NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pewaris

Takdir Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Jika sosok Ayah akan menjadi sosok pahlawan bagi seorang anak, hal berbeda justru dirasakan oleh Elang Mahesa.

Selama dua puluh tiga tahun ia tidak tahu mengapa sosok pria yang harusnya menjadi pelita dalam hidup justru selalu merendahkannya. Tak peduli apa pun yang ia lakukan, semua selalu salah di mata sang Ayah.

Hidupnya mulai berubah ketika takdir membawanya masuk ke sebuah perusahaan Arkatama Group. Tanpa rencana, ia justru terlibat dalam konflik keluarga, perebutan perusahaan, dan ancaman yang mengincar keluarga Arkatama. Di saat yang sama, kemunculan seseorang di tengah konflik yang membawa rahasia masa lalu membuat Elang terjebak dalam dua pilihan sulit yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31.

Kabar mengenai permintaan pertemuan kedua Vardhana Resources sampai kepada Damar tidak lama kemudian.

Damar membaca salinan penawaran Vardhana Resources yang dikirim Ravian melalui tabletnya, sementara Raksa yang duduk tak jauh darinya mendengarkan penjelasan singkat sang menantu.

“Dia masih ingin kembali setelah penolakan sejelas itu?” komentar Raksa.

“Katanya membawa penawaran baru.” Damar meletakkan tablet ke meja. “Masalahnya bukan terletak pada harga yang mereka tawarkan, dan aku sudah mengatakan itu kepadanya. Tapi tetap saja dia kembali datang.”

Raksa terdiam sesaat. “Kresna tahu Ravi belum cukup tegas menghadapi orang seperti dia, dan dia memanfaatkan ketidakhadiranmu di kantor pusat untuk menekannya.”

Damar tidak membantah. Pertemuan pertama sudah cukup membuktikan ucapan ayah mertuanya benar.

Raksa mengetukkan ujung tongkatnya ke lantai dengan ketukan pelan, lalu sudut bibirnya perlahan terangkat seolah baru mengingat sesuatu.

“Aku tahu siapa yang bisa menangani ini.”

Damar menoleh dengan gerakan cepat. Tatapan keduanya bertemu. Beberapa detik kemudian Damar seolah memahami siapa yang dimaksud ayah mertuanya.

“Elang?”

Raksa mengangguk. “Bukankah dia meminta kesempatan untuk melihat lebih jauh bagaimana urusan di kantor pusat berjalan?”

“Untuk mencari celah dalam perkara Bram.”

“Dan selama berada di Arkatama, dia ditugaskan sebagai analis eksternal.” Raksa menyandarkan punggung. “Tidak ada salahnya kita melihat sejauh apa kemampuannya ketika diberi data yang tidak berkaitan dengan pemeriksaan sebelumnya.”

Damar tersenyum tipis, memberikan anggukan setuju. Entah kenapa ia justru tertarik untuk melihat hasilnya.

“Baik.”

.

.

.

Dua hari setelah permintaan resmi Arkatama diterima Daneswara, Elang mulai menjalankan penugasan sementaranya di kantor pusat Arkatama Group.

Tidak ada perubahan status pekerjaan, namanya tetap tercatat sebagai bagian dari Daneswara Crisis Management, hanya saja untuk beberapa waktu ke depan ia memiliki akses sebagai analis eksternal yang membantu menelaah sejumlah proses operasional dan kerja sama perusahaan.

Menjelang siang, Elang baru saja menyelesaikan satu pekerjaan ketika seorang staf Arkatama mendatanginya dengan membawa sebuah kotak dokumen dan map berwarna hitam.

“Pak Elang.”

Elang mengangkat wajah.

“Ini dikirim dari kantor Pak Raksa.”

Alis Elang terangkat tipis. Kotak itu diletakkan di atas meja. Di dalamnya terdapat proposal Vardhana Resources, laporan kerja sama terdahulu, riwayat sengketa perusahaan, data pemasok, catatan distribusi, hingga beberapa dokumen pendukung yang sebelumnya tidak pernah ia lihat.

Elang baru hendak mengambil salah satunya ketika staf tersebut menyerahkan map hitam.

“Dan ini surat untuk Bapak.”

Elang menerima map yang disodorkan, membukanya, netranya bergerak membaca baris demi baris. Surat itu memuat rekomendasi langsung Raksa sekaligus persetujuan kantor Direktur Utama, memberikan Elang akses terhadap seluruh data yang berkaitan dengan Vardhana Resources selama proses penelaahan berlangsung.

Di bagian bawah, tanda tangan Raksa tercantum berdampingan dengan pengesahan kantor Direktur Utama. Cukup untuk memberinya akses pada setiap data terkait Vardhana yang ia perlukan.

Elang menutup surat tersebut. “Ada pesan lain?”

“Pak Raksa meminta Bapak menelaah semuanya sebelum pertemuan berikutnya.”

Elang mengangguk. “Baik. Terima kasih.”

Begitu staf itu pergi, Elang menarik kotak dokumen mendekat, lalu mengambil proposal paling atas.

Vardhana Resources.

Nama yang belum pernah ia tangani sebelumnya, kini berada tepat di hadapannya

Elang membuka halaman pertama. Dua puluh menit pertama ia habiskan membaca proposal utama. Setengah jam berikutnya berpindah pada daftar pemasok. Kemudian jalur distribusi, harga bahan baku, perusahaan-perusahaan perantara.

Semakin dalam ia membaca, semakin banyak catatan memenuhi kertas di samping laptop.

Satu nama perusahaan membuat gerakan penanya berhenti. Elang membuka data lain, mencocokkannya, lalu kembali pada proposal.

“Kenapa mengambil jalur ini?” gumamnya heran dengan dahi berkerut tipis.

Ia menarik laptop lebih dekat. Satu jalur pasokan baru yang membuat Vardhana mampu menawarkan harga jauh di bawah pasar ternyata melewati perusahaan perantara yang hampir tidak memiliki riwayat distribusi.

Elang membuka dokumen berikutnya. Perusahaan itu baru berdiri. Kapasitas gudangnya tidak sesuai dengan volume yang dijanjikan, dan alamat yang digunakan memiliki keterkaitan dengan perusahaan lain yang sedang bersengketa soal asal bahan baku.

Elang bersandar perlahan dengan embusan napas panjang. Sekarang ia mulai memahami kenapa Pak Damar menolak.

Harga murah itu bukan keuntungan. Vardhana hanya sedang memindahkan sebagian besar risikonya kepada pihak yang mau menandatangani kontrak.

Tatapannya jatuh pada surat otorisasi Raksa yang masih terbuka di sisi meja, kemudian kembali kepada tumpukan data. Masih banyak yang harus diperiksa.

Elang mengambil pena lagi.

Kalau Pak Raksa memberinya izin untuk melihat semuanya, ia akan memastikan tidak ada satu lembar pun yang terlewat.

. . . .

. . . .

To be continued...

1
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
😍😍😍😍😍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
lahhh... kok gak sampai mereka menikah sih, gantung amat
Endah Puji Lestari
😍😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
eh... ciyus ini 😱😱😱🤔🤔🤔
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini sih kopernya🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
affa affaan ini 🤦‍♀️🤦‍♀️
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: iya nih kk. suka2 si zira ini ajalah. 🤭🤭
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
karakter si elang ini cool banget dah. bkn kyk karakter utama novel biasanya yang bucin abis ama pasangannya. cinta tapi ga lebay
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: jd kek sewajarnya aja y kan. bkn kyk yg biasanya, sampe rubuhin gedung, bikin bangkrut orang🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
selamat menikmati hidup mu Bram ,,
Zhu Yun💫
Ya nikmati sajalah Bram dari apa yang kamu tabur di masa lalu 🤭
Zhu Yun💫
Sudah matang kan mereka berdua buat diajak ngadon /Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫
Cihuy.. terpesona nih ya 🤭
Zhu Yun💫
Dan sekarang mereka sudah semakin dewasa, semakin tampan, semakin kokoh, semakin kekar, semakin tegak juga anunya /Facepalm//Facepalm//Hammer//Hammer/ tubuhnya maksudnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫
Kirain pak Raksa sudah... 🤭
Endah Puji Lestari
😍🙏
Muft Smoker
dsnii pak raksa bersikap adil agar gx da yg tersakiti ,, dan merasa di rebut posisi ny ,, meski secara gx langsung posisi elang emnk sejak lahir di rebut ma ravi Krn pertukaran tsb ,,
semoga setelah ni kebenaran segera di bongkar biar si Bram mempertanggung jawab kan perbuatan ny ,,




ayoo kak zira jgn lama2 ,,
Sutono jijien 1976 Sugeng
sudah kuduga bulan bapak nya 😁
Sutono jijien 1976 Sugeng
kayanya bukan bapak nya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
vote terbang
〈⎳ FT. Zira: whh.. terima kasih banyak kaka🥰😍
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wahhh penyelesaian yang adil yah zee. ga ada yang tersakiti. tinggal hukumannya si bram ini.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: justru dengan ravi dibiarkan berkembang, harusnya si bram. malu
total 2 replies
Patrick Khan
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!