NovelToon NovelToon
Tak Sekelam Mawar Hitam

Tak Sekelam Mawar Hitam

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:141.8k
Nilai: 4.5
Nama Author: Kevin N Pratama

Kekerasan yang dialami mawar dimasa kecil
membuat nya terperangkap dimasa lalu nya.
sehingga menjadikan diri nya seperti setangkai mawar yang tak bisa disentuh

penghinaan yang diterima Putra telah mengikis semua harga dirinya. Bahkan perceraian nya pun menyandarkan nya pada kenyataan pahit.

bisakah sebentuk ketulusan membalikan hidup mereka?

hanya cinta sejati yang bisa menyembuhkan luka. bersediakah mereka berjuang bersama untuk melepaskan diri dari kelam nya masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kevin N Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawar 11

Putra membawa mawar ke pelukannya.

"Aku mulai mengenali Yuyun dan om Bambang karena mereka sering berkunjung. Walaupun aku masih saja takut berinteraksi dengan orang lain. Aku mulai belajar menyapa orang dan saat itulah yuyun membawa ku pulang. Aku tidak menyangka semua waktu ku, aku habiskan dirumah sakit jiwa. Aku melewati banyak hal." Gumamnya

"Itu bukan rumah sakit jiwa, itu pusat rehabilitasi kejiwaan." sanggah Putra.

"Itu hanya penghalusan kata." Bantah Mawar cepat.

Putra melepaskan pelukannya dan menatap mata Mawar.

"Kau tidak gila, kau hanya depresi." tegas Putra.

"Kau tidak takut aku kambuh?" tanya Mawar.

"Kau tidak pernah gila," sanggah Putra.

Mawar terdiam, dia memang benci masa lalunya dan berharap itu hanya mimpi buruk yang akan hilang saat terbangun. Tapi celakanya, itu bukan mimpi. Itu kenyataan yang harus dia hadapi dan harus dia lawan.

"Aku tidak punya teman, aku sebatang kara. Yuyun dan om Bambang memang deket denganku, tapi aku tidak pernah berbagi dengan nya. Dengan menjagaku saja sudah beban untuknya." jawab nya sembari tertunduk.

"Kini kau tidak sendiri lagi, sudah kubilang aku akan menjagamu."

"Kau bisa menganggap ku, temanmu, kakakmu, pengawalmu, pelayananmu, apapun yang kau inginkan. Jangan takut, aku akan membantumu melawan semua rasa takutmu." jawab Putra.

Air mata Mawar meleleh

"Aku tidak tau harus berkata apa, itu sangat berarti untukku." ujar Mawar.

Putra mengangguk saja.

"Sudahlah, aku sudah lelah kau juga pasti sudah ngantuk. Jika kita tidak tidur sekarang, besok kita akan terbangun tengah hari." canda Putra.

Putra bangkit dan membantu Mawar membaringkan dan menyelimutinya. Akhirnya Putra ikut berbaring dengan perasaan nyaman, karena kini hubungannya dengan Mawar sudah naik satu tingkat lebih dekat.

Dia berharap semoga suatu hari nanti Mawar mau membuka pintu hatinya. Pikirannya itu membuat Putra tersenyum.

Sedangkan Mawar.

Dia begitu tersentuh ketika Putra bersedia membantunya mengatasi teror mimpi buruknya. Dan lagi dia juga tidak menyangka bisa berdekatan dengan Putra dengan jarak begitu intim.

°°°°

"Pagi yun, masak apa kau pagi ini? Aromanya sungguh enak." Saut Mawar ketika baru saja masuk ke dapur.

"Aku hanya membuat nasi goreng, kemana suamimu? Biasanya dia selalu di dekatmu?" tanya Yuyun.

"Dia sudah pergi bekerja, pagi-pagi sekali."

Mawar memakan sarapannya dengan lahap. Yuyun hanya menatap Mawar yang makan sembari tersenyum.

"Kau terlihat berbeda akhir-akhir ini, ada apa?" tanya Yuyun penasaran.

"Aku kenapa?"

"Kau terlihat lebih ceria, ada apa dengan bibirmu? Kau selalu tersenyum sekarang," selidik Yuyun.

"Tidak ada, kau ini selalu saja berprasangka," jawabannya sembari makan.

Tentu saja Yuyun merasa aneh, perubahan Mawar terlihat mencolok. Wajah Mawar tidak sesuram dulu dan jangan lupakan lingkaran hitam di bawah matanya pun sedikit memudar. Tapi yang lebih mencolok lagi senyuman yang jarang terlihat itu. Putra benar-benar membawa pengaruh yang baik untuk hidup Mawar.

"Terserahlah, ini ada udangan untukmu." Yuyun memberikan undangannya.

Sengaja Yuyun memberikan undangan tersebut, dia mau melihat reaksi Mawar. Karena Mawar sama sekali tidak menyukai yang namanya keramaian, apalagi ini sebuah pesta.

"Pesta? Tapi aku tidak memiliki sebuah gaun yang pantas untuk datang kesana." jawabannya dengan wajah cemas.

Reaksi dan jawaban Mawar sungguh membuat jantung Yuyun hampir copot.

"Lagi pula aku tidak tau, apakah bisa datang atau tidak, Putra belum tentu mau menemaniku."

"Dia pasti mau, kau kan istri kesayangannya," goda Yuyun.

"Kau selalu saja menggodaku." lirik Mawar

"Sudah, kau pergilah dengan Putra membeli gaun untuk kepesta anaknya pak Sigit. Putra pasti mau karna pak Sigit adalah pengacara kita, terlebih pak Sigit teman dekat mendiang ayahmu." bujuk Yuyun.

"Baiklah, nanti aku akan memgajaknya."

"Kalian berdua memang selalu menempel, seperti perangko." ujar Yuyun sambil tertawa

"Kita tidak seperti itu, kau berlebihan." sanggah Mawar.

"Lebih baik aku ke perkebunan,"

"Menyusul Putra? Sudah kangen ya?" goda Yuyun lagi sembari tertawa kencang.

"Yuyuuuuun... Ais, aku pergi sekarang."

"Terlalu cepat panas." cibir Yuyun lagi.

°°°°

DI PERKEBUNAN

"Ku lihat Mawar selalu menempel padamu?" tanya Bambang sambil memeriksa pembukuannya.

"Begitulah, tidak masalah, asalkan itu membuatnya nyaman." jawab Putra

Memang benar akhir-akhir ini mawar selalu saja menempel padanya. Hanya saja dia sedikit kesal karna Mawar selalu saja menyebutnya "teman terbaik". Sering sekali Putra menggerutu kapan Mawar bisa mengangapnya "suamiku".

"Kau tidak pernah mengeluh ya?" tanya Bambang.

"Ya tidak pernah sekalipun." ujar Putra mantap.

"Banyak bersabarlah dengannya, dia terlihat kuat, namun rapuh didalam." nasehat Bambang.

"Ya sedang ku lakukan."

Baru saja Bambang ingin bertanya lagi, tiba-tiba datang sosok wanita yang mereka bicarakan.

"Jika kedua pria berkumpul, pasti selalu membicarakan wanita, apa kalian membicarakan aku?" ujar Mawar dengan senyum yang mengembang.

"Kami hanya sedikit mengingat mu," jawab Bambang sambil memberikan kode ke Putra yang ikut tersenyum.

"Kemarilah, sebuah pelukan tidak membuat suamimu ini marah kan?"

"Itu tergantung susana hatiku, tapi khusus hari ini aku memberikan diskon." goda Putra sambil tersenyum.

Bambang dan Mawar pun ikut tersenyum.

"Apa yang kau bawa," tanya Bambang melihat rantang ditangan Mawar.

"Ini sarapan untuk kalian, tapi aku tidak akan memberikan nya secara cuma-cuma." senyum Mawar

"Wow kau ingin menyuap kami? Mintalah apapun, aromanya sungguh menggodaku." jawab Bambang cepat

Putra hanya melihat interaksi kedua nya, yang menurut nya sangat lucu.

"Aku hanya ingin meminjam Putra, aku ingin dia menemaniku berbelanja. Om pasti sudah tau kan? Soal pesta pernikahan anak nya om Sigit, aku tidak punya gaun yang pantas aku kenakan di sana." jawab Mawar memelas.

"Ku kira kau tidak suka pesta?" Tanya Bambang heran.

"Aku memang tidak suka, tapi ada putra yang akan menemaniku, hmmm ku pikir aku bisa mencobanya." lirih Mawar

Sebenarnya Mawar ingin sekali pergi, dia ingin tau seperti apa pesta itu. Meski sedikit was was karena mawar tidak tau bergaul dan berbicara dengan orang-orang terhormat.

Tapi kali ini dia tidak pergi sendiri, ada Putra yang bisa dia andalkan.

Putra yang sedari tadi diem akhirnya angkat bicara.

"Ayo kita berangkat sekarang, aku rasa om Bambang tidak akan keberatan menghabiskan sogokan itu sendiri." canda Putra.

"Ya benar, aku juga tidak ingin membaginya, jangan pulang larut, berhati-hati lah." sahut Bambang sambil menikmati bekal yang dibawa Mawar.

°°°°

DI MALL

Setelah keluar masuk butik mawar belum menemukan gaun yang sesuai keinginannya, dia berharap bisa menemukan gaun yang pas.

Pandangan Mawar terpaku pada patung mannequin. Tapi Mawar ragu, gaun itu terlihat sangat Indah, mawar merasa tidak pantas memakainya.

"Mungkin aku memang tidak pantas datang kesebuah pesta, lebih baik aku bersembunyi dirumahku saja." gumamnya lirih, sambil terus berjalan menjauhi toko tersebut.

"Hey kau kenapa, hmm..." tanya Putra melihat mawar berlalu cepat.

"Aku tidak apa-apa," jawab Mawar berbohong.

"Aku tau kau menyembunyikan sesuatu, katakan ada apa, apakah kau menemukan baju yang kau sukai?" tanya Putra sambil menggenggam tangan gadis itu.

"Ya, aku melihat gaun yang sangat cantik, tapi..."

"Tapi kenapa?" potong Putra cepat.

°°°°

----Mohon dukungan nya ----

°Jangan lupa

Rate

Like

dan jejak komentar

°Terimakasih

1
▾𝚊𝚕𝚊𝚍𝚍𝚒𝚗ᵗ㍭
kun fayakun
putra main aja di rumah kan lebih baik main di rumah bersama istri daripada keluar ke perkebunan
Alhamdulillah mawar selamat dari pelecehan nya sih roy
☠🌹£€π¥💐
pingin ulang bacanya
cantika
cinta tak semudah membalikkan tangan
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ
keren....ahir yg manis....aku suka endingnya...laki2 yg baik, laki2 yg mncintai istri nya dengan segenap jiwa dan raga nya, akan lbh takut ketika melihat istrinya kesakitan, dan seandainya bisa dia akan rela memindahkan rasa sakit itu kepada dirinya....bravo thor..aku tunggu kisah manis lainnya🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Bags kayanya ini, mampir ahh
Kᵝ⃟ᴸ𝐑𝐚𝐲𝐢i☠ᵏᵋᶜᶟ
Jejak pertama Mister.. nanti di lanjut lagi..☺️
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
belum baca Om Daddy 🙏🙏
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aah meleleh hati Ade bang..😌
semoga kalian bisa saling memberi kebahagia dan kenyamanan..
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
atuh ke toilet heula Putra kl mules teh🤭
☠🌹£€π¥💐
trauma masa lalu
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
luar biasa
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
putra sdh mulai bucin dengan ke pocecipan nya.. tapi jangan pocecip bngt yaa Putra nnt Mawarnya jadi ilfil
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
ternyata hati mu mulai ada rasa cinta terhadap Mawar, putra..
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
tidak ada yg mustahil di dunia ini putra jika Tuhan sdh berkehendak apapun bisa terjadi, mgkn saja Mawar jodoh yg Tuhan berikan utk kamu..
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
gpp putra utk sementara bobo di bawah dulu aja nnt juga lama² mawar izinin km bobo bersamanya 🤭
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
selamat yaa Roy, anda mendapat jakpot menginap di hotel berpintu jeruji selama wkt yg tdk ditentukan 😏
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
untung putra segera datang, semoga trauma itu tdk dtng lagi.. tenang mawar skrg km ga sendiri lagi, ada putra, om Bambang dan Yuyun..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!