NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Dania dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa?

Meskipun Jax membuat taruhan dengan penuh kebanggaan, namun fakta bahwa sampai sekarang ia tidak bisa bertemu Dania usai kejadian di kamar itu sedikit mengganggunya. Di sisi lain, ada perasaan senang karena akhirnya dirinya bisa membuat Dania merasa cemburu.

Tapi, apakah itu benar cemburu?atau Dania hanya merasa terganggu karena ada tamu yang tidak diundang?

Ramai riuh kantin pagi itu membuyarkan fokusnya. Pemandangan yang sudah tidak ia saksikan selama dua bulan terakhir itu membuatnya semakin malas untuk sarapan. Sepertinya Jax sudah terbiasa dengan masakan Dania. Semua yang ia makan di kantin terasa hambar dan amburadul, sangat jauh dengan apa yang selalu dia makan di pagi hari.

"Hey, kenapa cuma diaduk itu makanan? Cepet dikit atau gue tinggal nih? Udah waktunya gue bimbingan sama Pak Bowo nih!" Ucap Jason, meyalurkan es teh yang baru saja selesai dibuat oleh ibu Kantin.

"Kamu duluan aja!"

Jason hanya menggelengkan kepalanya, keheranan dengan temannya yang masa picky eater-nya tidak pernah selesai.

"Oke, gue duluan," kata Jason sambil menyedot es tehnya cepat sampai tidak menyisakan setetes-pun.

Jax masih saja bermalasan. alih-alih segera bangkit dari kursinya, dia malah menaruh kepala di samping semangkok sotonya sambil menarik nafas panjang.

"Haahhh... Kemana sih kamu Dan?"

Butuh lima menit ia bertahan pada posisi aneh itu sampai ia teringat kalau dia punya nomor kontaknya.

Kenapa tidak dari kemarin sih?

Seolah mendapat ide cemerlang padahal tidak cemerlang sama sekali, Jax mengangkat kepalanya ke posisi tegak seperti manusia normal lainnya, bukan ubur-ubur lemas di pinggir pantai.

Tuuuuut... Tuuuuut....

Jax berusaha menghubungi Dania namun ia tidak mendapat jawaban.

Berulang kali ia menekan gambar telepon itu namun Dania masih tidak menjawabnya.

"Ck, dimana sih dia? Awas aja kalau dia main sama cowok lain!"

Tuuuut....tuuuut....

Ia mencoba sekali lagi dengan kaki yang bergetar menahan kesal.

"Assshhh sial!" Teriaknya.

"Hai Jax..."

Bukannya bertemu dengan istrinya, malah cacing kepanasan berambut merah yang datang tanpa diundang.

"Lagi sarapan ya? Aku temenin yah..." Ucap Bella, dengan nada centil dibuat-buat.

"Minggir sana! Jangan dekat-dekat!"

Kejengkelannya semakin memuncak saat Bella dengan seenaknya memeluk lengan Jax.

Rasa gelinya semakin membuatnya jijik hingga ia sontak berdiri melepaskan jeratan tangan Bella hingga membuatnya hampir terjungkal.

"Jaaaax.... Kamu kok gituuuu..." Melas Bella dengan mulut cemberut seperti bebek yang sedang menyedot air parit.

Akan tetapi Jax bergeming, ia meneruskan langkahnya pergi dari kantin sampai matanya menangkap sosok yang ia cari seharian.

"Dania?" Gumamnya.

Namun Dania yang juga sempat melihat ke arahnya, melengos dan berlalu begitu saja tepat di matanya.

"Dania! Eh Bu Dania!" Panggilnya mengikuti langkah cepat Dania.

"Tunggu..." Teriak Jax lagi.

"Hah hah hah!! Kenapa jalannya cepat banget sih?" Jax memegang lututnya yang tidak sanggup berlari lagi dengan napas terengah.

Sedangkan Dania sudah tidak terlihat lagi. Sepertinya dia sudah masuk ke kelasnya.

"Kurasa aku harus behenti merokok," kesalnya karena hanya berlari sebentar saja membuat paru-parunya berontak tidak kuat.

Setidaknya Dania tidak kabur kemana-mana, dia masih berada di sekitarnya. Itu yang membuat Jax tersenyum puas.

.

.

.

Tapi itu semua tidak cukup.

Hanya melihat sekilas saja, tidak bisa menyegarkan dirinya yang kehausan. Meski harus memacu kaki ubur-uburnya, Jax ingin bersama istrinya, menatapnya, menguncinya dalam pendangannya, hingga tidak ada lagi ruang untuknya melarikan diri.

Jax memaksa seluruh tenaganya untuk mengejar jalur pelarian Dania. Kedua matanya memancarkan radarnya, memindai setiap ruang kelas. Dadanya yang sesak kehabisan napas, ia tekan sampai akhirnya ia menemukan istrinya.

Senyumnya melebar, secepat kilat ia atur napasnya agar tidak terlihat bersusah payah. Keringat yang mengalir deras di kepala dan lehernya, ia usap dengan punggung tangannya, kasar supaya bisa segera masuk ke kelas dimana istrinya mengajar.

"Permisi... Maaf saya telat..."

Seenaknya, Jax melangkahkan kakinya menuju bangku kosong paling belakang. Padahal dia bukan anggota rombel itu. Semua mahasiswa yang menyaksikannya, saling melempar pandangan, ada juga yang berbisik. Namun Jax tak menghiraukannya. Baginya, yang bisa mengusirnya dari kelas itu hanya Dania, istrinya.

Dengan sikap tenangnya, Jax menyilangkan kakinya sembari mengambil catatan dari tasnya. Matanya tajam terkunci pada satu sasaran. Senyumnya terangkat melihat objek penamatannya hanya diam terpaku, tidak bisa melakukan apapun.

"Kena kau!" Senyumnya semakin mengembang.

Sepanjang perkuliahan, Jax tidak pernah melepas perhatiannya pada Dania. Meskipun Dania tak menghiraukannya, Jax tidak menyerah. Bahkan disaat semua mata beralih kepadanya, Jax tidak peduli. Toh sudah biasa dia menjadi bahan gunjingan, lalu kenapa tidak sekalian ada skandal dirinya dengan Dania. Pasti sangat seru, pikirnya.

"Oke, perkuliahan hari ini sampai sini. Sampai jumpa minggu depan."

Setelah mengucapkan kata perpisahan, Dania pergi begitu saja tanpa melihat ke arah Jax yang sudah dua satu jam lebih menatapnya tak berkedip.

"Bu Dania, tunggu!"

Itu bukan suara Jax, melainkan mahasiswa lain yang berlari keluar kelas untuk menyusul Dania.

Jax yang melihatnya merasa tersaingi. Bagaimana bisa dia kecurian start dengan mahasiswa baru yang masih ingusan?

"Sialan!"

Tentu saja ia langsung bangkit dari kursinya. Seketika ia menyusul dua orang yang sekarang sedang asyik mengobrol. Seperti sedang menonton pertunjukan yang membosankan, Jax berjalan mengikuti keduanya dari belakang. Tingkahnya begitu jelas, sampai membuatnya menjadi pusat perhatian mahasiswa satu ruangan.

Akan tetapi semua percuma kalau yang menjadi tujuan sama sekali tak terganggu dan terus mengabaikannya.

Ingin sekali ia membidik kepala Maba itu dengan ketapel berpeluru besi. Seenaknya saja dia mengalihkan perhatian Dania darinya.

"Hahaha... Oh begitu? Bagus-bagus."

Sayup-sayup Jax bisa mendengar Dania tertawa hanya dengan candaan yang tidak lucu itu. Padahal dia tidak pernah tertawa saat Jax bercanda. Memangnya Jax pernah bercanda? Kayaknya tidak.

Itu semakin membakar makhluk di perutnya hingga ia terbangun, siap untuk menghunuskan pedang peperangan.

"Terimakasih Bu, besok akan saya coba lakukan."

"Iya sama-sama."

Akhirnya mahasiswa kurang ajar itu pergi. Kini saatnya.... Ini lah momennya.... Setelah melalui banyak sekali rintangan. Sampailah Jax pada titik berdua dengan Dania, tanpa gangguan.

Benar, ini saatnya!

"Dani--"

Namun kalimatnya terpotong di saat Dania menoleh kearahnya.

"Berhenti mengikutiku!" Bentaknya.

"A-aku nggak--"

Serangan mendadak itu membuat jantungnya berhenti sesaat.

"Tenang saja, aku tidak akan marah padamu. Kamu bebas melakukan apapun di kamarmu."

Ucapan datar Dania menyulutnya. Ekpresi wajah yang tampak tak terganggu menggores benda kecil di dalam dada Jax.

"Kenapa? Kenapa kamu nggak marah? Marah saja nggak apa-apa, aku akan menerimanya. Kalau mau tampar, tampar saja. Aku akan diam."

"Kenapa sampai harus menamparmu? Sudah ku bilang, kamu bebas melakukan apapun dengan wanita lain."

.

.

.

1
Xlyzy
santai bet ni anak kek cepet kali berlalu masalah kemarin itu
Xlyzy
niat nya udah bagus tinggal di lakukan nya aja
mama Al
Dania kayaknya belom cerita sama Liam soal pernikahannya dengan jax
mama Al
by the way, yang buat bapaknya Dania meninggal kan jax ya.
apa Dania belom cerita sama jax
mama Al: aku ingat jax yang mukul
total 2 replies
@ ar.world bocil author
betul tuh jangan di pikirkan dia kamu harus mikirin diri kamu sendiri jaxnya aja kayak gitu
@ ar.world bocil author
kasihan sekali dania banyak sekali ia perjuangkan dania itu seperti wanita kuat
Naisha Anindya
Kamu udah diperlakukan seperti itu loh Dania, apalagi dia suami yang gak bertanggung jawab, masih gak rela berpisah...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
aku senang melihat kamu senang dania. lanjutkan😄
iorlif
bakal di balas kayak gimana nanti
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
kebahagiaan itu adalah masalah hati. bukan karena ada atau tidaknya sekitar kita
Pencari Cerita
Dania disukai temenya gak boleh, tapi dia main cewe terus gak masalah, dasar jack keterlaluan banget si
Arni Arlinawati Pratiwi💃
😭 saingan jax ini yakin emak mana ganteng banget lagi.. jax, bae bae lu sama dania,
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nih cewe satu aneh lagi... 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gak.. gua bukan betina, gua banc*.. amsyong lu james! 🤣
Arni Arlinawati Pratiwi💃: eee ralat.. jason, 😁
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
noh.. skarang urus biang kekacauan mu jax, gentayangan tuh si bella, yang lu bahkan gak inget nama nya.. 🙄
Arni Arlinawati Pratiwi💃
fakta tragis.. ini masih ada perkara lagi di dania ini, fakta tragis itu clue nya kan.. mo bicara sama emak 4 mata aja thorr... yok, /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🙄.. bukan kah cinta jax yang kamu inginkan dania???, dia udah bilang cinta loh itu... tapi ada apa sama lu.. 🫩
Vivenn
huhh sumpahh Baru Jugaa Mood Daniaa baguss malah dirusakk lagii,Jax pengen gw tonjok Luh yaa
Cinta(N)
berterima kasih kek si jax, kasihan deh dania
Siti Aisyah
untung saja ada ayah nya Liam yang menyelamatkan keluarga Dania😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!