NovelToon NovelToon
Kematian Tanpa Nama

Kematian Tanpa Nama

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Rumahhantu
Popularitas:38.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.

Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.

Apa yang terjadi dengan rumah itu?

Apa kah Zora bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Membuka segel

"Dia membuka nya.'' Purnama menatap lurus tak berkedip.

''Siapa?'' Arya menoleh ketika dia sedang menggambar pedang di atas buku.

''Mendadak saja bilang ada yang membuka, Siapa yang sedang membuka itu?'' Nolan juga ikut bertanya karena dia tidak tahu.

''Kau sama sekali tidak memiliki getaran di dalam diri?'' Purnama menoleh kepada adik bungsu dia itu.

Nolan menggeleng karena dia memang sama sekali tidak merasakan sesuatu di dalam diri dia jadi kenapa mendadak saja Purnama bertanya demikian, apa yang telah terjadi sehingga membuat Ratu Ular itu terlihat begitu gelisah dan sebagian juga Dia terlihat merasa senang atas apa yang telah dia lihat barusan ini.

Arya juga menghentikan aktivitas dia ketika menyadari bahwa pembicaraan Purnama sudah semakin serius saja, pasti ada sesuatu yang mengganggu diri kakaknya itu sehingga mereka semua harus mendengar apa yang telah terjadi dan apa yang pernah melihat saat ini, Nolan yang paling berdebar karena dia yang secara langsung telah diberi pertanyaan seperti itu oleh Purnama.

Purnama menggelengkan kepala berulang kali ketika dia sudah melihat Nolan dan melihat bagaimana respon adik bungsu dia itu, ada rasa heran di dalam diri ratu ular ini ketika dia menyadari bahwa memang Nolan sudah sama sekali tidak memiliki kontak batin dengan sang anak sehingga dia tidak ada merasakan sedikit saja getaran itu.

''Aduh, kok aku jadi merasa tidak enak begini.'' batin Nolan di dalam hati dia.

Sebab pandangan mata Purnama saja sudah berbeda sehingga ular bungsu itu menyadari ada sesuatu yang tidak beres dan kemungkinan besar ini bersangkutan dengan dirinya, namun dia juga bingung karena sampai sekarang tidak ada merasakan sesuatu yang berbeda atau Getaran yang timbul di dalam hati ini.

Arya sendiri masih dengan sabar menunggu apa yang akan Purnama katakan karena sepertinya dia tidak bersangkutan dengan hal itu, jadi Pangeran ular ini masih bisa sedikit tenang dan dia merasa tidak akan kena marah oleh sang kakak, paling ular bungsu ini yang akan jadi makanan empuk untuk mereka nanti.

''Selama ini Apakah pernah bertemu dengan Felix atau sekedar mengunjungi dia?'' Purnama bertanya dengan serius.

''Sekitar dua bulan yang lalu aku datang ke sana sambil membawa apa yang dia minta.'' Nolan menjawab santai.

''Bagaimana perasaanmu setelah bertemu dengan anak yang kau buang itu?'' Purnama bertanya kembali.

''Hei jangan seperti itu pertanyaan yang kakak berikan! aku tidak membuang dia, Felix yang ingin tinggal dengan Zayn.'' sanggah Nolan.

''Ya berkat dia tinggal dengan Zayn maka Felix menjadi pemuda yang baik, bila dia tinggal dengan dirimu maka dapat Aku pastikan dia menjadi siluman yang sangat kejam.'' cetus Purnama.

''Ini mau ngomong apa sih? dari tadi kok mendadak saja ke sana dan kemari.'' Nolan mulai merasa tidak suka.

''Kau selalu saja seperti itu bila kita sedang membicarakan Felix, kenapa kau sangat membenci anak kau itu sendiri?!'' Arya mulai buka suara juga.

Nolan menarik nafas panjang dan dia membuang muka karena bingung menjelaskan kepada mereka berdua bagaimana perasaan dia terhadap Felix, anak yang hadir ketika dia masih menjadi siluman jahat dan bahkan wanita yang melahirkan Felix itu mati karena di bantai oleh Nolan ini sendiri sehingga sudah pasti Felix memiliki hubungan yang tidak baik dengan ayah kandung dia ini sekarang.

''Bila tidak ada yang dibicarakan lagi maka aku akan tidur.'' Nolan segera bangkit berdiri.

''Putra mu membuka segel, dengan kata lain dia sekarang sudah sama seperti kita!'' ujar Purnama sembari menghidupkan rokok.

''Apa?!'' Nolan kembali menoleh karena dia tidak menyangka.

''Pasti dia memiliki alasan untuk melakukan hal seperti itu, selagi dia mampu menguasai diri maka tidak akan menjadi masalah.'' ujar Purnama.

''Tapi itu akan berbahaya!'' Nolan sangat cemas sekali setelah mendengar hal tersebut.

''Kau merasa takut karena apa? kau cemas dengan Felix atau kau mencemaskan anak yang ada di dalam kandungan Dinda!'' Arya menatap dengan sangat tajam.

''Bila aku menjadi Felix maka sudah sejak dulu segel itu aku buka.'' Purnama tertawa sinis.

''Kak! ini tidak main-main dan aku tidak ingin bila kita nanti justru akan menjadi bingung saat menghadapi dia.'' Nolan mulai terbawa emosi.

''Semua tergantung sikap mu.'' jawab Purnama.

Arya juga terlihat santai saja dan tidak ada rasa cemas di dalam diri dia, bahkan andai saja Felix menjadi Iblis jahat maka Arya yang akan menjadi pendukung utama karena menurutnya selama ini Nolan begitu Abai dengan sang anak karena dia terlalu fokus dengan keluarga baru nya sekarang ini.

...****************...

''Mama!'' Zora berdiri di ambang pintu bersama dengan Devano ketika melihat Mama Susi bisa berdiri tegak.

''Biar aku saja, kamu tunggu saja di sini.'' Devano segera masuk ke dalam kamar meski dia juga merasa takut.

''Ya allah.'' Zora ingin menangis karena mama Susi berdiri dengan keadaan tubuh tertutup selimut berwarna putih.

Devano saja merasa ragu apakah ini memang mama Susi atau ada arwah lain yang akan mencelakai mereka, sebab sebelumnya mereka sudah tahu bahwa Mama Susi tidak bisa berdiri tegak seperti itu namun sekarang mendadak saja dia berdiri dengan keadaan tubuh tertutup selimut putih sehingga mereka tidak bisa melihat wajah orang tua tersebut.

''Mama?''

''Aaaaaghh!''

Sreeeeettt.

Gluduk.

Gluduk.

Duaaaaak.

''Zoraaaa!''

Zora merintih kesakitan ketika tadi dia mendadak saja ditarik oleh sesuatu yang tidak terlihat sehingga jatuh menuruni anak tangga, bahkan sekarang kepala wanita ini menjadi berdarah karena tadi tertabrak oleh sesuatu dan sekarang dia memiliki pandangan kabur akibat kepala yang terasa begitu pusing.

''Sayang, kamu berdarah!'' Devano segera membantu Zora untuk berdiri.

''Rumah ini sangat tidak beres, Abang! ayo kita pergi sekarang, huhuhuhuhu.'' Zora menangis karena dia memang ketakutan.

Siapa yang tidak ketakutan bila terus-menerus mengalami hal seperti itu dan sampai saat ini iblis yang ada di dalam rumah seolah sangat ingin mencelakai mereka semua, tubuh zona terasa ingin patah semua karena jatuh dari atas hingga sampai di lantai bawah seperti ini.

''Ayo duduk dulu, Abang juga masih mau lihat Mama.'' Devano menggendong tubuh sang istri untuk menuju sofa.

''Aku tidak mau sendirian, demi Allah jangan tinggalkan aku sendirian di sini.'' Zora menggeleng dengan sangat cepat.

''Tapi Abang juga masih mau lihat keadaan Mama.'' Devano jadi bingung sendiri.

''Ikut saja, Lebih baik aku ikut ke atas untuk melihat Mama juga.'' Zora berusaha berdiri walau kaki dia terasa sakit bukan main.

''Ya allah, Ustad tadi ke mana kok sampai sekarang belum sampai juga.'' Devano merasa bingung dan juga stress.

Namun di tengah rasa takut itu maka Devano mendadak saja merasa lega ketika mendengar suara motor berhenti tepat di depan rumah mereka, sudah pasti itu adalah Ustadz yang tadi sempat Devano datangi dan sekarang dia datang untuk memberikan pertolongan kepada mereka berdua di sini.

Selamat siang semua nya, tolong like dan komentar kalian semua buat author ini ya cinta ku.

1
Nurr Tika
kalian berdua keluar sj dari rumah itu
Betri Betmawati
kerasukan kah mama Susi sampai masak tikus busuk segala
mifta
emng bisa gt setan memperdalam ilmu agama
Nurr Tika
ada misteri pa di dalam rumah itu sampe" art nya ja bunuh dri
Fiyan Ayu
alaahh muaaall q thor,bayangin bangkai tikus🤣🤣🤣
FiaNasa
masih abu² ini awal kisah tragedi ini kenapa
FiaNasa
semakin jelas klau si Rika ini biangnya
Sabrina Qheyla Putrie
Siang 🤭
Tri Lestari
kalau kau masih di rumah itu mungkin gak akan selamat zo entah kau atau suamimu
FiaNasa
kek nya semua ini ulah dr si Tante Rika dej
FiaNasa
ada² saja Maharani ini,,😀😀
FiaNasa
kok AQ curiga sama sitante Rika ini,,apa dia yg membuat mama Susi skit
FiaNasa
Alhamdulillah...semua syang Felix walaupun ayahnya sendiri abai
neni nuraeni
ih dmn2 pst sllu ada org yg julid,,,, lnjutt
FiaNasa
ayo Felix kau pasti mampu,,aq yakin kekuatan yg kau miliki lebih besar dr si Nolan bapak mu itu
Apriyanti
KLO Uda gosip apa aja pasti di bicarakan sampai² pampir pun ke bawa²🤣
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Laila Amalia
mlm juga Thor....
Heni Mulyani
ditunggu kelanjutannya ceritanya
Eli Rahma
apa tante Rika dalang dibalik kejadian² di rumah zora
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!