IG : Isthiizty
Disarankan untuk membaca novel PERNIKAHAN RAHASIA SEPASANG ANAK SMA dan SHE'S MINE terlebih dahulu.
Apapun yang sudah di takdirkan menjadi milikmu, tidak akan meleset sedikitpun meski semua orang menghalanginya.
Begitupula jika memang tidak di takdirkan untuk menjadi milikmu, mau seluruh makhluk di dunia ini mendukungmu, sampai kapanpun tak akan pernah menjadi milikmu.
Jadi jangan pernah menyalahkan keadaan. Karena jika dia memang ditakdirkan untukmu, pasti akan ada jalan untuk kalian bersatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akting
Ello dan Alex saling pandang seolah bertanya satu sama lain lewat kontak mata. Namun sayang, baik Ello maupun Alex sama-sama tak menemukan jawaban. Keduanya sama-sama tak mengerti maksud dan tujuan Mike memperkenalkan mereka berdua sebagai bos.
Karena rasa penasaran yang sudah berada di puncak ubun-ubun, kini Alex dan Ello menatap ke arah Mike. Namun lagi-lagi mereka berdua justru semakin di buat bingung dengan tingkah Mike yang mengedip mata sekaligus mengelengkan kepala dengan sangat pelan ke arah mereka.
"Bos? Maksud lo apa sih ngab? Trus kenapa sama mata lo? Kok kedip-kedip gitu? Lo kelilipan? Sama kepala lo juga kenapa? Kok geleng-geleng gitu? Apa lo pusing gara-gara di tonjong cowok sableng tadi?" tanya Alex yang sudah tak tahan dengan rasa penasarannya. Dia sangat butuh jawaban saat ini juga dari sahabatnya itu.
Namun bukannya mendapat jawaban, Alex justru mendapat tatapan tajam dari Mike. Dan hal itu semakin membuatnya bingung sekaligus heran. "Lo kenapa sih malah liatin gue kayak gitu? Nyeremin banget, udah persis kayak mom Lisa kalau lagi ngamuk."
Mike menghela nafas berat. 'Dasar Alex bego. Dari tadi gue kasih kode gak paham-paham. Gue tahu otak lo itu emang cuma segede biji cabe. Tapi tolonglah sekarang di gunain semaksimal mungkin. Masa dari tadi gue kasih kode gak paham-paham,' gerutu Mike dalam hati. Bahkan rasanya saat ini juga dia ingin menenggelamkan Alex ke dalam got, agar pria tak peka itu bisa diam dan tak banyak bertanya lagi. Karena jujur saja Mike takut Floryn curiga jika Ello dan Alex bukan bosnya.
"Kok diem ngab?" Kini giliran Ello yang bertanya. Karena sebenarnya dia juga sama penasarannya dengan Alex.
Mike kembali menghela nafas berat. Bahkan kini dia mengusap wajahnya dengan kasar. Saat ini Mike benar-benar frustasi. Ternyata mempunyai sahabat yang lola (loading lama) dan telmi (telat mikir) membuat dirinya benar-benar kesal. Bahkan kedua sahabatnya itu seolah sengaja memancing emosinya.
Mike memilih mengalihkan pandangannya ke arah Floryn daripada menjawab pertanyaan Ello yang sudah berhasil membuat dirinya kesal.
"Mereka berdua emang gitu Flo. Gak mau di anggep bos. Bahkan mereka udah anggep aku kayak adik mereka sendiri," ucap Mike mencoba memberi alasan saat melihat wajah bingung Floryn.
"Sejak kapan gue anggep lo adik? Dan sejak kapan juga kita jadi..... Awww...... " Alex tak bisa melanjutkan ucapannya dan kini justru meringis kesakitan saat kakinya yang berada di bawah meja di injak oleh seseorang.
"Sakit ngab. Kenapa lo ngin......"
"Diem...." ucap Mike lirih sembari menatap tajam Alex.
"Dasar aneh," gerutu Alex kesal. Dia pun memilih diam walaupun di dalam hati Alex terus mengumpat kesal pada sahabat lucknatnya itu.
"Kak Alex kenapa kok wajahnya merah gitu?" tanya Floryn saat melihat perubahan di wajah Alex.
"Gak pa-pa Flo. Muka bos aku emang suka berubah-ubah gitu. Menyesuaikan tempat," sela Mike yang sebenarnya tahu jika wajah Alex memerah karena menahan amarah.
"Berubah-ubah menyesuaikan tempat? Emang lo pikir gue bunglon?" ketus Alex semakin kesal. Namun detik selanjutnya seringai licik tersungging di bibirnya.
"Gue sama Ello bos lo?" tanya Alex memastikan. Dan dengan cepat Mike menganggukan kepalanya. Dia bahkan tersenyum senang karena sepertinya Alex sudah mulai paham dan mau berakting menjadi bosnya.
Alex tersenyum merekah saat mendengar jawaban Mike, namun tidak dengan Ello. Pria beranak satu itu justru terlihat semakin bingung dan masih belum memahami situasi saat ini. "Maksudnya gimana sih?" tanya Ello.
"Sini!" Alex melambaikan tangan agar Ello mendekat. Lalu mantan playboy itu membisikan sesuatu pada sahabatnya itu hingga membuat senyum Ello merekah seperti senyuman Alex.
Sedangkan disisi lain Mike sudah menelan salivanya dengan susah payah. Karena entah kenapa dia merasa Alex sedang merencanakan sesuatu yang akan membuatnya kesusahan.
"Ehem...." Alex berdehem untuk menetralkan suaranya. Lalu pria itu menatap Mike dengan senyum liciknya. "Sebagai bos lo, gue boleh dong ngasih perintah ke anak buah kesayangan gue ini?" tanya Alex sembari menaik turunkan kedua alisnya.
Lagi dan lagi Mike hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Dia semakin yakin jika perintah yang akan diberikan Alex nanti pasti akan membuatnya menderita.
"Hey asisten, lo denger gak bos ganteng lo ngomong apa?" tanya Alex sok galak. Bahkan Alex sempat mengebrak meja hingga membuat Mike dan Floryn tersentak kaget.
"Denger bos," jawab Mike dengan malas. Kalau saja saat ini tak ada Floryn di sampingnya, mungkin sejak tadi Mike sudah menjitak kepala sahabat durjananya itu.
"Sebagai bos gue punya perintah khusus buat lo," ujar Alex sembari meminta Mike mendekat dengan menggunakan kode jari telunjuknya.
"Perintah apa? Jangan yang susah-susah," pinta Mike sembari berjalan mendekat.
"Hey, disini gue bosnya. Terserah gue mau ngasih perintah apa. Kenapa jadi lo yang ngatur." Alex menatap tajam ke arah Mike dan tentu saja itu salah satu aktingnya saat menjadi bos yang galak.
Sedangkan disisi lain Ello hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari menahan tawa saat melihat kelakuan dua sahabat sablengnya. Sampai sekarang dia masih tak mengerti dengan alasan Mike yang tiba-tiba meproklamasikan Ello dan Alex sebagai bosnya. Namun sebagai seorang sahabat yang baik, Ello akan dengan senang hati membantu Mike, apapun alasannya.
"Maaf bos," ucap Mike menunduk. "Jadi apa yang bisa saya lakukan untuk anda?"
"Lo punya buku?" tanya Alex masih dengan gaya songongnya.
"Punya."
"Ambil. Karena lo harus nyatet semua permintaan gue," perintah Alex. Dan demi melancarkan aktingnya sebagai seorang asisten, Mike pun langsung menuruti perintah Alex dengan mengambil sebuah buku tulis dari dalam tas punggungnya.
"Sudah. Jadi apa permintaan bos?" tanya Mike yang kini sudah memegang sebuah buku dan pena di tangannya. Dia hanya bisa berharap semoga permintaan Alex nanti tak membuat dirinya menderita.
.
.
.
Kira-kira apa ya permintaan babang Alex?🤔🤔 Hmm....... Apapun itu, semoga gak aneh-aneh dan gak bikin mas Mike-nya menderita🤭🤭
ada2 aja tingkah mreka...