kuliah, saya nyari referensinya di sini" kata Mutiara.

"Ehm, sama dong ya." kata Dzen.

"Dokter suka ke sini juga?" tanya Mutiara.

"Jarang sih, tapi sejak saya masih kuliah, saya nyari buku referensinya juga di sini. Sampe sekarang, kalo pas butuh buku, nyarinya ke sini." kata Dzen.

"Ehm, begitu ya?"

"Yap." jawab Dzen singkat.

"Oya, Tiara. Apa kabar kamu? Sudah lama kita tak berjumpa ya?" tanya Dzen.

"Alhamdulillah baik dok. Iya dok, kan dokter juga sibuk terus di rumah sakit." kata Mutiara.

"Dan kamu juga sibuk kuliah ya." kata Dzen.

"Iya dok. Hehe."

"Ya udah, kamu lanjut aja yang nyari buku." kata Dzen.

"Ya dok." kata Mutiara.

Merekapun larut kembali pada dunia buku yang mereka gemari. Hingga tak terasa, waktu sudah semakin sore, tiba-tiba saat Mutiara sedang asyik membaca sebuah novel yang terbuka segelnya, ponselnya bergetar, ada panggilan masuk.

📞Ken

"Assalamualaikum, ada apa Ken?" tanya Mutiara yang tak di sadari nya sedari tadi, sepasang mata mengawasi setiap gerak gerik Mutiara.

"Oh, masak sih? Astaghfirullah. Ya ya. Ini mbak segera ke kasir." kata Mutiara menjawab orang di sebrang telpon.

"Oya, kamu bawa minuman ga?"

"Engga? Ya udah, tolong beliin teh anget dulu deh di angkringan deket toko buku itu, buat mbatalin dulu, bentar lagi udah adzan soalnya." kata Mutiara lagi.

"Oh, ya. Okey. Otewe." kata Mutiara kemudian tampak memasukkan ponselnya kedalam sakunya. Lalu Mutiara berjalan ke kasir.

Namun, sebelum Mutiara tiba di kasir, Dzen sudah terlebih dahulu tiba di kasir.

"Lhoh, dokter Dzen masih di sini juga?" tanya Mutiara.

"Iya Tiara." kata Dzen.

Lalu Dzen melakukan transaksi dengan kartu ATMnya.

"Saya duluan ya Tiara."

"Ya dok."

Kemudian, giliran Mutiara yang maju untuk melakukan transaksi.

"Totalnya dua ratus tiga puluh empat mbak." kata petugas kasir.

"Ehm, ini mbak." kata Mutiara menyerahkan tiga lembar uang ratusan ribu.

Setelah selesai transaksi, Mutiara keluar toko, ternyata di teras toko masih ada Dzen yang menunggunya .

"Tiara." panggil Dzen.

"Eh, Dokter masih disini?" tanya Mutiara.

"Iya, nunggu kamu." kata Dzen dengan senyum tulusnya.

"Owh, memang ada apa dok? Saya bareng sepupu kok dok, dia nunggu saya di depan." kata Mutiara yang mengira Dzen akan memberikannya tumpangan.

"Hahaha, ya saya sudah tau kok kalau kamu bersama sepupumu." kata Dzen yang tau maksud dari kata-kata Mutiara.

"Eh, maaf Dok, saya kira mau diajak bareng, hehe." kata Mutiara malu-malu.

"Sepertinya ada yang berharap untuk saya antar pulang nih?" goda Dzen dengan senyum khas nya, yang menampakkan lesung pipit nya.

Mutiara hanya tersenyum malu.

"Duh, bisa-bisanya aku ke geeran kay begini. Tiara, Tiara." rutuk Mutiara pada dirinya sendiri.

"Ini buat kamu " kata Dzen memberikan sebuah paperbag berisi beberapa buku.

"Buat saya?" tanya Mutiara tak mengerti.

"Tadi saya lihat, kamu sepertinya tertarik dengan buku-buku itu, tetapi tidak kau ambil. Makannya, itu saya ambil, biar bisa kamu baca di rumah." kata Dzen.

"Ya ampun dok, tidak usah dok." kata Mutiara.

"Kamu terima ya. Anggap saja itu hadiah dari saya untuk kamu." kata Dzen tersenyum tulus dengan menyodorkan paper bag kepada Mutiara.

Dengan ragu-ragu, Mutiarapun menerimanya.

"Terimakasih banyak dokter." kata Mutiara tulus.

"Sama-sama Tiara, pulang nya hati-hati ya." kata Dzen.

"Ya Dok, InshaaAllah." kata Mutiara.

Mutiarapun menemui Kenzo yang sudah menunggu nya di depan toko buku bersama motor Mutiara.

"Sorry, nunggu lama." kata Mutiara sambil menenteng dua paperbag berisi buku belanjaan.

"Widih, ada yang ngeborong nih." goda Kenzo.

"Ini buku kamu Ken, ini buku mbak." kata Mutiara dengan tanpa menceritakan tentang orang yang memberi nya buku di oapeebag satunya.

"Yah, sekalian Ken." kata Mutiara sambil naik motor.

"Udah?" tanya Kenzo.

"Udah." kata Mutiara.

"Oya mbak, entar motornya aku pinjem dulu ya." kat Kenzo.

"Buat apa?" tanya Mutiara.

"Biasa, Buat malem mingguan sama temen-temen mbak " kata Kenzo.

"Temen apa demenan?" goda Mutiara.

"Sama demenan juga sih, hehehe." kata Kenzo malu-mali sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

"Ya ya. Boleh. Tapi inget, jangan buat balapan. Dan harus diisi bensin ya." kata Mutiara.

"Okey mbak. Siap. " kata Kenzo memberi tanda hormat.

Saat keduanya lagi bersiap untuk tancap gas, sebuah mobil putih melewatinya, dan membunyikan klakson.

Tin

"Tiara, saya duluan ya." kata Dzen dari dalam mobil.

"Oh, ya Dok. Hati-hati dokter." kata Mutiara dengan mengulas senyum.

" Ciee... siapa tuh?" goda Kenzo.

"Temen." jawab Mutiara singkat.

"Pantesan lama, sampe ga nyadar udah waktu maghrib, ternyata ada si mas ganteng itu tadi ya?" goda Kenzo lagi.

"Ish, apaan sih kamu Ken? Udah, ayok buruan pulang." kata Mutiara sambil memegang minuman teh hangat yang diberikan Kenzo tadi, saat Mutiara menaruh buku-bukunya di depan.

Mutiara dan Kenzo pun segera pulang menuju kos kosan

💞💞💞

Sesampainya dikos-kosan

"Tiara." panggil bu Heni, ibu pemilik kos.

"Ya bu?" jawab Mutiara.

"Ada titipan gofood nih buat kamu." kata Mutiara.

"Gofood? perasaan Tiara ga pesen bu." kata Mutiara heran.

"Ya ibu ga tau, yang jelas mas Kurir tadi bilang, ino gofood pesanan atas nama Mutiara." kata bu Heni sambil berjalan masuk ke rumah utama.

"Oh, ya udah bu, terimakasih ya bu." kata Mutiara masih terheran-heran.

"Siapa ya yang ngirim gofood?" gumam Mutiara sambil berjalan masuk ke kamarnya.

💞💞💞

Reader kira kira tau ga siapa yang ngirim gofood? Okey, kuta jawab di bab berikutnya ya.😍

1
Muhammad Hasyir Kamil
Luar biasa
Nurhaena
saya suka dengan jalan ceritanya mantap tidak ada lagi kah sambungan ceritanya
Dede Dewi: ada kak, tetapi tokoh utamanya berbeda... ada di judul Bayangan Cinta Pantulan Asa kak...
total 1 replies
Fajar Handayani
Kecewa
Dede Dewi: baik kak. bisa minta koreksiannya?
total 1 replies
Herry Murniasih
siap kak dede sudah baca ni novel barunya, semangat
Sri Wahyuni
msh jutek aja pak zio
umi b4well (hiatus)
dpt ide darimana si kak.
kebetulan bgt loh...kisahnya sama kek saya.cuman kblik saya yg salah sambung..eh mlah jdi jodoh. pdhal kita ribut mulu loh kk awalnya itu...tau taunya benci jdi cinta hehe.

terharu saya kak.kek baca kisah sendiri.hehe
Dede Dewi: alhamdulillah... ehm... awalnya nonton film pendek kak. tapi bukan telepon salah sambung...tapi ga sengaja ketemu di jalan...
total 1 replies
Nurul Fahmi
gooooooood
Dede Dewi: terimakasih kak😍
total 1 replies
Asih Asih
sungguh kasihan dr zen,semoga dpt jodoh yg baik pula.
Neulis Saja
Thor, this novel is continued about the story of Azizah and aziz must be exciting
Dede Dewi: InshaaAllah kak Neulis Saja... Author akan berusaha😊😍terimakasih atas masukannya
total 1 replies
Hera sasuwe
ending yg nyenengin yaaa👍
Dede Dewi
maasyaaAllah...terimakasih banyak kak Hery...semoga Allah memudahkan segala urusan kak Hery
Neulis Saja
innalillahi wainnailaihi roji'uun comes from Allah and then return to Allah
Herry Murniasih
Mungkin pak Bowo sudah dapat firasat kalau umurnya ha lama lagi, doa yang diucapkan untuk baby Az adalah pertanda bahwa beliau akan pergi selamanya, 😭😭 lanjut Thor
Ummiami
lanjut thor
Ummiami
salam kenal Thor
Dede Dewi: salam kenal juga kak. terimakasih ya atas dukungannya
total 1 replies
Hera sasuwe
ada aja orang baik buat nolongin tiara ama zend akhirnya bisa lahiran tiara dgn selamet yaa
Herry Murniasih
Mail memang berhati mulia, semoga nanti mendapat jodoh yang lebih baik paling tidak sama seperti Mutiara, lanjut Thor
achilla 82
Ooh,,bang Mail,,,makasih bnyak ya,,dh nolongin dedek Radzen mau ketemu bu bidan, hehehee,,,
Neulis Saja
Tiara, i hope you don't have anything happen
Herry Murniasih
waduh semoga bantuan segera datang ya, ksihan Mutiara nahan sakitnya apalagi ketuban sudah pecah, lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!