seorang gadis cantik berkulit putih berdiri menatap penampilan pada sebuah cermin...
Rambut di kepang dua, mengunakan kaca mata tebal, wajah nya natural tampa riasan make up tebal seperti gadis lainnya....
Bahkan baju yang di kenakannya kebesaran sehingga menutupi body aslinya....
" Satu hari sejuta impian, semangat Jasmine
kamu pasti bisa" gumam nya tersenyum manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RalenS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisi lain Laurenzo William
Setelah Jasmine makan dan meminum obatnya,lady meminta nya untuk istirahat
" Jasmine aku tinggal ya,ada pekerjaan yang harus ku urus" ucap Lady menatap nya
" Baik, terimakasih nona" ujar Jasmine
" Lady, panggil aja lady tak perlu formal" lady tersenyum kecil
" Baik lady terimakasih"
Lady pun pergi sementara Jasmine mencoba untuk kembali tidur tapi sangat sulit
Suasana hening, Jasmine berjalan menuju jendela dan saat tirai di buka
Jasmine terkejut melihat sekeliling yang di tumbuhi pepohonan tinggi besar..
" Apakah ini di hutan, bagaimana bisa membuat rumah di tengah hutan seperti ini" pikir Jasmine merasa sedikit ketakutan
Jasmine membayangkan adegan horor yang pernah di tonton nya , tiba' saja tengkuk leher nya keremangan
" Berada di ruangan sebesar ini dan aku sendiri, tidak tidak bagaimana jika ada setan atau penampakan hantu heh membangkang saja sudah membuat ku sangat ketakutan", ujar Jasmine
" Apa aku keluar saja tapi bagaimana jika tuan menyebalkan itu marah" tanya Jasmine pada dirinya sendiri
" Seperti pilihan nya tidak begitu buruk dari pada aku harus terkurung dalam ruangan ini , menyeramkan" tutur Jasmine
Jasmine mendekat pada pintu dan berperang dalam pikiran pada akhirnya Jasmine memutuskan untuk tetap keluar
Sekali dorong pelan pintu itu terbuka
" Apa memang pintu nya tidak di kunci" pikir Jasmine merasa bingung
Jasmine menatap sekeliling nya yang begitu sepi, seperti rumah tidak berpenghuni
" Kemana mereka, rumah sebesar ini dan aku tidak melihat siapa pun lagi, sebenarnya rumah apa ini" pikir Jasmine
Jasmine melangkah dengan pelan sambil menatap sekeliling nya,menuruni tangga dengan perasaan campur aduk
" Rumah ini besar sekali aku sudah berjalan cukup lama tapi belum bertemu siapa pun " ujarnya
Prang
Jasmine mematung dengan perasaan takut
" Suara apa itu" pikirnya
Karena Jasmine orang yang sangat penasaran walaupun takut, Jasmine berjalan menuju sumber suara
Langkah kaki nya terhenti saat menyadari ada yang tidak beres, sejak berkeliling dan tidak menemukan satu orang pun membuat nya semakin curiga
rumah ini bernuansa hitam , memiliki banyak tangga dan ruangan yang pintunya tertutup rapat, hening seperti tak ada aktivitas disini,dan yang mencolok banyak nya senjata dan lukisan yang berbentuk aneh dan menyeramkan
Jasmine menatap sebuah patung di depan nya,jika di perhatikan sekilas ini seperti patung biasa tapi Jasmine menyadari di patung ini terselip sebuah kamera kecil
" Aku sekarang tahu walaupun rumah ini sepi tapi di setiap sudutnya memiliki banyak mata yang tidak akan terlihat jika orang itu tidak teliti " ujar Jasmine..
" Aku semakin penasaran tempat apa ini dan kemana semua orang, anehnya aku tidak melihat jam dinding sedari tadi" pikir Jasmine
Ruangan ini terang tapi cahaya nya temaram
Jasmine kembali melangkah dan saat menuruni tangga
"Kamu sedang apa disini?" terdengar suara perempuan di belakang nya
Saat membalikkan badannya Jasmine melihat pelayan bernama sisi, tapi penampilan nya saat ini sedikit berantakan dan tatapan nya seperti panik dan seperti ada yang di sembunyikan nya
" Hei kenapa diam saja ,kamu sedang apa ini?" tanya Sisi dengan menaikan nada suaranya
" Aku hanya ingin ke dapur " jawab Jasmine dengan asal
" Dapur?, dapur nya bu" ucapan nya terhenti saat sebuah pikiran licik terpikirkan olehnya
" Dia orang asing yang baru kemari tapi sudah mendapatkan perhatian khusus dari tuan Laurenzo,aku tidak suka itu seperti nya ini saatnya aku membuat perhitungkan dengan nya,aku akan membuat nya di hukum jika Perlu di bunuh oleh tuan muda" batin sisi dengan rencana licik nya....
" Dapurnya bukan disana tapi disana" sisi menunjuk ke arah lain
" Kenapa diam saja,aku sudah memberikan petunjuk" ucap Sisi
Jasmine merasa ragu tapi jika dia tetap di sini maka bisa saja sisi curiga
" em terimakasih nona" ujar Jasmine lalu berjalan ke arah yang di tunjuk sisi
" Di sana kamu akan melihat sebuah pintu Kamu bisa masuk saja kesana " ujarnya sisi membuat langkah Jasmine terhenti
Jasmine berbalik dan menganggukkan kepalanya sebelum pergi
Sisi merasa puas karena sudah berhasil mengerjai Jasmine
" Sana pergilah di mana tempat yang tidak seharusnya Kamu masuk,dan hari ini adalah hari terakhir kamu melihat dunia " gumam sisi tersenyum sinis
" Ruangan itu adalah ruangan dimana tuan Laurenzo mengeksekusi orang yang berani mengusik nya dan Jasmine kamu menjemput kematian mu sendiri" ujar Sisi merasa sangat senang saat ini
" Huh penampilan ku sangat berantakan karena si bajingan itu,jika bukan karena ingin terus dekat dengan tuan muda aku sangat tidak sudi mengikuti keinginan nya itu" gumam sisi merapikan pakaian dan penampilan nya yang berantakan....
Jasmine berjalan dengan tatapan matanya yang selalu menatap waspada pada sekitar nya dan semakin dekat Jasmine mendengar suara
Ahhhhhhh
Jasmine menghentikan langkahnya saat mendengar jeritan seseorang
" Suara orang seperti kesakitan dan dari ruangan itu" ujarnya
"Aku harus Pergi tapi bagaimana jika itu orang yang sedang membutuhkan pertolongan, kata sisi itu adalah dapur mungkin salah satu pelayan sedang membutuhkan pertolongan " pikir Jasmine
Jasmine menghela nafasnya lalu berjalan mendekati ruangan itu, langkah kaki nya sangat pelan
Jasmine memutar gagang pintu itu dan ternyata tidak di kunci, Jasmine masuk dan mengerutkan keningnya saat melihat isi dalam ruangan itu...
Isinya bukanlah peralatan dapur tapi berbagai senjata dan cahaya temaram membuat Jasmine sedikit kesulitan untuk melihat apa yang terjadi
" Ahhhhhhh sakit, lepaskan aku" Pekik seseorang
Hahahaha terdengar suara tawa menggelegar
" Aku belum selesai membersihkan wajah mu" ujar seseorang
Deg
Deg
Deg
Jantung Jasmine berdegup kencang karena mengenal suara itu
Sret
"Akhhhhh sakit dasar iblis" Suara kesakitan kembali terdengar
Jasmine melangkah tanpa sadar walaupun ketakutan tapi pikiran nya seakan menyuruhnya untuk melihat apa yang terjadi
Semakin Jasmine mendekat maka cahaya di sekitar nya semakin terang tidak seperti di awal dirinya masuk
Deg
Jasmine mematung wajah putih seperti kertas, matanya melotot dan mulut nya terbuka melihat apa yang terjadi di depan matanya
Disana terlihat seorang pria yang berlumur darah, wajahnya di sayat dan yang semakin membuat nya terkejut Jasmine melihat Laurenzo yang berdiri sambil memegang pistol dan pisau yang terlihat lelehan darah menetes dari pisau itu...
Walaupun dari samping saja Jasmine melihat wajah itu tapi Jasmine sangat yakin jika itu Laurenzo si tuan muda menyebalkan...
Jasmine ingin menutup mulutnya agar tidak bersuara,seluruh tubuhnya bergetar hebat,
" Bunuh saja aku sialan, sudah cukup kau menyiksaku" Pekik Pria itu dengan kondisi yang sangat memprihatinkan
Hahahaha Laurenzo terkekeh lalu mengangkat pistol di tangan nya
Jasmine semakin ketakutan ingin rasa nya dirinya mengatakan jangan tapi seakan suara nya tiba-tiba hilang begitu saja...
Dor
Laurenzo menembak orang itu tepat di kepala nya seketika pria itu menghembuskan nafas terakhirnya....
Laurenzo berbalik dan menatap tajam Jasmine, Laurenzo mendekat padanya
Ingin Jasmine lari tapi sudah tidak sanggup lagi
Laurenzo memperlihatkan pisau yang masih berlumuran darah pada Jasmine
" Apa kamu ingin menyusulnya?" tanya Laurenzo dengan tatapan dinginnya...