NovelToon NovelToon
TAK TERKALAHKAN SETELAH DIUSIR KELUARGA

TAK TERKALAHKAN SETELAH DIUSIR KELUARGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Jiang Hao hanyalah pemuda yang lugu dan polos , jujur dan sedikit konyol , kehidupan sehari harinya seperti kebanyakan pemuda pada umumnya.


Memiliki cita cita keluarga yang bahagia dan keinginan untuk menjadi kaya .



Tapi kehidupan yang di idam idamkan di dalam pikirannya, tidak ada sama sekali.


Tatkala adik kandung yang baru pulang dari dinas militer masuk ke kehidupannya.


Merebut tunangan yang di mana dalam satu minggu akan ia nikahi, serta sikap dan sifat keluarganya yang berubah dengan memutuskan semua hubungan darah termasuk tunangan dan keluarganya.


Juga ia mendapat fitnah keji , sehingga tubuh dan jiwanya hampir mati, namun itu menjadi berkah tersembunyi, darah dan bakat bela dirinya keluar setelah 20 tahun tersegel.



Saat itu juga dunia bela diri kuno terguncang dan nama Jiang Hao menjadi legenda yang di takuti lawan serta kawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12 tanah yang berharga

Semua ras manusia binatang yang ada di dekatnya, kalang kabut , mata mereka begitu ketakutan saat datangnya para perampok yang sangat ganas itu.

Jiang Hao berdiri seraya mengeluarkan senjata tongkat emas miliknya .

Matanya menatap tajam ke arah datangnya perampok yang tampak memiliki postur tinggi besar dengan aura ganas menakutkan.

Ia melihat bahwa para perampok itu memiliki aura Emas yang sangat gelap dan tahu bahwa itu adalah ahli beladiri Emas gelap yang cukup menantang bagi dirinya .

" bocah , siapa kamu, sepertinya kamu bukan dari suku budak ini !" Tanya perampok berbadan kekar dan menakutkan itu.

Jiang Hao tanpa merasa takut melangkah , datang mendekat ke arah perampok yang sangat sombong dan congkak, tangannya menggenggam erat tongkat penghancur langit miliknya.

" bandit , aku adalah pelindung suku Yao , aku bukan bocah seperti yang kau katakan!" Kata Jiang Hao tersenyum tenang.

Mata ganas perampok itu tampak menyipit , ada senyum meremehkan dalam ekspresinya.

" hehehe.. pelindung, sejak kapan suku budak hina ini memiliki pelindung, itu hanya akal akalan kamu saja " kata salah satu perampok tidak percaya .

" saudara Zhang Hai kita sikat saja , mungkin dia adalah tuan muda kaya yang jadi sok pahlawan di depan budak budak hina ini "

" benar juga , kalau kita sudah menangkapnya , kita bisa meminta tebusan kepada keluarga tuan muda kaya yang bodoh itu ... !"

" hahahaha... benar saudara Hai !"

Pria bertumbuh tinggi besar dan kekar yang bernama Zhang Hai menatap penuh minat " sebaiknya kamu jangan melawan bocah.. kalau tidak, mungkin akan merasakan rasa sakit sebelum kami menangkapnya " katanya seraya mengeluarkan aura Emas hitam dari dalam tubuhnya.

Jiang Hao merasakan angin besar menerpa tubuhnya, namun ia tidak mundur selangkahpun dari tempat ia berdiri.

Ia masih tenang dan tidak terpengaruh oleh tindakan provokasi dari ketiga perampok yang ada di depannya itu.

Wushhh...

Ketiga perampok merasa kagum sekaligus heran dengan kekuatan pemuda berjubah merah itu , mereka sudah mengeluarkan masing masing kekuatan kultivasi, dengan maksud menekan pemuda yang ada di hadapan mereka bertiga.

" cihh cukup tangguh juga , baiklah, aku ingin tahu apa kekuatanmu sesungguhnya " Zhang Hai melangkah ke depan dan udara di sekitarnya menjadi begitu jelas kecepatannya.

Wushhh

" langkah cahaya .. !"

Pria bertubuh besar tinggi dan kekar itu menerjang secepat kilat ke arah Jiang Hao, kecepatannya itu membuat Jiang Hao merasa gembira sekaligus menantang adrenalin jiwanya.

" bagus , bila aku berhasil mengalahkannya , semua catatan teknik pertempuran akan menjadi milikku !" Gumamnya seraya mengayunkan Tongkat Pemecah Langit ke arah Zhang Hai yang sudah berada di dekat kepalanya.

Crakk

Suara bunyi nyaring terdengar begitu renyah, setelah beberapa saat, teriakan keras kesakitan terdengar begitu memilukan.

" ahh .. kamu .. membunuh... !"

Celepuk .

Mata Jiang Hao begitu datar , ia tidak memperdulikan perampok yang sudah mati itu , ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah dua perampok yang tampak syock melihat rekan mereka sudah pergi bereinkarnasi.

" tidak.. kamu membunuh anggota gunung Jiang Timur, ketua tidak akan membiarkanmu hidup " teriak salah satu perampok dengan wajah panik dan ketakutan.

Perlahan tapi pasti kedua perampok itu mundur secara tahap demi tahap, bermaksud untuk melarikan diri.

Namun Jiang Hao sudah melihat semua itu , ia dengan cepat dan tepat menyerang ke arah kanan, tepat pada bagian bahu salah satu perampok yang sudah setengah mati ketakutan.

" tidak.. !"

Hening.

Jiang Hao menatap ke arah tiga mayat perampok di depannya, ia kemudian menoleh ke arah sekelompok ras manusia binatang yang tampak gemetar ketakutan , terutama saat dirinya memandang ke arah mereka.

" sudah , jangan takut, penjahat itu sudah mati , "

Pria yang memiliki telinga kucing datang dengan langkah hati hati , mata hijaunya begitu sembab " tuan , anda adalah penyelamat kami , mohon maafkan kami yang telah merepotkan tuan " serunya dengan badan membungkuk.

Yang lainnya juga sama sama mengikuti langkah pria bertelinga kucing, mereka memberikan penghormatan dengan cara berterimakasih yang tulus.

Jiang Hao hanya tersenyum, matanya tampak kembali normal, aura membunuh yang sebelumnya sempat keluar, perlahan sudah menghilang.

" tidak apa apa , janji adalah janji , aku sudah memenuhi ucapanku sebelumnya " katanya dengan nada tenang, tidak mempermasalahkan yang sudah terjadi sebelumnya.

" terimakasih tuan .. !"

" oke , kita kembali mulai sarapan lagi, apa anak anak sudah makan kenyang.. ?" Tanyanya mengalihkan topik dari yang berat ke hal yang ringan dan remeh .

Yao Di , manusia binatang kucing itu yang sekarang menjadi pemimpin sementara tampak begitu haru saat melihat interaksi antara pemuda yang dibawanya dengan anak anak keturunan mereka .

Suasana pagi kembali hangat, Jiang Hao mulai bercerita dan semua anak anak ras manusia binatang begitu menikmati cerita yang Jiang Hao sampaikan.

" tuan muda , apakah kita akan pergi dari tempat ini ?" Tanya Yao Di menatap ke arah pemuda yang sedang menatap lukisan sang leluhur Yao.

Jiang Hao menatap lama ke arah lukisan leluhur Yao yang ada di hadapannya, " kalau kita pergi bagaimana dengan warisan dan semua yang ada di sini ?" Tanya Jiang Hao balik bertanya.

" tuan muda , warisan ada secara turun temurun , kami semua rela meninggalkan hal ini , tuan telah membuka jalan untuk kebebasan kami semua ," kata Yao Di dengan sedikit nada tegas namun ada rasa keraguan dalam hatinya .

Jiang Hao menggelengkan kepala " tidak, kita tidak akan pergi , kita semua sambut kedatangan perampok dengan tangan terbuka , aku sudah memiliki beberapa rencana , memasang jebakan dan juga tipu muslihat " katanya tegas, ia berkata demikian karena semata mata untuk mempertahankan lukisan leluhur Yao dan juga tempat yang sekarang menjadi tempat tinggal para suku Yao .

Ia melihat bahwa tempat tinggal suku Yao bisa dikembangkan menjadi desa atau kota kecil , karena struktur tanah serta kesuburannya sangat pas untuk mengolah pertanian.

" tidak kita tidak akan pergi , tanah ini sangat berharga, aku yakin bahwa mereka para perampok tidak hanya menginginkan sumber daya manusia binatang seperti anda dan lainnya, tapi mereka juga mengincar tanah yang sekarang menjadi tempat tinggal suku Yao "

Yao Di tersentak kaget , telinga kucingnya bergerak kaku " tanah ini , tuan muda, apa keistimewaan tanah ini , hanya tanah hitam biasa !" Yao Di menatap ke bawah, ke arah tanah hitam yang tampak sedikit basah saat diinjak oleh kakinya.

" memang benar tanah hitam biasa, tapi ini adalah tanah hitam warisan, di mana , sangat cocok untuk mengolah pertanian , aku yakin bahwa hanya dalam satu bulan , semua anggota suku bisa makan dengan kenyang " ucap Jiang Hao dengan mata berbinar dan penuh rasa tanggung jawab yang besar untuk membimbing semua anggota suku Yao.

" ternyata tanah ini sangat luar biasa ... !"

" tapi tuan muda, kami tidak paham pertanian, "

Jiang Hao hanya tersenyum tenang , matanya yang merah tampak begitu bersinar " tenang saja , aku akan mengajari kalian dalam hal pertanian dan pengelolaannya, sampai waktunya tiba , kelaparan dan kecemasan tidak akan ada lagi " katanya berjalan menuju ke arah tempat yang tinggi .

" biasanya suku Yao memenuhi kebutuhan sehari hari dengan cara apa ?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!