NovelToon NovelToon
Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: edwin setiawan

Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teh Untuk Raja Iblis & Surat Dari Adik Ipar

---

Pagi hari ke-24 sejak Kedai Teh buka, Kota Batu Hitam kedatangan tamu yang tidak diduga.

Bukan kultivator, bukan iblis, tapi seorang tukang pos tua dengan topi bambu yang sudah miring, menunggangi keledai kurus yang terengah-engah. Tukang pos itu melihat 7 tenda mewah dan monster bertanduk duduk di depan kedai kecil, hampir balik badan karena mengira salah alamat.

"Permisi... apakah ini Kedai Teh milik Tuan Xiao Chen?" tanya tukang pos itu dengan suara gemetar, memegang erat tas posnya yang penuh debu perjalanan sebulan.

Mo Sha yang sedang belajar menyapu halaman dengan sapu yang kekecilan untuk tangannya, menoleh. "Ya. Bos Teh di dalam. Kau berisik. Turun dari keledai pelan-pelan."

Tukang pos itu turun pelan-pelan sesuai perintah monster, lalu menyerahkan sebuah amplop kuning yang sudah lusuh, basah oleh keringat dan hujan, tapi stempelnya masih jelas: Segel Klan Su dari Kota Giok Putih, 800 kilometer jauhnya.

Ling'er yang menerima amplop itu, membawanya masuk ke dalam.

"Bos Teh, ada surat untuk Bos Teh. Dari Klan Su katanya."

Xiao Chen yang sedang mengajari Nenek Air Tenang cara membedakan teh yang sudah kadaluarsa, mengangkat alis. Klan Su. Nama yang sudah 1000 tahun tidak dia dengar, tapi 25 hari lalu baru saja dia dengar lagi saat Xiao Tianlong memaksanya menikahi putri Klan Su.

Dia membuka amplop itu. Kertas di dalamnya bukan kertas mahal, tapi kertas biasa, tulisannya agak berantakan, seperti ditulis sambil menangis dan terburu-buru.

_Untuk Kakak Ipar Xiao Chen yang terhormat,_

_Maafkan aku lancang mengirim surat ini. Aku adalah Su Xiaoxiao, adik dari Su Qing'er. Kakakku... Kakakku hilang 3 hari yang lalu._

_Setelah pertunangan dengan Klan Xiao dibatalkan sepihak oleh Kakak Xiao Feng yang bilang Kakak Xiao Chen adalah sampah pembohong, Kakak Qing'er sangat marah. Dia tidak percaya Kakak Xiao Chen sampah. Dia bilang dia pernah melihat Kakak Xiao Chen sekali saat kecil, 10 tahun lalu, saat Klan Xiao dan Klan Su bertemu di Puncak Awan Putih. Kakak bilang Kakak Xiao Chen memberinya permen jahe saat dia menangis karena tersesat. Dia bilang mata Kakak Xiao Chen hangat._

_Karena Klan Xiao membatalkan pertunangan dan menghina Kakak Xiao Chen, Klan Su kami juga dihina oleh klan lain. Ayah memarahi Kakak Qing'er dan mengurungnya. Tapi Kakak Qing'er kabur. Dia bilang dia mau pergi ke Jurang Iblis untuk mencari Kakak Xiao Chen, karena dia dengar Kakak Xiao Chen menjaga jurang 1000 tahun dan pasti kesepian._

_Kakak Ipar, aku mohon, jika Kakak Xiao Chen melihat surat ini, tolong... tolong cari Kakakku. Klan Su tidak berani mengirim orang ke Jurang Iblis karena segel sudah hancur dan banyak iblis. Tapi aku dengar dari pedagang bahwa Kakak Xiao Chen sekarang jadi Bos Teh yang hebat di Kota Batu Hitam dan punya monster penjaga. Aku mohon..._

_Adikmu, Su Xiaoxiao_

Di bawah surat itu ada bercak air mata kering.

Xiao Chen selesai membaca. Wajahnya tidak berubah, masih datar seperti biasa. Tapi tangannya yang memegang surat itu, mengepal sedikit, membuat kertas itu sedikit kusut.

Ling'er yang mengintip dari samping, melihat Bos Teh mengepalkan tangan, langsung takut. "Bos Teh... Bos Teh marah?"

Xiao Chen tidak menjawab. Dia melipat surat itu dengan rapi, memasukkannya ke dalam saku jubah hitam compang-campingnya.

Dia ingat. 10 tahun lalu, saat dia sudah 990 tahun menjaga jurang, memang ada pertemuan 7 Klan Besar di Puncak Awan Putih di atas jurang. Saat itu dia naik sebentar untuk mengambil air, karena air di jurang habis. Dia melihat seorang gadis kecil umur 5 tahun tersesat menangis di dekat jurang, memakai jubah Klan Su. Dia memang memberinya permen jahe yang dia simpan selama 10 tahun dari bekal terakhirnya, karena dia kasihan. Dia tidak ingat wajahnya, hanya ingat gadis kecil itu berhenti menangis dan bilang "Terima kasih, Kakak Penjaga".

Ternyata gadis kecil itu adalah tunangannya yang dijodohkan.

Mo Sha yang di luar, merasakan hawa dingin dari dalam kedai, langsung berdiri tegak. Dia tahu, Bos Teh marah. Bukan marah berisik, tapi marah yang tenang. Marah yang lebih menakutkan.

"Mo Sha," panggil Xiao Chen dari dalam.

"Ya, Bos Teh!" Mo Sha langsung masuk, menundukkan kepalanya agar muat di pintu kedai yang kecil.

"Kau masih ingat jalan di dasar Jurang Iblis? Jalan yang dulu dipakai iblis kecil untuk sembunyi?"

Mo Sha mengangguk. "Ingat, Bos Teh! Ada 3 jalur tikus. Satu penuh tulang, satu penuh racun, satu penuh kelelawar iblis."

"Jalur yang penuh kelelawar itu tembus kemana?" tanya Xiao Chen.

"Tembus ke Hutan Kabut Hitam, di belakang Kota Giok Putih. Tempat Klan Su."

Xiao Chen mengangguk. Dia berbalik menatap Ling'er dan 7 Tetua yang sudah berkumpul di depan kedai karena merasakan hawa aneh.

"Aku tutup kedai 2 hari. Aku mau cari barang," kata Xiao Chen.

"Barang apa, Tuan Bos Teh?" tanya Nenek Air Tenang cepat. "Biar kami yang carikan, Tuan tidak perlu repot."

"Seorang gadis. Hilang di jurang," jawab Xiao Chen singkat.

Semua Tetua langsung paham. Su Qing'er.

Xiao Tianlong yang mendengar nama itu, wajahnya pucat. Dia tahu dialah penyebab semua ini.

Xiao Chen mengambil jubah hitamnya, dan mengambil pedang kayu yang selama ini dia pakai untuk mengaduk teh. Pedang kayu yang patah ujungnya, yang dia buat sendiri 1000 tahun lalu dari kayu segel.

"Bos Teh, aku ikut!" Ling'er langsung mengangkat tangannya. "Aku bisa bantu cari! Aku bisa merasakan Yin!"

Xiao Chen menatap Ling'er, lalu menggeleng. "Tidak. Kau jaga kedai. Belajar menghitung kembalian sampai aku kembali. Kalau ada yang tidak bayar, suruh Mo Sha gonggong."

"Lalu siapa yang jaga Bos Teh?" Ling'er cemas.

Xiao Chen menatap Mo Sha. "Dia ikut aku. Dia yang tahu jalannya."

Mo Sha yang ditunjuk, langsung berlutut, bukan karena dipaksa, tapi karena bangga. "Mo Sha siap! Mo Sha akan buka jalan! Mo Sha akan gigit kelelawar-kelelawar itu!"

Siang itu, tanpa banyak bicara, Xiao Chen dan Mo Sha pergi. Tidak terbang dengan pedang mewah, tapi berjalan kaki masuk ke hutan menuju Pegunungan Tujuh Pedang, menuju lubang besar Jurang Iblis yang masih menganga.

Warga Kota Batu Hitam melihat Bos Teh pergi, dan untuk pertama kalinya dalam 3 hari, mereka merasa sedikit takut lagi, karena anjing penjaga besar itu tidak ada di depan pintu.

Tapi mereka melihat Ling'er berdiri di depan pintu dengan sapu yang kebesaran, mencoba terlihat galak seperti Mo Sha, dan Nenek Air Tenang berdiri di belakangnya dengan tongkat airnya.

"Kedai tetap buka! Teh jahe 1 koin!" teriak Ling'er dengan suara kecilnya yang mencoba keras.

Warga tertawa dan kembali mengantri. Kota itu tetap aman, karena Klan Kedai Teh masih ada.

---

Di dalam Jurang Iblis.

Pemandangan 10 hari setelah segel hancur sangat berbeda. Tidak ada lagi lolongan. Sepi. Iblis-iblis kecil yang masih hidup bersembunyi di celah-celah batu, tidak berani keluar karena mereka tahu, dua monster terbesar sudah pergi dari sini: Mo Sha dan Penjaga Tua.

Xiao Chen masuk ke dalam lubang 100 meter itu tanpa ragu, melompat turun seperti melompat ke sumur di belakang rumahnya. Mo Sha melompat mengikutinya, tapi mendarat dengan lebih berisik, membuat beberapa iblis kecil pingsan karena kaget.

Dasar jurang itu gelap, bau belerang, penuh tulang dan pedang patah dari 5000 tahun pertempuran. Di tengahnya ada bekas singgasana batu tempat Xiao Chen duduk selama 1000 tahun. Singgasana itu masih ada, masih hangat.

Xiao Chen menyentuh singgasana itu sekilas, lalu berjalan.

"Jalur kelelawar dimana?" tanyanya.

Mo Sha mengendus, lalu menunjuk ke celah kecil di dinding jurang yang hanya muat untuk satu orang. "Di situ, Bos Teh. Tapi banyak kelelawar Iblis Tingkat 2. Mereka buta, tapi telinganya tajam. Kalau berisik sedikit, mereka bangun semua."

Xiao Chen mengangguk. Dia masuk duluan ke dalam celah itu. Mo Sha mengecilkan tubuhnya lagi menjadi 1,5 meter agar muat.

Di dalam celah itu gelap total, dan benar saja, langit-langit gua penuh dengan kelelawar hitam bergelantungan, masing-masing seukuran anjing, dengan gigi tajam. Ribuan.

Mo Sha berbisik, "Bos Teh, harus pelan-pelan, jangan..."

Sebelum Mo Sha selesai berbisik, Xiao Chen sudah berjalan dengan langkah normal, sepatunya yang compang-camping menginjak kerikil dan menimbulkan suara _KRETEK_.

Semua kelelawar langsung membuka mata merah mereka.

Mo Sha memejamkan mata, siap bertarung.

Tapi yang terjadi selanjutnya membuat Mo Sha melongo.

Ribuan kelelawar itu melihat Xiao Chen, mencium baunya, dan... mereka langsung kembali tidur. Bahkan beberapa yang di depan, menyingkir memberi jalan, seperti warga Kota Batu Hitam menyingkir memberi jalan untuk Bos Teh.

Xiao Chen berjalan terus tanpa menoleh, seperti berjalan di pasar pagi.

Mo Sha mengikuti dengan mulut menganga. "Bos Teh... kenapa mereka..."

"Mereka kenal aku," jawab Xiao Chen pelan. "Selama 1000 tahun, aku sering lewat sini untuk buang sampah. Mereka sudah hafal bau sandal jepitku."

Mo Sha terdiam. Bahkan kelelawar iblis pun takut dan hormat pada Bos Teh.

Setelah berjalan 2 jam di dalam gua kelelawar, mereka sampai di ujung gua. Cahaya terlihat dari luar. Hutan Kabut Hitam.

Hutan itu sesuai namanya, kabut hitam tebal, pohon-pohon mati, tanah beracun. Tempat yang bahkan pemburu iblis Nascent Soul tidak berani masuk sendirian.

Xiao Chen keluar dari gua, menghirup udara hutan. Dia memejamkan mata, merasakan. Tubuh Yin Iblis Murni Ling'er bisa dia rasakan dari jauh, tapi dia mencoba merasakan yang lain. Energi manusia yang masih hidup, yang ketakutan, di dalam hutan ini.

Dia merasakannya. Lemah, di arah barat, sekitar 5 kilometer. Ada jejak perlawanan, ada bau darah segar, tapi bukan bau darah mati.

"Ketemu," kata Xiao Chen.

Dia berlari. Tidak terbang, tapi berlari dengan kecepatan yang membuat Mo Sha yang berlari di belakangnya harus mengerahkan kekuatan Raja Iblis agar tidak tertinggal.

5 kilometer ditempuh dalam 3 menit.

Di sebuah tanah lapang kecil di tengah Hutan Kabut Hitam, Xiao Chen melihatnya.

Seorang gadis umur 15 tahun dengan jubah putih Klan Su yang sudah robek dan kotor penuh lumpur, punggungnya bersandar di pohon besar, kakinya terluka dan berdarah. Di depannya ada 3 Iblis Serigala yang sama seperti yang menyerang Ling'er dulu, menggeram mengelilinginya.

Gadis itu memegang erat sebuah permen jahe yang sudah meleleh setengah, permen yang sama yang diberikan Xiao Chen 10 tahun lalu. Dia tidak menangis, tapi wajahnya pucat menahan sakit.

"Jangan mendekat..." bisik gadis itu pada serigala-serigala itu, suaranya habis.

Salah satu serigala melompat.

Saat itulah, sebuah pedang kayu patah melayang dari kegelapan hutan, dan menusuk tepat di kepala serigala itu, membuatnya menjadi es hitam dan pecah.

Dua serigala lainnya menoleh, dan melihat seorang pria berjubah hitam compang-camping berdiri di sana, dengan monster bertanduk di belakangnya.

Gadis itu, Su Qing'er, mendongak, melihat pria itu. Matanya yang sudah hampir tertutup karena lelah, membelalak.

Mata hangat yang dia ingat 10 tahun lalu.

"Kakak... Kakak Penjaga?" bisiknya.

Xiao Chen berjalan mendekatinya, berlutut, mengambil permen jahe meleleh dari tangannya yang gemetar, dan menggantinya dengan permen jahe baru yang dia ambil dari sakunya - permen yang selalu dia simpan untuk Ling'er.

"Kau tersesat lagi ya," kata Xiao Chen, dengan suara yang untuk pertama kalinya dalam 10 bab, terdengar lembut.

Su Qing'er yang mendengar suara itu, akhirnya menangis, dan pingsan di pelukan Xiao Chen.

1
Abil Amar
alur ceritanya kmn ko g jlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!