TAMAT!!!
Duaaarrrrr!
Suara petir tiba-tiba bergelegar seolah menggetarkan seluruh jagat raya, seketika itu juga Cara berteriak dan merasakan tubuhnya semakin bergetar.
Cara sangat tidak menyukai hujan, terlebih angin dan petir, entah mengapa setiap kali dirinya mendengar suara petir tubuhnya reflek langsung bergetar, jantung nya berdebar begitu kencang dengan napas yang memburu.
"Mamiiii!" Teriak Cara dan langsung menutup kedua telinganya sambil menekuk kaki nya ke kursi.
Mobil segera berhenti menepi dan reflek tubuh Cara langsung di tarik dan di dekap oleh cowok tersebut. Hangat dan nyaman, itulah yang Cara rasakan.
"Sssttthhh i'm here," bisik nya di telinga Cara seketika membuat air mata Cara menetes.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curhat
"Kamu ini pulang sekolah bukannya bersihin diri dulu, makan istirahat," ucap Aiden sambil memeluk Cara yang tengah tidur berbantal lengan nya.
"Cara kangen tau sama kakak, makanya pas Cara sampai rumah dan lihat mobil Kakak, Cara seneng banget dan reflek aja kaki Cara ke kamar kakak. Dia gak mau di ajak ke kamar sendiri," ucap Cara sambil memanyunkan bibirnya membuat Aiden begitu gemas dengan adik nya.
"Padahal baru seminggu kakak tinggal, gimana nanti kalau kakak nikah terus—" ucap Aiden terhenti karena mulut Aiden langsung di bungkam oleh tangan Cara.
"Kakak jangan buru- buru nikah, Cara gak masih mau di manja sama Kakak. Nanti kalau kakak Nikah, kakak gak sayang lagi sama Cara. Kalau kakak ipar Cara baik seperti Mami atau Cara, lah kalau kaya mantan-mantan kakak sebelum nya? Cara gak mau punya kakak ipar rasa ibu tiri," ucap Cara memeluk Aiden semakin erat.
"Gak semua ibu tiri jahat sayang, buktinya Mami baik seperti malaikat," ucap Aiden seketika membuat Cara mendongakkan kepalanya.
"Oh iya, Cara lupa kalau Mami Chaca ibu tiri kakak," ucap Cara mengerjapkan matanya menatap Aiden.
"Tapi ibu tiri kaya Mami cuma ada Mami doang, gak ada yang lain. Yang lain jahat kaya di dongeng cinderella. Pokoknya kalau kakak nikah harus lulus seleksi dulu dari Cara dan Mami!" seru Cara kembali memanyunkan bibir nya.
"Ya ya ya," jawab Aiden pasrah.
"Kakak, masa kemaren Cara du cip*k sama cowok," ucap Cara polos seketika membuat Aiden langsung menjauhkan badannya dan menatap Cara dengan tajam.
"Coba katakan sekali lagi?" kata Aiden dingin, ia berharap dirinya salah dengar.
"Cara di cip*k," ucap Cara lagi tegas dan lantang membuat mata Aiden semakin membulat sempurna.
"Kamu udah pacaran!" seru Aiden langsung beranjak duduk.
"Dih, enggak! Cara belom punya pacar, tapi masih otw," jawab Cara santai namun tidak dengan Aiden. ia mengepalkan tangan nya dengan kuat dan rahangnya langsung mengeras membayangkan adik tercinta nya di lecehkan seseorang.
"Jadi tuh gini ceritanya .... " Cara menceritakan semuanya dengan detail tanpa di kurangi atau di tambahin. Aiden mendengarkan cerita Cara dengan serius, ia sangat menyukai Cara yang seperti ini, polos dan selalu terbuka dengan nya. Cara memang lebih terbuka kepada Aiden di banding dengan orang tua nya.
Aiden menghela napasnya pelan saat Cara sudah selesai bercerita, lalu Aiden kembali merebahkan kepalanya di bantal dan menatap langit-langit kamar nya dengan diam.
"Kakak marah sama Cara?" tanya Cara sedih.
Belum sempat Aiden membuka suara, tiba-tiba pintu kamar Aiden terbuka dan seorang gadis seumuran dengan Cara langsung masuk dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Cara.
"Asik banget sih gak ngajak - ngajak Felli, nyebelin!" ucap Felli manyun dan bersedekap dada.
"Lo ngapain dah disini?" tanya Cara mengerutkan dahinya, biasanya kalau Felli datang pasti akan mengabari nya dulu, tapi ini tiba - tiba datang sudah seperti jailangkung. batin Cara.
"Papa ada tugas mendadak ke luar kota, jadi Mama nemenin deh, dan akhirnya diriku terdampar di sini," kata Felli mendramasir.
Cara dan Felli asik bercengkerama berdua sambil sesekali tertawa, sedangkan Aiden masih terdiam melamun memikirkan sesuatu yang sedang mengganggu pikiran nya setelah mendengar curhatan Caramel.
.
.
.
.
Sudah bang Aiden, jangan terlalu mikirin Mommy, nanti pusing loh 🙈🙈🤣🤣