NovelToon NovelToon
Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:589.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Maryuni

Zarania permata, nama yang terdengar indah dan cocok dengan sifat periang dari sang pemilik nama yang baru berusia 17tahun namun siapa yang menyangka dibalik itu semua dia harus hidup dengan kekejaman dari ibu tiri beserta anaknya yang berusia sama dengan Zarania.


Zara menyukai seorang lelaki yang bernama Davi dan ternyata adalah sepupu dari temannya yang bernama Saipul yang pada kenyataannya memiliki perasaan terhadap Zara, meski awalnya Ipul mengelak tentang perasaanya itu sendiri, hingga akhirnya Zara pun menjatuhkan pilihannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 12

"Kemarin kemana?!" Ipul langsung mencecar Zara dengan pertanyaan begitu melihat gadis itu memasuki kelas.

"Tumben sekarang dateng nya pagi terus." Zara berkata seperti keheranan karena sejak kemarin temannya itu selalu datang sekolah lebih pagi tidak seperti biasanya.

"Gue kan lagi tanya Za, nggak usah ngalihin ke mana-mana deh, gue mau dateng pagi kek siang kek terserah gue." Ipul malah mengomel tidak tahu kenapa sejak kemarin Saipul berubah menjadi sensitif, entah jiwa siapa yang sekarang menghuni didalam diri Ipul.

Karena Zara pun terlihat bingung dan seperti tidak mengenali pemuda di depannya sekarang ini, sungguh Zara merasa ada yang berbeda dengan sikap Saipul kali ini.

"Nggak ke mana-mana, gue langsung pulang ke rumah." jawab Zara berbohong mengira jika Ipul tidak mencarinya ke rumah.

Tatapan mata seorang Saipul gunawan menjadi begitu tidak bersahabat kepada Zara ketika dia mendengar gadis yang selama ini dia kenal dan selalu dia jaga sudah mulai membohonginya.

Kesal marah dan merasa tak dianggap lagi sudah pasti Ipul merasakan hal itu sekarang ini.

"Oh langsung pulang? iya langsung pulang ke rumah? sampai menjelang malam pun elu belum sampai di rumah, memang nya butuh berapa jam untuk sampai?" ucapan Saipul membuat Zara terhenyak karena ia sudah bisa menebak bahwa Ipul tahu dirinya tengah berbohong karena pemuda itu datang ke rumahnya.

"Rumah lu pindah?" tanya Ipul lagi dengan nada yang kali ini begitu sinis.

Diamnya Zara membuat pemuda yang tengah berdiri kaku didepannya itu semakin kesal.

"Jadi lu udah mulai main rahasia-rahasiaan sama gue, oke." celetuk Ipul seraya beranjak pergi bahkan dia tidak membiarkan Zara untuk menjawab perkataannya lebih dulu.

Zara terbengong seraya menatap kepergian Saipul dengan tatapan yang tidak mengerti dan aneh dengan yang dilakukan Saipul sekarang, ia tidak pernah menyangka sebelumnya pemuda yang selama ini baik dan cenderung mengalah padanya bahkan bisa marah padanya serta membiarkan dirinya diliputi kebingungan.

"Ipul kenapa siii?!" Zara merasa tak enak sendiri ketika teman baiknya marah padanya, ia sadar memang ia salah tapi kan tidak biasanya Ipul marah dengan berlebihan seperti tadi.

Zara melangkah lambat menuju kantin dan seperti biasa gadis itu akan melakukan tugas nya terlebih dulu sebelum bel masuk berbunyi.

Dengan cepat Zara berlari menuju kelas ketika suara bel meraung kencang seperti sedang memaksa anak-anak disekolah itu untuk segera masuk ke kelas mereka masing-masing.

"Angga, gue mau duduk disini, lu duduk sama Intan sana." usir Zara pada Rangga yang kali ini sudah duduk rapi bersama Ipul seraya mengeluarkan buku pelajarannya.

Rangga mendengus kesal karena permintaan Zara yang mendadak mengusirnya dari tempat duduk yang sudah begitu nyaman baginya dalam beberapa hari ini.

Dengan malas Rangga membawa tas ransel hitam serta buku yang terlanjur dia keluarkan menuju bangku didepan deretan nomor 3 sebelah kiri.

Ipul hanya melirik sekilas ketika Zara duduk di sampingnya.

"Ada yang mau gue kasih tahu sama elu." bisik Zara karena guru mereka sudah memasuki kelas.

Ipul mengabaikan perkataan Zara dan berpura sibuk mencatat meskipun dia sendiri tidak tahu tengah mencatat apa dibuku miliknya itu, yang jelas sekarang dia enggan berbicara dengan Zara.

"Ipuuul." Zara merengek seraya menggoyangkan lengan Ipul karena pemuda itu yang masih saja tidak mau membuka mulut malah seakan menutup telinganya sehingga tidak juga menggubris setiap kata yang dikeluarkan oleh Zara.

"ZARANIA PERMATA!!" tetiba saja suara guru wanita yang tengah mengajar menggelegar memenuhi seisi ruangan hingga semua mata kompak melihat ke arah Zara yang segera menundukkan wajahnya tidak berani menatap sang guru yang mungkin saja saat ini tengah murka kepadanya.

"Sejak tadi saya masuk dan memulai pelajaran kamu terus saja sibuk dengan urusan kamu tanpa mau memperhatikan pelajaran saya." celoteh sangat guru panjang lebar tentang kelakuan Zara.

"Maaf bu." kata Zara dengan suara yang begitu pelan.

Ipul hanya menoleh lalu kembali melanjutkan apa yang tadi sedang dia kerjakan, sepertinya dia memang sudah tidak perduli dengan apa yang terjadi pada Zara.

"Keluar kamu sekarang, tidak usah mengikuti pelajaran saya!" usir sangat guru yang memang terkenal galak dari guru-guru yang lainnya, mungkin karena pelajaran yang dia ajarkan termasuk pelajaran yang menguras otak serta pikiran hingga berakhir dengan emosi yang meninggi jika ada kesalahan dari murid atau murid yang tidak memperhatikan pelajaran yang tengah ia terangkan padahal.

"Tapi bu."

"Nggak ada tapi-tapian cepat keluar sekarang!" ucap sang guru dengan tegas dan mata yang berapi-api memancarkan kemurkaan yang teramat luar biasa.

Mendengar itu Zara lantas bangun dari duduk nya dan melangkah keluar, Saipul menoleh ke arah Zara, sekejap rasa menyesal menelusup kedalam hatinya merasa bersalah karena secara tidak langsung dirinya lah yang telah menyebabkan Zara diusir keluar oleh guru.

Zara melangkah menuju kantin, ya setidaknya ia lebih memilih untuk mengerjakan pekerjaannya di tempat itu daripada melakukan hal yang tidak jelas.

"Loh Zar kok kesini? bukannya sudah mulai belajar ya?" mbak Mayang kebingungan melihat Zara muncul di kantin nya pada jam pelajaran.

"Zara kena hukum mbak, nggak boleh ikut pelajaran." sahut Zara dengan suara yang terdengar lemas.

"Lah memangnya kamu ngapain? tumben banget." ucap mbak Mayang kaget, karena Zara bukanlah tipe murid yang sering terkena hukuman bahkan hal ini dirasa yang pertama kalinya terjadi, sepengetahuan Mayang tidak pernah sekalipun Zara sampai diusir dari kelas.

"Aku nggak perhatiin pelajaran waktu guru lagi mengajar."

"Kenapa bisa nggak diperhatiin si Zar?" Mayang mulai melihat Zara dengan serius.

"Zara lagi ngomong sama ipul."jawab Zara.

"Terus Ipul nya mana?" Mayang malah menanyakan Saipul sebab ia mengira jika Ipul juga terkena hukuman.

"Ya Ipul mah di kelas."

"Kok cuma kamu yang dihukum? kan kamu ngomong sama Ipul, harusnya kan dua-duanya kena hukuman, bukan cuma seorang nggak adil itu namanya." celoteh Mayang yang sebenarnya tidak mengerti apa-apa.

"Ipul nggak dihukum karena yang ngomong aja cuma Zara, Ipul mah cuma diem karena Ipul lagi marah sama aku mbak." tukas Zara dengan wajah merengut.

"oalah kirain mbak Ipul juga ngeladenin kamu, hehe." mbak Mayang malah cengengesan seraya menggaruk kepalanya menyadari ketidak nyambungan dirinya sendiri.

"Tumben Ipul marah sama kamu." sambung Mayang lagi mendengar perkotaan Zara.

"Nggak tahu tuh, aneh si Ipul mah, Zara nggak jawab telepon nya malah marah." adu Zara.

"Masa cuma gara-gara itu?" Mayang tampak tidak percaya hanya karena teleponnya tidak dijawab Saipul marah, rasanya tidak mungkin.

"Hehehe." Zara malah cengengesan tak jelas tanpa menjawab pertanyaan Mayang.

"Nah kan." tanpa Zara berkata pun sepertinya Mayang sudah tahu ada yang lebih fatal dari sekedar telepon yang tak jawab.

***************

1
Fiera
Luar biasa
davil_14
👍👍
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
zara2 zara 😂
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
dah lm ga baca, baru baca lg bbrp hari ini
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
tp aku tetep suka adit rianti
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
cerita zara mah berat, otor sungguh teeerrrr..... bikin zara banyak ga bahagia nya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ➣⃗𝐩𝐎𝐨ӀӀ̶꒷≛ °ㅤ
Yaampun Zara
emang mood ibu hamil sesuatu banget ya tetapi setuju kalau minta pulang dan Ipul wajib anterin.. kasihan orang tua Davi dan benar sampai rumah biar wajah tampan Davi dibuat babak belur biar lupa ngomelin Zara. Tetapi aku yakin Davi nggak bakal Marah yang ada bahagia sekali karena istri dan calon anaknya ternyata baik² saja.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ➣⃗𝐩𝐎𝐨ӀӀ̶꒷≛ °ㅤ
Tissu ku abis niech, butuk kanebo buat ngelap yg netes. biar gampang meresnya..

Alamat begadang u/ marathon ini..
Wina Imelda
makasih mba yuni sudah memberikan cerita yang sangat menarik, dengan awal cerita cinta anak remaja biasa yang akhirnya makin lama cerita makin seru dan langsung baca maraton (2 hari kelar).
alur cerita yang ga ketebak, bikin penasaran, bikin perasaan jadi kaya roller coaster karena ikut kebawa suasana cerita.
semangat terus mba yuni dalam berkarya ☺️☺️☺️
Ketut Wiraksini
langsung cekidot mba Yuni, meluncur 🤩
Candy
akhirnya Happy Ending ya kak Yuni..
senangnya 🤗
okky maria
astaga thor, kamu ke platform sebelah aja aku ikutin🤣
mbak mpieeeeee😃
aku selalu dkung krya kak yuni,,,
tpi cerita raffan sma deefa kya nya unsurnya beda dari yg sblumnya,lbh agamis,tpi ad humornya uga
Tika
Cusss
Moms Una
lope sekebon buat teh Yuni
Halisa Fauzan
siap mbak yuni...
aq selalu dukung semua karya karya ny mbak yuni..
selalu ngangenin d hati 😘
semangat terus mbak yuni..💪
Fiera
siaap otewe, semangat Kakak....💪🏻😘
Yayoek Rahayu
siaap...
Lesmiaw Amoi
lope..lope buat mba Yuni.., mangatz.. 💪💪☕🌹😘
Diana Susanti
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!