Pelukan Rio membuat rasa traumatik dalam diri Diana Lorenza berangsur mereda. "Ri-rio?
"Iya, aku Rio ... apa kau masih mengingatku?Aku anak kecil gila yang pernah berjanji padamu 'I promise you that i never leaves you until my life ends, and i will always trying to prove to the whole world, that our love will come true in a marriege'. Dan percayalah, anak kecil gila itu pasti akan membuktikan janjinya." Rio semakin memperat pelukannya.
Diana terdiam, membiarkan dirinya hanyut dalam hangat dan nyamannya pelukan Rio.
Namun, bisakah Rio menepati janjinya itu?
Akankah Rio bisa membahagiakan Diana yang hidupnya terus dirudung kemalangan?
Sementara Rio sendiri sudah dijodohkan dengan sepupunya!
Mungkin saja ini hanya sebatas kebahagiaan semu untuk Diana!
Follow ig: @poel_story27
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poel Story27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Perjodohan
Rio memindai setiap sudut apartemen tempatnya berada dengan tatapan nyalang. Pikirannya kembali ke masa dua puluh tahun yang lalu.
Di apartemen ini Rio dibesarkan, di sini juga dia dan Diana sering bersama. Setiap matanya menyorot salah satu bagian ruangan, setiap kali itu juga Rio melihat bayangan dirinya dan Diana sedang bermain bersama, berlari ke sana kemari dengan begitu riang.
Rio beranjak ke kamarnya, dia memandangi potret dirinya bersama Diana yang terbingkai rapi di atas meja nakas. Hanya itu pengobat rindu yang Rio miliki, selain kenangan masa kecil mereka yang takkan pernah terlupakan.
Tanpa disadari oleh Rio, Laura sudah berdiri di pintu kamar, memperhatikan Rio entah dimulai sejak kapan.
Sebagai teman dekat sekaligus orang kepercayaan Rio, Laura adalah satu-satunya orang yang memiliki akses bebas ke apartemen ini.
Laura juga satu-satunya yang tahu seperti apa Diana di hati Rio.
'Beruntung sekali Diana, dia memiliki hati Rio sepenuhnya, sayangnya raga Rio harus dimiliki orang lain. Dalam posisi ini, akulah yang paling tidak beruntung. Tidak hatinya, tidak raganya, tidak ada yang bisa aku miliki, selain keberadaanku yang tidak lebih sebagai teman.'
'Padahal, aku selalu di dekatnya sejak kecil sampai dewasa. Di saat dia sakit, di saat dia terpuruk, aku selalu ada untuknya. Mungkin ini definisi cinta yang sebenarnya, ikhlas. Meski terkadang aku tidak bisa mengelak dari rasa sakit dan cemburu,' gumam Laura dalam hati.
"Rio," tegur Laura.
Rio menoleh ke belakang. "Kau sudah datang!"
"Kita harus berangkat sekarang," balas Laura.
"Baiklah." Rio membuang napas berat, lalu ia dan Laura beranjak meninggalkan apartemen tersebut.
Pikiran Rio bercabang dua, malam ini dia akan bertunangan dengan Gita, sepupunya yang baik hati. Sementara di sisi lain, Rio juga harus memikirkan Diana masih belum ditemukan keberadaannya.
Bagi Rio keluarga adalah segalanya, dan dia tidak ingin mengecewakan keluarganya.
Terlebih Luna, sudah pasti Rio tidak mau mengecewakan bibinya itu, apalagi sampai membuatnya sakit hati.
Selain Rara ibunya, Luna adalah wanita paling berjasa dalam hidup Rio.
Tanpa ada Luna, entah bagaimana nasib Rio yang kala itu belum mengerti apa-apa, tapi sudah kecanduan obat-obatan terlarang.
Bahkan sebelum itu, Rio beberapa kali berusaha mencelakai Luna, hingga membuat bibinya itu mengalami pendarahan, dan hampir kehilangan Gita yang masih dalam kandungan.
Namun, tidak sekali pun Luna membenci Rio, dia memaafkan begitu saja, bahkan menjadi orang nomor satu paling berjasa dalam proses penyembuhan Rio.
Itulah sebabnya Rio sangat menyayangi Gita, dia selalu ada untuk Gita, menjadi pelindung sejati untuk sepupunya itu. Sebagai balas jasa, sekaligus penebus dosa pada Gita yang pernah ia celakai saat masih dalam kandungan.
Demi Tuhan, Rio benar-benar bingung. Dia tidak sanggup menolak perjodohan ini, karena itu pasti akan menyakiti hati Luna, bibinya.
Di sisi Lain, Diana adalah cinta sejati di hidup Rio.
Rio dan Laura tiba di hotel tempat acara dilangsungkan, saat ini di dalam ballroom sudah ramai oleh keluarga besar, dan kerabat yang berdatangan.
Karena bisa dikatakan ini adalah pertunangan dalam satu keluarga, jadi yang diundang hanya sebatas orang-orang terdekat saja.
Pertama-tama, Rio langsung menghampiri ibunya.
"Mama pikir kau akan datang terlambat," sungut Rara.
"Ma, mana mungkin aku akan membuat keluarga kita malu," sahut Rio seraya memeluk ibunya.
Rara mengeluarkan sebuah kotak beludru dari dalam tasnya, lalu menyerahkan pada Rio. "Ini cincin yang sangat istimewa, karena diberikan langsung oleh oma kamu saat melamar mama, jadi mama ingin kamu melamar gadis yang akan menjadi pendamping hidupmu, dengan cincin ini juga."
"Terimakasih, Ma." Rio menerima kotak beludru tersebut, lalu membukanya.
Di dalamnya terdapat sebuah cincin yang sangat mewah, dengan ring tipis yang terbuat dari platinum. Di bagian atas cincin itu terdapat batu berlian mikro-pave yang sangat langka, jadi sudah pasti cincin tersebut memiliki harga yang fantastis.
Bersambung.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
tp klu tdk ada peran si ibu tiri pasti tdk seruu.