NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Kekuatan dari dewa Hades

Pria itu melangkah mendekat, langkahnya tenang namun membuat tanah di sekitarnya terasa bergetar halus, seperti menandakan energi dari alam bawah tanah tengah Arka panggil. "Siapa kamu pengecut?!" Bentak Arka lagi, kali ini dia memosisikan tubuhnya menjadi tameng bagi Nayyara yang kini sudah gemetar ketakutan di belakang punggungnya.

Pria itu tertawa kecil, suara tawanya menggema seram di udara malam. "Aku datang untuk mengambil apa yang akan menjadi milikku. Dia adalah milikku..." Casey menunjuk tepat ke arah Nayyara yang bersembunyi,

"Gadis cantik kepingan jiwa Dewi Athena. Darahnya adalah darah para dewa, jiwanya adalah kunci keabadian. Dan dia akan ikut denganku, untuk menjadi ratu di kerajaan vampir, dia akan menjadi persembahan bagi kami...."

"A.....apa?" Nayyara menutup mulutnya syok dengan tangan, matanya terbelalak kaget. "Dewi... Athena siapa? Apa maksudnya? Mas Arka, aku takut..." Bisik Nayyara gemetar.

Casey mendengus kesal melihat kedekatan mereka. "Minggir, bocah jangan menghalangi jalanku, Kamu tidak tahu berhadapan sama siapa?!"

"Dalam kamus hidupku tak ada minggir atau takut!" Arka menyeringai balik, dia tak bergeming dari posisinya.

"Sialan kamu! Dia bukan milikmu. Dia diciptakan untuk bangsaku, untuk dikorbankan agar kekuatan bangsa vampir bangkit kembali!" Casey mengangkat tangannya, dan seketika itu juga pohon di sekitar rumah ini bergerak keras seperti akan roboh, Nayyara makin ketakutan, tiba-tiba banyak ranting pohon terbang melayang mengincar Arka hingga dia terpaksa membawa Nayyara ikutan tiarap, agar tak terluka karena ranting yang berterbangan itu, keadaan saat ini mencekam, seperti dikuasai oleh kekuatan tak kasat mata.

Arka merasa tekanan udara begitu berat menekan dadanya, napasnya hampir terhenti. Dia tahu, makhluk di depannya ini bukan manusia biasa. Dia makhluk yang legendaris, Vampir origin.

"Aku tidak peduli  siapa kamu," Ujar Arka tegas sambil memegangi tubuh Nayyara, suaranya tak bergetar sedikit pun meski dia tahu sedang menghadapi maut. Dia mengeratkan lengan tangannya pada pinggang ramping Nayyara.

"Selama aku masih bernapas, Nayyara tidak akan bisa kamu sentuh sedikit pun. Dia akan aman bersamaku."

"Kamu berani menantangku bocah ingusan?!" Mata Casey memerah makin terang, taringnya yang tajam terlihat menyeringai. "Kalau begitu, matilah saja dulu!" Casey melesat sangat cepat dengan sayap hitam lebarnya, lalu jubah hitamnya menarik tubuh mungil Nayyara dengan cepat, hingga Nayyara berhasil berada di dalam sanderanya dan di dalam lilitan jubahnya.

"Hei kembalikan dia!!" Arkanendra panik, lalu vampir itu muncul tepat di depan wajah Arka dengan tangan yang terbuka hendak mencengkeram leher Arka.

"Mas Arka!!" Teriak Nayyara histeris saat dia sudah dalam sandera vampir kejam itu.

Arka hanya bisa bertahan, tapi kekuatan Casey terlalu besar. Tubuh Arka terpental terlempar hingga menabrak dinding rumah, jatuh terguling ke tanah dengan rasa nyeri yang luar biasa. Darah segar menetes dari sudut bibirnya.

"Mas Arka!!" Nayyara berteriak histeris lagi, dia ingin mendekat, tapi Casey tengah menyandera tubuhnya dengan jubah lebarnya, dia mengangkat gadis itu ke udara.

"Ahh tolong aku!!"  Nayyara berteriak keras ketakutan tak mau ikut vampir itu pergi dari sini. "Sudah selesai main-mainnya. Ayo kita pergi, Dewi cantik.." Bisik Casey penuh kemenangan.

Pandangan Arka kabur, rasa sakit di dadanya yang tadi menghantam terasa membakar. Dia menatap Nayyara dari jauh yang kesulitan lepas di cengkeraman makhluk jahat itu. Rasa takut kehilangan yang sama persis seperti saat dia sadar umurnya tinggal sedikit, kembali menghantam dadanya, tapi kali ini berkali-lipat lebih kuat.

"Aku tidak boleh kalah... Aku tidak boleh mati... Aku harus melindunginya. Dia nyawaku!" Arka memejamkan mata seperti berkonsentrasi pada satu hal, Mulutnya berkomat-kamit seperti melantunkan bait-bait doa dan mantera dalam bahasa Yunani Kuno

Hanya dalam beberapa detik wujud Arkanendra berubah bukan lagi seperti Arka yang berpenampilan normal tadi, tapi berubah lebih seram dari vampir itu.

"Jangan berani kamu menculiknya vampir jelek!" Teriak Arka dengan emosi memuncak, tiba-tiba bukan saja wujudnya yang berubah namun kabut hitam yang begitu tebal menyelimuti tubuh Arka hingga dia terlihat seperti dewa kegelapan, sulur panjang keluar dari jubah hitamnya berpadu dengan kabut Hitam itu tadi, mendadak tanaman di dekat Arka hangus mati, seperti energi hidupnya tengah di hisap semua oleh Arka, ya saat ini dia tengah kerasukan energi dari dewa Hades.

"Kamu?!" Casey kaget sekali melihat perubahan pemuda itu, dia sampai melupakan tujuannya, begitu juga Nayyara yang sangat kaget lalu dalam detik itu dia jatuh pingsan begitu Arka menyerang vampir tadi secepat kilat, Arka menerjang dan merebut cepat Nayyara dari cengkeraman Casey.

Di tangan kanan Arkanendra muncul wujud sebuah pedang panjang dengan gagang hitam pekat dan ukiran perak yang bercahaya, bilahnya tajam dan berkilau, itu pedang stygian pemberian dewa Hades yang belum Arka sadari, pedang itu memancarkan aura kematian yang sangat kuat. Pedang ada di tangan kanan Arka.

Arka menggenggam gagang pedang itu. Seketika itu juga, rasa sakit di sekujur tubuhnya hilang. Tenaga yang tadinya habis, kembali mengalir deras, bahkan berkali-kali lipat dari sebelumnya. Di benaknya terdengar suara lantang dan dalam.

"Gunakan Pedang Stygian itu dengan baik... senjata penyeimbang hidup dan mati. Kamu pemiliknya Arkanendra. Bunuh mahluk itu dan selamatkan Nayyara!"

Arka berdiri tegak penuh kekuatan, Nayyara yang sudah pingsan berada di pelukannya, dia mengikat tubuh gadis itu dengan jeratan sulur-sulur dari jubah hitamnya. Matanya yang tadinya hitam, kini berubah menjadi berwarna merah menyala, sama seperti warna bara api.

"Pergi kamu dari sini vampir jelek!" Suara Arka terdengar menggelegar, dan mengerikan, bukan lagi suara manusia biasa.

Casey melotot kaget melihat penampakan musuhnya yang tiba-tiba berubah total. Dia merasa ngeri melihat pedang stygian di tangan Arka. Itu senjata legendaris yang jarang muncul. "Itu~ Pedang Stygian?! Kenapa benda itu bisa ada di tangan manusia sepertimu?!"

"Aku takkan membiarkan kamu membawanya, aku adalah pelindungnya," Jawab Arka dingin.

TRANG....!!!!

TRANG..!!!!!

Dengan satu lompatan cepat, Arka melesat menerjang ke arah Casey. Casey terpaksa menangkis serangan Arka dengan pedang juga yang tiba-tiba juga muncul di tangannya.

TRANG....!!!!

TRANG....!!!!

Suara benturan besi yang nyaring berulang kali terdengar, gerakan gesit mereka saling menyerang terlihat mencekam dan. mengerikan.

Setiap kali pedang Stygian menyentuh kulit Casey, kulit vampir itu melepuh seperti kena api, membuatnya meraung kesakitan.

"Arghhh sialan kamu, ini Sakit!!" Casey mundur terhuyung, tangannya yang kena sabetan pedang itu berasap dan terluka. "Siapa kamu bocah ?! kenapa kabut hitam bisa ada di tubuh mu!?" Casey melotot setelah berpikir sejenak lalu menggeleng syok.

"Tak mungkin kamu itu?" Arka menyeringai dia mengeluarkan belati hitam dari jubahnya dan menusukkan ke bahu vampir itu.

"Ka....kamu Hades?" Casey memegangi belati hitam itu menahan agar tak menembus makin dalam di tubuhnya dia mengerang dan merintih.

Arka menyeringai tak memberi ampun. Dia memiliki kekuatan yang tak masuk akal, seolah itu semua di luar nalar. Bruk....

Casey jatuh ke tanah dengan darah hitam membasahi jubahnya.

"Ba....Bagaimana bisa dewa Hades mau memiliki penerus dari bangsa manusia? Kamu~" Casey masih tak percaya.

Arka tak menjawab dengan kata-kata, dia hanya menatap dingin, matanya merah menyala makin terang. "Benar. Aku adalah kepingan jiwa Dewa Hades, Penguasa Dunia Bawah. Jadi ingat baik-baik... jangan pernah berani mendekati Nayyara lagi seumur hidupmu." Ancam Arka sambil mengangkat pedang itu tepat di leher Casey yang gemetar ketakutan.

Tiba-tiba asap hitam mengepul banyak membawa pergi vampir yang terluka itu dari sini, dia kabur setelah kalah telak dari Arka.

Seketika setelah itu suasana kembali hening dan tenang. Lampu-lampu menyala kembali seperti semula. Pedang Stygian di tangan Arka perlahan menghilang kembali menjadi cahaya, sampai Arka butuhkan lagi nanti.

Arka langsung berubah wujud normal lagi, bukan mahluk menakutkan dengan wajah pucat mengerikan khas dewa kematian, saat ini dia kembali menjadi Arka yang normal, hanya sedikit lelah saja. Dia melihat Nayyara yang masih pingsan karena syok berat tadi, sampai tak melihat semua kejadian pertempuran dua mahluk itu.

"Nay..." Arka langsung membawa tubuh mungil itu ke dalam pelukannya yang sangat erat. "Nayyara ayo bangun sayang....."

Nayyara yang mulai siuman perlahan membuka matanya.

"Kyaaa!! aku dimana?!?" Pekik nya takut sekali.

"Husst, ini aku... nggak apa-apa kamu sudah aman, vampir itu sudah pergi"

"Ya Allah, Alhamdulillah huhu aku takut mas..." Nayyara langsung menangis tersedu-sedu di dada bidang itu.

"Mas... Mas Arka... tadi itu apa? Dia mau bawa aku kemana~... aku takut banget..."

"Sudah, nggak apa-apa... dia sudah pergi. Dia nggak bakal ganggu kamu lagi," Arka mengusap punggung dan rambut Nayyara dengan lembut, mencium puncak kepala gadis itu berkali-kali.

"Maaf ya, tadi kamu hampir saja di bawa pergi, tapi aku janji, selama aku ada di sisi kamu nggak akan ada satu pun makhluk di dunia ini yang boleh nyakitin kamu" Nayyara mengangkat wajahnya, manggut-manggut haru dan menatap mata Arka dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya.

Ada rasa kagum, rasa aman, dan rasa cinta yang besar dan dalam. Nayyara tahu Arka bukan manusia biasa, tapi dia juga tahu Arka adalah orang yang paling berani berkorban untuknya.

"Mulai sekarang... aku nggak mau kita berteman saja, Mas," Bisik Nayyara tiba-tiba, pipinya basah oleh air mata namun senyumnya terbit. "Aku mau kamu selalu ada di sampingku. Karena aku sadar... aku nggak bisa kehilangan kamu." Arka tertegun, lalu senyum paling bahagia terukir di bibirnya. Dia mengusap wajah Nayyara lembut. "Kamu serius? Tapi... kamu bilang tadi~"

Nayyara menggeleng mantap, lalu menutup bibir merah Arka dengan telunjuknya.

"Aku mau jadi kekasihmu mas....." Bisiknya hingga tubuh Arka meremang penuh kelegaan.

1
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!