Up tiap hari
pliss.... jangan lupa tinggalkan jejak
Ilmy Amelia adalah sosok gadis yang cantik dan juga pemberani, tapi ia juga sosok gadis yang sangat cuek pada sekitarnya, itu di karenakan sosok ilmy mempunyai kekuatan dapat melihat makhluk halus, ia juga dapat mengetahui masalalu orang lain.
Dimas adalah sosok arwah yang entah mengapa bisa melupakan kejadian disaat ia meninggal.
Pertemuan antara ilmy dan juga bima yang secara tidak sengaja, bisa membuat dimas mengingat sepenggal masalalunya.
Akankah ilmy membantu bima......???
Apakah yang sesungguhnya terjadi dan ada hubungan apa antara bima dan Ilmy....????
Penasaran....???
Nantikan kelanjutan ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dark Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 13
Selamat membaca
Ilmy dan Sinta kini sudah berada di kantin sekolah, Ilmy dan Sinta duduk dan menikmati es teh dengan sangat rakusnya, mereka sangat kehausan saat ini, di hukum hormat tiang bendera di siang hari sungguh sangat menyiksa.
"Gluk Gluk Gluk.... " suara es teh yang mereka minum dalam satu kali.
"Woh.... Gue dah hidup kembali ta..." suara Ilmy yang penuh rasa syukur karena sudah berhasil menghilangkan rasa mencekik di lehernya karena keharsan akibat panas matahari.
"Gua juga my.... " jawab Sinta yang sudah menghabiskan minumannya juga.
"Gue rasanya hampir mati, sumpah dah... " Ilmy merebahkan kepalanya di atas meja kantin.
"Pak Jay ko jadi kejam banget yah...???, bisa-bisanya dia ngejemur kita kaya ikan asin aja deh..." jawab Sinta yang ikut merebahkan kepalanya di atas meja.
"Ta.....,gue laperrr...." suara perut Ilmy sudah mulai berdisko minta di isi.
"Lah terus.....???" Sinta bertanya apa hubungannya dengan dirinya.
"Gua ngga punya tenaga lagi...., loe pesenin gua gih....!!!." Ilmy memasang mode imut nya, tapi sayang itu tak mampan kepada sahabatnya itu.
"Lo pikir gue nga capek apa...???." suara Sinta kini seperti sedang sakarat saja, kebetulan Dion lewat dan melihat keadaan tragis keduanya, itu membuat Dion menghampiri kedua gadis aneh di matanya.
"Loe berdua kenapa....???" suara Dion memecahkan argumen ke duanya, Ilmy dan Sinta langsung mengangkat kepalanya menatap Dion dengan bintang di mata mereka.
"Hoho...., ada apa dengan ekspresi kalian berdua saat ini...???." Dion mengambil antisipasi melihat raut wajah keduanya.
"Oh.... Dion...., kau memang datang di waktu yang sangat tepat.... " suara Sinta kini penuh dengan pengharapan.
"Pliss... Loe tolong kita pesan makanan, tubuh dan otak gue udah nga bisa di gerakan jika tidak makan sekarang" sambung Ilmy dengan muka memohonnya.
"Oh...., jadi kalian sekarang dalam mode sekarat rupanya....???." dion kini mengerti apa yang terjadi pada ke 2 gadis aneh di depannya.
"Baiklah...., karena gue adalah pria yang baik, jadi gue akan nolongin kalian... " sambungnya lagi, dan berlalu pergi ke meja tempat pemesanan makanan.
Berselang beberapa saat, Dion datang dengan membawa nampan berisi 3 porsi nasi goreng dan juga 3 es jeruk. Dion meletakkan nampan di atas meja dan langsung di sambar oleh Ilmy dan Sinta. Ilmy memakannya dengan sangat lahap tampa memperdulikan sekitarnya.
"Pelan-pelan aja my...., nggak ada yang akan ngambil makanan loe...." Dion membersihkan nasi yang ada di sudut bibir Ilmy.
"Gue laper bener tau nga loh....???." jawab Ilmy dan tidak memperhatikan sikap Dion kepada nya tadi, tapi tiba-tiba Ilmy merasa dingin di sekujut tubuhnya, ia mengangkat kepalanya dan mencari sumber kesuraman yang membuatnya merinding itu, dan ternyata sudah ada Dimas yang memperhatikannya dengan tatapan yang sangat tajam.
"Astagfirullah....!!!." suara Ilmy yang kaget dengan kehadiran Dimas dan juga tatapan tak bersahabatnya itu.
"Loe kenapa my....???" Dion bertanya, ia heran kenapa Ilmy tiba-tiba berhenti memakan makanannya.
"Nga...., gue nga papa ko, cuma ngeliat nyamuk yang terbang doang" jawab ilmy dengan cepat
"Apa loe bilang....??? Loe samain gue dengan nyamuk...???." suara Dimas yang marah, bisa-bisa nya Ilmy menyamainya dengan seekor nyamuk, tapi kini Dimas merasa heran, kenapa ia marah melihat Dion memegang sudut bibir Ilmy.
Ada yang aneh.....