Viona Adisti wanita berumur 25 tahun adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, akibat kecelakaan pesawat ketika itu Azlan selaku suami dari Viona yang menjadi pilotnya.
Viona menikah kembali dengan Zico Wijaya Kusuma 29 tahun, pemilik perusahaan terbesar WK Group selaku suami dari sahabatnya yaitu Alea Anggita Winarti, Alea telah meninggal dunia dan meninggalkan seorang putri cantik bernama Alika Queenara Kusuma.
Alea meminta Zico suaminya agar menjadikan Vio sebagai ibu sambung Alika yang masih berusia enam bulan, bisakah Vio menjadi ibu yang baik buat Alika dan bahagiakah Zico dengan Vio...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter SSS 13
Bik Mina pun mencoba menjelaskan apa yang di tanyakan Zico.
"Sebelumnya bibik minta maaf tuan" ucap bibik menghentikan ucapannya lalu melirik sekilas kearah Vio sambil tersenyum
Zico mengernyitkan dahinya karna bibik bukannya melanjutkan apa yang mau disampaikan, tapi malah melirik ke Vio sembari tersenyum.
Vio yang dilirik pun merasa heran dan belum sadar makanan enak yang di tanyakan Zico itu adalah masakan dia sendiri, sampai bik Mina membuka suara kembali baru Vio menyadarinya.
"Tuan sebenarnya bibik berbohong dengan bumbu baru, masakan enak yang tuan makan selama ini adalah masakan Nyonya tuan" ucap bik Mina dan tersenyum manis kearah Vio
"Jadi selama ini makanan yang aku makan itu masakan kamu?" tanya Zico kearah Vio.
Vio yang jadi pusat utama hanya bisa menyengir kuda.
"Hehe iya mas, maaf karna waktu itu kamu bilang gak mau makan masakan aku, dan aku disini hanya buat ngurus Alika bukan kamu, sebenarnya aku sedikit sedih mas, tapi aku gak menyerah aku tetap menjalani kewajibanku sebagai seorang istri walau hanya cuma membuatkan makanan untukmu" jelas Vio dan menundukkan pandangannya dari tatapan mata Zico
Bibik yang melihat dua insan yang baru saja berbaikan itu senyum senyum sendiri, lalu pergi dari kamar Zico meninggalkan mereka berdua.
Sejenak Zico memandang Vio yang tengah menundukkan kepala, lalu Zico memegang dagu Vio dan mengangkat sedikit kepalanya supaya bisa berhadapan dengannya.
"Terimakasih banyak... dan maaf waktu itu aku tidak menghargai masakan yang sudah kamu masak untuk ku" ucap Zico lembut dan menatap dalam mata Vio.
"Gak apa apa mas, Vio udah lupain kejadian itu kok, toh buktinya sekarang mas sukakan sama masakan aku" ucap Vio melebarkan senyumnya
"Sekarang mas harus habisin makanan ini dulu dan minun obatnya terus istirahat lagi deh" imbuh Vio yang direspon dengan anggukan serta senyuman manis dari Zico dan Vio memulai menyuapi Zico
Selesai menyuapi Zico makan dan minum obat, Vio menyuruh Zico untuk beristirahat, Zico pun menurutinya dan membaringkan dirinya di ranjang kembali, melihat Zico yang sudah berbaring dan memejamkan matanya Vio bermaksud untuk membawa piring kotor itu ke dapur, setelah itu Vio pergi ke kamar Alika, dikamar terlihat Alika sedang terlelap Vio mengelus lembut pipi gembul Alika dan mencium anak manis tersebut.
Selesai dari kamar Alika Vio kembali ke kamar Zico, Vio bermaksud ingin pamit untuk pulang karna sejak Vio keluar dari rumah sakit dia sama sekali belum istirahat, padahal besok Vio harus ke butik karna Tari yang memesan gaun pengantin di butik Vio ingin bertemu dan Vio juga akan memantau proses penjahitannya.
Vio yang melihat Zico sudah beristirahat mengurungkan niatnya untuk pamit, Vio berpamitan kepada bi Mina dan berpesan kalo besok Vio bakal datang lagi kesini.
Vio langsung pulang ke rumahnya dengan taxi, Vio tidak jadi ke butik sesuai janji awalnya sama Fani, Vio pun menelfon Fani.
Panggilan tersambung ke Fani.
"Hallo Mba Vio.." ucap Fani
"Hallo Fan... oh ya Fan Mba mau bilang kalo Mba gak jadi ke butik, Mba langsung pulang aja, mobil kamu yang bawa ya" ucap Vio
"Oke Mba Vio... Hati-hati di jalan" ucap Fani
"Terimakasih fani" ucap Vio lagi
"Iya Mba sama-sama" jawab Fani dan mengakhiri panggilan suara tersebut.
Malam itu Zico bangun dari tidurnya dia merasa badannya sudah segar kembali, Zico ingat kalo Vio sudah kembali sesaat Zico tersenyum dan bergegas turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai Zico keluar dari kamar menuju kamar Alika untuk mencari Vio.
Zico sampai di kamar Alika dan langsung masuk kekamar itu, di dalam kamar Zico tak melihat siapa siapa dia pun turun kebawah menuju ruang keluarga rumahnya yang letaknya bersebelahan dengan dapur, disana Zico hanya bertemu dengan Alika yang sedang asik main dan mengoceh sendiri didalam kereta dorong.
Zico menggendong Alika dan bertanya dimana Vio, Alika merespon dengan ocehan yang tak di mengerti oleh Zico, sambil menggendong Alika Zico menemui bik Mina di dapur lalu bertanya dimana Vio.
"Bik dimana Vio..?" tanya Zico
"Nyonya sudah pulang tuan.." ucap bik Mina
"Pulang...??" ucap Zico dan mengkerutkan keningnya tak paham dengan omongan bibik
"Pulang kemana bik..?" tanya Zico penasaran
"Nyonya pulang ke rumahnya tuan, tadi sebenarnya nyonya mau pamit sama tuan, tapi nyonya gak tega ngebangunin tuan yang baru istirahat, jadi nyonya cuma pamit ke bibik dan berpesan besok bakal kesini lagi" jelas bik Mina
"Jadi dia kesini sama siapa bik..? dan dia gak bawa barang barangnya?" tanya Zico lagi
"Tadi nyonya kesini sendiri tuan, gak bawa apa apa, soalnya nyonya pas baru keluar dari rumah sakit langsung kesini tuan"
"Keluar dari rumah sakit..? siapa yang sakit bik..?" tanya Zico yang makin penasaran
"Nyonya Vio yang sakit tuan.. dua hari kemaren nyonya sempat di rawat di rumah sakit akibat asam lambung sama, pusing dan kurang istirahat tuan" jelas bibik lagi
Zico kaget mendengar penjelasan bik Mina
"Apa!! Vio sakit..? kenapa bibik gak ngasih tau Zico bik..?" ucap Zico marah
"Maaf tuan bibik juga gak tau kalo nyonya sakit dan dirawat, bibik baru tau tadi pagi pas nyonya baru datang, bibik lihat perban di pergelangan tangan nyonya tuan, lalu bibik tanya kenapa, nyonya bilang perban bekas infusan karna nyonya baru keluar dari rumah sakit" jelas bik Mina dengan nada gemetar karna takut dengan amarah Zico
"****** banget sih aku, padahal aku lihat perban di pergelangan tangan dia bik, tadinya ingin bertanya tapi liat dia tersenyum dan mau memaafkan aku, seakan penasaran aku sama perban di pergelangan tangan nya hilang begitu aja" ucap Zico mengacak rambutnya karna frustasi, Alika yang ada di gendongan Zico hanya tertawa manis melihat tingkah papanya
"Terus dimana alamat rumahnya bik..?" tanya Zico
"Sebentar ya tuan, bibik lupa nama tempatnya, tapi tadi nyonya tulis di kertas, dan kertasnya ada di kamar bibik" ucap bik Mina, setelah itu bergeges ke kamar mengambil kertas alamat yang di berikan Vio
Zico mengajak putri kecilnya ke ruang keluarga dan kembali meletakkan Alika di dalam kereta dorongnya, Zico mencium kepala dan kedua pipi gembul Alika yang membuat putri kecilnya tertawa,
"Papa kangen sama kamu nak.. maafin papa ya, beberapa hari belakangan papa acuhin kamu, abis ini papa janji akan selalu ada untukmu nak" ucap Zico sembari mengusap usap kepala Alika
Vio kenapa kamu gak tinggal lagi di sini, kamu udah janjikan gak akan pernah tinggalin aku lagi?? dan kita juga sudah sepakat sama-sama belajar untuk saling mencintai, terus kenapa kita harus pisah rumah~ batin Zico
Tak lama bibik kembali membawa kertas alamat rumah Vio, dan bibik menyerahkan alamat itu pada Zico, Zico melihat alamat yang ada dikertas dan setelah itu Zico minta tolong jagain Alika ke bik Mina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author
Hai Hai readers, semoga masih suka ya sama cerita aku, 😊😊 jangan lupa buat like, komen, rate bintang 5, favorit dan bila berkenan vote nya juga ya😊😊 Terimakasih 🙏💕
See you next chapter 😘😘😘
#CemangattThor😍