Siapa dirimu?
aku jan hu, aku pembunuh bayaran no1 didunia dengan sebutan Mr.Shinigami.
aku mati karna melompat ke jurang
bukanya ke alam baka aku malah nyasar ke dunia para kultivator yang mementingkan kekuatan daripada ikatan kekeluargaan
parahnya aku menjadi pangeran tak berguna serta manja dari kerajaan Hu, entah orang baik mana yang aku tolong dulu hingga membuat ku seperti ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gin si Pembunuh Bayaran
'Sesuai dugaanku, para pembunuh ini akan mengikuti kami' batin Ling hu
"Pangeran..ada orang yang mengikuti kita" bisik putri Ye fu
"Kau merasakan nya?" tanya Ling hu yang dijawab dengan anggukan dari Ye fu "kau tetaplah dikudaku, jaga dia dan jangan biarkan dia kabur"
"Baik pangeran" balas Ye fu memegang kendali atas kuda hitam jantan milik Ling hu
"Apa mataku rusak, bukannya ada seorang pria tadi" ucap salah seorang pembunuh
"Matamu tak salah kawan, aku memang disana tadi" bisik Ling hu ketelinga pembunuh itu
"Siapa?! kau...kan pangeran tak berguna itu kan, kau pikir kau bisa mengalahkan aku hah?! aku ini ada ditingkat Jendral muda level 3!" teriak si pembunuh
"Apa aku terlalu lama tak bermeditasi sehingga semut seperti mu ini sudah merasa kuat?" ucap Ling hu dengan tatapan haus darahnya
"J-jangan mendekat!"
"Ehh...bukannya kau mau membunuhku? aku menyerahkan diriku loh ini" balas Ling hu tersenyum
"J-jangan mendekat! a-atau aku akan mencabik-cabik kulitmu!"
"Kau mengancamku? atau kau memang ingin kulitmu dicabik-cabik" balas Ling hu yang semakin mendekat "aku ada satu cara agar kau tak merasakan sakit"
"A-apa...bagaimana itu?"
"Langsung saja tebas kepalamu.." ucap Ling hu yang langsung menebas kepala pembunuh itu "karna semua otot serta indra perasa kita dikerahakan oleh otak~"
"Tidak aku tahu kau sekejam ini" ucap Han
"Aku juga manusia dan ada kalanya aku bodoh dan ada kalanya aku kembali ke sifat asalku" balas Ling hu yang melempar pedangnya karna sudah patah dan segera menembaki kepala pembunuh-pembunuh itu dengan panah.
"Sisahkan satu untuk kau tanyai Ling hu" ucap Han memberitahu Ling hu
"Aku rasa kau benar, baiklah aku akan bertanya padamu" ucap Ling hu mencekik salah satu pembunuh yang ia biarkan hidup
"Siapa namamu?" tanya Ling hu
"...."
"Mengapa kau tak menjawab! jawab sekarang" bentak Ling hu
"...."
"Aku tahu kau takut tapi tetap saja kau harus menjawabku, jawab!" teriak nya
"...."
"YAAMPUN! GUNAKAN MULUTMU ITU UNTUK BERBICARA YA LORD! JAWAB AKUU" marah Ling hu
Han yang tak kuat melihat pemandangan langka percakapan orang bodoh itu pun mulai angkat suara untuk pemilihan capres.
"LEPASIN DULU TANGAN MU DARI LEHERNYA BODOH! BAGAIMANA IA BISA BICARA KALAU KAU MENCEKIKNYA" teriak Han dari dalam dantian Ling hu
"Yaampun...berapa umurku ini? mengapa aku mudah lupa sekarang" ucap Ling hu
Ia pun melepaskan tangannya dari leher pembunuh tersebut dan sontak sang pembunuh terbatuk-batuk akibat terlalu lama dicekik.
"Namaku Gin, aku dipaksa untuk membunuh kalian para pangeran dan putri..jika aku tak melakukannya maka adik perempuan ku yang ada di desa akan menderita dan umurku baru 15 tahun" ucap pembunuh yang bernama Gin itu
"Eh aku nggk nanya loh ya" balas Ling hu sambil memiringkan kepalanya kekiri
"Ling hu kumohon seriuslah" pinta Han
"Hahahaha maaf Han" balas Ling hu cengengesan
"Gin kau ini sangat berbakat tetapi mengapa kau malah bergabung dengan para pembunuh ini dan juga menurut mataku...kau ini akan sangat mengagumkan jika kau dilatih oleh master besar" ucap Ling hu memberi penilaian
"Begitukah? tetapi mau bagaimana lagi aku dan adikku tak memiliki banyak uang untuk membeli pil yang membantu penyembuhan dan kultivasi dan kami tak memiliki seseorang yang dapat membantu kami memasuki sekte-sekte besar" jelas Gin sembari menatap lurus kearah Ling hu 'apa perasaanku saja, mata pria ini tadi berubah warna menjadi merah'
"Hmmm apa yang harus aku lakukan kepadamu" pikir Ling hu
"Oi ling hu, bawa saja ia dan jadikan anak buahmu...dia akan sangat berguna" ucap Han
"Oi Han, paviliun Xue Feng ku bukan taman kanak-kanak yang nerima anak manapun, tetapi aku juga tertarik dengan pemuda Gin ini" balas Ling hu
"Tuan..mengapa kau melamun" tanya Gin
"Tidak ada apa, aku ingin kau menjadi rekan ku bagaimana? kau setuju?" tanya Ling hu
"Aku...apakah aku bisa membawa adikku?" ucap Gin yang balik bertanya
"Ummm aku rasa boleh, aku akan menjamin hidupmu tetapi..sebagai balasannya kau harus menjadi rekanku dan tak boleh berkhianat" ucap Ling hu yang menekan kata berkhianat didepan Gin
"Kalau aku berkhianat?" tanya Gin
"Tak masalah toh jika kau berkhianat, kau dan adikmu akan mati dengan ledakan dikepala^^" balas Ling hu yang tengah kegirangan
"Baik...aku terima"
"Ulurkan tanganmu diatas tanganku" perintah Ling hu
Segera Gin mengulurkan tangannya diatas tangan Ling hu yang kemudian mengeluarkan tekanan yang hampir merusak tulang lengan Gin.
"Sudah! besok datanglah keistana membawa adikmu karna aku juga akan memberinya tanda sepertimu" ucap Ling hu mengingatkan Gin
"Baik! saya mohon pamit tuan" balas Gin memberi hormat
"Pergilah"
"Tuan...para pangeran dan putri yang lain dikurung didalam gubuk didepan sana rencananya mereka akan dibunuh tetapi karna kekurangan anda jadi dihentikan sementara" ucap Gin memberi informasi sebelum ia pergi melesat dari pandangan Ling hu
"Aku lupa menanyakan itu, yasudah lah aku pergi saja" ucap Ling hu
Ia pun berjalan menuju tempat Ye fu dan kudanya yang ia tinggalkan tadi
"Pangeran!" teriak Ye fu girang
"Aku sudah tahu lokasi para pangeran disekap, tak kusangka mereka sangat tak berguna" ucap Ling hu dan segera ia menaiki kudanya
"Kurasa mereka sudah kembali pangeran" ucap Ye fu
"Mengapa kau sangat yakin?" tanya Ling hu
"K-karna disana ada kakak Ye cixu dan kakak Ye min, kultivasi mereka bukan main-main dan juga pangeran-pangeran lainnya" ucap Ye fu
"Haih sia-sia saja, baiklah ayo kita kembali saja"
Ling hu pun langsung memutar arah kudanya menuju istana dan perjalanan mereka bisa dibilang sangat menyenangkan karna mereka sempat melewati ladang bunga yang sangat indah.
"Pangeran tolong berhenti!" perintah Ye fu
"A-ah putri Ye fu kau mau kemana?" tanya Ling hu
"Aku ingin merangkai bunga sebentar dan mengumpulkan beberapa" jawab Ye fu dengan senyuman manis yang tidak dibuat-buat
"Baiklah aku akan menunggu mu bersama arang kecil" ucap Ling hu
(Arang kecil : kuda jantan hitam Ling hu)
Mereka pun berhenti lama disana karna putri Ye fu ingin merangkai bunga-bunga itu dan mengambil beberapa untuk disimpan sedangkan Ling hu, ia memberi makan Arang kecil dengan bunga-bunga cantik itu.
"Pangeran! apa ini terlihat bagus untukku?" tanya Ye fu girang dengan mahkota bunga yang indah diatas kepalanya
"Sangat indah, cocok sekali untukmu" puji Ling hu
"Hehe karna sangat indah anda juga harus memakainya pangeran" ucap putri Ye fu yang langsung mengambil satu mahkota bunga lagi dan ia pasangkan di kepala Ling hu "hehe anda terlihat sangat manis pangeran"
Seketika Ling hu merasakan hatinya berdetak dengan sangat cepat ia takut kalau ia terkena penyakit hati padahal sebenarnya itu namanya cinta.
"•///•"
"Aku bangga padamu Ling hu, kau mendapat gadis yang sangat pintar dibandingkan dirimu" ucap Han
"Diamlah!"
...----------------...
semanggat