"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."
Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.
Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.
Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:
Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...
Komandan perang Kekaisaran Jiulong...
Raja informasi dari Paviliun Bayangan...
Semuanya adalah klon milik Lian!
Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekacauan di Balai Lelang
[Sovereign Duplication: Mengaktifkan Proyeksi Keuangan & Manipulasi Lelang]
[Notifikasi Sistem: Aliran Batu Spiritual Masuk Terdeteksi Dalam Jumlah Masif]
Tirai emas panggung lelang Paviliun Bayangan terangkat, memancarkan kilau kristal yang menyilaukan mata seluruh hadirin di panggung utama.
Di aula utama yang sesak, puluhan bangsawan Kekaisaran Jiulong duduk berdampingan dengan perwakilan Sekte Tambang Spiritual. Utusan khusus kiriman Grand Elder Gu Yan menempati kursi terdepan dengan wajah penuh keangkuhan.
"Ingat, Grand Elder Gu Yan memberi perintah mutlak untuk membawa pulang apa pun artefak langka malam ini," bisik utusan itu kepada pengawalnya.
"Tapi Master, anggaran kita terbatas setelah insiden tambang kemarin," sahut pengawalnya cemas.
"Tutup mulutmu! Sekte Tambang Spiritual tidak pernah kekurangan batu spiritual!" bentak utusan Gu Yan.
Di balik kaca lantai tiga, Klon #03 Baihu tersenyum tipis seraya menyesap teh hitamnya.
"Ikan-ikan besar sudah masuk jaring. Tugas kita tinggal menarik talinya perlahan," gumam Baihu pelan melalui jaringan bayangan.
'Kepintaran Master Lian memanfaatkan keserakahan mereka benar-benar tak ada tandingannya,' batin Baihu tertawa puas.
Di sudut tersembunyi lantai bawah, Ye Chen menatap panggung lelang dengan napas memburu dan mata memerah.
"Batu pengasah purba itu harus jatuh ke tanganku," bisik Ye Chen mengencangkan pegangan pada kantong batu spiritualnya.
"Anak muda, jangan biarkan emosi menguasaimu! Lihat pergerakan musuh sebelum melangkah!" tegur jiwa tua di dalam pedang melalui suara batin.
"Tapi Leluhur! Batu itu kunci kebangkitan kekuatan pedang kita!" protes Ye Chen dengan bibir gemetar.
"Aku tahu! Tapi kalau kau bertindak gegabah, semua orang akan mencurigaimu!" gertak sang jiwa tua gusar.
Juru lelang wanita bergaun merah menyala memamerkan kotak kayu hitam berukir naga di atas meja perak.
"Malam ini, Paviliun Bayangan mempersembahkan Batu Pengasah Pedang Purba dari dasar gua terkutuk!" seru wanita itu melantangkan suara.
Sorak-sorai penonton pecah melihat kilau energi palsu yang dipancarkan batu buatan sistem Lian tersebut.
"Harga pembukaan dimulai dari lima ribu batu spiritual tingkat menengah!" lanjut juru lelang mengetukkan palu.
"Enam ribu!" teriak seorang saudagar kaya.
"Delapan ribu!" sahut tetua sekte kecil mengacungkan papannya.
Utusan Grand Elder Gu Yan tertawa mengejek, lalu mengangkat papan penawarannya dengan angkuh.
"Dua puluh ribu batu spiritual! Sekte Tambang Spiritual tidak punya waktu untuk koin-koin kecil kalian!" teriak utusan Gu Yan.
Suasana balai lelang mendadak hening melihat lonjakan harga drastis tersebut.
Ye Chen yang duduk di sudut ruangan mendadak berdiri tegap dengan mata melotot lebar.
"Tiga puluh ribu batu spiritual!" pekik Ye Chen dengan suara melengking tinggi.
Utusan Gu Yan menoleh cepat, menatap Ye Chen yang mengenakan jubah kumuh dengan pandangan hina.
"Dari mana datangnya tikus tambang miskin ini?! Empat puluh ribu batu spiritual!" umpat utusan Gu Yan murka.
"Leluhur! Dia menaikkan harganya lagi!" ringis Ye Chen gagap dengan napas panik.
"Bodoh! Katakan empat puluh lima ribu saja! Jangan mau dipancing emosi!" jerit jiwa tua di dalam pedang panik.
"Lima puluh ribu batu spiritual!" seru Ye Chen malah meloncat menawar lebih tinggi.
"Kau bocah kurang ajar! Enam puluh ribu!" jerit utusan Gu Yan berdiri menunjuk muka Ye Chen.
"Tujuh puluh ribu!" balas Ye Chen tanpa jeda.
"Delapan puluh ribu batu spiritual!" teriak utusan Gu Yan histeris, mukanya merah padam.
Di balik tirai VIP, Baihu terkekeh gembira melihat pertengkaran dua orang bodoh tersebut. Dia memberi isyarat kepada bidak penyamar di barisan penonton untuk memanas-manasi situasi.
"Wah, Sekte Tambang Spiritual ternyata kalah kaya dari pemuda berjubah kumuh itu!" teriak bidak penyamar secara komikal.
Mendengar sindiran itu, wajah utusan Gu Yan kian memerah padam.
"Sembilan puluh ribu batu spiritual! Coba tawar lagi kalau kau memang punya uang, Tikus!" jerit utusan Gu Yan.
Putri Feng Qingxue yang memperhatikan dari balkon atas menggelengkan kepala pelan.
"Sekte Tambang Spiritual benar-benar diisi oleh orang-orang berotak tumpul," cetus Putri Feng Qingxue dingin pada Canglong.
"Sesuai hukum militer, tindakan membuang sumber daya secara emosional adalah kebodohan fatal," sahut Klon #02 Canglong berwajah datar.
Sementara itu, Ye Chen sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya akibat terprovokasi.
"Seratus ribu batu spiritual!" teriak Ye Chen histeris, mempertaruhkan seluruh harta dan barang jarahan miliknya.
Utusan Gu Yan terpaku kaku. Harga seratus ribu batu spiritual sudah melampaui batas anggaran sektenya.
"Kau... kau gila!" gumam utusan Gu Yan gemetar lalu terduduk kembali dengan wajah pucat pasi.
"Seratus ribu batu spiritual! Tiga kali... SAH!" seru juru lelang mengetukkan palunya keras-keras.
Ye Chen tersenyum lebar penuh kemenangan dan membusungkan dadanya bangga.
"Lihat itu, Leluhur! Batu purba itu akhirnya menjadi milik kita!" seru Ye Chen di dalam hatinya.
"Dasar bocah tolol! Kau membakar seluruh tabunganmu cuma demi kepingan batu yang belum pasti kegunaannya!" umpat jiwa tua di dalam pedang meratapi nasib.
Ye Chen melangkah ke ruang penyerahan barang, menyerahkan seluruh kantong spasial berisikan harta bendanya. Di balik layar, sistem Sovereign Duplication langsung menyerap seratus ribu batu spiritual tersebut dan mengalirkannya utuh ke ruang penyimpanan pribadi Lian.
[Notifikasi Sistem: Transaksi Lelang Berhasil!]
[100.000 Batu Spiritual Tingkat Menengah Diterima!]
[Simulasi Takdir: Kategori Harta Target 'Ye Chen' Berhasil Dikuras Hingga 0%]
Lian yang mengamati seluruh prosesi dari kejauhan mengukir senyum paling dingin di bibirnya.
'Kerja bagus, Ye Chen. Kau menyerahkan seluruh hartamu untuk membeli batu sampah yang kubuat dalam tiga detik,' batin Lian terkekeh puas.
Ye Chen keluar dari ruang penyerahan barang seraya memeluk kotak kayu berisi batu pengasah buatan Lian dengan senyum lebar.
"Akhirnya batu ini ada di tanganku!" bisik Ye Chen antusias seraya menempelkan mata pedang karatan miliknya ke permukaan batu tersebut.
Namun, bukannya memancarkan cahaya purba, batu itu mendadak retak dan pecah menjadi debu hitam kotor.
PUFF!
Aroma jelutung qi yang sangat kotor menyebar di udara, mengotori jubah dan wajah Ye Chen hingga belepotan hitam.
Ye Chen terpaku kaku, matanya melotot selebar piring menatap debu hitam di telapak tangannya.
"A-Apa-apaan ini?! Kenapa batu purbanya hancur jadi abu?!" jerit Ye Chen gagap.
"Bodoh! Kita ditipu! Itu batu pasir buatan yang dicelup minyak jelutung qi!" jerit jiwa tua di dalam pedang histeris.
"PAVILIUN BAYANGAN MENIPUKU?!" pekik Ye Chen histeris sampai melompat ke udara.
"Siapa yang berani menuduh Paviliun Bayangan menipu?!" seru sebuah suara berat bergaung dari arah tangga VIP.
Klon #03 Baihu melangkah turun dengan senyum bermuka dua, diapit belasan pengawal bersenjata lengkap.
"Kalian menjual barang palsu padaku! Uangku seratus ribu batu spiritual hancur!" jerit Ye Chen menunjuk muka Baihu.
"Jaga mulutmu, Pemuda. Di aturan lelang, barang yang sudah dibeli dan disentuh sepenuhnya menjadi risiko pembeli. Lagipula, kau sendiri yang merusaknya dengan energi liar pedangmu," jawab Baihu dingin.
"Kalian perampok!" amuk Ye Chen hendak mencabut pedangnya.
Canglong melangkah maju, memancarkan aura Fisik Asura yang sangat menekan hingga lantai marmer di bawah kaki Ye Chen amblas.
"Membuat keributan di balai lelang kerajaan adalah kejahatan berat. Mau kutebas kepala itu sekarang?" ancam Canglong tegas.
Ye Chen terdorong mundur lima langkah, terbatuk-batuk menahan tekanan fisik dahsyat dari Canglong.
"Tahan, Ye Chen! Komandan itu berada di Alam Martial King! Kabur!" jerit jiwa tua di dalam pedang menarik paksa kesadaran Ye Chen.
"Awas kalian semua! Aku pasti akan membalas dendam pada Paviliun Bayangan!" jerit Ye Chen seraya melompat keluar dari jendela balai lelang dalam kondisi bangkrut dan kotor oleh abu.
Di atas puncak menara, Lian mengamati pelarian Ye Chen dengan pandangan dingin tanpa ampun. Tiba-tiba, pesan rahasia dari Klon #01 Zhuque masuk ke dalam jaringan komunikasi jiwa Lian.
"Master Lian, sekte raksasa Alam Atas dari Sekte Suci Bintang 5 mulai bergerak. Utusan Leluhur Kuno Xuanyuan telah tiba di perbatasan benua bawah untuk mencari wadah pil darah," lapor Zhuque cepat.
Lian memutar jari-jarinya pelan, menatap Ye Chen yang berlari seperti anjing terbuang di jalanan ibu kota.
"Bagus sekali. Ye Chen yang bangkrut pasti akan mencari situs kuno terlarang untuk memulihkan kekuatannya. Hubungkan lokasinya dengan rute kedatangan utusan Alam Atas itu," sahut Lian penuh kalkulasi dingin.
Di kegelapan hutan perbatasan, sebuah kereta kencana raksasa bertabur permata melayang turun dari robekan awan hitam, dipimpin pria berjanggut putih dengan aura menembus langit.
"Di manakah keberadaan anak yang membawa pedang warisan Xuanyuan itu?" bisik pria tua dari Alam Atas tersebut seraya menyebarkan indra jiwanya yang mematikan.
Akankah Ye Chen yang sedang panik dan bangkrut langsung bertabrakan dengan pemburu dari Alam Atas yang dikirim oleh Leluhur Kuno Xuanyuan?