NovelToon NovelToon
Selamatkan Putri Kita, Tuan CEO

Selamatkan Putri Kita, Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Reinata Ramadani

"Tinggalkan putraku, maka aku akan membantu biaya pengobatannya."

Di malam hujan itu, Alina akhirnya memilih pergi. Pergi sejauh mungkin tanpa tau jika saat itu ia tengah mengandung.

Empat tahun berlalu. Takdir kembali mempertemukan keduanya.

Kebencian itu terlihat jelas dari manik mata itu. Sakit. Tapi demi biaya pengobatan sang buah hati, ia pun rela menurunkan harga dirinya.

"Tidak apa-apa. Sakiti hatiku sesukamu sampai kamu puas. Ini semua kesalahanku. Aku sadar akan itu. Hingga saatnya tiba, aku berharap kamu akan tau, jika aku sangat mencintaimu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehormatan yang telah Hilang

"Jika Alina bilang... Alina terpaksa pergi agar Mama mau membiayai semua biaya rumah sakit Mas saat itu, apa Mas akan percaya?"

Leon seketika meledakkan tawa. "Kamu bahkan tega menjelek-jelekkan nama ibuku sendiri hanya untuk kembali padaku? Hanya untuk mengeruk uang dariku, Alina?!"

Alina menggeleng dengan isak yang perlahan luruh.

Tidak. Bukan seperti itu. Alina hanya mengungkapkan fakta sebenarnya. Namun mengala laki-laki itu bahkan tak mempercayainya. Mengapa kebenaran yang ia bawa justru terdengar seperti lelucon menjijikkan di telinganya.

"Katakan, berapa yang kamu inginkan."  Leon berusaha merengkuh kembali ketenangannya, menatap Alina dengan pandangan merendahkan. "Anggap saja ini sebagai uang sumbangan."

Alina menatap laki-laki itu dengan tatapan penuh luka bernanah. Sakit. Harga dirinya seolah diinjak-injak sampai tak berbentuk.

Namun, kilasan wajah sang putri tiba-tiba menyeruak. Bukankah ini kesempatan yang bagus untuk mendapatkan uang pengobatan Marsha?

"Satu milyar, berikan aku satu milyar." Ucap Alina, tanpa ragu.

Membuat Leon seketika itu ternganga, hampir tak percaya dengan nominal yang diucapkan Alina saat itu.

"Satu milyar katamu? Apa kamu merasa dirimu seberharga itu?"

Tapi putri kita sangat berharga, mas.

Kalimat itu hanya mampu bergema di dalam batin Alina, tertahan di kerongkongannya yang kini terasa tercekat dan perih.

Kebencian yang terlihat begitu jelas, aura permusuhan yang menyeruak tanpa celah, kepercayaan yang telah luntur, membuat Alina ragu. Apa laki-laki itu akan percaya?

Jawabannya,  Tidak.

Bahkan mungkin saja laki-laki itu akan menganggap jika Marsha adalah anak dari hasil perselingkuhan. Seorang anak yang terlahir dari kesalahan. Dan itu terdengar sangat menyakitkan baginya.

"Alina mohon, mas... Setelah ini, Alina akan pergi sejauh mungkin dari hidup mas." pinta Alina dengan suara parau yang sarat akan keputusasaan.

Jika memang mereka tak lagi bisa disatukan. Maka, ia akan menerimanya, sekali lagi. Namun, tidak dengan Marsha. Gadis kecil itu terlalu belia untuk merasakan sakit yang teramat menyiksa. Jadi, biarkan saja Alina yang menahan seluruh rasa sakit ini seumur hidupnya, asal putrinya bisa selamat.

"Satu miliar bukan jumlah yang sedikit," sahut Leon dingin. "Apa yang bisa kamu berikan padaku sebagai imbalannya?"

"Semuanya."

Semuanya akan aku berikan padamu asalkan Marsha bisa sembuh. Asalkan Marsha tidak lagi sakit. Semua akan aku korbankan, apapun konsekuensinya.

Laki-laki itu menatap Alina dengan seringai licik di wajahnya. "Semuanya?"

Alina mengangguk yakin, mengabaikan sisa harga dirinya yang telah hancur berkeping-keping. "Ya, semuanya."

Leon melangkah mendekat, ia mengikis jarak di antara mereka hingga embusan napasnya yang dingin menerpa indra pendengaran Alina. Dengan lirih, ia berbisik. "Kalau begitu, berikan tubbuhmu."

Manik mata Alina seketika itu membulat sempurna. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat itu juga. Ditatapnya Leon yang terlihat penuh dengan kelicikan.

Tidak. Ini tidak benar.

Bukan seperti ini yang ia bayangkan ketika pertama kali bertemu lagi dengan sosok itu. Bukan dengan tatapan kebencian, juga tatapan memicing penuh penghinaan, apalagi dengan sikapnya yang merendahkan.

"Sebelum itu, boleh Alina bertanya satu hal? Apa mas masih cinta sama Alina?"

Pertanyaan bodoh yang telanjur keluar dari mulut Alina itu sontak membuat Leon menyemburkan tawa sumbang. Tawa yang terdengar sangat hambar sekaligus menghina.

"Cinta? Cinta kau bilang?" Leon menatapnya,  muak. "Bahkan kasih sayangku pun tak pantas kau dapatkan sedikitpun, wanita murahan."

Detik itu juga, Alina merasa hatinya tersayat oleh ribuan pedang.

Sakit.

Sakit sekali rasanya.

"Aku tidak punya banyak waktu." Leon kembali menginterupsi, memutus rantai kepedihan Alina dengan dingin. "Berikan tubbuhmu, maka kau akan mendapatkan uang sesuai dengan permintaan mu."

Sejenak, ruangan itu kembali hening. Alina terdiam untuk beberapa saat, menatap langit-langit ruangan yang terasa kian menghimpitnya tanpa jeda. Wajah Marsha yang pucat di bangsal rumah sakit kembali terbayang.

Demi Marsha.

Ya, demi putrinya ia rela kehilangan harga dirinya.

Dengan tangan yang gemetar hebat dan air mata yang kian mengalir deras, Alina perlahan mengangkat tangannya. Satu per satu, jemarinya yang dingin kini perlahan membuka kancing kemeja seragam kerjanya. Ia menundukkan kepala dalam, menyerahkan sisa kehormatan yang ia miliki demi nyawa sang buah hati tercinta.

Melihat Alina yang benar-benar menuruti perintahnya, Leon ternganga tak percaya. Sedetik kemudian, laki-laki itu kembali tertawa sarkas. "Benar-benar wanita murahan rupanya."

Leon kemudian menyeret perempuan itu ke dalam kamar pribadinya. Semua berjalan dengan dingin dan hambar. Tak ada cinta, tak ada kehangatan—hanya ada pelampiasan dendam yang menyakitkan. Alina memejamkan mata rapat-rapat, membiarkan air matanya luruh kian deras membasahi bantal di antara rasa kecewa yang membuncah.

"Tidak apa-apa. Sakiti hatiku sesukamu sampai kamu puas. Ini semua kesalahanku. Aku sadar akan itu. Hingga saatnya tiba, aku berharap kamu akan tau, jika aku sangat mencintaimu."

☆☆☆☆☆☆☆☆

Annyeong Chingu

Eitsss. Kena prank

Ini kelanjutannya ya, hehe

Di tunggu update selanjutnya ya

Happy reading

Saranghaja

1
Nar Sih
sabar alina ,pssti ada keajaiban untuk marsha ,smoga leon trrbuka hati nya dan sgra menolong putri nya
Nia Rahmadini
kak boleh update nya double hehehe
Nar Sih
semoga dgn cerita dri umi hanah kmu bisa sadar akan slh mu leon ,dan sgra cri tau keadaan 4th lalu saat kmu tk sadar stlh kecelakaan itu
Sunarti Narti
Alhamdulillah akhirnya kebenaran segera terungkap, semoga kamu ga menyesal Leon
Nar Sih
semoga kali ini leon tebuka hti nya sadar akan kesalahan nya ,dan bnr,,bisa bantu marsha biar sembuh lgi ,dobel up lgi ya kak rei🙏🥰🥰
May Satibi Satibi
jangan lama" kak update nya ini novel favorit aku bulan ini
apiii
di tunggu up selanjutnya thor❤️
apiii
astagaa bacanya sambil tahan napas tegang bangt baca setiap kalimat ngena bngt🥹
apiii
parah banget jadi bapak🥹
apiii
thor singkat bangt🥲
Nia Rahmadini
kapan sih update lagi kak
apiii
akhirnya up lgi 🥲🥰
Nar Sih
dobel up yaa kakk 🙏👍
Nia Rahmadini
update lagi kak naangung cerita
apiii
makin penasarannn tapi harus nungguin part selanjutnya🥲
Nia Rahmadini
update kak lagi, cerita nya bagus banget.
Yuni Afiatun
suka setiap karya nya,,
tapi tunggu up nya harus bersabar
yulithong
hrs sabar menunggu ini🤔
Sun Rise
ok
Nar Sih
semoga kali ini sgra terungkap semua nya yg sbnr nya dan leon sadar dgn salah nya ,semagat ya alin juga semagatt untuk kak reinata moga up nya lancar💪💪🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!