Di luar pagar sekolah, Affan dan Monisha adalah sepasang suami istri karena perjodohan wasiat keluarga.
Di dalam kelas, mereka adalah dua kutub yang berpura-pura tidak kenal. Affan si ketua OSIS yang harus menjaga reputasinya, sementara Mona hanya ingin lulus dengan tenang.
Mereka sepakat merahasiakan pernikahan ini rapat-rapat. Namun, menyembunyikan status pernikahan di lingkungan SMA tidaklah mudah. Hanya dalam waktu satu minggu, kecemburuan merusak segalanya. Kecurigaan teman-teman, teror dari siswa yang menyukai Mona, hingga kecerobohan mereka sendiri meledakkan rahasia besar tersebut ke seluruh sekolah.
Kini, mereka harus menghadapi konsekuensi sosial, aturan ketat sekolah, di atas perasaan sayang yang sudah tumbuh di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monisha Affan 07.
Di dalam satu kamar, Affan dan Mona tidur namun terpisah. Mona dibiarkan tidur di atas ranjang dengan balutan selimut bergambar hello Kitty, sedangkan Affan tidur di kursi samping ranjang posisi Mona berbaring.
Mona tiba-tiba terbangun di jam satu malam karena ingin buang air kecil, Affan yang terlelap justru ikutan bangun saat mendengar gadis itu turun dari ranjang.
"Mau kemana?" Tanya Affan langsung.
"Saya mau pipis" Jawab Mona.
"Bisa gak jalan nya?"
"Bisa, kamu kira kaki saya sedang lumpuh apa gimana?" Jawab Mona setengah ketus. Sebal dengan pertanyaan Affan yang sebenarnya mengandung rasa kepedulian itu.
Affan mengangguk kepala paham, ia memilih membiarkan Mona jalan ke kamar mandi tanpa ikut campur.
Namun dari balik itu, pergerakan Mona akan Affan perhatikan hingga gadis itu benar-benar balik lagi ke dalam kamar untuk memastikan ia kembali berisitirahat.
Pagi hari nya.
Affan berangkat lebih awal di jam enam kurang lima menit karena ingin bertugas merazia kerapihan seragam murid yang kurang lengkap bersama guru BK.
Justru Mona di jam segitu lantas mandi dengan kucuran shower air hangat yang setelahnya akan langsung pergi ke sekolah.
Mona nekat berangkat ke sekolah diam-diam walau Affan sudah memintanya untuk beristirahat total di rumah.
Mona datang ke sekolah di jam setengah tujuh lebih sepuluh menit, membuat Affan yang lagi mencatat nama murid bermasalah langsung terkejut saat melihat istrinya nekat berangkat ke sekolah.
'Dia lagi sakit loh, bukan nya istirahat.' Dalam hati Affan. Sebelum matanya berpendar pada guru BK yang tiba-tiba menahan Mona karena mendapati ia tidak memakai kacu di seragam pramuka nya.
Karena itu, Mona di tahan guru BK tanpa ada perlawanan. Sehingga tas Mona diasingkan di atas meja yang disatukan dengan tas murid lain yang seragam nya kurang lengkap.
Disaat yang bersamaan, Affan memasukkan kacu cadangan yang ia bawa dari rumah secara diam-diam ke dalam ransel mini warna cream milik Mona.
Untung saja Affan orangnya produktif, ia sangat menjunjung tinggi kedisplinan soal kerapihan dan kebersihan seragam yang di pakainya. Kacu cadangan itu biasa Affan pakai jika kacu yang sedang dipakai tiba-tiba kotor terkena tumpahan es atau noda sambal.
Disaat Mona sudah berjongkok karena suruhan guru BK. Affan mengatakan sesuatu yang membuat guru BK dan Mona langsung mendelik.
"Mona! ini kacu kalau kamu bawa ya harus dipakai di seragam pramuka, bukan kamu simpan di dalam tas!" Sewot Affan.
Mona terkekeh tipis, lalu bangun dari posisi jongkok nya untuk mendekat ke posisi Affan.
"Saya emang sengaja gak pakai kacu, karena mau buat kamu marah-marah" Kata Mona.
Affan medengkus geli, ternyata Mona orang nya peka juga kalau diajak bersandiwara.
"Tuh lihat sendiri pak, murid ini memang sengaja melanggar aturan karena mau lihat saya marah-marah. Dia sudah gila!" Seru Affan.
Disana guru BK sampai menghela nafas jengah melihat tingkah Mona yang semakin liar saja di matanya. "Cepat Mona kamu pakai kacu itu, terus cepat masuk ke dalam kelas!" Sewot guru BK memberi perintah.
Tanpa berlama-lama, Mona lantas memakai kacu pemberian dari Affan di kerah seragam pramuka nya.
"Sudah saya bilang istirahat di rumah, kenapa kamu bandel masuk sekolah?" Gumam Affan tanpa menatap ke arah Mona. Biar yang lain tidak menaruh curiga.
"Gak tau kenapa saya enggak mau jauh-jauh sama kamu" Jawab Mona lalu berkedip-kedip manja. Sayangnya Affan tidak melihat ekspresi menggemaskan dari istrinya itu.
Affan berdecak sebal. "Sudah cepat masuk!" Tegasnya.
"Iya ganteng" Pada akhirnya, Mona masuk ke dalam halaman sekolah sekaligus lolos dari jeratan hukum guru BK.
Sisi lain, Affan kembali menjalankan tugas nya di gerbang sekolah.
Mona yang keadaanya sedang demam rupa nya mampu menjalankan tugas nya sebagai murid sampai di jam istirahat. Walau sesekali ia mengeluh karena konsentrasinya sering kabur.
Di jam istirahat terlihat ada sekertaris OSIS yang bernama Selly yang datang ke kelasnya Mona hanya untuk mengajak Affan ke kantin.
Disaat yang bersamaan, justru Affan mau di ajak Selly ke kantin karena mau ada yang di sampaikan juga mengenai kegiatan OSIS.
Karena itu, Mona tiba-tiba mendatangi meja Affan saat pria itu hendak berdiri dari tempat duduk.
Disini Mona akan memanfaatkan statusnya sebagai sekertaris kelas.
"Guru agama berhalangan hadir, tapi saya sudah dapat tugas mencatat dari guru piket. Keadaan saya lagi sakit, tolong kamu catat di papan tulis sebagiannya dulu di jam istirahat, tolong ya Affan, please" Kata Mona dengan tatapan yang minta untuk dikasihani.
Permintaan semena-mena itu membuat Selly sewot dan tidak terima. "Loh kok kamu ngatur Affan sih? Itu kan tugas kamu..."
"Selly!" Affan menukas pembicaraan Selly.
Selly langsung terdiam ketika Affan berbicara dengan nada tinggi.
"Kalau kamu ke kantin duluan saja, saya mau bantu Mona mencatat materi guru agama"
"Ini permintaan anak-anak buat jemput kamu ke kelas" Kata Selly, alih-alih membuat Affan menurut. Justru pria itu tetap akan mencatat tugas dari guru yang berhalangan hadir.
"Tolong bilang ke anak-anak, pulang sekolah aja bahas nya, jangan di kantin" Kata Affan, yang membuat Selly paham dan menurut, sehingga gadis itu pergi dari kelas sembilan A.
Affan mendelik pada Mona. Terlihat gadis itu terdiam tanpa kata, merasakan perasaan yang asing namun sakit.
"Kalau kamu mendadak begini, bisa-bisa rahasia kita di sekolah akan terbongkar Mona, jangan ikut campur urusan kita di sekolah. Selly datang cuma mau bahas kegiatan OSIS sama anggota lain" Tegur Affan.
Mona menghela nafas agak sesak. Mulutnya seakan terkunci untuk tidak menjawab perkataan dari Affan.
......................
...****************...
To be continue,
jujur aja mona sm sahabatnya
klo sudah menikah sm afan