Season 1
Pernikahan didepan mata seharusnya berakhir dengan bahagia namun yang terjadi sebaliknya.
Tania wilona gadis 17 tahun melarikan diri sehari sebelum janji suci itu diucapkan.
menorehkan luka begitu dalam untuk kekasihnya.
Darren Lewis pria berusia 32 tahun seorang pengusaha yang terkenal kejam dan dingin.
Dua tahun berlalu dalam pelarian dan pencarian yang saling bertentangan.
Darren menemukan Tania, dengan membawa dendam yang mengakar,
Liam Fernandes yang juga seorang pengusaha tampan dan muda berusia 26 tahun berjanji akan menjadikan Tania satu-satunya cinta sejati dihidupnya.
Season 2
Rebeka gadis 17 tahun, terpaksa harus tunduk didalam kendali seorang pria dingin bernama Liam Fernandes ketika mereka tanpa sengaja melewatkan satu malam panas bersama.
Tidak ada cinta didalam kebersamaan mereka, karna sebelumnya mereka adalah musuh abadi yang saling membenci. dan hanya ada tanggung jawab besar yang mengharuskan mereka bersama.
Season 3
Risall Seorang mafia kejam yang tidak berperasaan menahan Lisa Fernandes dengan alasan dendam yang harus dibalas, ketika cinta dan obsesi menguasai hati
dapatkah dendam itu akan bertahan.
Bagaimana kisah mereka..yukk kita ikuti.🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak akan melepaskan
Darren membuka pintu kamar mandi dan tertegun,
Tania tertidur kelelahan batinnya tersentuh.
memakai kemeja Darren yang kebesaran,bekas pakainya semalam,ada rasa hangat dihatinya.
"Tania terlihat menggemaskan."
Darren mendekat,duduk ditepi ranjang tanpa sadar iapun tersenyum.jemarinya naik,menyentuh wajah Tania yang begitu cantik.
"Kau, akhirnya menjadi milikku seutuhnya." ucapnya pelan.
Darren menikmati wajah lelap Tania yang damai
hingga,ujung jemari Darren berhenti pada bekas luka disudut bibir Tania. dadanya terasa nyeri, mengingat ia yang telah menyakiti Tania. hanya karna terbawa emosi..bayangan wajah kesakitan Tania semalam seakan menghantam sadarnya.
"Sialll."
Darren memalingkan wajahnya.
Selama ini tangannya tak pernah menyentuh seujung rambut Tania. ia selalu menjaga Tania dengan sepenuh jiwanya.
Darren menggeleng,
Darren tak akan melakukan kesalahan itu lagi,
ia memang akan menyakiti Tania,tapi bukan kekerasan fisik.Darren ingin menyiksa batin Tania, karna itulah ia melakukan semua ini. memaksa Tania menjadi miliknya. walaupun Darren akui ia sedikit cemburu melihat cara Liam menatap Tania.
"Aku ingin menikahimu, dan menjadikanmu Ibu dari anak-anak kita nanti,aku ingin bahagia selamanya bersamamu."
"Seandainya dulu kau tidak meninggalkanku..kita sudah bahagia Tania." Darren tersenyum miris.
Ia ingin melupakan semua kenangan buruk ketika Tania meninggalkannya tanpa penjelasan apapun,
tapi tidak semudah itu.hatinya terlanjur tersakiti,rasa malu dan harga dirinya terjun bebas jatuh ke dasar jurang dalam.ia memang akan menikahi Tania setelah ini, tapi bukan pernikahan bahagia yang akan Tania dapatkan.Tania akan merasakan kesakitan yang sama yang pernah Darren rasakan.
"Itu akan menjadi adil bukan."
Pria itu bergerak naik ke ranjang dan sekilas ,menatap wajah Tania yang sangat cantik.
Darren ikut berbaring disebelah Tania,dan memeuk Tania dengan erat.
Malam itu Darren memilih melupakan sejenak rencana jahat yang telah tersusun rapi dikepalanya.
ia ingin merasakan pelukan Tania dan bermimpi yang indah. dengan wanita yang pernah ia cintai.
💔💔💔💔
Tania mengerang ketika membuka mata, ketika rasa sakit itu menghantam sadarnya dengan kuat.
"Aaaoowwwww."
Keringat membasahi wajahnya saat sadar kenyataan yang terjadi semalam.
Tania memalingkan wajahnya ke sekitar kamar,
tak ada Darren bersamanya dia di tinggalkan sendirian
setelah pria itu mendapatkan semuanya.
Jemari Tania meremas selimut dengan gemetar,
"Ia sudah hancur sekarang."
Tania tertunduk dengan mata yang basah.Tania mencoba melangkah, namun iapun jatuh dan terduduk lagi. rasa sakit itu begitu terasa jika ia bergerak.
"Mengapa sesakit ini."
Air mata Tania menetes, diwajahnya.
tubuh dan hatinya teramat sakit saat ini,dan parahnya ia sendirian merasakan ini, Tania tertawa walau airmatanya mengalir.
"Apa kesalahannya?ia tidak pernah melakukan kejahatan.mengapa hanya airmata yang ia dapatkan?
mengapa,takdir terus mempermainkannya tanpa perasaan? mengapa hanya untuk hidup tenang, rasanya sangat sulit untuknya."
Semua pertanyaan menyakitkan itu terus berputar-putar dikepalanya,
seakan kepalanya terasa penuh.
"Tidak...ia tak boleh hanya menangis seperti ini
Tania menguatkan dirinya,
Tania harus menemui Darren,bukankah Darren sudah mendapatkan apa yang ia inginkan? itu berarti Tania akan lepas." ucapnya pelan.
Dengan menahan perih,Tania menyeret tubuhnya ke kamar mandi.
Setelah membersihkan dirinya, Tania memakai dres yang sudah disiapkan di atas ranjang entah sejak kapan, mungkin saat dirinya berada dikamar mandi.
Tania tidak perduli...ia harus bisa mengakhiri semua ini.
Tania bergerak menuju pintu hendak meraih handle untuk membuka pintu,namun ia terkejut melihat Darren menatapnya.
"Darren."?
"Mau kemana kau Tania.?
mr.liam pasti sudah😆😆😆😆😆
kk author syg ko Uda tamat si padahal 3 bumil² baru pada hamil juga