NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

“Dia menikahiku untuk menyelamatkan kerajaannya. Aku menikahinya untuk menyelamatkan keluargaku. Namun, tak satu pun dari kami menyadari bahwa cinta akan menjadi pengkhianatan paling berbahaya.”

• Dante Alessandro Vieri (32 tahun): Bos mafia Italia yang tampan, gagah, bermata biru safir, dingin, penuh perhitungan, dan tidak pernah memaafkan pengkhianatan. Di balik kekuasaannya, ia menyimpan luka lama yang membuatnya tidak percaya pada cinta.

• Bianca Elena Laurent (24 tahun): Gadis cantik keturunan Spanyol dan Timur Tengah, bermata cokelat keemasan, berambut hitam panjang, cerdas, berani, serta memiliki harga diri yang tidak mudah dihancurkan. Ia tidak pernah membayangkan akan menjadi istri rahasia seorang mafia.

• Luciano Vieri: Adik tiri Dante yang menginginkan takhta keluarga.

• Isabella Moretti: Perempuan dari masa lalu Dante yang menyimpan rahasia tentang kematian ibunya.

• Adrian Laurent: Kakak Bianca yang menghilang setelah membawa sebuah dokumen berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 — Surat dari Masa Lalu

Hujan turun deras di atas Villa Vieri malam itu.

Di dalam ruang kerja, Dante berdiri membelakangi jendela besar. Rahangnya mengeras, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh. Di atas meja terdapat laporan dari Marco tentang darah yang ditemukan di rumah keluarga Moretti. Darah itu cocok dengan sampel lama milik Elena Laurent.

Namun, bukan laporan itu yang membuat pikirannya kacau.

Melainkan dokumen yang kini berada di tangan Luciano.

Anak yang dibawa pulang bukanlah anak yang dilahirkan Elena.

Kalimat itu terus berputar di kepalanya.

“Apa maksudnya?” Bianca bertanya dari sofa. Wajahnya tampak pucat. “Siapa anak yang dibawa pulang? Dan siapa anak yang sebenarnya dilahirkan ibuku?”

Dante berbalik. Ia melihat Bianca memegang liontin bulan sabit milik Elena yang tersisa padanya.

“Aku belum tahu.”

“Kau selalu mengatakan belum tahu, Dante.” Suara Bianca bergetar. “Aku sudah kehilangan ibuku, kehilangan kakakku selama bertahun-tahun, dan sekarang aku bahkan tidak tahu siapa ayah kandungku yang sebenarnya.”

Dante mendekatinya.

“Bianca…”

“Jangan katakan semuanya akan baik-baik saja.” Bianca mengangkat wajah. “Aku tidak membutuhkan janji kosong. Aku membutuhkan kebenaran.”

Dante terdiam sejenak sebelum berlutut di hadapannya.

“Aku berjanji akan menemukannya. Bahkan jika kebenaran itu menghancurkan keluargaku sendiri.”

Bianca menatap mata biru safir suaminya. Ada sesuatu di sana yang membuat hatinya sedikit melunak. Ia menyentuh pipi Dante, mengusap bekas luka kecil di dekat rahangnya.

“Jangan sampai kau kehilangan dirimu sendiri karena semua ini.”

Dante menggenggam tangannya dan mengecup punggungnya.

“Aku sudah hampir kehilangan diriku sejak kau masuk ke dalam hidupku.”

Pintu ruang kerja terbuka.

Marco masuk dengan langkah tergesa-gesa. Wajahnya serius, bahkan lebih tegang daripada biasanya.

“Don, kami menemukan sesuatu.”

Dante berdiri. “Bicara.”

Marco meletakkan sebuah amplop cokelat tua di atas meja.

“Amplop ini ditemukan di rumah keluarga Moretti. Tersembunyi di balik dinding kamar yang dahulu digunakan dokter Rafael. Ada nama Nyonya Bianca di bagian depan.”

Bianca langsung berdiri.

“Untukku?”

Marco mengangguk.

Dante mengambil amplop itu, memeriksa bagian luarnya, lalu menyerahkannya kepada Bianca.

“Buka.”

Jari Bianca gemetar ketika merobek sisi amplop. Di dalamnya terdapat selembar surat yang sudah menguning, sebuah foto lama, dan potongan dokumen rumah sakit.

Ia mulai membaca.

Elena,

Jika surat ini sampai kepada putrimu, berarti aku gagal menjaga rahasia yang telah kita simpan selama bertahun-tahun.

Maafkan aku karena tidak pernah berani mengatakan kebenaran kepadanya. Aku tahu kau ingin dia tumbuh tanpa bayang-bayang keluarga Vieri. Tetapi ada sesuatu yang harus dia ketahui.

Pada malam kelahirannya, dua bayi dibawa ke rumah sakit. Satu tercatat sebagai anak Elena Laurent. Satu lagi tercatat sebagai anak dari seorang perempuan yang identitasnya dirahasiakan.

Namun, setelah pergantian petugas jaga, hanya satu bayi yang dibawa pulang oleh keluarga Laurent.

Dan bayi yang lain menghilang.

Bianca berhenti membaca.

Darahnya terasa seperti membeku.

“Dua bayi?” bisiknya.

Dante mengambil foto dari tangannya.

Foto itu memperlihatkan Elena sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Di sampingnya berdiri Rafael Moretti, mengenakan jas dokter. Elena tampak lemah, tetapi tersenyum sambil memeluk seorang bayi.

Di sudut foto terdapat tulisan tangan:

17 Oktober. Dua kehidupan, satu kebohongan.

“Lanjutkan,” kata Dante pelan.

Bianca menarik napas dan membaca bagian terakhir.

Jika kau ingin mengetahui siapa dirimu sebenarnya, carilah buku kelahiran yang disimpan Gabriel Moretti. Dia mengetahui bayi mana yang dibawa pulang. Tetapi berhati-hatilah. Orang yang menukar kedua bayi itu masih hidup.

Surat itu berakhir tanpa tanda tangan.

Bianca menurunkannya perlahan.

“Dante… apakah mungkin aku bukan anak yang dilahirkan Elena?”

Dante tidak langsung menjawab.

Ia mengambil potongan dokumen rumah sakit dan memperhatikan tanggal serta nomor registrasinya.

“Ini bukan bukti bahwa kau bukan anak Elena,” katanya akhirnya. “Tetapi seseorang sengaja membuat catatan kelahiran itu berubah.”

“Dan jika aku memang bayi yang tertukar?”

Dante menatapnya lekat-lekat.

“Siapa pun orang tua biologismu, itu tidak mengubah siapa dirimu.”

Bianca menelan ludah. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Aku hanya ingin tahu mengapa semua orang berbohong kepadaku.”

Dante menariknya ke dalam pelukan.

“Karena mereka takut pada sesuatu yang kau bawa sejak lahir.”

Di tempat lain, Luciano duduk di sebuah ruangan bawah tanah yang diterangi lampu kuning redup.

Liontin bulan sabit yang dicurinya tergeletak di atas meja. Di sampingnya terdapat dokumen asli tentang kelahiran Bianca.

Seorang pria tua berdiri di hadapannya. Rambutnya memutih, tetapi sorot matanya masih tajam.

“Apakah kau sudah membaca semuanya?” tanya pria itu.

Luciano mengangguk.

“Cukup untuk mengetahui bahwa Dante selama ini hidup dengan kebohongan.”

“Dan Bianca?”

Luciano tersenyum tipis.

“Dia bahkan belum mengetahui siapa dirinya.”

Pria tua itu mendekati meja.

“Kau harus menghentikan ini. Jika Gabriel menemukan buku kelahiran itu lebih dahulu, semuanya akan terbongkar.”

Luciano mengambil gelas berisi wiski.

“Gabriel sudah mati.”

“Tidak,” jawab pria itu dingin. “Kau hanya berharap dia mati.”

Senyum Luciano menghilang.

“Kalau begitu, katakan di mana dia bersembunyi.”

Pria tua itu tidak menjawab. Ia justru mengeluarkan sebuah foto dari saku jasnya dan meletakkannya di atas meja.

Luciano menatap foto tersebut.

Wajahnya berubah.

Foto itu memperlihatkan seorang bayi yang dibungkus selimut putih. Di belakangnya berdiri Elena, Rafael, dan seorang perawat muda.

Namun, perhatian Luciano tertuju pada tulisan di bagian bawah foto.

Bayi kedua — keluarga Vieri.

“Tidak mungkin…” gumamnya.

Pria tua itu menatapnya.

“Sekarang kau mengerti mengapa Alessandro memerintahkan semua catatan itu dimusnahkan?”

Luciano mengepalkan tangan.

“Siapa bayi itu?”

Pria tua tersebut mendekatkan wajahnya.

“Orang yang selama ini kau anggap sebagai saudara.”

Kembali di Villa Vieri, Bianca belum bisa tidur.

Ia duduk di tepi tempat tidur sambil memandangi foto Elena. Dante sedang berbicara dengan Marco di luar kamar, mengatur pencarian terhadap Gabriel.

Ketika Dante masuk, ia menemukan Bianca masih terjaga.

“Kau belum tidur?”

Bianca menggeleng.

“Aku terus memikirkan surat itu.”

Dante duduk di sampingnya.

“Aku juga.”

“Ada satu hal yang belum kau jawab.” Bianca menatapnya. “Jika bayi kedua itu berasal dari keluarga Vieri, apakah mungkin…”

Ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.

Dante memahami maksudnya.

“Jangan membuat kesimpulan sebelum kita memiliki bukti.”

“Tapi bagaimana jika bayi itu adalah aku?”

Dante terdiam.

Bianca menunduk, lalu menggenggam liontin bulan sabitnya.

“Bagaimana jika seluruh hidupku dibangun di atas kebohongan?”

Dante mengangkat dagunya dengan lembut.

“Dengarkan aku. Kau adalah Bianca Elena Laurent. Perempuan yang berani menentangku sejak hari pertama kita bertemu. Perempuan yang tidak pernah membiarkan ketakutan menentukan pilihannya.”

Ia mengusap rambut Bianca.

“Tidak ada selembar dokumen pun yang bisa mengubah itu.”

Bianca menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Dan jika kebenarannya membuat kita saling membenci?”

Dante mendekatkan dahinya ke dahi Bianca.

“Aku mungkin bisa memaafkan banyak hal, tetapi aku tidak akan membiarkan orang lain menentukan siapa yang boleh kucintai.”

Bianca memejamkan mata. Untuk sesaat, ia membiarkan dirinya bersandar pada dada Dante.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Ponsel Dante berdering.

Marco menelepon.

“Don, kami menerima pesan dari nomor tidak dikenal. Pesan itu ditujukan kepada Nyonya Bianca.”

Dante mengambil ponselnya.

“Apa isinya?”

Marco membacakan pesan tersebut dengan suara berat.

“Buku kelahiran berada di tangan Gabriel Moretti. Dia bersedia bertemu Bianca besok malam. Namun, ada satu syarat.”

“Apa syaratnya?”

“Bianca harus datang sendirian.”

Dante langsung menolak.

“Tidak akan terjadi.”

Namun, sebelum ia sempat mematikan panggilan, sebuah pesan lain masuk ke ponsel Bianca.

Nomor tak dikenal.

Hanya ada satu foto dan satu kalimat.

Foto itu memperlihatkan seorang pria tua berdiri di depan sebuah makam. Di sampingnya terdapat seorang perempuan yang wajahnya sangat mirip dengan Bianca.

Kalimat di bawahnya membuat napas Bianca tercekat.

Jangan percaya kepada Dante. Dia bukan hanya mengetahui siapa bayi kedua itu. Dia juga tahu mengapa bayi itu harus ditukar.

Bianca perlahan mengangkat wajah.

“Dante…”

Dante melihat layar ponselnya.

Untuk pertama kalinya malam itu, wajah sang Don kehilangan ketenangannya.

Sebab ia mengenali perempuan dalam foto tersebut.

Perempuan itu adalah Elena Laurent.

Dan pria di sampingnya adalah ayahnya sendiri, Alessandro Vieri.

Bersambung…

1
nnda
ceritanya dipercepat kah kak? kok tiba² udah punya anak si Bianca sama Dante
Isabell: iya kak mohon maaf update hari ini agak amburadul 😖 ada bab yang hilang, nanti aku ubah dulu kak 🙏
total 1 replies
Frida
💪
Yiruma Nitya
Bagus loh kak sumpah, semangat terus, jangan lupa mampirin aku jg ya
Yiruma Nitya
Jadi penasaran
Zendyaa4
aku baca baca ini kak,tapi pelan pelan. semangat kakk💪
jangan lupa mampirr🤭
niaww
semngat trus kak isabelll
Isabell: terima kasih kak 😍semangat juga untuk mu kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!