NovelToon NovelToon
Takluk Oleh Kelembutannya

Takluk Oleh Kelembutannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasanah Yoyoh

Demi memenuhi permintaan kakeknya yang sekarat, kamilah menikah cepat dengan pria acak yang ternyata musuh kakaknya, begitu tuan rizky syah mendapatkan dirinya, ia tak melepaskannya diadaptasi dari master syah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasanah Yoyoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28:OBAT PERANGSANG DAN KAMAR HOTEL

​Di sudut aula pesta yang remang-remang namun tetap memancarkan kemewahan, Sanum Lin melangkah dengan gaun malam seksinya mendekati tempat Rizky Syah berdiri. Dengan raut wajah yang dipaksakan manis dan binar mata penuh godaan, Sanum mengulurkan segelas minuman anggur ke hadapan pria tegap itu.

​"Tuan Rizky... halo, aku Sanum Lin dari keluarga Lin. Salam kenal," sapa Sanum dengan nada suara menggoda, menyodorkan gelas minuman tersebut.

​Rizky Syah yang berdiri anggun menaikkan jemarinya, membenarkan posisi kacamatanya perlahan. Dengan tatapan dingin tanpa ekspresi, ia menerima gelas minuman dari tangan Sanum. Matanya kemudian mengarah ke tengah lantai dansa, menyaksikan Kamilah sedang berdansa anggun bersama Ikra Pratama.

​Sanum melirik ke arah yang sama, lalu menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan provokasi. "Hubungan Nona Kamilah dengan calon suaminya benar-benar sangat baik ya, Tuan Rizky... Aku dengar dari rumor keluarga elit, Tuan Besar Ye sangat ingin mereka berdua segera mengadakan pesta pertunangan resmi di akhir bulan ini."

​Sanum memberi informasi itu demi memprovokasi emosi Rizky. Namun, Rizky Syah hanya diam membisu. Pria tegap itu mendekatkan gelas ke hidungnya, mengendus aroma anggur merah tersebut sekilas.

​Minuman anggur ini sangat mencurigakan... Hanya dengan mencium aromanya saja, jelas sekali ada campuran obat perangsang dosis tinggi di dalamnya. Wanita ini pikir hidup ini cuma drama pendek picisan, hah?! batin Rizky Syah tersenyum sangat mengerikan di dalam hatinya.

​"Tuan Rizky?" panggil Sanum pelan, menanti reaksina.

​Tanpa diduga, Rizky Syah menyunggingkan senyum tipis yang misterius, lalu menenggak minuman anggur itu hingga tuntas di hadapan Sanum!

​Sanum membelalakkan matanya girang, tersenyum amat senang di dalam hati. Berhasil! Jebakanku berhasil! raung Sanum puas.

​Sementara itu, di tengah lantai dansa, Kamilah yang sedang berdansa tak sengaja memalingkan pandangannya ke arah sudut aula. Matanya menyipit tajam saat mendapati Sanum Lin sedang berdiri berdekatan dengan Rizky Syah.

​Sejak kapan mereka berdua saling kenal dan begitu akrab sampai minum bersama? batin Kamilah heran dan sedikit mengganjal.

​Lagu dansa berakhir. Kamilah menarik napas pelan, memalingkan wajahnya pada sang kakak, Roya Ye. "Kak... gaun dan rok ini sedikit merepotkan dan membuatku sulit berjalan. Aku mau pergi ke kamar mandi sebentar untuk mengganti gaun lain yang lebih nyaman."

​"Oh, ya sudah," jawab Roya Ye mengangguk paham.

​Ikra Pratama yang berdiri di sampingnya memajukan tubuhnya. "Kamilah... perlu kutemani pergi ke atas?"

​"Tidak perlu, Ikra. Aku bisa sendiri," tolak Kamilah halus namun tegas.

​Gadis itu kemudian membalikkan badannya dan melangkah keluar dari aula utama menuju area koridor hotel.

​Di sudut meja bar, Sanum yang merasa obat perangsang dalam minuman Rizky akan segera bereaksi, memajukan tubuhnya kian rapat. Dengan tatapan manja, Sanum mengulurkan tangannya berniat memegang dada bidang Rizky Syah.

​"Tuan Rizky... sebenarnya aku selalu menyukaimu sejak pertama kali melihatmu..." bisik Sanum sensual, memajukan tubuhnya untuk bersandar pada Rizky.

​Namun, sebelum tubuh Sanum sempat menyentuh pakaian Rizky, Rizky Syah dengan refleks dingin dan cepat langsung menghindar ke samping!

​BUKKK!

​Sanum yang tidak siap menahan berat tubuhnya sendiri seketika kehilangan keseimbangan dan tersungkur jatuh ke lantai dengan posisi yang sangat memalukan! Gaun seksinya tersingkap kotor menghantam karpet.

​"AAGHHH!" teriak Sanum kesakitan dan kaget setengah mati.

​Rizky Syah berdiri tegap di atasnya, merapikan kerah jas mewahnya dengan pandangan jijik yang teramat dingin.

​"Kamu tahu seperti apa rupa katak buduk?" seru Rizky Syah dengan suara tegas, keras, dan menusuk yang didengar oleh beberapa tamu di sekitarnya. "Pulanglah ke rumahmu sekarang... dan berkacalah di depan cermin!"

​Tanpa sudi melirik Sanum yang menangis malu di lantai satu detik pun, Rizky Syah membalikkan badannya dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

​"Tuan Rizky!" teriak Sanum histeris menahan malu.

​Di sudut koridor luar, Kamilah yang baru saja melangkah keluar kaget setengah mati menyaksikan adegan tersebut dari kejauhan. Wajahnya melohok tak percaya melihat kekejaman kata-kata Rizky.

​Astaga... apa mulut pria itu pernah diracuni, ya?! Kok bisa-bisanya dia sekejam dan setega itu berbicara sangat kasar pada seorang wanita di depan umum?! batin Kamilah gemetar dan geleng-geleng kepala.

​Namun, baru saja Kamilah hendak melanjutkan langkahnya, sosok Rizky Syah yang melangkah pergi mendadak tampak berjalan sempoyongan dan tidak stabil. Langkah kakinya terhuyung kencang hingga akhirnya tubuh tegap Rizky menabrak keras bahu Kamilah!

​HUP!

​Kamilah tersentak kaget, refleks menahan tubuh tegap Rizky agar tidak ambruk ke lantai. Sensasi panas yang luar biasa membakar memancar dari kulit tubuh Rizky Syah saat menyenggol jemarinya.

​"Eh! Kak Syah?! Kamu kenapa?!" tanya Kamilah panik saat menyadari napas Rizky terengah-engah berat dengan wajah yang merona merah padam.

​Dengan sisa tenaganya, Rizky Syah meminta dipapah, menyandarkan berat tubuhnya ke bahu kecil Kamilah.

​"Kamilah... kepalaku pusing sekali..." bisik Rizky Syah dengan suara serak, berat, dan dipenuhi hawa panas yang membakar. Tangannya yang gemetar terangkat, menunjuk ke arah Sanum Lin yang masih berusaha berdiri di ujung koridor. "Wanita iblis itu... dia memasukkan obat perangsang dosis tinggi ke dalam minumanku... Tolong aku..."

​Mendengar pengakuan gila itu, darah Kamilah seketika mendidih oleh amarah hebat!

​"Pengawal! Pengawal hotel! Kemari cepat!" teriak Kamilah nyaring memanggil para pengawal klan Ye yang bersiaga di koridor.

​Empat orang pengawal berbadan tegap langsung berlari menghampiri Kamilah.

​"Bawa dan seret perempuan di ujung sana keluar dari hotel ini sekarang juga!" perintah Kamilah tegas sambil menunjuk Sanum.

​Sanum yang dihampiri pengawal membelalakkan matanya panik. "A-apa?! Bagaimana bisa kamu tahu soal obat itu?! Lepaskan aku! Lepaskan aku, brengsek!" teriak Sanum histeris saat kedua tangannya dikunci dan diseret paksa keluar dari gedung hotel oleh para pengawal.

​Setelah Sanum diseret pergi, Kamilah menatap raut wajah Rizky Syah yang makin memerah basah oleh keringat dingin. Napas pria tegap itu makin memburu dan liar.

​"Kak Syah... bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Kamilah tergesa-gesa dengan raut cemas. "Haruskah aku memanggilkan dokter pribadi klan Ye ke sini sekarang?!"

​Rizky Syah menggelengkan kepalanya erat-erat, mencengkeram bahu Kamilah dengan cengkeraman yang teramat posesif.

​"Tidak perlu... obat perangsang ini terlalu kuat dan reaksinya sangat cepat... Sudah terlambat kalau menunggu dokter datang," cicit Rizky Syah dengan suara serak yang memelas gila. Pria tegap yang biasanya arogan dan berkuasa itu kini menatap Kamilah dengan binar mata memohon yang teramat pasrah.

​"Aku... aku... kalau aku tidak segera menetralkan racun obat perangsang ini sekarang... apa aku akan menjadi impoten seumur hidupku, Kamilah?" rengek Rizky Syah dengan raut wajah sangat lemas dan menyedihkan.

​Mendengar kata 'impoten seumur hidup', mata Kamilah seketika membelalak lebar dalam kepanikan luar biasa.

​"L-lalu bagaimana dong?!" seru Kamilah bingung dan panik setengah mati.

​"Tolong... papah dan antarkan aku ke kamar hotel di lantai atas dulu..." minta Rizky Syah lemas, menyandarkan kepalanya di leher hangat Kamilah.

​Melihat kondisi Rizky yang makin kritis dan tidak berdaya, Kamilah tidak punya pilihan lain. "Baiklah! Baiklah! Ayo kita ke kamar sekarang!"

​Kamilah langsung memapah tubuh tegap Rizky Syah, menuntun langkah pria itu melintasi koridor khusus menuju lift VVIP demi membawanya masuk ke dalam kamar hotel...

1
Hasanah Yoyoh
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!