NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua belas

"kalian berdua hati-hati yah!"

Diandra melambaikan tangannya, melepas rian dan nayla yang ijin pulang.

Diandra hendak melangkah, saat seorang pelayan, wanita tua yang menjadi kepala art di kediaman pratama lewat di depannya.

"buk, maaf" panggil diandra sopan,

"kamar tuan xavier dimana yah?"

Wanita tua itu memicing heran, sorot matanya terlihat curiga.

"tadi tuan xavier bilang, anak saya tidur dikamar beliau" ujar diandra cepat.

Diandra paham arti tatapan itu, dan ia tak mau disalah pahami.

"ohhh..." sahut wanita tua itu singkat.

"ayo ikut saya!"

Langkah pelayan tua itu terlihat sangat hati-hati, diandra hanya mengikuti dalam diam. Mereka berdiri di depan sebuah pintu kayu tinggi. Diandra menatap kagum, pintunya terlalu tinggi, persis pintu sebuah istana.

Dia mendengar jika keluarga pratama sangat kaya, namun menurutnya kaya saja tidak cukup mendefenisikan keluarga ini.

Rumah kediaman keluarga pratama, lebih mirip istana daripada sebuah rumah.

Tadi, saat diandra tiba di rumah ini. Matanya dengan jelas melihat ada puluhan pekerja, berpakaian seragam.

"tok..tok.."

Diandra tersentak sadar, ketukan pelayan tua itu menyadarkan diandra dari keterpesonaannya.

"ada apa?"

Sontak pelayan tua itu dan juga diandra membalikkan tubuh. Xavier berdiri di belakang mereka dengan wajah datarnya.

"anu tuan..." pelayan itu tergagap, tangannya menunjuk diandra.

"nona ini mencari putranya, katanya ada di kamar tuan"

Xavier mengangguk, sebelah tangannya mengibas meminta pelayan itu pergi.

"acara ulang tahun oma saya sukses, terima kasih chef"

Diandra mengangguk, senyumnya terlihat tipis.

"sama-sama tuan xavier, pembayaran yang ada transfer ke saya juga sangat besar"

Xavier mengangguk, namun ekspresi pria itu datar tanpa senyuman.

"terima kasih juga, karena makanan lezat yang anda siapkan membuat tunangan saya bahagia malam ini"

Diandra mendongak, pria ini ternyata sangat tinggi. Diandra harus mengangkat kepalanya agar bisa melihat ke mata xavier.

"bisakah anda bangunkan putra saya tuan?"

"bolehkah saya tahu siapa nama bocah tampan itu?" tanyanya tanpa menanggapi permintaan diandra.

Terdengar hembusan nafas diandra cukup keras, matanya melirik arloji di tangan kanannya. Sudah pukul 12 malam dan dia masih di sini.

"sudah larut tuan xavier, bolehkah saya masuk ke dalam?" tanya diandra sedikit tak sabar menunjuk pintu kamar xavier yang tertutup rapat.

"silahkan.." sahutnya tanpa bergerak, pria itu masih diam berdiri dengan tangan kanannya di saku celana.

Diandra mengernyitkan alisnya, menatap heran pria itu yang masih diam.

"tuan xa—"

"panggil saja saya xavi"

Kening diandra semakin berkerut,

"aku juga tak akan sungkan memanggilmu, bahasa kita terlalu formal"

Diandra diam tak menjawab, memang sih terlalu kaku rasanya, namun agak ragu sebenarnya. Apakah sopan, mereka kan bukan teman ataupun kolega.

"dan bagaimana aku, memanggilmu chef? Diandra, dian atau..."

"di..." sahut diandra cepat.

"ohh..oke..." senyum xavier langsung mengembang indah, perlahan ia melewati diandra, membuka pintu kamarnya.

"kamu mau masuk, atau.."

"aku tunggu di sini saja" tolak diandra cepat, namun ia tersenyum sungkan.

Bagaimana bisa ia ikut masuk ke kamar pria itu, walau pria itu tak mengenalinya sama sekali, kan sangat tidak mungkin mereka berduaan di dalam, yah walaupun ada killian, namun tetap saja diandra nggak mungkin ikut masuk, tak sanggup rasanya membayangkan berdua saja di kamar pria itu.

"tunggu sebentar.." xavier membuka pintu kamarnya lebar. Sepertinya sengaja, ia ingin menunjukkan pada diandra, bahwa tawarannya tadi tidak memiliki maksud apapun.

Diandra membuang pandangannya, ada rasa sungkan yang menghinggapi hatinya. Ia sedikit menarik diri dari depan pintu kamar.

"mama..."

Diandra menoleh, killian berada dalam pelukan pria itu. Bola matanya seketika membesar, dengan killian di gendongan pria itu, dengan wajah mereka yang saling bersanding.

Siapapun yakin kalau mereka memiliki hubungan, kemiripan yang luar biasa hampir 99 %. Diandra dengan cepat mengulurkan tangannya, hendak meraih putranya dari gendongan xavier.

Tapi killian menolaknya, bocah itu malah melingkarkan tangannya di bahu xavier.

"bolehkan lian di gendong oom ini?" tanya bocah itu menunjuk xavier tepat di hidung pria itu.

"liaan..." tegur diandra tak enak hati, namun kemudian terdiam.

Suara tawa xavier terdengar sangat senang, mata pria itu berbinar sangat indah.

"kamu menggemaskan, ganteng!"

Diandra meringis, putranya itu memang sedikit luar biasa sebenarnya.

"om.., besok main ke rumah lian!"

Diandra melotot kaget, tawaran lian membuatnya sesak nafas sesaat.

"emang boleh?" tanya xavier dengan lembut, suara beratnya terdengar sangat seksi.

Pria itu melirik diandra yang sudah gelisah, dia tahu kalau wanita ini sedang merasa sangat tidak nyaman berada di dekatnya.

"boleh dong om, iyakan ma!" tiba killian menjulurkan tubuhnya, memeluk erat leher diandra.

Diandra terkejut setengah mati, raihan tangan killian membuatnya terhuyung ke arah xavier yang juga sedikit kaget.

Tubuh diandra hampir jatuh memeluk xavier, tanpa sadar tangannya mencari pegangan agar tak jatuh. Namun malah kedua tangannya mendarat mulus di perut pria itu.

Jantung diandra berdebar kencang, detaknya bertalu, menghasilkan kegugupan luar biasa. Tangannya meraba perut pria itu yang rata, pipinya langsung merona merah.

Diandra malu, dengan cepat ia menarik diri, sedikit menjauh.

"maaf tuan xavi..."

terdengar deheman dari pria itu, sepertinya kejadian barusan juga mengguncangnya.

"xavi saja, nggak pakai tuan"

Suara pria itu semakin berat saja terdengar, karena parau. Namun dengan cepat sepertinya ia mampu menguasai dirinya kembali, matanya menatap diandra lembut.

Diandra menelan salivanya, ia meraih killian yang kali ini patuh dan diam saja.

"kalian dijemput?"

Diandra kembali mendongak, matanya memicing.

'dijemput?siapa yang jemput?'

"suami kamu nggak jemput?"

Kening diandra kembali berkerut, "ahh iya.." serunya pelan, matanya berpendar.

Ia ingat kalau xavier menganggap elang adalah suaminya, diandra tersenyum tipis.

"aku sudah pesan m*xim kok"

"taksi?" tanya xavier penuh selidik, keningnya berkerut.

"ini udah tengah malam, di" ujarnya menatap arlojinya dan diandra bergantian.

Jantung diandra berdebar kencang lagi, saat pria itu menyebut namanya, dengan suara beratnya namun lembut itu, ada yang meleleh di dalam sana.

"kalau begitu biar aku antar!"

Diandra menggeleng cepat, "taksinya sudah menunggu di luar"

Xavier melangkah, dengan langkah kakinya yang panjang.

"aku akan bayar taksi itu, ini tengah malam, dan kamu juga bawa anak kecil" ujarnya meninggalkan diandra yang terpaku.

Setengah berlari, diandra mengikuti langkah xavier, ia hendak melarangnya, namun tepat di ruang tamu yang sudah mulai sunyi karena pesta ulang tahun sudah selesai.

Nyonya wina berdiri menatap ke arah mereka penuh tanya, "mau kemana kamu xavi, buru-buru amat!"

"aku mau mengantarkan diandra dan putranya, oma. Masa' tengah malam begini dia mau pulang naik taksi" xavier terlihat kesal, dan omanya juga menyadari itu, pria itu tetap melangkah keluar.

Nyonya wina semakin yakin kalau xavier tertarik pada wanita ini, mata tuanya menatap lekat diandra yang berdiri gelisah.

Raut wajahnya menatap nyonya wina tak enak hati, "maaf nyonya, saya bisa pulang sendiri"

Nyonya wina hanya tersenyum ramah, perlahan mendekati diandra.

"xavi benar!, sudah tengah malam, dan kamu dengan anak kecil, biarkan xavi mengantarmu!"

"tapi nyo—"

"panggil saja oma!" tangan wanita sepuh itu mengelus lembut lengan diandra.

Bersambung...

1
Sri S
lanjut
Sri S
suka
Sri S
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!