Dian yang lagi sakit hati setelah mengetahui pacarnya berselingkuh dengan teman baiknya akhirnya pergi ke bar untuk mabuk - mabukan, setelah mabuk Dian memesan kamar hotel tapi Dian malah salah masuk kamar, Dian masuk ke kamar seorang CEO muda yang sangat tampan.
CEO yang sulit didekati oleh para wanita tapi malah jatuh cinta kepada Dian saat pertama kali melihatnya.
APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mutoharoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dian Masih Trauma
Terlihat Daffa Dan Fadil Yang Sedang Berdiri Berhadap - hadapan Mereka Berdua Tidak Ada yang Mau Mengalah.
"Kamu Baru Mau Membikin Restoran Di dekat Sini Aja Sudah Sombong, Apa Kamu Tidak Mengetahui Kalau Aku Seorang CEO Pemilik dari PILAR ISTANA GRUB ." Kata Daffa.
"Aku Tidak Takut ." Kata Fadil.
"Cukup, Mending Kalian Berdua Keluar Dari Sini Sekarang ." Kata Dian.
"Kenapa Kamu Malah Mengusir Kami An ." Kata Fadil.
"Aku Sudah Tidak Percaya Dengan Cinta Semenjak Aku Di Khianati Sama Pacar Dan Teman Baik ku Sendiri Ditambah Lagi Dengan Kelahiran Ke Dua Anakku Yang Lahir Tanpa Seorang Papa ." Kata Dian.
"Kamu Sekarang Tau kan Kalau Aku Papah Dari Anak - anak yang kamu lahir kan Dan Sekarang Aku Mau Tanggung Jawab ." Kata Dian.
"Aku Juga Mau Kok Nikah Sama Kamu Walaupun Aku Tau Kamu Sudah Punya Anak ." Kata Fadil.
"Cukup, Mending Sekarang Kamu Berdua Keluar Dari Rumah Aku, Aku Mau Hidup Tenang Bersama Kedua Anakku Dan Untuk Sekarang Aku Tidak Membutuhkan Pendamping ." Kata Dian.
Kemudian Daffa Dan Fadil Langsung Keluar Dari Rumah Dian.
"Ini Semua Gara - gara kamu ." Kata Daffa.
"Kok Gara - gara Aku, Aku kan Cuma Pengin lebih kenal lagi Sama Dian ." Kata Fadil.
Mereka Berdua Ngobrol sambil Keluar Dari Apartemen Dian.
"Kayaknya Bakal Susah Nih Perjuangan Kita Buat Dapatin Dian ." Kata Daffa.
"Iya, Ini Semua Gara - gara Mantan Pacarnya ." Kata Fadil.
"Apa Aku Pecat Aja kali yah Mantan Pacarnya ." Kata Daffa.
"Emang Kamu Mengenal Mantan Pacar Dian ." Kata Fadil.
"Kenal Dia Karyawan Aku ." Kata Daffa.
"Jangan Dipecat Kasian Anak Orang ." Kata Fadil.
"Bener Juga Sih ." Kata Daffa Sambil Ketawa.
"Dian Tidak Suka Sama kamu Tapi Kenapa Dian Bisa Punya Anak Sama kamu ." kata Fadil.
"Kenapa Emangnya ." Kata Daffa.
"Aku Penasaran, Ayo Dong Ceritain ." Kata Fadil.
"Emangnya Aku Dekat Sama kamu, Kamu Kan Saingan Cinta Ku Sekarang ." Kata Daffa.
"Ya Sudah Kalau Gitu Kita Kenalan Dulu Nama Aku Fadil Siapa Nama kamu ." Kata Fadil.
"Daffa ." Kata Daffa.
"Nah Sekarang Kan Kita Udah Kenal Jadi Kamu Mau kan Ceritain Ke Aku Kenapa Kamu Bisa Punya Anak sama Dian ." Kata Fadil.
Kemudian Daffa Langsung Ceritain Semua Sama Fadil Dari Pertama Daffa Mengenal Dian Sampe Dian Yang mabok Dan Kemudian masuk kedalam kamarnya.
"Gila Kamu ya Daffa Bisa - bisanya Mencari Kesempatan Dari Kesempitan ." Kata Fadil Setelah Mendengar Daffa Bercerita Saat 6 tahun yang lalu Dian masuk kedalam kamarnya.
"Ya Mau Gimana lagi, Sejak Pertama Aku Lihat Dian Aku langsung Jatuh Cinta kepadanya jadi Bagaimana Aku Bisa Menolak Saat Dian Merayu ku ." Kata Daffa.
"Kan Saat Itu Dian Lagi mabok Dan Dian Tidak Sengaja Merayu kamu ." Kata Daffa.
"Kamu Mau Protes sekarang Juga Percuma Sekarang Nasi Sudah Jadi Bubur Dan Dian Juga Sudah Punya Anak Dari Kejadian 6 tahun lalu Itu ." Kata Daffa.
Mereka Berdua Terus Mengobrol Hingga Akhirnya Mereka Sampai Didepan Mobil Daffa.
"Dil, Aku Duluan Yah kata Daffa Sambil Masuk Kedalam Mobilnya.
"Oke Senang Berkenalan Dengan Mu, Walaupun Kita Sebenarnya Adalah Saingan ." Kata Fadil Sambil Ketawa.
Kemudian Eko langsung Menjalankan Mobilnya Yang Ditumpangi Daffa, Fadil Terus Melihat Ke Arah Daffa Hingga Akhirnya Mobilnya Daffa Berjalan Semakin Jauh Dan Tidak Kelihatan lagi.
Sementara Itu Terlihat Si kembar yang lagi Protes Sama Mamahnya.
"Kenapa Mamah malah Mengusir Papah, Yang Nyuruh Papah Datang Kesini Itu Kita mah ." Kata Dani.
"Kepala Mamah Pusing Emang Kalian Tidak lihat kalau Papah kalian Berantem Sama Om Fadil ." Kata Dian.
"Harusnya Yang Di usir Itu Om Fadil Nya Aja Kenapa Papah Kita mamah Usir Juga ." Kata Deni.
"Ya Sudah Mamah Minta Maaf Sama Kalian Berdua ." Kata Dian.
"Lain kali Kalau Papah Main Kesini Mamah Enggak Boleh Mengusirnya lagi ." Kata Dani.
"Iya Iya Sekarang Mamah Minta Maaf, Kalian Berdua Mau kan Maafin Mamah ." Kata Dian.
"Kemudian Kedua Anak Kembar Itu Langsung Menganggukkan Kepala.
"Tapi Mah ." Kata Dani.
"Kenapa Dan ." Kata Dian.
"Mau Sampe Kapan Mamah Akan Terus Menyembunyikan Kita Sama Nenek, Kapan Mamah Akan Jujur Sama Nenek Kalau Sebenarnya Mamah Udah Punya Anak, Kita kan Juga Pengin Di Peluk Sama Kakek Dan Nenek." Kata Dani.
"Kalau Waktunya Sudah Tepat Mamah Pasti Akan Kasih Tau Ke Nenek Kalian Kalau Mamah Sudah Punya Anak, Kalian Berdua Mau Bersabar kan ." Kata Dian.
"Tapi Mamah Harus Janji Sama Kita ." Kata Deni.
"Janji Apa Den ." Tanya Dian.
"Suatu Saat Mamah Akan Bilang Ke Nenek dan Kakek Kalau Mamah Udah Punya Anak ." Kata Deni.
"Pasti Dani, Deni Pasti Mamah Akan Bilang Ke Orang Tua mamah ." Kata Dian.
Kemudian Dian Langsung Memeluk Kedua Anaknya Itu.
Malam Harinya Dirumah Daffa.......
Terlihat Feby yang Sedang Mengetok Pintu Rumah Daffa Dan Mamahnya Daffa Yang Membukakan Pintunya.
"Malam Tante ." Kata Feby.
"Nak Feby Yah ? Tanya Mamahnya Daffa.
"Iya Tante ." Kata Feby Sambil Tersenyum.
"Tante Ngefans Banget Loh Sama Kamu, Tante Sering Lihat Kamu Di TV ." Kata Mamah Daffa.
"Tante Bisa Aja, Daffa nya Ada Tante ? Tanya Feby.
"Ada, Silahkan Masuk ." Kata Mamah Daffa.
Daffa Baru Keluar Dari Kamarnya Setelah Mendengar Ada yang Mengetuk Pintu Rumah nya Kemudian Langsung Bertanya Sama Mamahnya.
"Siapa Yang Datang Mah ." Kata Daffa.
Feby Melihat Daffa Yang Turun Dari Tangga, Kemudian Langsung Memanggilnya.
"Daffa ." Kata Feby.
Daffa Langsung Melihat Ke Arah Feby.
"Oh Kamu Rupanya, Ngapain Kamu Datang Kesini ." Kata Daffa.
"Tadi Siang Kan Di Kantor Aku Sudah Bilang Sama Kamu, Kalau Nanti Malam Aku Mau Main Kesini ." Kata Feby.
"Aku Lagi Sibuk Enggak Bisa Nemenin Kamu Mengobrol ." Kata Daffa.
Kemudian Daffa Berjalan Masuk Ke Kamarnya lagi Dan Langsung Mengunci Kamarnya.
Mamah Daffa Cuma Melihatnya, Kemudian Langsung Bilang Ke Feby.
"Maaf yah Nak Feby, Daffa nya lagi Sibuk ." Kata Mamah Daffa.
"Iya Enggak Apa - apa Tante Kalau Gitu Aku Pulang Dulu Gampang Kapan - kapan Main Kesini Lagi ." Kata Feby.
Kemudian Feby Langsung Keluar Dari Rumahnya Daffa.
Mamah Daffa Langsung Berjalan Ke Arah Kamarnya Daffa Dan langsung Mengetuk Pintu Kamarnya.
"Daffa, Ini Mamah Buka Pintunya ." Kata Mamah Daffa.
Kemudian Daffa Langsung Membuka Pintu Kamarnya Dan Mempersilahkan Mamahnya Masuk Ke Dalam Kamarnya.
"Ada Apa Mah ." Kata Daffa.
"Kamu Itu Udah Berumur 29 Tahun Emang Kamu Belum Mau Menikah ? Mamah Kan Pengin Punya Cucu Dari Kamu, Feby Menurut Mamah Orangnya Baik Kok Kenapa Kamu Tidak Coba Berpacaran Sama Feby, Kelihatannya Feby Sangat Suka Sama kamu ." Kata Mamah Daffa.
"Tenang Aja Nanti Daffa Pasti Juga Akan Menikah Kok Mah, Udah Ada Wanita Yang Daffa Sukai Tapi Bukan Feby Orangnya ." Kata Daffa.
"Terus Siapa Wanita Itu Apa Boleh Mamah Mengenalnya ? Tanya Mamah Daffa.
Mampir juga dong di novel aku
"Pernikahan impian"
Makasih