Reina mentari seorang gadis pekerja keras, ceria, dan pantang menyerah. Kehidupannya berjalan normal sampai suatu hari ia bertemu dengan Saina putri kecil Revan yang mengubah seluruh alur cerita kehidupannya yang biasa saja.
"Menikah lah denganku" hal itu tentu menjadi kata paling bahagia untuk semua wanita yang ada di dunia, tapi tidak untuk Reina karena Reina tahu Revan tidak mencintainya. Namun demi Saina gadis kecil yang merindukan sosok seorang ibu di hidupnya sehingga mau tidak mau Reina harus menekan sedikit egonya untuk kebahagian Saina.
Perlahan alur kisah Reina mulai berubah, tabir rahasia yang ditutupi orang tuanya selama ini ikut naik kepermukaan meluluhlantahkan hatinya.
Akan kah Reina menerima Revan? Rumah tangga seperti apa yang akan dialami Reina? mampukah Reina melewati segala kesulitannya? ikuti terus kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Paket misterius
...Jam sudah menunjukan pukul 3 sore, tidak terasa sudah hampir seharian ini Reina menemani Saina di rumah sakit....
" Astaga, aku lupa mengabari Fina lagi."
Ucap Reina pada diri sendiri kemudian ia bergegas melangkah pergi ke luar ruangan untuk menghubungi Fina. Namun baru saja Reina ingin menghubungi Fina ponselnya berdering yang ternyata adalah Fina, dengan cepat Reina mengusap ikon berwarna hijau di layarnya.
Call on
" Halo Rein " ucap Fina ketika panggilannya di jawab oleh Reina.
" Iya fin, aku.... " belum juga Reina selesai menjawab sudah di potong oleh Fina
" Syukurlah Rein akhirnya aku mendengar suara mu, aku sangat khawatir " cerocos Fina diseberang sana.
" Tenanglah fin aku lupa memberitahumu bahwa aku sedang ada urusan jadi untuk sementara waktu aku titip toko dulu ya." Ucap Reina kepada Fina diseberang telpon.
" Ku kira kamu kenapa napa, apalagi setelah kamu pergi dengan keadaan kacau aku tak mendapat kabar lagi dari mu." Ucap Fina disebrang sana dengan nada khawatir.
" Kamu tidak usah khawatir aku baik baik saja cuman ada sedikit masalah yang harus aku urus untuk beberapa hari kedepan, aku titip toko ya." Ucap Reina
" Kamu tenang saja tidak perlu khawatir tentang toko aku pasti mengurusnya dengan baik, sebaliknya jika kamu ada masalah jangan segan untuk mencari ku aku akan dengan sukarela membantumu jangan kau pendam masalahmu sendiri ok." Ucap Fina dengan tulus
Mendengar hal itu membuat hati Reina seketika damai, Reina merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Fina.
" Ok baby, kamu tenang saja aku tutup dulu telponnya. " Ucap Reina mengakhiri telpon.
Call of
...Setelah menelpon Fina Reina berencana untuk pulang ke rumah sebentar untuk mandi kemudian kembali lagi ke rumah sakit. Ketika Reina masuk ke ruang rawat inap Saina di sana sudah terlihat ibu Revan tengah duduk sambil menyuapi buah untuk Saina sedangkan Revan tetap pada tempatnya fokus menatap layar ponselnya....
" Tan aku pamit pulang dulu ya." Ucap Reina
" Mami jangan pulang." Ucap Saina sambil menatap Reina.
Lila yang mendengar cucunya memanggil Reina mami akhirnya mengerti bahwa mami yang di igaukan Saina ternyata adalah Reina bukan Iriana.
" Mami pergi dulu ya ganti baju, nanti mami balik lagi dan temani Sain disini." Ucap Reina dengan nada lembut memberi pengertian.
...Saina akhirnya menuruti permintaan Reina, sedangkan Lila yang melihat interaksi ke duanya tersenyum bahagia karena pada akhirnya Saina yang terkenal pendiam bisa membuka hatinya untuk orang lain....
" Van antarkan Reina pulang " ucap Lila
" Tidak perlu tan saya bisa pulang sendiri." Ucapnya pada Lila karena merasa tidak enak.
...Revan kemudian bangkit berdiri dan berjalan keluar ruangan. Ketika sampai dipintu Revan menoleh kebelakang....
" Apa kau akan tetap disitu bukankah kau akan pulang" ucap Revan pada Reina kemudian melanjutkan langkah kakinya.
...Reina yang mendengar itu hanya bisa mengelus dada sambil terus bersabar dengan mulut si tuan angkuh Revan, detik selanjutnya Reina bergegas mengikuti langkah kaki Revan menuju parkiran....
...Di dalam mobil Cadillac escalade esv milik Revan hanya ada keheningan yang menyapa tidak ada satupun dari mereka yang berniat untuk memulai pembicaraan, Reina hanya fokus menatap jalanan sekitar karena Reina terlalu malas untuk berdebat dengan Revan....
...Ketika sampai di post satpam perumahan anggrek Reina diberitahu satpam bahwa ada paket atas namanya yang dikirim tadi pagi, kemudian setelah itu Reina membawa paket itu ke rumah. Sampai di rumah Reina mempersilahkan Revan untuk masuk dan menunggunya di ruang tamu....
" Duduklah dulu aku akan mandi, tidak akan lama santai saja." Ucap Reina yang dibalas anggukan oleh Revan.
...Reina pergi menuju kamarnya untuk segera mandi, namun karna penasaran akan paket yang di bawanya Reina berpikir untuk membukanya sebentar....
" Aneh kenapa tidak ada nama pengirimnya. " Ucap Reina dalam hati sambil mengingat ingat apa ia pernah memesan sesuatu tapi melupakannya.
...Dengan perlahan Reina membuka paket itu, ketika paket itu terbuka Reina menemukan sebuah amplop di dalamnya kemudian dengan perlahan menariknya keluar untuk membaca isinya....
" KAMU MENGANGGAP KU MAIN MAIN RUPANYA NA. KITA LIHAT SAJA APA ESOK MATAHARIMU MASIH BISA TERBIT BERSINAR!!"
" Ge....rald..." Ucap Reina shock membaca isi pesan itu, dengan mencoba untuk tetap tenang Reina mengambil sebuah kertas seperti foto ukuran 15 r yang terletak dibawah amplop yang berisi surat di dalam paket tersebut. Ketika foto itu dibalik betapa terkejutnya Reina melihat gambar kedua orang tuanya dengan bercak darah yang mengenai foto.
" Aaaaaaaaaaa......" Teriak Reina
...Revan yang mendengar suara teriakan Reina lantas berdiri dan langsung menghampiri arah suara itu. Ketika pintu kamar di buka Revan menemukan Reina sudah duduk bersimpuh di bawah dengan menggenggam foto yang terdapat bercak darah....
"Apa yang terjadi?" Tanya Revan sambil berjalan mendekati Reina.
" To.. to .. tolong orang tuaku." Ucap Reina dengan nada bergetar akibat terlalu shock.
Revan yang melihat Reina begitu shock reflek memeluk tubuhnya sambil mengelus punggung Reina agar tenang.
" Tenanglah semua akan baik baik saja." Ucap Revan sambil terus menenangkan Reina.
...Setelah Reina menjadi lebih tenang Revan mulai membersihkan isi paket yang berserakan di lantai kamar Reina dan membuangnya agar Reina tidak lagi bisa melihatnya. Setelah itu Revan kemudian menuntun Reina agar duduk di ranjang dan memberikannya segelas air putih yang sudah di campur dengan obat tidur dosis rendah tanpa sepengetahuan Reina, setelah Reina menenggak habis air itu Revan menuntunnya untuk berbaring dan tidur, Reina yang pikirannya memang sedang kacau hanya bergerak mengikuti arah yang ditunjukkan Revan tanpa banyak protes seperti biasanya....
...Revan memang sengaja mencampur air tersebut dengan obat tidur dalam dosis rendah dengan tujuan untuk mengistirahatkan sejenak pikiran Reina sehingga ketika terbangun Reina akan dapat berpikir dengan jernih....
Setelah Revan melihat Reina mulai tertidur Revan kemudian beranjak pergi keluar kamar Reina untuk menghubungi Wili.
Call on
" Hallo tuan " ucap Wili diseberang sana
" Apa kau sudah memastikan orang tua Reina aman?" Tanya Revan langsung ke intinya.
" Sudah tuan, saya menerima laporan bahwa anak buah Gerald sudah tersebar di sekitar rumah orang tua nona Reina namun yang mereka lakukan hanya mengawasi tidak lebih, bukankah itu aneh tuan?" Ucap Wili
" Terus amati pergerakan mereka, jangan ada hal sekecil apapun yang terlewatkan." Ucap Revan yang kemudian menutup telponnya.
Call off
...Sementara itu Wili merasa ada yang aneh dengan tuannya itu. Pasalnya tuan yang terkenal angkuh dan dingin yang tidak pernah sama sekali mengkhawatirkan seseorang meski orang itu mati di depan tuan sekalipun, ia akan tetap acuh dengan tatapan dinginnya namun yang terjadi sekarang malah kebalikannya bukankah ini aneh....
" Apa tuan sudah jatuh cinta kepada nona Reina?" Ucap Wili pada diri sendiri sambil menerka nerka.
Bersambung
ikuti terus kisahnya
see you